
\=\=\=\=\= MANSION BULAN \=\=\=\=\=
" kak Aya..." Hera yang melihat kedatangan Haya dan Hekai langsung berteriak dan berlari ke arah Haya dan Hekai.
"Bruk!!! " Hera memeluk erat tubuh langsing Haya.
Haya mengusap lembut kepala Hera.
Haya tersenyum cantik sembari menatap adik nya.
" kau merindukan ku? " tanya Haya kalem.
" Em! " Jawab singkat Hera sembari mengangguk polos.
" uh! Kakak juga merindukan mu sayang... " Haya mencoel hidung mancung adik cantik nya.
" kau sangat mengemaskan... " imbuh Haya sembari tersenyum cantik menatap adik cubby nya.
" Baiklah! Minum susu mu. Kakak temui Mommy dulu! " pamit Haya sembari menyudahi pelukan nya dengan Hera.
Hera membalas ucapan Haya dengan senyuman imut.
Saat hendak berjalan ke ruangan Mommy nya..
" o'.. Ay.. Kau datang? " tanya Ken sembari melewati Haya cuek.
" hai He! " sapa singkat Ken pada kakak ipar nya sembari menatap kilat si ipar tampan.
" Hm! " jawab Haya tak kalah acuh.
Hekai hanya tersenyum.
" kak Aya... " sapa Jessy heboh sambil berlalu.
Jessy ngekor di belakang Ken.
Hekai menatap Ken dan Jessy heran.
" mereka tampak buru - buru? " tanya Hekai pada istri nya sembari menoleh singkat menatap Ken dan Jessy.
" memang nya kapan kau lihat mereka bersikap santai! " jawab Haya datar tanpa melihat suami tampan nya.
Hekai paham. Hekai tak bertanya lagi.
*
*
*
\=\=\=\=\= RUANG BIG BOSS \=\=\=\=\=
CEKLEK!!!
__ADS_1
" mom... " sapa Haya sopan.
Hekai membungkuk hormat.
Bulan dan Stella yang memang sedang berada di ruang yang sama, menoleh menatap Hekai dan Haya.
" Hm! Kalian datang? " Ucap Bulan datar.
Stella hanya tersenyum.
Hekai duduk di sofa ruang.
Sementara Haya berjalan mendekati meja kerja Bulan.
" bagaimana dengan Hera Mom...? " tanya Haya.
" perkembangan nya cukup bagus. Kurasa akan menjadi normal dalam beberapa bulan lagi. Hanya saja... " ucapan Bulan terputus.
Bulan menatap Haya ragu - ragu.
" ada apa Mom? " tanya Haya sembari membalas tatapan Bulan penasaran.
Hekai menoleh menatap Stella.
Stella menatap serius putra nya tanpa berkata apapun.
" mom.. Katakan.. Apa ada yang salah pada tubuh Hera?" Haya menerka - nerka.
" aku tak yakin... Em! Lebih tepat nya aku belum yakin dengan dengan apa yang kudapat dan yang mungkin terjadi di kemudian hari" Bulan beranjak dari duduk nya.
Taman yang kebetulan Ken, Jessy dan Hera sedang asik bercengkrama di sana.
Sambil melipat kedua tangan nya di dada. Bulan menatap sendu putra putri nya yang tertawa lepas, layaknya anak - anak normal lain nya.
" Tak ada masalah dengan serum penawar yang kau dapat. Namun, hasil lab dr. Shadow menunjukkan ada hal lain yang lebih mematikan tertanam di tubuh Hera" lanjut Bulan tanpa berbalik menatap Haya.
Haya mengenyitkan dahi nya.
Hekai tersentak.
Stella menatap serius Hekai.
" mom.. Apa maksud mu? " nada Haya berubah dingin.
Suara nya terdengar seperti sebuah bom waktu yang tinggal tunggu meledak saja.
" di otak Hera, bersarang sebuah chip aneh yang jika aku tak salah mengira, chip itu lah yang mengendalikan kepribadian lain Hera. Kepribadian yang aku sendiri belum tau seperti apa? Namun ku pastikan itu bukanlah hal yang baik! "
" chip.. Chip apa Mom... Suruh saja dr. Shadow membedah kepala Hera. Beres kan Mom " Haya meremehkan ucapan Bulan.
" cih! Kau pikir semudah itu kah. Adik mu bisa menjadi orang bodoh jika dr. Shadow melakukan seperti apa yang kau katakan"
Bulan menjelaskan singkat sembari menoleh melirik Haya tanpa balik badan.
__ADS_1
" lalu.. Siapa yang melakukan itu mom..? Wolf kah? Gummi kah? " tanya Haya lagi.
" mungkin saja perintah dari salah satu jala*ng keparat itu. Siapapun itu... Aku takkan melepaskan mereka "
Jawab Bulan dingin.
Sedetik kemudian Bulan kembali menatap sendu Hera.
" tapi.. Tunggu dulu Mom. Kepribadian lain...? Maksud Mommy Hera pemilik lebih dari dua watak? " tanya Haya tersadar akan ucapan Mommy nya.
" Hm! Jika virus ghost membangkitkan jiwa iblis nya... Maka chip di otak Hera... Adalah sebuah pengendali!" jelas Bulan singkat.
" pengendali...??" gumam Haya belum memahami ucapan Mommy nya.
" Hm! " jawab singkat Bulan.
" dengan kata lain... Hera adalah mata bagi si penanam chip di otak Hera! " Hekai tiba - tiba menyahut.
Haya menatap suaminya tajam.
Bulan balik badan menatap Hekai dan Haya bergantian.
" dan dengan kata lain lagi... "
" KITA DI AWASI!!! "
Seketika suasana hening mencengkam menyelimuti seisi ruang.
Bulan kembali menatap tajam Hera.
" berani sekali... Berani sekali mereka melakukan hal biadap seperti ini pada putri ku. Aku takkan melepaskan satu pun dari kalian... KEPARAT!!! "
batin Bulan di kuasai dendam dan amarah.
" mommy.... " gumam Haya yang menyadari tekanan kuat dari amarah mommy nya.
" cih! Bersantai lah Mom... Biar putri cantik mu ini yang membereskan sisa sampah yang tak layak daur ulang itu! "
Haya menatap tajam punggung Mommy nya.
*
*
*
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
HAPPY READING 🌷
__ADS_1
LIKE LIKE LIKE AND TANKS