The Last Big Boss

The Last Big Boss
TAMAT!!!


__ADS_3

DUKUNG CERITA INI LOH!


LIKE AJA DULU SEBELUM BACA!


TERIMA KASIH...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


\=\=\=\=\=\= KOTA C \=\=\=\=\=\=


DI SEBUAH MANSION BERNUANSA HITAM PUTIH!!


6 bulan sudah sejak pesta berdarah di mansion Joker.


MANSION HEKAI HAYA!


"ayolah He... Kau selalu seperti ini sejak beberapa bulan lalu. Hentikan wajah sedih mu itu. Ya meski kau terlihat tak tampan lagi karena kemurungan tak mendasar mu itu. Tapi aku sungguh tak menyukai nya" beo Ken yang saat itu berada di mansion Hekai.


"kata siapa tak tampan. Meski wajah kak Hekai saat ini murung dan sedih tapi ketampanan dewa nya mana ada terdustai" Jessy ikut bicara.


"dan masih tetap berada diatas ketampanan mu satu point! " Hera melirik ekor mata Ken, dingin.


Jessy tersenyum kecut.


" yak! Kalian... His!" Ken habis kata.


Hari itu...


Dan sejak kejadian Mansion Joker.


Ken, Jessy dan Hera mengunjungi Mansion Hekai dan Haya.


Sudah menjadi agenda rutin ketiga MONSTER anakkan itu menyapa Hekai setiap hari nya.


Namun setiap mereka datang, Hekai selalu menyambut kedatangan mereka dengan wajah yang mirip mayat hidup.


"nie kak... Mungkin bisa membantu stamina mu!" Ucap Jessy menyodorkan segelas putih.


Hekai meraih tanpa senyum.


"sabar kak... Terima nasib" Ucap Jessy lagi sambil menepuk bahu Hekai yang duduk dengan mata panda nya.


"sudahlah He... Kami mendukung semua keputusan yang kau ambil. Mau sampai kapan kau seperti ini. Apapun keputusan mu, kami sebagai keluarga pasti mendukung mu" KEN sok bijak.


Hera melirik Ken sinis.


Jessy manggut - manggut.


"atau begini saja... Kita ke klub malam nanti. Siapa tau mata padamu yang mirip hantu kurang jatah itu bisa memudar!" Ken bag iblis hitam berusaha mempengaruhi Hekai.


Hera duduk santai menatap Ken dan Hekai.


Jessy yang duduk sejajar dengan Hera dan menghadap Ken juga Hekai, menyimak pembicaraan kedua orang tampan itu serius.


Hekai menenggak susu ditangan nya. Sekali sedot, isi gelas ludes.


"jadi... Bagaimana rencana kita... " Ken merangkul bahu Hekai yang sejak tadi terdiam sambil bernapas.


Belum sempat Hekai menjawab pertanyaan Ken.


Tiba - tiba...


Syiiung!!! Jleb!!!


Sebuah belati terbang nyaris menancap di tengkorak kepala Ken.


" wow.. Wow.. Wow... " Ken yang hampir menghadap raja neraka tepat waktu membatalkan jadwal temu nya.


Ken menoleh pada si biang kerok.


Betapa terkejut nya Ken.


Seorang wanita dengan aura hitam berasap menatapnya super tajam.


Ken telan ludah kasar.


Haya muncul dengan aura membunuhnya.


Ken keringat dingin. Hekai buang nafas besar.


Jessy cekikikan. Sementara Hera tersenyum irit.


"heuh! Yang seperti ini mau mengajak ke klub bersenang - senang. Belum juga kita berangkat. Lebih dulu kartu undangan ke klub milik raja neraka kita dapat!" Hekai melirik pasrah Ken.


Ken melirik takut Hekai.


"kau Ken... Kau mau jadi iblis hitam yang meracuni pikiran suami ku kah?"


"dan kau He... Apa - apaan wajah mu itu. Kau tak suka aku seperti ini!"


"kalian berdua ini... Istri mu sedang mengandung, dan kau Ken, sebagai kakak ipar malah mengajak nya main gila di luar sana. Kalian cari mati hah! " Haya mengomeli Ken dan Hekai bersamaan.


Ken dan Hekai tertunduk takut.

__ADS_1


" kalian berdua... Masak sana. Aku ingin makan ayam goreng... Sambal kemangi, jangan lupa lalapan nya. Juga jus buah dragon, pake gelas jumbo warna hitam. Gelas ya di rak atas. Nasinya uduk. Telor dadar mata kambing. Tempe goreng tanpa tepung. Tahu goreng juga, tapi iris nya bentuk segitiga saja. Terakhir vitamin dan obat ku siapkan!"


Haya memberi perintah tegas.


Ken dan Hekai menurut tanpa protes.


Ken dan Hekai bergegas menuju dapur dan melaksanakan perintah Haya.


Haya menatap kesal punggung kakak dan suaminya.


Haya menaruh bokong di sofa bekas Ken dan Hekai duduk tadi.


"nie kak.. Pasti haus kan" Jessy menyodorkan jus apel yang dibuatnya.


"Hm! Terimakasih sayang... " Haya berubah ramah.


"kau sangat beruntung kak... Suami mu sangat mencintai mu. Pasti sangat merepotkan menjadi suami seorang Haya. Dan terlebih lagi... Tuch! (sambil menunjuk perut Haya yang membuncit), dilihat dari berapa ribet nya dirimu saat ini.


Pasti keturunan mu itu, titisan penguasa kegelapan dua dunia " Hera menatap datar kakak cantik nya.


"Kuanggap itu sebuah pujian, sayang..."


Haya tersenyum cantik sembari menatap adik nya.


"apa Mommy sudah kembali?" tanya Haya.


"Mungkin sedikit lagi tiba" jawab Hera.


Benar saja... Tak berapa lama...


Bulan dan Stella juga Alex muncul bersamaan.


"hai sayang... " sapa Alex sambil mencium kilat jidat Haya, Hera dan Jessy.


Bulan melakukan hal yang sama.


"berkemas lah... Mulai hari ini... Kau akan tinggal dengan Mommy" Bulan menatap Haya datar.


"oh.. Kak Aya kembali ke Mansion Mommy. Yes! " beo Jessy dan main tos lima jari dengan Hera.


"aku pasti akan menjadi yang pertama menggendong dedek bayi!" Jessy terlihat antusias.


"tidak! Aku yang pertama. Aku aunty nya" Hera menyela, dingin.


Stella, Bulan dan Alex tersenyum melihat tingkah Jessy dan Hera.


"kemana Hekai dan Ken? " tanya Stella.


Jessy dan Hera saling tatap. Kemudian keduanya menatap Haya. Haya pasang tampang bodoh.


" ah mom.. Kau bicara apa. Aku mana menyiksa suami. Hekai terlalu baik untuk kusiksa" Haya membela diri.


"iya.. Terlalu baik. Sangking baiknya sampai wajah suami mu mirip mayat hidup"


Bulan melirik Hekai yang mengenakan apron sambil memegang alat penggorengan.


Haya menoleh ke arah Hekai.


Hekai yang tak tau apa yang di bicarakan orang - orang di ruang tamu, tampak bingung.


"oh mom.. Kalian datang.. Dad... " Hekai menyapa singkat Mommy dan kedua mertuanya.


"Em... Baby... Ayam nya di goreng tepung atau tanpa tepung?" tanpa rasa malu Hekai bertanya dengan polos di depan mertuanya.


"tanpa tepung! " Haya menjawab ketus.


Hekai kembali ke dapur.


" yak! Kau lembut lah sedikit..." Bulan menatap Haya datar.


"ah.. Mom.. Aku sungguh kesulitan mengendalikan diri ku. Entah bayi apa yang dibuat Hekai untukku. Aku merasa ingin melahap nya saja saat melihat wajahnya yang super tampan dari hari ke hari"


"dan karena itu, kau menyiksa nya, dan membuat nya mirip panda" Bulan menatap kesal putri cantik nya.


*


*


*


DAPUR!


"tanpa tepung! " Ucap Hekai singkat.


" Baiklah.. Serahkan padaku" Ken tampak menguasai peran nya.


"sudah berapa malam kau tak tidur? " tanya Ken disela - sela aksinya menggoreng ayam.


" tiga malam.. Ah tidak... Kurasa sudah empat malam... Tidak... Tidak.. Mungkin minggu lalu... Ah entahlah. Aku sudah melupakan kapan terakhir kali ranjangku, ku tiduri"


Hekai pasang tampang sedih sambil cuci piring.


"kasihan sekali nasib mu He... Wanita normal saja sudah pasti merepotkan saat hamil. Dan apa kabar kau yang memiliki istri seorang dewi iblis" Ken menatap iba Hekai.

__ADS_1


"hm... Kasihan sekali diriku yang hanya manusia biasa ini " Hekai sok lemah.


"benar.. Kau sangat kasihan. Pantasnya itu... Dewi iblis bersanding nya dengan seorang Joker. Benar begitu He..!"


Ken melirik ekor mata Hekai.


Hekai tersentak. Untuk berapa detik Hekai tampak kaget.


Ken tersenyum licik.


"atau mungkin... Lebih pantas lagi dengan seorang Lion!!! " Hekai membalas ucapan Ken.


Giliran Ken bagai tersangat aliran listrik.


Hekai membalas senyum licik Ken.


Dalam diam... Kedua nya tersenyum aneh sembari menjalankan tugaa masing - masing.


*


*


*


Makan siang keluarga King berjalan lancar.


Saat bersantai di taman belakang Mansion, tiba - tiba seorang mafioso Bulan datang dengan wajah yang panik.


"bos..." mafioso Bulan menyodorkan sebuah surat.


"apa ini?" tanya Bulan.


"untuk nona Haya! " jawab mafioso Bulan.


Haya meraih nya dari tangan Mommy nya.


" untukku! " Ucap Haya menatap bingung mafioso Bulan.


Haya membuka surat ditangan nya.


SEDETIK KEMUDIAN!!!


"DIMANA DIA??? " tanya Haya sembari melotot panik.


"didepan nona.. " jawab mafioso Bulan.


Haya bergegas menuju halaman depan Mansion nya.


Diikuti Bulan, Alex, Stella, Hekai dan Ken.


*


*


*


Di depan Mansion.


"jadi.. Kau... Siapa nama mu!" tanya Jessy sinis sambil melipat kedua tangan nya dada.


Hera berpose kembar dengan Jessy.


Jessy dan Hera ternyata sudah menyambut tamu Haya.


Belum sempat tamu Haya menjawab. Haya dan rombongan muncul dengan wajah yang panik.


Tamu Haya menatap Haya datar.


"kau kah Queen? " tanya tamu Haya.


Haya mendekati tamu nya.


"dimana Mommy mu?" tanya Haya.


"TEWAS! " jawab tamu Haya datar.


"dan Daddy mu?" tanya Haya lagi


"mungkin sudah bersama Mommy Lea dan Zea" jawab Zean datar.


"kau sudah mengetahuinya rupanya! " Ucap Haya.


" giliranku bertanya! Apa isi surat Mommy untuk mu? " Zean menatap tajam Haya.


Haya membalas tatapan Zean tak kalah tajam.


"MULAI DETIK INI**, KAU ADALAH PUTRA HEKAI DAN HAYA!!!"


Ucap Haya lantang dan tak TERBANTAHKAN**.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= TAMAT \=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


UCAPAN TERIMAKASIH BUAT PARA READER YANG SUDAH MEMBACA CERITA INI.

__ADS_1


SAMPAI JUMPA DI SEASON 3.


BEI - BEI 🌷


__ADS_2