
Mansion Ken Haya
“ ah. . . Yasudahlah . . . Karena kita sudah membolos bagaimana kalo kita nonton saja. Sudah lama kita tak kumpul kan” beo Ken yang merasa bosan dan lega bersamaan.
Bosan akan keadaan sekitar dan lega akan keadaan Haya yang baik – baik saja.
“ asiiik. . . Jalan – jalan kita. . . “ seru Jessy girang bukan main.
Sementara Mark dan Haya yang tampak seperti sepasang suami istri dengan dua orang anak, saling pandang. Dan tersenyum.
Tak berapa lama kemudian Haya dan Mark sudah bersiap di mobil Haya menunggu Ken dan Jessy yang tampak sibuk berdandan.
“Ken. . . Jessy” teriak Haya dari dalam mobil yang terbuka kaca nya.
Tak pake lama. . . Jessy muncul sambil berlarian disusul Ken yang juga berlaian sambil memakai sweeter nya.
Ken dan Jessy memasuki mobil Haya dimana Mark menjadi driver nya.
Mobil sport Haya meninggalkan mansion.
\=\=\=\=\=
Pusat perbelanjaan di kota Z
“ciiit. . . . Mobil Haya memasuki area parkir”
Rona bahagia penuh semangat terpancar dari wajah Ken dan Jessy. Mereka berempat meninggalkan halaman parkir.
Saat hendak memasuki pintu masuk mall. Mark tampak gelisah merasa ada yang kurang dari dirinya. Sambil menggerayangi tubuh nya Mark menyadari sesuatu.
“ ah. . . Seperti nya handphone ku tertinggal di mobil” gumam Mark yang tersadar ketinggalan barang apa.
“ Kalian masuk lah dulu. Aku akan mengambil handphone ku” ucap Mark hendak berbalik ke parkiran.
Belom sempat Mark melanjutkan langkah nya, Haya menghentikan Mark.
“ biar aku saja. . . Kalian masuk lah dulu aku akan menyusul nanti” ucap Haya sembari meraih kunci mobil dari tangan Mark.
“ kau tak apa baby. . . “ tanya Mark sembari mengusap lembut kepala Haya.
“ aku akan baik – baik saja. . . Kau terlalu parno Mark” jawab Haya setengah mengejek kekasih nya.
“ baiklah. . . Kalo ada apa – apa kabari aku, oke “ ujar Mark tampak Khawatir.
“ yaelah. . . Ngabarin bagaimana. Haya pergi kan ngambil hape kau” ucap Ken menyela adegan romantis adik kembar nya.
Seolah tersadar akan kebodohan nya Mark salah tingkah.
“ ah. . . pokok nya ya kabarin .. . Kan. . . Kan. . . Ada hape kau” ucap Mark ngeles sambil menatap Ken, malu.
__ADS_1
Jessy yang melihat tingkah lucu Mark cekikikan.
“ yak.. . Kalian. Kak Aya kan hanya ambil Handphone di parkiran, bukan mau ke medan perang. Kalian heboh begitu. . . Apa kalian lupa “SIAPA” yang kalian perdebatkan itu” ucap Jessy sambil tertawa lucu melirik ekor mata pada Haya.
Haya yang mengerti arti lirikan Jessy, pura –
pura gila. Jessy kembali cekikikan menatap sikap Haya.
“ sudah lah. . . Ayok masuk. . . “ ajak Ken sembari merangkul Jessy yang masih cekikikan.
\=\=\=\=\=
Parkiran
Haya dengan santai nya mendekati mobil nya. Saat hendak membuka pintu mobil nya. Haya tiba – tiba menyeringai sambil menatap pantulan dari kaca mobilnya.
“ BUAK. . .”
Ternyata seseorang melayang kan tendangan nya pada Haya.
Haya yang telah bersiap menerima tendangan dadakan itu, dengan cepat menghindar.
Sebuah tendangan kuat yang meleset mengahantam badan mobil Haya. Mobil Haya peyok.
Haya yang melihat mobilnnya peyok memaki sang pelaku.
“ KURANG AJAR. . . GANTI RUGI “ucap Haya berteriak.
“ buk. . . Bak. . . Buk . . . Bak. . .”
Haya dengan lincah menangkis dan menghindar setiap serangan lawan nya.
Keduanya tampak berada di level yang sama.
“ DUAK. . . “
Sebuah tendangan memutar dari lawan mengenai Haya.
Haya tersungkur kebelakang namun tak sampai jatuh.
Haya menahan tubuhnya dengan satu kaki yang terlipat dan satu tangan nya menopang tubuhnya agar seimbang.
Haya menatap tajam lawan. Sang Lawan yang berhasil mengenai Haya berdiri tegap posisi menyerang.
Tampak aura iblis dari tatapan kedua nya.
Lawan Haya yang terlihat bernafsu dalam pertarungan itu dengan cepat kembali menyerang Haya.
__ADS_1
Haya yang bersemangat mendapat Lawan yang di nilai sepadan tampak tak
mau kalah mengambil bagian.
“DUUUAK. . . . “
Keduanya melakukan gerakan yang sama. Sebuah tendangan tinggi satu kaki yang cukup kuat saling hantam di udara.
Kaki berotot keduanya membentuk segitiga.
Betapa terkejut nya Haya lawan nya memiliki skill bertarung yang nyaris sama dengan nya.
Sementara lawan Haya yang sadar akan keterkejutan nya menyeringai menatap Haya remeh.
“ sreeek. . . Sreeek. . . Sreeeek .. . .” kedua nya terhuyung kebelakang sambil menyeret kaki masing – masing.
Haya dan lawan nya kembali dalam posisi tegap siap bertarung. Kedua nya adu tatap.
Tampak senyum remeh masih menghiasi bibir lawan Haya.
Haya yang sadar lawan nya menertawakan nya, terdiam menatap lawan nya tajam.
Kedua nya hendak kembali bertarung.
Namun sang lawan tampak menghentikan niat nya dan memilih mundur, melarikan diri.
“ Baby. . . “ panggil Mark yang muncul tiba – tiba.
Ah. . . ya. Kemunculan Mark lah penyebab kaburnya lawan Haya.
“ baby. . . . Apa yang terjadi. Kau lama sekali “ tanya Mark yang tak tau Haya habis baku hantam.
Haya tak menjawab pertanyaan Mark.
Sambil menatap tajam bayang sang lawan yang telah menghilang. Haya berbicara dalam hati:
“ UNDANGAN MU KUTERIMA . . . LEA PUTRI RAMON "
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
LIKE
KOMENT
VOTE JUGA GAK PAPA
__ADS_1
HEE HEE HEE
Happy reading all 🌷🌷🌷