
Mansion Ken dan Haya.
"Hanya luka kecil. Bahkan tak lagi terasa sakit".. Ucap Haya yang sedang menelepon.
"....".
"Baiklah Mom.". Jawab Haya yang mendapat titah dari ibunya.
".... "...
" Oke". Ucap Haya sambil menyudahi panggilan telepon nya.
Diremasnya handphone yang digenggamannya.
Matanya menatap tajam halaman samping mansion yang terlihat dari jendela kamar nya.
"Hayaaaaa..". Tiba - tiba terdengar suara Ken berteriak.
Haya yang mendengar teriakan Ken sontak berlari cepat menuju arah suara Ken.
Sampailah Haya di kamar Ken. Dihampirinya sang kakak yang lebih mirip seorang bocah.
"Haya, dagingnya copot". Gumam Ken polos sambil menunjukan cuilan luka yang sudah mengering.
Melihat Ken yang bodoh Haya emosi.
"Yaaaak, Ken. Sekali lagi kau berteriak seperti itu. Kulempar kau keluar.". Ucap Haya kesal.
Haya berlalu pergi dari kamar Ken kesal.
"Hih, dasar monster... Gitu aja marah" Gumam Ken tak tau diri.
\=\=\=\=\=
Mansion Nexon.
Ayah Nexon terlihat frustrasi. Bagaimana tidak, perusahaan yang dibangun bertahun tahun lamanya dengan tetes keringat dan darah para korban yang tewas dibantai nya bangkrut dalam sehari. Lebih tepatnya dalam beberapa menit saja.
Nexon group, termasuk dalam lima keluarga paling berpengaruh di kota Z. Sepak terjang dan kekejamannya di dunia bawah tanah tidak bisa dianggap remeh.
Bagaimana tidak bisnis mengerikan yang dilakukan cukup membuktikan citra buruk seorang Nexon group seperti apa.
Prostitusi, narkoba dan jual beli senjata ilegal yang dilakoni nya tak jarang memakan korban saat sedang beroperasi. Semua hal buruk itulah yang menempatkannya pada posisi ke 5.
\=\=\=\=\=
"BUUUUMM . ".
__ADS_1
Terdengar sebuah ledakan yang menghancurkan daun pintu mansion mewah Nexon.
Ayah Nexon yang berada di ruang tengah mansion nya terkejut bukan main.
Dilihat nya arah pintu yang hancur karena sebuah ledakan. Tiba - tiba mata ayah Nexon melototot tegang.
Ayah Nexon kedatangan seorang tamu.
Lebih tepat nya tamu tak diundang.
Tampak seorang gadis yang mengenakan setelan hitam dengan kain penutup muka yang menutupi sebagian wajahnya. Hanya menyisakan sepasang mata mengerikan yang hanya dari sorotnya saja sudah terlihat bengis dan tanpa ampun.
Sebuah pedang tersemat indah di punggung rampingnya. Lengkap dengan dua buah pistol kembar yang terselip di paha kanan dan kiri nya. Tak lupa beberapa geranat mini juga terlihat di bawanya. .
Penampilan sempurna seorang Haya.
Yaaa....
Haya tiba dengan selamat di mansion Ayah Nexon.
"Hallo Mr. Nexon". Haya menyapa ayah Nexon sambil nyengir.
Ayah Nexon menegang. Tak merasa kenal ataupun memiliki masalah dengan seorang gadis Ayah Nexon yang berusaha tenang pun memberanikan diri membuka suara nya.
"Siapa kau. Aku tak merasa pernah menyinggung seorang wanita seperti mu?". Tanya ayah Nexon dalam ketakutan nya.
"Kau mati saja". Ucap Haya datar. Haya menarik pedang dari punggungnya dan berjalan santai mendekati Ayah Nexon.
"DOR..... ". Sebuah peluru tiba - tiba mengenai bahu kiri Haya. Sayangnya setelan yang dikenakan Haya adalah rancangan yang dibuat khusus hingga tak mudah ditembus oleh sebuah timah panas.
Seorang bodyguard berwajah serius muncul menghalangi aksi Haya.
Bodyguard itu kembali mengarahkan senjata nya ke tubuh Haya.
"SYUNG... ". Kalah cepat.
Pedang di tangan Haya lebih dulu menggores lengan bodyguard yang memegang senjata. Senjata di tangan nya pun terlepas dari genggaman.
Bodyguard berwajah serius itu dengan cepat berlari ke arah Haya.
" BUUK... BAAK... BUUK.. BAAK... ". Sangat cepat. Bodyguard itu menghujani Haya dengan bogem mentah nya bertubi tubi.
Beberapa tendangan pun di layangkan bodyguard berwajah serius itu untuk menjatuhkan Haya.
Sebuah tendangan yang cukup kuat mengenai dada Haya, dan berhasil membuat Haya mundur beberapa langkah.
" Oh itu kau... Yang membuat nya berdarah".
__ADS_1
Gumam Haya lirih.
"Siapa gadis ini. Dia "KUAT". Batin si bodyguard.
Haya yang kembali dalam posisi "istirahat di tempat".
"Ah, menarik. Majulah" undang Haya pada bodyguard yang berdiri tak jauh di hadapan nya. Siap menyerang.
Kembali si bodyguard menghantam Haya membabi buta. Haya dengan lincah menghindari nya. Cukup lama aksi baku hantam antara keduanya. Bodyguard itu sudah tampak lelah.
Tak tampak lelah pada sorot mata Haya.
"Kau sudah selesai". Giliran ku.
Haya melompat tinggi dengan lutut yang yang siap menghantam wajah si bodyguard.
"BUAK "... Si bodyguard yang tak siap menerima serangan Haya pun terhuyung kebelakang.
Tanpa jeda, Haya kembali melayangkan tendangan memutar dan kembali menghujani si bodyguard dengan bogem mentah dari beberapa arah.
Dan,
" DUUAAAK... "... Sebuah tendangan lutut yang kuat tepat mengenai dagu si bodyguard dan berhasil membuatnya menyemburkan larva merah kental dari mulutnya.
Si bodyguard terkapar lemas dilantai.
Kurang dari 1 menit aksi terakhir Haya. Membuat si bodyguard tak lagi bernyawa.
Ayah Nexon yang melihat kejadian na'as yang dialami bodyguard nya pun ketakutan setengah mati. Diraihnya pistol milik bodyguard yang terlempar tadi. Hendak di tembak nya kepala Haya.
"DOOOR". Pistol kembar Haya lebih dulu bersarang di kepala Ayah Nexon.
Ayah Nexon tamat seketika.
Merasa tugasnya sudah beres. Haya berlalu pergi meninggalkan mansion mewah milik Nexon group yang di penuhi mayat ratusan mafiso yang telah dibantai nya saat memasuki mansion tadi.
"BUUUM.... BUUUM.... BUUUM... ". Haya meledakkan mansion Nexon yang terlihat seperti arena pemakaman masal.
Haya berjalan santai meninggalkan mansion yang dilahap habis si jago merah.
"Benar benar monster"
Gumam seseorang yang menonton aksi Haya menggunakan teropong dari balik jendela sebuah mansion yang berada di seberang jalan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Happy reading all 🌷
__ADS_1