The Last Big Boss

The Last Big Boss
7


__ADS_3

"Apa kau yakin. Dia orang yang sama?". Tanya seseorang yang masih menatap Haya dengan teropong nya.


"Meski mengenakan helm. Namun gaya bertarung mereka sama". Jawab seorang tangan kanan pada bos nya.


" Akhirnya muncul juga yang seperti ini!" Gumam sosok itu tersenyum seringai.


Mansion kembar.


Ken dan Haya sedang menikmati sarapan mereka. Ken yang asyik memainkan teleponnya pun tersenyum girang.


"Hee.. Hee.. Heee..." Tawa bahagia Ken yang menatap layar ponsel nya.


"Se-senang itu kah kau..?" Tanya Haya datar.


"Mm.." Ucap Ken singkat sambil menujukan layar teleponnya yang berisi sebuah artikel tentang pembantaian mansion Nexon group.


"Jika kau se senang itu maka cepat habiskan sarapan mu. Kita sudah terlambat". Ucap Haya datar.


Mereka pun keluar Mansion bersama. Ken dengan moge modif favorit nya. Dan Haya memilih matic biasa agar tak mencuri perhatian.


SMA Sky.


Kelas 10a.


Kelas yang sangat ramai. Berbagai pembahasan tentang musibah yang menimpa Nexon. Ken dengan santai memasuki kelas.

__ADS_1


"Loh Ken.. Kau datang. Kau tak di keluarkan" Ucap teman Ken heran dengan kedatangan Ken.


Ken tersenyum kaku.


"Ah.. sudah lah". Mari bahas hal yang lebih penting. Ucap salah satu teman Ken serius.


"Yak, Ken... Sudahkah kau tau... Nexon group hancur dalam semalam. Perusahaan nya bangkrut dan parah nya ayah Nexon tewas mengenaskan di mansion nya. Ucap salah satu teman kelas Ken bergosip.


"Kasihan Nexon.. Karma benar - benar menimpa nya". Ucap salah satu teman Ken iba.


"Tapi... Siapa yang kira - kira se berani itu ya?". Teman Ken penasaran.


"Yang pasti dia bukan lah seseorang yang mudah". Jawab teman Ken lain mengira-nira.


Suasana yang tak kalah heboh terjadi di kelas Haya. Kelas 10b. Haya tak mempedulikan sekitar.


Semua murid kembali ke bangku mereka masing - masing. Tak berapa lama seorang Guru masuk dan menyapa para murid di kelas Haya. Murid kelas Haya mendengarkan dengan saksama apa yang di sampaikan guru itu. Begitu pula Haya yang mendengarkan tapi tak mengalihkan pandang dari buku yang di baca nya.


"Baiklah... Hari ini kalian mendapat teman baru. Dia pindahan dari kota A. Masuklah..". Perintah guru itu pada murid baru yang berada di luar kelas.


"HUUUUAAAAA..... WAAAA.... WAAOOW...". Suasana kelas mendadak heboh. Seorang murid laki - laki yang berparas tampan dan bertubuh tinggi tegap. Kulitnya yang putih, bibir yang seksy serta hidungnya yang mancung menambah point khusus ketampanan nya  yang berada diatas level rata - rata. Ketampanan yang berbeda tipis dari Ken. Antara 11 dan 11,5.


Haya tak terpengaruh sedikit pun. Haya acuh.


"Baiklah, perkenalkan dirimu"... Ucap sang guru.

__ADS_1


Murid baru itu tersenyum hangat dan menyapa teman baru nya.


"Hallo semua, perkenalkan aku murid pindahan dari kota A. Dan tentang nama ku, cukup kalian panggil saja "MARK".  Ucap murid baru sambil menatap tajam Haya yang bahkan tak melihat nya.


"Ketemu".. Batin Mark tersenyum seringai.


"Baiklah duduk lah di bangku kosong samping murid kaca mata itu". Ucap Guru sambil menunjuk Haya.


Mark berlalu dengan senyuman menghampiri bangku nya. Namun mata nya tak lepas dari menatap sosok murid perempuan berkaca mata tebal yang duduk di samping nya.


Haya tak menghiraukan tetangga baru nya itu.


"Cantik..." Gumam Mark lirih yang di dengar Haya.


Haya tetap acuh... Mark senyum - senyum sendiri melihat sikap Haya yang cuek bebek.


"Cantik kok di tutup...". Ucap Mark sewot.


"Baiklah...


"Mari kita lihat berapa lama kau mengacuhkan ku". Gumam Mark lirih yang kini di respons Haya.


Haya kini menatap tajam tetangga baru nya itu. Mark yang berhasil menarik perhatian Haya pun tersenyum bodoh sambil melambaikan tangan nya.


Mark berkata:

__ADS_1


" Hallo, Baby..".


Happy reading all 🌷


__ADS_2