
Show time.
Puluhan Mafioso dari berbagai arah mengarahkan timah panas nya ke arah Haya dan Jessy.
" door... Door... Door... Door.... ".
Jessy dengan lincah membidik target nya tepat sasaran.
Beberapa Mafioso bersembunyi di balik tiang penyangga yang belom sempurna.
Senjatanya di arahkan ke Haya, dengan sigap Jessy yang memang bertugas melindungi Haya, terbang di udara dan menembak mati Mafioso yang hendak membidik tubuh Haya.
"Door.. Door... Door... ".
Mafioso bersembunyi tewas di tempat.
Haya melajukan langkah nya mencari keberadaan Ken. Masih di lindungi Jessy.
" kak Keeeeeeeennnnn.... ". Teriak Jessy yang melihat kondisi Ken sangat memprihatinkan.
Tangan Ken diikat ke kursi, wajahnya babak belur berlumuran darah. Wajah tampan itu tak berbentuk lagi. Seragam sekolah yang berwarna dasar putih berubah menjadi warna darah.
Haya tak bergeming. Haya menatap kosong Ken.
" klek.. Klek..". Suara senjata laras panjang di pompa.
Beberapa senjata laras yang siap memuntahkan timah panas nya di todongkan ke arah Jessy dan Haya.
Jessy panik. Jessy takut. Haya masih tak bergeming.
" klotak... Klotak... Klotak... Klotak... ". Suara langkah kaki yang terdengar tak asing di telinga Haya.
Tanpa menoleh dan melihat. Haya yang mengetahui si empunya langkah tersenyum seringai.
Bersamaan dengan kesadaran Haya seorang pria mengenakan tuxedo black, berparas tampan bertubuh tinggi berdiri di hadapan Haya sambil tersenyum.
Sebuah senyuman yang tak kalah mengerikan dari senyum iblis Haya.
" hallo Mark... ". Sapa Haya masih dengan senyum seringai nya.
" hallo baby ".... Sapa Mark balik menyeringai.
Jessy terkejut bukan main.
" Ma... Mark ". Gumam Jessy gagap sambil melotot menatap Mark.
" hay Jessy.. ". Sapa Mark sok akrab.
" jadi, bisa kah kau lepaskan saudara ku". Ucap Haya datar. Tak tersenyum lagi.
Mark tersenyum remeh.
" kau bernego dengan ku baby... Kau sungguh bernyali". Ucap Mark menyadarkan Haya kondisi nya terkepung.
" Baiklah kurubah pertanyaan ku".
__ADS_1
" siapa yang menyentuh wajah nya (Ken) ".
Tanya Haya berubah dingin.
Mark tak menjawab. Mark terkekeh. Haya bergerak dari tempat nya. Mafiso Mark hendak menembak Haya tapi Mark memberi kode agar tak menembak nya.
Jessy masih di kepung puluhan moncong laras panjang yang mengarah kekepalanya.
Haya mendekati Mark. Jarak mereka hanya semeter. Haya menatap tajam mata Mark. Mark balik menatap Haya.
" jadi, seperti ini kah wajah asli mu baby, cantik. Kau sangat cantik". Ucap Mark dalam hati mengagumi kecantikan Haya.
" kutanya sekali lagi, siapa yang menyentuh wajah nya". Suara Haya bergetar.
Mark tak menjawab. Mark hendak kembali terkekeh. Belom sempat Mark tertawa,
" BUAK.... ".
Haya melayangkan tendangannya ke arah Mark.
Namun Mark yang cepat menghindar membuat tendangan Haya salah sasaran menghantam mafiso yang berdiri di samping Mark. Mafiso itu tersungkur sekali tendang. Tak bergerak.
" ups... Mati kah ". Beo Mark sambil menutup mulutnya pura - pura syock.
Mark mundur beberapa langkah.
Beberapa mafiso terlatih pilihan Mark bertarung tangan kosong dengan Haya.
" BAK... BUK... BAK... BUUK.. DUAK.. DUAK... BUUAK.. ". Hanya beberapa detik.. 3 Mafioso terlatih Mark tak berbentuk.
Mark yang melihat aksi Haya secara langsung tersenyum aneh.
Haya kembali berdiri tegak.
Aura Haya berubah mengerikan. Seolah muncul api hitam menyelimuti tubuhnya.
Mafiso yang melihat Haya gementar hebat. Beberapa dari mereka jatuh pingsan terkena serangan jantung.
Mata Mark seakan mau loncat. Haya seperti bukan manusia.
Entah apa yang memasuki nya. Haya benar - benar murka.
Sementara itu, Jessy yang merasakan aura iblis Haya bangkit, terkekeh.
" heh.. Heh.. Heh.. ". Tawa Jessy sembari meregangkan otot lehernya yang terasa kaku.
Mafioso yang menodongkan senjata nya ke arah Jessy bingung melihat perubahan sikap Jessy.
Mafioso yang belom move on atas perubahan Haya, kini tambah syok melihat Jessy yang berbeda.
" Hallo Haya... ". Sapa Jezz yang bangkit dari tidur nya.
Haya tak menjawab. Haya hanya melirik ekor mata pada Jezz.
Belom selesai Mark yang terkejut dengan perubahan Haya. kini muncul sosok Jessy yang berbeda.
Mark paham situasi. Mark berdiri tegap dan tenang.
" aku.. Akulah yang membuat wajah bocah bodoh ini seperti itu". Ucap Mark lantang.
__ADS_1
Dan hal itu sontak membuat Haya gelap mata.
Tak berkomentar. Tanpa basa basi haya menyerang Mark dari berbagai arah.
Jezz tak mau kalah. Dengan cepat Jezz salto kebelakang sembari merebut senjata Mafioso yang menodongnya.
Sangat cepat...
"door... Door... Door... Door....".
Dalam hitungan detik. Jezz melumpuhkan Mafioso bersenjata yang menyerangnya.
Disisi lain,
Mark masih baku hantam dengan Haya.
Mark dengan lincah menghindari pukulan Haya.
Mark seperti menikmati perkelahian mereka.
Sesekali Mark justru mengambil kesempatan memeluk tubuh Haya.
Haya yang dipenuhi amarah hanya tau menyerang Mark membabi buta.
Mark tampak bermain main dengan pertarungan nya. Haya naik darah.
" DUAK.... ". Sebuah tendangan mengenai Mark yang lengah..
Dengan cepat Haya menarik katana dari punggungnya.
" Sreeet..... ".
Haya mengiris lengan Mark. Mark terhuyung.
Sembari menekan kuat lengan nya yang robek,
Mark kembali berdiri tegak dan terkekeh.
" kau akui kau cantik baby...". Ucap Mark membual.
Haya tak merespon. Dengan cepat Haya kembali mengayunkan pedangnya menebas tubuh Mark.
Mark yang sudah bersiap menerima serangan Haya dengan lincah menghindar. Dan...
" Jleb... "..
" kau cantik baby, sangat cantik, dan MEMATIKAN ". Gumam Mark sembari menyuntikan sesuatu ke leher Haya.
Haya pingsan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
KOMENT 😉
__ADS_1
And
Happy reading all 🌷