The Last Big Boss

The Last Big Boss
68


__ADS_3

MANSION KEN HAYA


"Kak Aya.... " seru Jessy girang sembari mendekati Haya.


" kau tak apa..? " tanya Haya pada sembari mengusap lembut rambut berantakan Jessy.


" Em.. " jawab polos Jessy mengangguk.


Haya melirik ekor mata Hekai.


Hekai yang sedari tadi tak melepas pandang dari gadis pujaan nya membalas lirikan Haya dengan senyuman.


" Ah.. Aku baik - baik saja " Ucap Hekai mendahului jawaban nya sebelum bertanya.


" heuh... " Jessy menatap Hekai tak mengerti.


" Cih... " Haya berdecih sembari menaikkan satu sisi bibir nya.


" DAN KAU!!! "


" MAU TIDUR SAMPAI KAPAN??? " Ucap Haya terdengar dingin menakutkan.


Tak jelas ucapan Haya tertuju pada siapa.


Hekai tak mengerti. Jessy apalagi...


" Kak Aya.. Ngomong apa sich. Ngomong sama siapa sich.. ??? Beo Jessy tak paham maksud ucapan Haya.


"Ku hitung sampai satu. Tak bangun... Maka ku anggap itu pilihan terakhir " Ucap Haya dingin setengah mengancam.


Hekai makin bingung. Jessy garuk kepala.


" Sa...!!!" Haya mulai berhitung.


Belum lengkap sekata di ucapkan Haya.


Seketika...


"SIAP GRAK!!! "


KEN berdiri tegak lurus menghadap Haya.


" HAAAAH... Kak Ken" seru Jessy terheran - heran melihat Ken berdiri segar bugar menatap Haya.


"Loh kok... " Ucap Jessy lagi masih tak mengerti sikap kedua kakak kembar nya itu.

__ADS_1


" Cih... Kik.. Kik.. Kik... " Hekai cekikikan lirih.


" KAU.... !!! Tertawa apa... ? " Ucap Ken melirik ekor mata Hekai, kesal.


" Kak.. Jadi kak Ken tadi bukan pingsan. Kakak tidur??? " tanya Jessy setengah protes.


" cih.. Tau gitu tadi Jessy pura - pura pingsan juga " beo Jessy lirih yang masih bisa di dengar Haya Ken dan Hekai.


" Yak.. Kau harus lebih giat berguru padaku" Ucap Ken sombong sambil mengedipkan satu mata nya menatap Jessy.


"Em.. " jawab polos Jessy yang bersemangat mempelajari akting" PURA - PURA MATI" ala Ken.


"Cih.. SAKIIIIT!!! " Ucap Haya sinis.


Hekai hanya tersenyum.


Tak berapa lama seolah tersadar akan sesuatu.


" O'... " seru Jessy sambil berbalik arah menatap sesuatu.


" LOH!!!" teriak kuat Jessy yang membuat Hekai dan Ken beralih fokus menatap Jessy.


"ITU... !!!" Ucap Jessy menunjuk sesuatu.


Lebih tepat nya.. Bekas genangan darah yang hampir mengering.


Hekai dan Ken yang tersadar tubuh Mark menghilang menegang.


Hekai dan Ken saling tatap. Jessy menatap bingung Hekai dan Ken.


Tapi tak sama Hal nya dengan Haya. Haya yang terlihat tenang dengan wajah datar nya berkata:


"Menyentuh milikku..."



" CARI MATI"


Haya menatap tajam ruang hampa penuh dendam.


*


*


*

__ADS_1


Seminggu terhitung sejak insiden berdarah di Mansion Haya Ken.


Mansion Haya Ken yang nyaris rata dengan tanah membuat keduanya memilih pulang ke tempat orang tua nya.


***


KOTA C


MANSION BULAN


RUANG KERJA BULAN


"Mommy... " sapa Haya yang memasuki ruang kerja Bulan.


" SREET " Bulan menyodorkan selembar foto seorang gadis.


Haya yang tak bertanya langsung mengambil selembar foto pemberian Mommy nya.


Tak tampak raut terkejut dari wajah cantik Haya.


Haya... Justru menyeringai.


" BERHATI - HATILAH" Ucap Bulan yang tak berkata apa pun perihal foto itu.


Dan Haya... Yang tak banyak bertanya seolah mengerti maksud dan perintah Mommy nya segera balik badan hendak meninggalkan ruangan Bulan.


Sambil membelakangi Bulan... Haya berkata:


"MOM..."



"AKAN KU BAYAR LUNAS BESERTA BUNGA NYA!!! "


Aura monster Haya mendominasi.


" LALU PASTIKAN !!! "



" KEMBALIAN NYA!!! "


Jawab Bulan tak kalah mengerikan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


HAPPY BACA READER 🌷🌷


__ADS_2