
Ken prov
" Ken. . . " panggil Haya yang sedang duduk diranjang menatap Ken yang sibuk berdandan.
" hm. . . " jawab Ken tak menoleh sibuk merapikan jas nya.
" Ken. . . " Haya mengulangi panggilan nya. Mulai kesal.
Ken yang menyadari rasa kesal Haya, buruan menoleh menatap adik cantiknya itu.
Haya cemberut.
Ken gemas. Dengan senyum merekah, Ken menghampiri Haya dan duduk di sampingnya.
" huuuuyiiuuh. . . Imut nya " ucap Ken sambil mencubit pipi cubby Haya.
" emm. . . Sakit Ken " ucap Haya sambil menggelengkan kepala nya, melepas cubitan Ken.
Ken menatap Haya penuh kasih sayang.
Ken melipat bibir seksy nya.
" baiklah, katakan " ucap Ken.
" a. . . . " ucap Haya meminta Ken membuka mulut nya.
Ken menurut.
" a. . . Pluk. . . " Haya memparkan sesuatu ke mulut Ken. Ken terkejut. Ken menatap Haya bingung.
Ken tak bertanya, namun Haya mengerti.
" kurasa, acara malam ini tak mudah kak. Sebaiknya kita berjaga "
" kapan kau buat penawar virus ini ?" tanya Ken heran.
Pasalnya setau Ken sejak Haya sadar, Haya tak pernah beranjak dari kamarnya. Kerjanya cuma membaca di kamar saja. Makan saja Ken yang antar sehari tiga kali.
Jadi, kapan Haya membuat penawar nya???.
" ah, itu. . . Dr. Shadow yang mengerjakan nya untuk ku ". Jawab Haya datar.
Ken mengerti.
" oiya kak. . . " ucapan Haya terputus.
Ken menaikkan satu alisnya menatap Haya. Ken memasang tampang curiga.
" kak ", Haya hanya menggunakan kata ini jika Haya membutuhkan bantuan Ken.
" katakan. . . Katakan. . . " Ken pasrah.
" bisakah kau bertahan dipukuli nanti ".
" HAH. . . Apa apaan itu. Kau memintaku membiarkan mereka mengajar ku " Ken shock dengan permintaan adiknya.
__ADS_1
" tidak. Tampan gini loh Ay " ucap Ken sambil menyisir rambutnya pake tangan.
" his. . . Denger dulu. . . " Haya protes.
" aku membutuhkan sedikit waktu untuk memulihkan kondisi ku. Bisakah kau membantuku mengulur waktu " Haya memelas.
Ken mengerti. Ken meraih tubuh Haya dan memeluk nya.
" tak usah kau paksakan sayang, kau istirahat saja biar kakak mu ini yang menyelesaikan semua " ucap Ken sombong sambil mengusap lembut kepala adik tersayang nya.
" his, sombong " ucap Haya mengejek.
" baiklah, kakak tampan mu berdandan dulu ya. Jangan ganggu " Ken beranjak dari ranjang Haya kembali ke depan cermin.
" tapi ay, kok kau yakin sekali akan ada pertarungan malam ini " tanya Ken yang sibuk bercermin.
Haya tak menjawab. Haya hanya menaikkan satu sisi bibirnya dan kembali menatap buku.
Ken melihat senyum Haya dari pantulan cermin.
" kumat. Punya adik satu aja sikapnya aneh. Sok misterius kau Ay. Untung cantik " beo Ken kesal sendiri.
Tanpa Ken dan Haya sadari, di balik pintu kamar Haya, seseorang mendengar percakapan mereka.
" hmm. . . Mau main drama ya. Baiklah mommy temenin " ucap Bulan dalam hati.
Kemudian berlalu.
\=\=\=\=\=
Malam acara,
Para tamu undangan yang kebanyakan adalah para penguasa bawah tanah di wilayah nya masing - masing sebenarnya sudah terbiasa dengan aksi baku bantai dan saling bunuh.
"Nyawa" bagi mereka para pemain di dunia underground bukanlah hal mahal. Apalagi berharga.
Mau tembak, ya tembak saja. Bunuh ya bunuh saja. Mungkin seperti itulah cara mereka menilai nyawa. "Tak ada angka".
" terlalu lama " gumam Bulan yang tak lagi sabar.
" syuuung " Bulan melayang di udara sebelum menghantam Jason.
" DUAK " tendangan salto Bulan di tangkis seorang bodyguard yang muncul tiba- tiba dari balik tubuh Jason.
Bulan terpental. Tak jatuh. Kakinya terseret mundur.
Tak buang waktu, Bulan dengan cepat balik menyerang.
" buk. . .. buk. . . buk. . . Jeduak. . . ".
Dagu bodyguard Jason kena hantam pukulan sikut Bulan. Darah menyembur dari mulut Bodyguard Jason.
Bodyguard Jason tewas seketika.
Alex tak mau kalah, skill bertarung seorang Alex jangan di remehkan.
__ADS_1
" BUAK. . . Buk. . . Bak. . . Buk. . Jeduk. . . "
Pertarungan tangan kosong Alex membuahkan kematian yang na'as bagi para lawan nya.
" dor. . . Dor. . . Dor. . . Dor. . . "
Alex meraih senjata dari mafia mati di dekatnya.
Tanpa ampun, Alex menembaki mereka - mereka yang dianggap sekutu Jason.
Ken dan Jessy, tak mau kalah. Aksi gila kedua nya yang mencabut nyawa musuh bag mencabut bulu ayam.
Membuat Jhuna yang sedari tadi menonton dari ruang cctv, menggelengkan kepalanya Heran.
" Jessy. . . Jessy. . . Kau sudah dewasa rupanya " gumam Jhuna di temani secangkir kopi.
Setengah sudah dari mafia penghinat tewas di tempat.
Aksi pembataian yang dilakukan hanya 5 anggota King saja.
Tampak raut wajah takut dari Jason.
Haya mendekati Jason. Aura iblis Haya menguasai amarah nya.
" kau. . . Matilah ". Ucap Haya dingin.
Haya mengayunkan pedang nya hendak menebas batang leher Jason.
Tiba - tiba,
" dor. . . Klontang. . . " lengan Haya kena tembak. Pedang ditangan nya jatuh kelantai.
Haya menoleh asal penembak itu. Betapa terkejut nya Haya.
Mark berdiri dari balik pintu utama memegang pistol yang diarahkan ke Haya.
Hekai yang sedari awal hanya melihat Haya terkejut. Rasa khawatir tampak jelas dari wajah Hekai.
Aron yang melihat wajah cemas Hekai menyadari sesuatu,
" Hekai, sejak kapan. . .?. "
" mencintai gadis itu " ucap Aron dalam hati.
Sementara Mark menatap Haya sendu.
" baby. . . " gumam Mark lirih nyaris tak terdengar.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Bintang 5 gratis loh 😁😁😁
__ADS_1
Koment and thingkiyu ✌️
Happy reading all 🌷