The Last Big Boss

The Last Big Boss
20


__ADS_3

Mansion Ken Haya.


Haya yang tiba di mansion nya melangkah cepat menuju ruang perawatan Ken dan Jessy.


Ken dan Jessy tampak berbaring lemah.


" nona... ". Seorang mafiso menyodorkan sebuah papan jalan yang menjepit beberapa lembar kertas.


Haya dengan teliti memeriksa hasil lab Ken dan Jessy.


" bangunlah... ". Ucap Haya malas sambil mengembalikan papan jalan itu ke mafiso nya.


Ken dan Jessy pura - pura tuli.


" ku hitung sampai satu, tak bangun maka tak perlu ku jelaskan". Ucap Haya datar sambil melipat kedua tangannya di dada.


Ken dan Jessy pura - pura mati.


Haya kesal.


" pura - pura mati ya, baiklah.. Sa.... ". Belum lengkap Haya berhitung Ken dan Jessy bangkit mendadak dari tidur malas nya.


Ken dan Jessy pasang tampang cemberut.


" yaaaak, Haya.. Tak bisa kah kau biarkan kami istirahat sedikit lebih lama. Kami ini terluka loh.. "TERLUKA" ". Ucap Ken penuh penekanan pada satu katanya.


" memang nya monster seperti kalian "TERLUKA" separah apa sih".


Dan lagi,


" kalian tidur dari kemarin sampe hari ini.. Masih kurang lamakah.. ? ". Ucap Haya masih melipat tangannya.


" kak Aya... ". Panggil Jessy manja.

__ADS_1


" sudahlah, kalian bersiaplah kemudian temui aku di ruang baca". Haya berlalu meninggalkan Ken dan Jessy.


Ken dan Jessy dengan malas menurut.


Selesai membersihkan diri Ken dn Jessy menemui Haya di ruang baca.


Mengetahui kedatangan Ken dan Jessy,


Haya yang sedang menikmati ritual rutin nya, Tanpa menoleh beranjak dari kursi baca nya. Sambil tetap menatap buku di tangannya Haya berjalan menghampiri rak buku di sisi ruang.


Haya menyentuh sebuah buku berwarna hitam yang berjejer rapi dengan buku lainnya.


" sreeeeeek.... ". Sebuah pintu menuju ruang rahasia terbuka.


Ken dan Jessy terperangah.


" waaaah... Ruang rahasia. Kak Aya memang penuh kejutan". Beo Jessy kagum.


" sejak kapan ada pintu disini. Aku tak pernah tau". Ucap Ken heran.


Betapa terkejut nya Ken dan Jessy. Sebuah ruangan yang cukup luas.


Lengkap dengan perlengkapan latihan berbagai skill.


Berjejer rapi senjata api berbagai tipe. Rentetan katana berbagai ukuran.


Ratusan belati terbang berbagai bentuk.


Tombak, panah dan berbagai senjata unik yang seperti nya rancangan Haya sendiri.


Haya benar - benar membangun ruang pelatihan seorang monster.


" setiap hari, sepulang sekolah kalian berdua berlatih lah disini. Keluar sebelum makan malam". Ucap Haya sambil menatap Ken dan Jessy yang terlihat masih syok mengabsen sisi ruang.

__ADS_1


Ken yang tak fokus buru - buru mengangguk. Namun sedetik kemudian Ken yang ter sadar ucapan Haya menoleh kasar menatap Haya.


" heeeeeeh, Haya kau mau membunuh kami ya?". Ken protes.


Jessy mengangguk tanda setuju pada Ken.


" kalian kuat. Tapi kuat saja tak cukup. Kalian harus lebih kuat.


Dunia orangtua kita, dunia kita bukanlah dunia yang bisa kita lewati hanya dengan "kuat" saja". Jelas Haya menatap kosong ruang senjata nya.


" luka kalian... Adalah bukti belum cukup "kuat" nya kalian berada di dunia ini.


Aku terus memutar otak ku agar bisa melindungi kalian semua, tapi melihat kalian terluka membuat ku sadar, aku sendiri tak cukup kuat".


" acara bulan depan, aku merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi. Aku tak bisa menemukan sesuatu yang salah dari beberapa mafia atas yang tercatat dalam daftar undangan.


" justru bagus lah jika semua berjalan sesuai kan" Ucap Ken menyela.


" kau salah, air tenang menghanyutkan. Semakin terlihat tenang justru semakin mencurigakan. Kurasa sebuah kekuatan besar sedang mempersiapkan perang".


Mendengar penjelasan Haya, Ken dan Jessy menatap tajam Haya sambil berkata dalam hati.


Jessy


" aku akan menjadi kuat, tak ada yang bisa menyakiti keluarga ku".


Ken


" akan ku ratakan siapa pun yang berani menyentuh keluarga ku".


" jadi, mari kita menjadi lebih kuat lagi". Ucap Haya memecah hening.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


Happy reading all 🌷


__ADS_2