The Last Big Boss

The Last Big Boss
40


__ADS_3

Pusat perbelanjaan



Haya yang terbakar emosi masih


melipat kedua tangan nya sembari menunggu jawaban dari Mark yang kini terpaku


di hadapan nya.


“ kenapa diem. . . gak bisa ngomong Mulut nya ilang ya ?”. beo Haya cetus.


Mark kemudian menarik nafas dalam.


“ maaf nona, sepertinya anda salah orang. Saya benar tak mengenal anda. Dan tentang wanita tadi, dia tunangan saya. Tidak kah anda terlalu kejam memperlakukan nya seperti ini”. Ucap Mark tegas tak mengenal Haya.


Mendengar ucapan Mark, Haya menatap Mark tajam. Haya cukup kesal dengan ucapan Mark yang menyatakan tak mengenalinya.


“ kampret, mau akting sampe kapan kau” batin Haya yang mengira Mark sedang bersandiwara.


“baiklah, mari kita lihat seberapa bagus nya kau menjadi seorang aktor” imbuh Haya yang berpidato dalam hati.


Haya kemudian melangkah kan kaki nya mendekati Mark. Jarak mereka tak sampe setengah meter. Haya mendekat kan wajah nya ke wajah Mark.


 “ kau tak mengenalku. Oke. Tak usah kau cari


lagi aku selamanya. Selamat atas pertunangan mu” ucap Haya dingin menahan amarah.


Haya kemudian berlalu meninggalkan Mark yang masih terpaku.


Haya berjalan cepat meninggalkan Mark. Ken mengikuti. Sampai di jarak yang nyaris tak terlihat, Haya berhenti setengah bersembunyi di sudut bangunan. Haya mengintip gerak gerik Mark dari kejauhan.


“ apa – apaan sich, ngintip – ngintip gini” Ken protes.


“ada yang tak beres pada Mark” ucap Haya yang masih mengintai Mark dari kejauhan.


Mark yang tak sadar diikuti Haya dan Ken dengan santai nya berjalan menuju mobil dimana Lea masih menunggu nya.


Mark memasuki mobilnya tanpa menoleh. Mobil Mark melaju meninggalkan pusat perbelanjaan.


Haya dan Ken keluar dari persembunyian nya. Haya menatap pantat mobil Mark yang nyaris hilang dari pandangan nya.


“ kurasa kau kali ini salah, mungkin mereka hanya mirip” ucap Ken tiba – tiba menyadarkan lamunan Haya.


“ bukan kah lidah bisa berbohong” jawab Haya dingin tak menatap Ken.


“ bermain dengan ku, maka bersiaplah untuk ku latih” Haya menyeringai.



Ken yang tau perangai adik nya menghela nafas panjang.


“ kau benar – benar monster Ay” gumam Ken lirih masih terdengar Haya.


\=\=\=\=\=


Mansion Lea


“ bruak . . . ” suara pintu tertutup paksa.


Lea dengan kasar menghempaskan tubuh

__ADS_1


nya di sofa. Tak berapa lama datang seseorang yang berwajah tak kalah kesal dengan Lea.


“ hai hai . . . kenapa ini anak- anak  papa?” Ramon bertanya kepada kedua putri nya yang terlihat kesal.


Lea tak menjawab.


“ papa harus membalas dendam. Vea TAK TERIMA” jawab Vea adik bungsu Lea.


Ramon yang tak mengerti maksud ucapan putri bungsu nya kembali bertanya.


“ papa tak mengerti sayang. Jelaskan?”.


“ Vea di permalukan Pah. . . DIPERMALUKAN” jawab Vea teriak kesal.


“papa tutup saja Mall yang berada di pusat  kota. Vea tak mau mall itu terbuka lagi. Vea malu Pah. . .” ucap Vea yang kini berubah manja.


“ mall di pusat kota?” gumam Lea penasaran.


“kau tadi di sana juga?” tanya Lea butuh penjelasan.


“ hmm. . .” jawab Vea singkat.


“ Papa . . Vea mau Mall itu tutup. Pokok nya TUTUP” Vea merengek sembari menggoyangkan tubuh Ramon.


“ iya iya. . . papa tutup pusat perbelanjaan itu”. Jawab Ramon asal, sambil mengusap lembut kepala putri bungsu nya itu.


“ siapa yang menyinggung Vea hingga dia sekesal ini” gumam Lea dalam hati penasaran, sambil menatap adik bungsu nya itu.


\=\=\=\=\=


Mansion Bulan


Bulan dan Alex yang sedang bersantai bersama Ken dan Haya di ruang tv terkejut dengan ucapan putra mereka.


“ Mark . . . benarkah?” tanya Bulan tak yakin.


“ tanya saja Haya, bahkan dia dan Mark sempat berantem” jelas Ken sembari memonyongkan bibir nya mengarah pada Haya yang asik menatap sebuah buku.


Bulan dan Alex kini menatap Haya. Haya tak merespon. Haya cuek bebek.


Merasa di acuhkan, Bulan dan Alex beralih menatap Ken. Kedua nya menatap Ken seolah tak percaya.


Ken menyadari arti tatapan mommy dan daddy nya.


“aku aku tak bohong mom. . . Bahkan para pelanggan mengira Haya menangkap basah suaminya yang jalan bersama pelakor”. Ucap Ken meyakinkan orang tuanya.


“ ya Haya . . . katakanlah sesuatu!” Ken mencari dukungan.


Haya yang sedari tadi diam tak berkomentar terlihat kesal dengan perdebatan orangtua dan kakak nya.


“BUK” Haya tiba – tiba menutup buku nya kasar. Haya kemudian berdiri dari duduk nya. Haya berbalik hendak


meninggalkan Ken dan mommy daddy nya yang berdebat.


Tiba – tiba Haya berkata:


“ mommy dan daddy terkejut mendengar Mark masih hidup atau terkejut karna Haya bertemu Mark ?” ucap Haya dingin membelakangi Ken dan kedua orantuanya.


Tak menunggu jawaban. Haya kemudian berlalu meninggalkan ruang tv.


Bulan dan Alex saling tatap. Bulan menyeringai.

__ADS_1


“ cih, kita lupa siapa putry kita itu sebenarnya” ucap Bulan menaikan satu sudut bibir nya menatap punggung Haya.


Ken yang tak mengerti ucapan adik dan mommy nya menatap kedua orangtuanya bingung.


“hubungi dia” perintah Bulan pada seseorang di ujung earphone nya.


Alex dan Bulan kemudian beranjak menuju kamar nya. Ken di tinggal sendirian tanpa mendapat jawaban.


\=\=\=\=


Kamar Haya


“ cekreek”


Suara pintu kamar Haya terbuka.


“tak. . . tak. . . tak. . . ”


langkah kaki yang terdengar cukup pelan dan berhati – hati mendekati ranjang Haya.


Haya tampak tertidur pulas.


Dinaiki nya ranjang Haya yang berukuran big size. Tanpa ragu sebuah tubuh kekar menyusup kedalam selimut yang yang di pakai Haya. Tubuh kekar dengan lengan yang kokoh tanpa ragu memeluk tubuh Haya


dari belakang.



“ baby, aku pulang” bisik Mark di telinga Haya sembari memeluk tubuh Haya penuh rindu.


Haya yang sebenarnya terjaga tak menjawab. Haya kemudian tersenyum sambil membalikkan badannya menghadap dada berotot Mark.



Haya membalas pelukan rindu Mark tanpa membuka mata nya. Mark yang sangat merindukan Haya semakin mempererat pelukannya. Mark mencium kening Haya cukup lama.


“ aku mencintai mu Haya” ucap Mark sembari melepas ciuman nya.


“hm. . .” jawab Haya malas.


“kita buat perhitungan besok!”. Imbuhnya lagi dan berhasil membuat Mark tepok jidat.


“ MAMPUS AKU” ucap Mark yang sadar salah.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


**JANGAN LUPA 👇


VOTE


BINTANG 5


LIKE 👍


KOMENT 😉


AND 💗


Thinkiyuu. . .


Happy reading all 🌷**

__ADS_1


__ADS_2