
MANSION VIO
"TIKUS BODOH!!! "
" MATI!!! "
" Bruk " tikus terakhir lulus ujian hidup. Gelar Almarhum di sandang.
"Ah... Uh..." Haya memicit leher nya yang tegang.
"KLAK.. KLAK.." Haya melakukan gerakan patah leher.
"merasa baikkan Queen? " tanya Kale yang terus menatap layar, memonitori gerak gerik Haya.
" Ah.. Aku kurang olah raga sepertinya" Ucap Haya santai..
TIBA - TIBA...
"DUAK!!! "...
"QUEEN.. AWAS!!! " teriak Kale cepat.
TER.. LAM.. BAT!!!.
" UKH... " rintih Haya sakit di bagian dada nya.
" HAH... Bat.. Apa - apaan ini. Salah kah mata ku melihat?". Tanya Haya terbengong - bengong.
"Em.. Jika layar monitor ku melakukan kesalahan, itu masih mungkin Queen. Namun jika mata mu yang adalah mata Elang seorang DEWI IBLIS masih di anggap salah. Maka ku rasa sebaiknya Author TLBB hiatus saja. Ucap Kale meledek Author.
"Yak.. Kale... Kau bicara apa. Mau kubuat lenyap kau dari kisah TLBB... Ngatain author lagi... " Author ngancem.
" eits.. Gak usah pake ngancem juga kali thor.. " Ucap Kale sok bener.
" Yak.. Author..."
"Kau berani sentuh orang ku kah??? " Haya ikut bicara dengan tatapan membunuh nya yang mematikan.
AUTHOR :" (Duh.. Takut reek... Haya serem!!!) batin"
Author tak menjawab.
"Cih.. Baru gitu aja takut" Ucap Kale ngeremehin author.
__ADS_1
Author : "sabaaaaaar... (batin)"
*
*
*
Back to stoty
"Bat.. Apa - apaan ini... " Ucap Haya yang tak percaya pada penglihatan mata nya.
Kale terdiam...
" Bat.. Sebaiknya kau mengatakan sesuatu..." ucap Haya terdengar dingin mencengkam.
"Ah.. Sabar Queen... Aku sedang mengidentifikasi nya " jawab Kale yang terdengar sedang sibuk.
" Wow.. Wow.. Wow.. " seru Kale..
" apa.. Ada apa.. Cepat katakan.. " bentak Haya masih menatap sosok yang di anggap kemustahilan berdiri tegap di depan mata nya.
" Queen..." suara Kale terdengar dingin.
"sebaiknya kau berhati - hati...!!! "
Kale memperingatkan Haya.
Haya tak lagi berpikir jernih.
" TAP.. TAP... TAP.. TAP..."
Langkah cepat Haya menghampiri sosok kemustahilan di depan mata nya.
"Queen.. Tidak.. Jangan... Jangan jarak dekat" teriak Kale yang tak lagi di hiraukan Haya..
"WUUUZZZ!!!!"
Haya melakukan tendangan memutar hendak menghantam batang leher lawan nya.
"PAK...."
Betapa terkejutnya Haya.. Tendangan kuat nya di tahan dengan sangat mudah oleh si lawan. Haya melotot kan mata nya lebar.
Sedetik.. Haya syok.
"KRAK!!!"
__ADS_1
Terdengar suara tulang kaki retak.
Si lawan mencengkeram kuat pergelangan kaki Haya.
"SIAL!!!" maki Haya lirih nyaris tak terdengar.
"Queen.. Kau baik - baik saja" Kale terdengar cemas.
"KRATAK!!! " Cengkeraman di kaki Haya makin kuat...
"Akh...!!!" rintih Haya yang merasakan sakit luar biasa.
"SETAN!!! " Maki Haya sembari melakukan maneuver hendak menghantam si lawan.
Tapi.. OW.. OW..!!!
Dengan tak melepas cengkeraman di kaki Haya... Si lawan dengan sigap dan cepat menghindari serangan Haya.
DAN...
" DUAK!!! "
" AAAAAAAAKKKKKKKHHHH!!! " teriakan kuat Haya yang merasa hampir mati.
Tulang kering nya di patahkan dengan mudah oleh si lawan.
" QUEEN!!! " Teriak Kale yang menonton pertarungan mematikan dua MASTER beda ukuran itu.
" Aaaakh... " (slow motion) Haya Merintih sampai napas nyaris habis...
" BRUAK!!! " si lawan melempar tubuh kesakitan Haya hingga menghantam tembok.
" UKH..!!! " saos tomat menyembur dari bibir seksi Haya.
Sambil meluruskan kan kaki nya yang patah. Haya yang menyentuh dada nya menahan sakit menatap tajam si lawan.
" MOMMY!!!... DIA!!!... SIAPA DIA??? " batin Haya tak melepas pandang dari sosok bocah perempuan berwajah cantik yang terlihat lebih muda dari Jessy.
Sosok mustahil bagi Haya yang ternyata memiliki SKILL bertarung selevel dengan Mommy nya.
Dan lebih gila nya... Bocah di hadapan nya kini memiliki tingkat kemiripan wajah 90% dengan...
"SI DEWI NYA PARA IBLIS"
"BULAN"
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
HAPPY BACA READER 🌷🌷🌷