The Last Big Boss

The Last Big Boss
3


__ADS_3

SMA Sky


Ken dan Haya tak datang bersama ke sekolah. Mereka memang datang di hari yang sama sebagai murid baru. Namun soal hubungan mereka, mereka tak mempublikasikannya. Jadi tak ada yang tau jika mereka kembar.


Lagipula Haya yang berpenampilan seperti bocah kutu buku sangat kontras


dengan penampilan Ken yang bag dewa yunani. Jauh dari kesan saudara apalagi kembar.


Pagi itu sekolah tampak seperti biasanya.


Seperti kehidupan normal para murid yang sedang menuntut ilmu. Namun, ternyata


keadaan itu tak berapa lama bertahan. Mendadak sekolah ramai karena sebuah gosip


yang bisa di bilang belom pernah terjadi bahkan mungkin mustahil jika terjadi.


 Tampak beberapa anak bergerombol terlihat seperti pembagian kelompok tugas. Tapi kenyataannya adalah


kelompok tugas bergosip.


“Nexon semalam di hajar sampai babak belur, beberapa tulangnya patah dan kini di rawat di rumah sakit pusat kota.


Dan dari info yang kudengar Nexon membutuhkan perawatan khusus setidaknya selama 1


bulan fuul”. Ucap salah seorang murid bergosip.


Semua murid yang sedang bergosip itu memasang wajah kaget tak percaya, ”seorang Nexon” sampai babak belur dan memerlukan perawatan khusus. Oh Tuhan, malaikat kah iblis kah yang turun ke kota Z


ini untuk melakukan itu semua. Gumam seorang murid yang masih tak percaya apa


yang di dengar nya.


 “Itulah, bahkan para pengawal Nexon yang berjumlah puluhan orang pun dibuat setidak nya setiap orang


mengalami satu patah tulang di bagian tubuhnya


“Jadi, apakah ada info siapa yang melakukan itu?”. Tanya murid lain lagi penasaran.


“Sejauh ini nihil”. Jawab salah satu murid pembawa berita.


“Benar – benar berita besar”. Imbuh salah seorang murid lainnya.


 Ken memasuki ruang kelasnya


dengan wajah yang masih biru lebam. Tampak bebrapa teman nya seperti  sudah


menunggu kedatangannya.


 “Yaaaak, Ken kau tak apa?”.


Tanya salah satu teman Ken sambil menyentuh wajah Ken yang lebam.


 “Itu. . . . Terlihat sangat sakit”. Ucap salah satu teman Ken lagi sambil menyentuh wajah nya sendiri sembari menatap Ken.


 “Ah, tak apa. Aku baik – baik saja.


Bagaimana dengan kalian. Maafkan aku karena ku, semalam wajah kalian hampir


bernasib sama dengan wajah ku!”. Ucap Ken penuh sesal.


 “Ah, tak apa Ken. Kita kan teman”. Ucap


salah satu teman Ken merendah.


 “Tapi, sudah kah kau tau Ken.


Nexon berakhir di rumah sakit pusat kota semalam”. Ucap salah satu teman Ken menjelaskan


gosip yang di dengarnya.


Ken terkejut bukan main. Lebihtepat nya


“pura – pura” terkejut. Agar semua tampak normal. Karena jika tidak, ancaman Haya semalam

__ADS_1


pasti akan menjadi kenyataan. Dan Ken tak mau itu terjadi. Ken sangat ingin


merasakan hidup normal seorang anak sekolah umum.


Karna sesungguhnya, di usia mereka


yang setara dengan anak normal kelas 10, Ken dan Haya sebenar nya sudah menyandang


gelar S1 sebuah universitas ternama di kota C. Gen jenius yang mengalir


dalam tubuh mereka membuat mereka tak mengalami sedikitpun kendala dalam


pelajaran sekolah umum.


Tapi hal itu membuat Ken jenuh dan


ingin merasakan sekolah normal, haya tak menyetejui ide gila Ken. Dan sebagai gantinya,


Haya mengajukan sebuah syarat, Ken tak boleh berulah dan mengakui


hubungan mereka sebagai saudara atau Haya akan membawa Ken pulang ke kota C.


“Ku dengar Nexon terluka cukup serius. Bahkan ada yang bilang harapan pulih kembali tak mungkin”. Ucap salah


satu teman Ken sambil menyentuh area vital nya, melebih – lebih kan.


Semua yang mengerti maksud pembicaraan


anak itu reflek menyentuh “anu”nya masing – masing.


“Oh.. Sungguh na’as nasib Nexon kecil”. Ucap salah satu teman Ken bergidik ngeri.


“Kira – kira siapa yang seberani itu pada Nexon yang terkenal kejam itu ya?. Imbuh salah seorang teman Ken sambil menatap teman – teman lain serius.


Ken pura - pura bodoh.


\=\=\=\=\=


Haya prov


yang serupa dengan milik Ken, namun dengan warna berbeda. Black metallic. Terpakir di area club


yang dikunjungi Ken dan teman – teman nya. Tampak seseorang mengenakan


setelan hitam turun dari moge itu tanpa melepas helm nya dan berjalan masuk ke dalam club.


 Matanya mengabsen seluruh ruangan


club, dilihat nya posisi beberapa Cctv yang terpasang di beberapa sudut ruang club.


Di otak atik nya jam tangan berwarna hitam yang mengeluarkan sinar blue yang


lebih mirip seperti layar 3D. Tak sampai 5 menit, dirasa yang di kerjakan


sudah selesai Haya langsung mendekati meja Nexon yang asik minum dengan


beberapa teman - teman nya.


Langkah yang begitu cepat. Tanpa basa basi,


“Buuk”. Sebuah bogem mentah


mendarat tepat di wajah Nexon. Nexon terpental ke belakang. Teman – teman Nexon yang


melihat itu kaget dan ikut menghajar Haya yang wajah nya tertutup helm. Tapi nafas.


Belom sempat tangan mereka menyentuh baju Haya, Haya dengan


cepat menghentakkan kaki nya dan melakukan tendangan memutar nya, hanya beberapa detik. Belasan teman Nexon yang hendak maju justru berakhir terkapar di lantai club. Nexon yang baru sekali


kena bogem mentah pun bangkit dan hendak menyerang Haya.


“Bangsat kau “ umpat

__ADS_1


Nexon sambil


melayang kan bogem mentah nya ke arah wajah Haya.


“Buk”. Kepalan Nexon menghantam


telapak tangan Haya. Nexon kaget pukulan nya di tangkis dengan mudah oleh Haya,


mata nya melotot tak percaya. Tak pake lama Haya  memutar lengan Nexon dan


mematahkan lengan itu. Tak


merasa puas Haya kembali menghantam wajah dan rusuk Nexon bertubi – tubi. Nexon


tak lagi berbentuk. Nexon tersungkur tanpa daya. Tubuhnya bersimbah darah.


Teman – teman Nexon yang tadi


mendapat satu tendangan manis dari Haya tak  berniat mengulang kembali


rasa sakit serangan Haya.


Melihat Nexon yang hancur lebur tak berbentuk membuat mereka yang menyaksikan itu bergidik ngeri.


Haya berlalu pergi.


Tanpa Haya sadari ada seseorang dalam gelap


nya club sedari tadi tak melepas pandangan nya dari sosok Haya.


"Siapa orang ini, dia. . . "KUAT". Bahkan hanya dengan tangan kosong mampu


membuat Nexon dan teman - teman nya sampai seperti ini. Ucap seseorang itu,


yang sejak tadi menonton aksi baku hantam Haya.


\=\=\=\=\=


Kelas 10b.


Seperti biasa, Haya yang baru datang meletakkan tas nya di atas meja. Kemudian memulai ritualnya ”membaca buku”, tanpa memperduikan sekitar nya. Tak berapa lama teman kelas Haya masuk


kelas dengan nafas tersengal – sengal.


Terlihat dia habis berlari maraton


entah start dari mana dan finish di ruang kelas Haya.


Masih dengan nafas menderu,


“Yaak, teman – teman pelakunya sudah


tertangkap. Pelaku iya pelaku, orang yang menghajar Nexon”. Jelas murid itu terbata - bata.


Sontak ruang kelas menjadi heboh. Haya yang konsen membaca buku nya kini beralih fokus mendengarkan berita yang di bawa si murid itu.


“Siapa. . . Siapa. .?”. Tanya murid lain penasaran.


"Itu. . . Itu. . .  Anaknya ada di ruang kepala sekolah bersama ayah Nexon”.


Ucap nya lagi sambil menunjukk ruang kepala sekolah.


“Si anak baru, anak kelas 10a”. imbuhnya lagi.


Seketika mata Haya membulat sempurna. Diremasnya buku yang di pegang nya,


“CARI MATI”.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa


like 👍 dan koment ya. juga ❤supaya kamu

__ADS_1


dapat notif ketika eps baru di up.


happy reading all 🌷.


__ADS_2