The Last Big Boss

The Last Big Boss
52


__ADS_3


" KAU CARI MATI "


ucap kekasih Vio sombong hendak menembak Ken.


Ken yang tertodong senjata kekasih Vio tampak santai menatap kekasih Vio sambil tersenyum remeh.


Pelatuk nyaris di tarik. . .


"DOR. . ."


Tembakan kekasih Vio meleset ke langit – langit bangunan.


Senjata di tangan Kekasih Vio terlempar entah kemana.


“ Jacky. . . “ teriak Vio yang terkejut melihat tubuh kekasih nya terlempar karena sebuah tendangan dadakan.



Jessy muncul tiba – tiba pasang tampang songong minta di tampol.


Ken tersenyum melihat kehadiran Jessy.


Namun sedetik kemudian fokus Ken teralihkan akan sesuatu yang menarik pendengaran kupingnya.


“ Jacky . . . pernah dengar. . . dimana ya” batin Ken sambil mengaruk kepala nya berusaha


mengingat ingat.


Sementara itu,


Vio yang mencemaskan Jacky kekasih nya, terlihat sangat kesal pada Ken.


Vio menatap tajam Ken.


“ yak. . . Kau. Kau tak tau sudah berurusan dengan siapa hah??” teriak Vio lantang pada

__ADS_1


Ken.


 “Mafia ke empat dari lima yang paling di


segani di kota ini kan” ucap Jessy datar menyela ucapan Vio.


Mendengar ucapan Jessy, Ken kemudian menoleh menatap Jessy.


“ ooooooowh. . . . Mafia ke empat, teman nya bapake Nexon” gumam Ken heboh, baru ingat.


Jessy terkekeh. . .


Vio yang tak mengerti situasi menatap Jessy tajam.


“ kau tau siapa kami dan kau masih berani mencari masalah dengan kami ” bentak Vio kasar berteriak pada Jessy.


Mendengar ucapan Vio Jessy terkekeh.


“ Cuma mafia ke empat saja songong” ucap Jessy meremehkan Jacky dan Vio.


“ DAN KAU. . .”  Jessy berteriak tegas. Auranya tak lagi sama. Tatapan nya menghitam.


Jacky terus menatap Jessy tajam.


“ APA KAU TAU SIAPA KAMI?” ucap Jessy dingin menatap Vio dan Jacky tajam.


Mendengar ucapan Jessy seketika membuat Jacky tersadar akan sesuatu . . .


“aura ini. . . . Aku pernah merasakan nya. . . Tapi. . . ” gumam Jacky yang merasa tak asing dengan perasaan tertekan nya.


Sedetik kemudian mata Jacky membulat sempurna. . .


“ mereka. . . astaga bodohnya aku melupakan wajah – wajah ini” batin Jacky yang menyadari dengan siapa dia berhadapan.


“cih. . . . ” gumam Ken yang sadar Jacky menyadari siapa mereka.


Yah . . . walau bagaimana pun, sebagai mafia atas sekelas Jacky tak mungkin lah tak pernah mendengar nama besar keluarga King.

__ADS_1


Sementara itu Vio yang tak tau apa – apa tentang Ken dan Jessy makin menyombongkan diri dan kekuasaan Jacky.


“ emangnya kalian siapa. . . Bocah ingusan tak tau di untung. . . Kalian benar – benar cari


mati" maki Vio lancang.


Terkejut akan kebodohan kekasih nya Jacky kemudian menarik tangan Vio kasar.


“hentikan. . . “ bentak Jacky pada Vio yang terus memaki tanpa filter.


Vio yang tak kalah terkejut, Jacky membentak nya menatap tajam kekasihnya.


Jacky mengabaikan tatapan tak mengerti Vio.


Jacky fokus menatap Ken yang berada tepat di hadapan nya.


Dengan rasa takut dan khawatir yang bercampur, Jacky berusaha memasang wajah tenang nya.


“ah. . . Ku rasa ini hanya salah paham. Kita tak ada urusan. Tidak kah kita sudahi saja kesalahpahaman ini” ucap Jacky berusaha berdamai sembari senyum sahabat ke arah Ken.


Ken mengabaikan ucapan Jacky. Ken beralih menatap Vio.


Ken mendekati Vio perlahan.


“kau cantik. . . Bisa menarik perhatian ku sejauh ini kuakui pesona mu. Tapi kau yang seperti ini. . . terlihat seperti sampah”


“MENJIJIKAN”


ucap Ken sambil mencolek dagu Vio kemudian menghempaskan nya kesamping.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


LIKE


KOMENT


AND

__ADS_1


HAPPY READING ALL 🌷


__ADS_2