The Last Big Boss

The Last Big Boss
11


__ADS_3

Mansion Haya Ken.


Bulan tampak sibuk di dapur pagi itu. Alex dengan setia membantu istrinya menyiapkan sarapan untuk kedua buah hati nya. Haya muncul lebih dulu..


"Pagi Mom... Dad..". Sapa Haya sembari memberi ciuman selamat pagi.


"Mana kakak mu.... kenapa belum juga turun..?.." Tanya Bulan.


"Pagi Mom.. Dad..". Sapa Ken yang tiba - tiba muncul dan memberi ciuman selamat pagi pada kedua orang tuanya dan adik kembar nya.


"Oiya Ken.. Hari ini Mommy akan mengantar mu ke sekolah. Mommy ingin tau seperti apa sekolah mu". Ucap Bulan tersenyum.


"Oke tak masalah bagiku...". Jawab Ken sambil memasukkan potongan sandwich nya ke mulut.


"Daddy juga akan mengantar mu sayang.. ". Ucap Alex tersenyum menatap Haya...


Saat akan berangkat ke sekolah...


"Sayang.. Kau tak salah. Kau naik ini setiap hari kah?. Ucap Alex menatap motor matic Haya bingung.


"Dan.. Apa - apaan penampilan mu Haya.. Kacamata setebal itu.. Ooohhh ". Bulan syock melihat putri cantik nya menjadi miss cupu.


"Ah.. Ayo lah Mom... Dad...ini kan juga bentuk perlindungan diri.. ". Gumam Haya malas.


Kedatangan Ken dan Bulan berhasil mencuri perhatian. Bagaimana tidak.. Ken yang memiliki ke tampannan bag dewa yunani berboncengan mesra dengan seorang gadis berparas sangat cantik ke sekolah.


Bulan melepas helm nya dan tak ragu mencium kilat pipi kanan kiri dan bibir putra tampan nya itu.


Bulan yang memang memiliki paras cantik dan terlihat sangat muda, membuat Ibu dan anak itu justru terlihat serasi sebagai pasangan kekasih.


Dan hal itu juga berhasil membuat teman sekolah Ken salah paham. Tak sedikit para murid perempuan yang melihat kejadian itu di buat nya cemburu.


Ken berjalan bangga menghampiri teman - teman nya yang terlihat baru datang di depan gerbang.


"Yak.. Ken. Kekasih mu sangat cantik. Apa dia model.. Artis kah..?". Tanya teman Ken penasaran.


"Pantas saja kau tak melirik bintang sekolah kita".. Ucap teman Ken lain.


"Benar.. Kau dapat di mana yang seperti itu.. Aura cantik nya terlihat berbeda..". Imbuh teman Ken lagi.


Ken hanya tersenyum... Belum mendapat jawaban dari Ken, Tiba - tiba suasana di area gerbang berubah ricuh.


Mata para murid yang masih berada di area gerbang menatap aneh pada sesuatu.


"Lihat..Lihat... Lihat....". Ucap teman Ken heboh sambil menepuk lengan teman yang di samping nya.


"Siapa itu... Kekasih nya kah. Gila....". Beo salah satu teman Ken dengan tatapan tak percaya.

__ADS_1


"Tak kusangka.. Si cupu itu benar - benar memiliki selera pria berkelas". Gumam teman Ken kagum.


"Ku pikir si mata empat itu mempunyai rasa tau diri yang tinggi hingga tampak tak menonjol saat melihat Ken dan Mark.". Ternyata oh ternyata...


"Pantas saja seorang Ken dan Mark tak menarik perhatian si Cupu itu. Yang dia punya model seperti itu.". Ucap teman Ken lain yang juga kagum pada wajah tampan Alex.


Haya muncul bersama Alex. Dan hal yang sama Alex lakukan pada putri kesayangan nya itu. Haya tersenyum cuek sambil berlalu.


"Sumpah ya... Kalian berdua benar - benar membuat ku terkejut pagi ini" Teman Ken menatap takjub Ken.


Ken hanya tersenyum..


Kelas 10a.


Sebuah Map coklat berada di atas meja Ken.


"Apa - apaan bocah itu... Ceroboh". Gumam Ken sembari meraih Map coklat itu.


Ken belum sempat membuka nya tak berapa lama bel masuk pelajaran berbunyi. Kelas cukup tenang. Hingga seorang guru masuk memperkenalkan seorang murid baru.


"Masuklah...". Ucap guru itu.


Seorang gadis cantik jelita memasuki ruang kelas 10a tersenyum manis. Dan hal itu berhasil membuat mata murid laki - laki di kelas Ken terbelalak lebar. Kelas mendadak heboh.


Ken sama syock nya melihat pemilik paras cantik itu.


"Imut banget...".. " Sangat Cantik...".. "Mempesona..".. Berbagai pujian atas paras cantik si anak baru itu.


"Pantas saja di taruh sembarangan, ternyata dia sendiri yang mengantar nya ke sini.." Dengus kesal Ken menatap curiga murid baru itu.


"Halo.. Nama ku Jessy. Tak usah tanya tentang kekasih pada ku. Karena sampai detik ini aku belom menemukan ada pria yang mampu mengalahkan sepupu ku. Jadi tak ada yang pantas buat ku. Ucap nya sombong.


"Sombong sekali.." Gumam salah satu murid perempuan sinis.


"Yaaak.. Jessy, Kau cukup sombong rupanya. Apakah sepupu mu sehebat itu?". Tanya murid laki - laki kelas Ken.


"Tentu saja.. Dia sangat hebat dan sangat tampan. Kalian tak ada yang bisa mendindingi nya". Ucap jessy tersenyum sambil menatap Ken.


Ken menahan tawa nya.


"Yaaak, Jessy.. Buka matamu. Apa sepupu mu juga bisa mengalah kan Ken kami". Ucap salah seorang murid perempuan membandingkan. Dan hal itu berhasil membuat murid perempuan lain heboh.


Ken tiba - tiba tersedak ludah nya dan batuk - batuk.


"Oh.. Ken kalian...?. Jessy tersenyum geli tak berniat menjawab.


Kelas dimulai.

__ADS_1


"BRUK...... Kakak... aku rindu padamu". Ucap manja Jessy yang memeluk erat Ken di lorong ruang yang sepi.


"Yaaak... Kuminta kau selidiki. Bukan kau datang kemari. Apa paman Jhuna tau kau kemari?". Tanya Ken serius.


Jessy hanya tersenyum memeringis.


"Mampus.. Kau kabur lagi ya?.. Dengus Ken sambil menepuk jidat nya.


Ken tampak bingung. Jessy tak kalah panik.


"Baiklah, Jika ingin selamat kita harus mencari perlindungan pada yang lebih kuat". Gumam Ken sambil menatap Jessy.


"Em..". Ucap Jessy yang mengerti maksud Ken.


Di lain sisi...


Haya yang sedang santai di bawah pohon rindang belakang sekolah , tampak menikmati bekal makan siang yang di bawa nya...


Tak berapa lama Ken muncul bersama Jessy.


Tanpa basa basi.. Ken dan Jessy langsung berlutut di tanah menghadap Haya. Dengan kedua tangan mengepal dan ter tunduk.


"SELAMATKAN KAMI". Ucap Ken memohon. Dan di ikuti anggukan Jessy.


Jessy.. Adalah sepupu Ken dan Haya, putri Jhuna. Usia mereka terpaut 4 tahun saja. Namun Gen genius tetap lah Genius. Jessy yang baru menginjak usia 14 tahun sudah duduk di menengah atas. Sementara usia Ken dan Haya yang seharusnya normal di bangku SMA justru sudah menyandang gelar Sarjana.


"Jadi pelayan ku selama 1 bulan". Ucap Haya datar sambil menyantap makan siangnya.


Ken dan Jessy saling tatap pasrah.


"Baiklah". Ucap Ken dan Jessy dengan berat hati.


Haya senyum seringai.


"Baiklah Paman Bibi... Semua sudah beres". Gumam Haya pada earphone yang terpasang di telinga nya sambil beranjak pergi meninggalkan kedua pelayan barunya.


Ken dan Jessy saling pandang. Mereka merasa di bodohi.. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Mereka telah menyetujui syarat perlindungan.


"Kak Ken.. Andai kau lebih kuat".. Dengus kesal Jessy masih tak terima kenyataan.


"Jangan kan aku.. Mungkin di dunia ini hanya Mommy yang bisa mengalah kan nya".


sejauh ini hanya "DIA YANG TERKUAT".


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Happy reading all 🌷

__ADS_1


__ADS_2