
SMA Sky.
"BUK".... Suara sebuah pukulan benda tumpul menghantam sesuatu. Seorang murid pingsan.
Kelas Haya.
Mark yang baru datang tampak kesal memasuki ruang kelas nya. Dilihatnya Haya sudah berada di kursi nya menjalani ritual rutin dengan buku - buku nya.
Mark mendekati Haya.
"Kau.. Kau berutang padaku. Bayar". Ucap Mark sembari menyodorkan telapak tangan nya.
Haya acuh.
"Yaak... Mata empat". Mark membentak.
Haya cuek.
"Baby.... ". Teriak lantang Mark yang kesal.
Dan hal itu berhasil membuat seisi kelas menatap mereka berdua bingung.
Haya terperangah. Mata nya kini menatap tajam Mark.
Mark salah tingkah.
" Ups... Kelepasan". Gumam Mark lirik sambil menutup mulut nya.
Haya tak berkata apa apa. Haya berlalu pergi meninggal kan Mark dan kebisingan kelas.
Di sisi lain...
Di sebuah pohon besar belakang sekolah. Tampak Nexon dan teman - teman nya sedang merencanakan sesuatu.
"Apa semua sudah siap.". Ucap salah seorang teman Nexon.
"hm"... Jawab singkat teman Nexon yang lain.
Tak berapa lama tampak beberapa orang teman Nexon membopong sebuah karung coklat cukup besar dan melemparkan nya ke pintu belakang sekolah.
Tampak beberapa orang berjas hitam mengenakan earphone kabel di telinganya nya. Memasukkan karung coklat itu ke mobil.
Haya yang bersantai di atas pohon melihat kejadian itu dari awal. Namun Haya yang tak suka ikut campur cuek bebek dan kembali membaca buku nya.
\=\=\=\=\=
"Apa Jessy bersamamu?. Ken bertanya pada Haya melalui earphone mini nya.
Haya yang masih di atas pohon menjawab santai.
"Tak"..
"Ada yang tak beres. Aku tak bisa menemukan nya juga tak bisa menghubungi nya". Ken terdengar panik.
"WC". Jawab singkat Haya malas.
"Justru itu.. Dia seolah menghilang sejak berpamitan ke kamar mandi pagi tadi". Jelas Ken.
Penjelasan Ken berhasil membuat Haya auto fokus.
"SIAL". Umpat Haya sambil melompat dari atas pohon.
__ADS_1
Tanpa sadar.. Semua aksi Haya di lihat Mark yang tak sengaja melintas di taman belakang sekolah.
" Waow... Baby.. ". Gumam Mark tersenyum mesum.
Ken yang sadar akan situasi segera beranjak dari tempat nya.
" SIAL". umpat Ken sambil berlari menuju parkiran.
" Ken... Kau mau ke mana".. Teriak teman Ken yang kebetulan melihat Ken berlari panik dari lorong toilet pria.
Di sudut ruang lain ternyata,
Aksi Ken yang panik di lihat Nexon. Nexon yang memang mengikuti Ken ke mana pun sejak tadi tersenyum puas.
"Kak... Sepertinya dugaan ku benar. Ken tak semudah yang terlihat. Bersiap siap lah kak".
Ucap Nexon menelepon kakak nya.
Nexon menyeringai..
\=\=\=\=\=
"Lacak keberadaan Jessy.. " perintah Haya pada jam hologram nya.
Tak berapa lama.. Haya yang sedang melajukan moge Black modifikasi miliknya itu melesat cepat menuju sebuah Bar yang cukup mewah.
Tanpa melepas Helm... Haya melangkah tanpa ragu memasuki Bar.
" BUAK"... Sebuah tendangan selamat datang menghantam wajah Haya. Tendangan yang cukup mudah untuk di tangkis Haya.
Haya yang baru masuk beberapa langkah dari pintu bar di sambut 5 orang pria berbadan kekar mengenakan jas hitam. Terlihat seperti bodyguard terlatih.
"BAK... BAK... BAK... BAK... BAK... BAK.. DUAK".. Suara baku hantam antara Haya dan dua orang bodyguard itu.
Haya tampak stabil.
"BOLEH JUGA DIA".. Gumam kakak Nexon yang menonton dari balik CCTV bar.
Jessy yang ter sadar dari bius nya pun ikut menatap layar CCTV yang cukup besar itu. Dengan tubuh terikat di kursi Jessy yang sudah sadar tampak tenang. Jessy tertawa geli. Dan hal itu berhasil membuat kakak Nexon berpaling menatap nya.
Kakak Nexon berjalan menghampiri Jessy.
"Ah... Cantik. Kau sudah bangun. Kau memang secantik rumor nya ya.. ".. Ucap kakak Nexon sembari menyentuh wajah cantik Jessy.
" Singkirkan tangan kotor mu. Atau kau takkan melihat ujung jari mu lagi esok hari". Ancam Jessy.
"Ah.. Kau galak juga rupanya. Tak cocok loh sifat itu dengan wajah yang kau miliki ini". Kakak Nexon kembali menyentuh lembut pipi halus Jessy.
"Kau pikir kekasih mu si Ken itu bisa melawan ku". Ucap kakak Nexon meremehkan.
"Kalian hanya orang baru di kota ini. .. Kalian tak tau sudah berhadapan dengan siapa". Imbuh kakak Nexon sombong.
"Ha... Haaa... Haaa... " tawa pecah Jessy merasa jijik.
" yak... Kau paman.. Kau terlalu sombong. Kau yang salah cari lawan paman. Kau tak tau kah siapa lawan mu kali ini". Gumam Jessy sambil menatap layar cctv besar itu.
Kakak Nexon yang tak mengerti maksud ucapan Jessy pun ikut menatap layar di hadapan nya.
Tampak Haya masih berdiri tegak menghadapi kelima bodyguard yang menghadang nya.
Salah seorang bodyguard dari 3 yang belum melawan Haya pun maju membantai Haya membabi buta.
__ADS_1
"DUAK".. tendangan memutar Haya yang kuat membuat bodyguard itu terlempar menatap meja bar. bodyguard itu tewas seketika dengan ratusan serpihan kaca menancap di wajah dan tubuhnya.
Melihat teman nya tersungkur. Ke empat bodyguard itu maju bersamaan.
Haya tak gentar. Di serang nya keempat orang itu dari berbagai arah. Sembari menghindari pukulan dan tendangan mereka.
"Buak... ". Sebuah bogem mentah menghantam dagu salah satu bodyguard itu. satu bodyguard tersungkur muntah darah.
" Duak... ". Sebuah tendangan melayang mendarat tepat mengenai kepala salah satu bodyguard yang lain.
Dua bodyguard tumbang.
" Kerak... ". Suara batang leher yang patah.
Tiga bodyguard roboh.
Dan...
" Duak.... Buak... ". Sebuah tendangan lutut dan tentangan memutar yang mengenai wajah dan menghantam kepala bodyguard terakhir yang masih berdiri.
Lima bodyguard yang menghadang Haya tewas mengenaskan.
Haya menghajar habis kelima bodyguard yang menghadang nya dengan tangan kosong.
Kakak Nexon menatap layar cctv tak percaya.
"Si.. Siapa dia sebenarnya". Gumam kakak Nexon bergetar.
"SIAPA KALIAN". Bentak kakak Nexon yang kini menatap murka Jessy.
Jessy terkekeh. Jessy menatap balik mata Nexon dengan tatapan psycho.
"BRUAK....". Pintu ruang cctv di tendang kuat dari luar.
Kakak Nexon terkejut bukan main. Matanya menatap tajam bercampur takut pada sosok di balik pintu itu.
"Ka.. Kau.." Ucap kakak Nexon gagap.
"Di mana kalian.. ". Teriak kakak Nexon memanggil mafiso nya yang berjaga di luar.
" Kau terlalu meremehkan kami paman...". Ucap Ken datar sembari melangkah masuk ke ruang cctv.
Ken yang membagi tugas dengan Haya.. Telah meratakan seluruh mafiso penjaga yang ada di tiap sudut bar.
Jessy yang sudah melepas kan tali nya sendiri pun berdiri di dekat Ken.
"Kau.. ". Ucap kakak Nexon heran Jessy melepas ikatan nya sendiri.
" Yak.. Paman. Tak usah kaget gitu. Kan susah ku bilang kau salah lawan kali ini. Ikat aku macam itu mana bisa buat ku tak bergerak". Beo Jessy sombong.
"Ha... Ha... Ha.... ". Ku akui kalian berhasil membuat ku sedikit terkejut. Namun cukuplah itu sebagai pengenalan kita. Jadi sekarang kalian mati saja lah...". Ucap lantang kakak Nexon sembari menatap seseorang di balik pintu ruang cctv.
Nexon datang membawa mafiso tingkat satu milik kakak nya. Lengkap dengan senjata di tangan mereka masing - masing.
Ken terkejut. Jessy menggenggam erat lengan Ken.
"Hallo KEN. ". Sapa Nexon sinis.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Happy reading all 🌷
__ADS_1