The Last Big Boss

The Last Big Boss
16


__ADS_3

Weekend.


Pagi itu Haya tampak bersantai di taman kecil, dalam mansion nya.


Jessy membantu Ken menyiapkan sarapan.


"Kak.. Aya.. Sudah siap... ". Teriak Jessy memanggil Haya untuk sarapan.


Haya tak menjawab. Haya berjalan santai menuju meja makan.


Mereka bertiga menikmati breakfast pagi itu.


" selesai makan ayo ke pantai.. " ucap Haya datar.


" Yeeei... Asyik.. Kak Aya terbaik. Jessy sayang kak Aya.. ".. Gumam Jessy girang sambil menatap Haya penuh kasih.


"eeuuyyyyuuuh... Kau selalu berkata menyukai nya tapi kau selalu menempel padaku. Dasar pengkhianat". Ken protes sambil melirik ekor mata Jessy.


Jessy melengos malas tahu.


\=\=\=\=\=


Pantai.


Jessy tampak riang berlari ke sana ke mari. Ya walau bagaimana pun Jessy tetap lah hanya seorang bocah yang di manja kan seluruh keluarga King.


Hal itu berlaku juga buat Haya dan Ken. Mereka sangat menyayangi Jessy.


Bisa dibilang kepribadian Jezz yang gemar bertarung itu sengaja dibuat oleh Ken dan Haya.


Bagi Ken dan Haya... Jezz adalah bentuk perlindungan yang tangguh.


Berbeda dengan Jessy yang selalu menempel pada Ken. Jezz justru lebih menurut dan meniru gaya psycho Haya saat bertarung.


"Jessy... Awasi langkah mu. Banyak kerang tajam".. Teriak Ken khawatir.


Jessy tak menghiraukan peringatan Ken. Jessy asik sendiri berlari ke sana kemari. Ken beranjak mendekati Jessy.


Haya asyik bersantai menatap air laut di kursi payung nya.


"Bruk ".. Jessy yang asyik berlarian menabrak seseorang.

__ADS_1


" Aow.. Maaf". Ucap Jessy memegang jidat nya tak melihat siapa yang di tubruk nya.


Ken menghampiri Jessy.


"kau tak apa.. ". Tanya Ken mengabsen tubuh Jessy mana tau terluka.


" aku yang di tabrak tapi kau membuat seolah olah gadis kecil ini yang jadi korban.. " gumam seorang laki - laki bertubuh tinggi tegap dan...


" Tampan".


Ken memandang wajah laki - laki itu tajam.


"apa apaan tatapan mu itu.. Kau tak senang" Ucap laki - laki itu songong. Diiringi tawa beberapa teman - temannya.


Wajah Ken merah padam. Ken menahan diri...


Di sisi lain.. Haya masih setia dengan posisi nya yang santai menatap laut.


Sesekali Haya menatap Ken dan Jessy yang tampak beradu mulut dengan beberapa orang tak di kenal.


Haya cuek.


Ken tak membalas.. Jessy memegangi wajah Ken yang memerah bekas pukul.


"yak.. Kau keterlaluan. Kan aku sudah minta maaf. Kakak ku juga tak mengganggu mu. Kenapa kau memukulnya.". Jessy berteriak pada laki laki itu.


"oooo.. Tadi tak ku perhatikan. Ternyata kau sangat cantik". Gumam laki - laki itu sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Jessy.


Jessy buang muka.


"sudah kak ayo kita pergi". Ucap Jessy sambil merengkuh lengan Ken hendak pergi.


Belum sempat Jessy melangkah jauh..


"sreeeet... ". Tangan nya di tarik paksa oleh laki - laki songong itu. Tubuh Jessy yang goyah hampir jatuh ke pelukan laki - laki songong itu.


Belum sempat wajah Jessy menyentuh dada bidang laki laki songong itu,


" BUK...". Ken melayangkan tinju nya kilat.


Laki - laki songong itu ambruk sekali pukul.

__ADS_1


"jauhkan tangan kotor mu dari nya". Ucap Ken pasang tampang iblis.


"Ar.. Kau tak apa? ". Tanya teman teman Aron sembari membantu nya berdiri.


" *******.. Kau cari mati hah". Maki Aron naik darah.


"salah satu pewaris keluarga berpengaruh. Aron Shu. Berada di posisi pertama". Gumam Haya melalui earphone mini di telinga nya.


"Hanya sampah". Umpat Ken. Sambil menatap Aron.


Aron yang mendengar itu tak terima..


"BUAK... BUAK... DUAK.. BAK.. BUK.. BAK... BUK.. " Aron menggila. Ken tampak santai.


" yang begini No wahid. Cih.. ". Ken meremehkan.


Aron yang mendengar ucapan Ken yang sebenarnya untuk Haya naik pitam.


" Sebenarnya bukan itu yang harus kau waspada i.. Tapi bocah yang selalu bersama nya. Tak terlihat namun justru dialah yang ter kuat. Sejauh yang Kutahu kemampuan bertarung nya tak kalah dari mu. Bahkan mungkin dia berada,


"Di atasmu". Gumam Haya mengamati dari jauh.


Ken tak mengerti maksud Haya.


Di mana ada Aron Shu, Di situ ada Hekai Shu.


Belum sempat Ken bertanya pada Haya,


"DUAAK....". Sebuah tendangan yang kuat membuat Ken terkejut. Ken tersungkur di atas pasir pantai.


"datang". Beo Haya datar. Ken yang mendengar ucapan Haya pun mengerti maksud ucapan Adiknya tadi.


Seorang laki - laki berparas tampan bertubuh tinggi yang sama dengan Ken.. Tiba tiba muncul dan berhasil membuat seorang Ken tersungkur sekali tendang.


"HEKAI SHU" imbuh Haya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa jempol nya ya... 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


Happy reading all 🌷

__ADS_1


__ADS_2