The Last Big Boss

The Last Big Boss
95


__ADS_3

KOTA TUA!!!


\= \= \= \= \= MANSION GUMMI \= \= \= \= \=


"AKU LAH "



LAWAN MU !!!


Bulan menatap tajam Gummi.


" cih! " Gummi berdecih sembari menatap remeh Bulan.


" kau sungguh ingin melawan ku kah? Ingin sekali kah. Hah! " beo Gummi terdengar seperti sebuah penghinaan..


Bulan tak menjawab. Bulan tersenyum tipis.


" kau tau.. Semua tak sama lagi Bulan.."


Ucap Gummi sembari melangkah cepat menyerang Bulan.


Bulan menyambut dengan senang hati.


Senyum aneh masih tersemat di bibir cantik nya.


Gummi naik darah.


KLANG! KLANG! KLANG!


Samurai Gummi kenalan dengan katana Bulan.


PRANG! PRANG! PRANG!


Gummi yang notabene nya keturunan seorang yakuza mengusai permainan.


Gummi tersenyum sengak. Bulan terlihat kesulitan mengimbangi kelincahan Gummi.


Gerakan lincah Gummi mengecoh Bulan.


Bulan terlihat sangat kerepotan membaca permainan pedang Gummi.


ZEET!!!


Gummi mengayunkan samurai nya hendak menebas batang leher Bulan.


Bulan yang cepat tanggap melengkungkan tubuh nya ke belakang menghindari tebasan samurai Gummi.


WUZZZ!!! (slow motion).


Tekanan kuat dari gerakkan pedang Gummi nyaris mengikis ujung hidung mancung Bulan.


Bulan kembali berdiri tegak.


Gummi dengan lincah memainkan samurai si tangan nya.


Samurai di tangan Gummi berputar arah. Ujung tajam nya kini berbalik menghadap daging segar Bulan.


Tanpa menggerakkan tubuh nya sedikit pun. Hanya dengan kekuatan dan kelincahan tangan nya..


Gummi kembali mengayunkan samurai nya hendak mengiris lengan Bulan.


Kali ini..


SREET!



Gummi membelakangi Bulan.


Tes! Tes! Tes!


Darah segar mengalir deras.


Salah satu lengan Bulan robek.


Bulan terhuyung.


Set! set! set! Bulan dengan ringan mengayunkan katana di tangan nya.


Bulan berdiri diam di tempat.


Bulan melirik sekilas lengan nya yang terluka robek.


Bulan tak berkomentar. Tak pula tersenyum. Bulan menatap dingin Gummi.


Gummi yang berhasil menggores daging sehat Bulan, tinggi hati.


Gummi senyum bangga.


Tanpa berbalik!



" BERIKUT NYA, KU PASTIKAN BATANG LEHER MU YANG KU TEBAS "


Ucapan Gummi terdengar dingin menakutkan.


Bulan lagi - lagi hanya terdiam.


Sorot mata iblis nya tak melepas pandang dari sosok Gummi.

__ADS_1


Entah apa yang di pikirkan Bulan.


" Baiklah... Kita percepat saja! " Ucap Gummi sembari berbalik ambil langkah seribu.


Tap! Tap! Tap!


Langkah cepat Gummi tampak bernafsu mendekati Bulan.


Bulan masih diam di tempat.


Gummi tersenyum iblis. Gummi makin semangat untuk mencabut nyawa Bulan.


Bulan tak bergerak sedikit pun.


Gummi semakin dekat. Dekat. Dan dekat.


Stella sesak napas.


" BANG (sensor) AT " maki Stella yang tau ada yang tak beres dengan Boss nya.


Jarak Gummi tak sampai 5 cm lagi dengan Bulan.


" KAU.. MATI!!! " teriak Gummi sembari mengayunkan samurai nya tepat sejajar dengan batang Bulan.


DOR!!!


TEPAT WAKTU!!!



Stella menembak tangan Gummi.


KLONTANG!!!


Samurai di tangan Gummi lepas dari genggaman.


Gummi terkejut.


Sambil memegang tangan nya yang tertembus timah panas, Gummi yang naik darah menoleh menatap Stella.


TAPI SIAL!!!


Telapak kaki Stella sudah berada di jarak jengkal wajah cantik Gummi.



DUAK!


Stella menghantam satu sisi wajah cantik Gummi.


Gummi terhuyung ke belakang. Gummi kehilangan keimbangan.


Tak puas hati. Stella tak memberi jeda..


Bugh! Bagh! Bugh! Bagh!


Stella menghujani wajah cantik Gummi dengan puluhan bogem mentah nya.


Gummi yang lemah dalam pertarungan tangan kosong, BABAK BELUR!


Masih tak puas.


DUAK! Sikut Stella menghantam dagu runcing Gummi.


Seketika Gummi muntah darah.


Gummi oleng. Tubuh berotot nya gontai.


Gummi tersungkur di lantai.


Stella tanpa ampun.



Sebuah loncatan cantik dengan lutut menjadi tumpuan utama.


Dada Gummi menjadi landasan nya.


Ukh!!!


Sekejap mata!


GUMMI ALMARHUM bersimbah darah.


Stella menatap muak wajah tak berbentuk Gummi.


" jala*ng seperti mu seharusnya mati sejak dulu"


"cuih" Stella meludah tubuh koyak Gummi.


***


Sementara itu!


KOTA C!!!


\= \= \= MANSION BULAN \= \= \=


Haya dan Hekai tiba di mansion Mommy nya.


RUANG KELUARGA!

__ADS_1



" o.. Kak Aya! Kau pulang! " seru Hera yang sedang membaca di ruang keluarga.


Haya berbalik.


Haya dan Hekai mendekati Hera.


" oh sayang! Kau sedang apa? Dimana yang lain? " tanya Haya hangat sambil mengusap lembut kepala adik nya.


" kak Ken sedang membuatkan ku susu coklat. Kak Jessy sedang membuatkan ku roti selai " jawab Hera polos.


Haya dan Hekai saling tatap.


Haya menatap tak mengerti adik cantik nya.


Belum sempat Haya kembali menanyakan rasa tak paham nya.


Ken dan Jessy muncul dengan membawa masing2 yang di sebutkan Hera tadi.


Haya dan Hekai mengerutkan kening mereka.


Ken dan Jessy cemberut.


" Ken.. Jessy.. Apa yang terjadi?" tanya Haya tanpa basa basi.


Ken dan Jessy tak menjawab. Kedua nya pasang tampang di tekuk.


"seruput! " Hera cuek bebek meminum susu coklat buatan kakak nya.


Hekai menatap aneh Ken Jessy dan Hera.


Seperti mengerti sesuatu.


" sayang.. Apa kau mengalahkan mereka? " tanya Hekai yang kini berganti mengusap lembut kepala Hera.


" Em! " jawab Hera super polos.


Hekai menoleh menatap Haya.


Haya menatap Ken dan Jessy tak percaya.


" Ken.. Jessy... Apa - apaan ini ? " Haya tak habis pikir.


Ken dan Jessy saling pandang.


" kami bertanding... " Ucap Ken takut - takut melanjutkan ucapan nya.


" dan kalian kalah? Kalian BERDUA??? Astaga!!! " Haya habis kata.


" kak.. Hera itu monster. Dia bukan hanya mengalahkan kami. DIA MENGHAJAR kami kak!!! " Jessy berusaha bela diri.


" DAN APAKAH KALIAN ITU MANUSIA??? "


Jessy dan Ken saling tatap.


" benar juga kata kak Aya, kak" Jessy menatao polos Ken.


" iya juga sich! " Ken garuk kepala.


Haya dan Hekai saling tatap.


" sudahlah.. Dimana Mommy? " tanya Haya lagi.


" Mommy dan Mommy mertua mu belum kembali sejak kemaren! " jawab Ken santai.


" kan sudah ku bilang Mommy dan tante Stella main petasan..." Ucap Hera polos sambil memakan roti selai buatan Jessy.


Haya dan Hekai kembali mengerutkan kening.


Haya dan Hekai menatap Ken dan Jessy tak mengerti.


Ken hanya mengkode Haya dengan mata tertutup dan anggukkan kecil.


Haya mengerti.


" Baiklah! Sayang kakak istirahat dulu ya. Kau bermain lah dengan Kak Ken dan kak Jessy" Haya mencium kilat kening Hera.


Haya kemudian balik badan diikuti Hekai.


" SETELAH KAU BERISTIRAHAT, AKU INGIN MELAWAN MU!!! "


Hera tiba - tiba menantang Haya.


Haya yang sudah membelakangi Hera dan Ken serta Jessy tak berbalik.


SEKETIKA!!!


AURA IBLIS HAYA MERONTA.


TANTANGAN MU...



KU TERIMA!!!!


DENG! DENG! DENG!


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


HAPPY READING 🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2