
\=BENUA INTI\=
DI KOTA YANG BERBEDA!
KOTA C
MANSION KING
1 jam setelah tewasnya pria bertatto.
Tepatnya sekitar jam 04.00 dini hari waktu dunia "BIG BOSS."
\=Ruang kerja BIG BOSS\=
"SHADOW!!!" ucap Bulan sembari menatap Stella, tak mengerti.
"em!" Stella mengangguk sembari membalas tatapan Bulan, yakin.
"siapkan rapat darurat" perintah tegas Bulan sembari menatap tajam beberapa lembar foto kondisi terakhir pria bertatto.
"baik nona! " jawab Stella mengangguk kemudian pergi meninggalkan ruangan Bulan.
"apa-apaan ini. Siapa orang bodoh yang sudah menggali kubur nya sendiri. Black Dragon... Sungguh kau tewas kah! Siapa yang begitu berani???" Bulan menatap tajam gelapnya ruang.
*
\=RAPAT DARURAT\=
Jhuna dan Alex sudah bersiap di meja bundar ruangan BIG BOSS, tempat dimana rapat diselenggarakan.
Sementara Anthony, Kiano dan Nathan yang berada di kota berbeda bersiap di balik layar besar yang ada di ruang BIG BOSS.
"kau bilang apa sweetie... Dragon Black tewas?" Nathan tampak terkejut dengan apa yang di ucapkan Bulan.
Alex, Jhuna, Kiano dan Anthony sama terkejutnya.
Alex dan Jhuna saling tatap.
"kapan kejadian nya?" tanya Jhuna, serius.
"sekitar 2 jam lalu" jawab cepat Bulan.
"siapa pelaku nya?" tanya Anthony berusaha lebih tenang.
"nihil! Tapi..." jawab Bulan terdengar ragu.
__ADS_1
Bulan terdiam sesaat.
Suasana ruang rapat hening untuk beberapa detik.
Tiba-tiba..
Hampir bersamaan,
Drrt! Klontang!
Handphone Anthony, Alex, Jhuna, Kiano dan Nathan menunjukkan pesan masuk.
DENG! DENG! DENG!
Mata ke-lima pria tampan itu melebar sempurna.
"APA INI!!!" Teriak Alex tampak naik darah menatap layar ponsel nya.
Disaat yang nyaris bersamaan dengan teriakan Alex, handphone Stella bergetar.
Bulan menatap Alex, tak mengerti.
"nona..." Stella yang tak terkejut dengan isi pesan yang baru di terimanya, menyodorkan ponselnya ke Bulan.
Sebuah pesan bersiar tentang tewas nya penguasa tertinggi 5 Benua, DRAGON BLACK dan perburuan...
"SHADOW!!!"
"sweetie... Apa ini? Shadow? Kau kah yang di maksud?" Jhuna menatap Bulan penuh tanda tanya.
Bulan terdiam sembari balik menatap kakak nya.
"sweetie... Sungguh bukan kau kah? Atau mungkin kau menebasnya dengan katana mu saat mata mu tertutup semalam..."
Nathan pasang tampang curiga - curiga meledek.
"yak! Kau pikir aku bodoh kah. Lagipula, jika aku memang ingin melakukan itu, aku tak perlu menunggu hari ini untuk menjadi maut si tua bangka itu"
jawab Bulan, kesal.
"yee... Aku kan cuma tanya.
__ADS_1
Jawabnya biasa aja dong! Tak usah main gass juga keles..." Nathan kumat somplak nya.
"his! Kau!" Bulan mengeratkan gigi nya sembari menatap layar monitor dimana wajah tampan Nathan terpampang nyata.
"sudahlah, hentikan kalian berdua" Anthony melerai pertikaian mulut kedua adik bontot nya itu.
"baiklah sayang... Jadi apa yang akan kau lakukan sekarang? Seluruh dunia underground tau, shadow di bawah pimpinan mu. Dan lagi, hal ini sudah menyebar. Bukan tidak mungkin kerajaan Big Boss dan King akan menjadi target empuk para penjilat yang gila kekuasaan. Belum lagi dari kelompok Dragon Black itu sendiri. Bukankah dia memiliki seorang putra?"
Anthony menatap Bulan dan Alex bergantian.
"kau benar, akan sangat merepotkan jika putra Black Dragon dan orang-orang bodoh itu menyerbu tempat ini bersamaan" Jhuna menimpali ucapan Anthony.
"ah... putra Black Dragon ya... Dia bukan bocah yang bisa kita anggap remeh. Bocah itu...
Sangat mengerikan!!! "
Nathan ikut bicara.
"tapi tunggu dulu, dari apa yang kutahu, Dragon Black bahkan tidur dengan ratusan senjata sebagai pelindungnya. Belum lagi ribuan mafiosonya yang seperti semut sedang pawai, berjaga ketat di mansion nya. Tewas dalam semalam. Kira-kira berapa ribu orang yang di bawa orang gila ini untuk meratakan kerajaan si tua bangka itu ya?" ucap Nathan lagi sambil mengusap dagunya, santai.
"kau salah Nath... Tak ada satupun mafioso Dragon Black yang tewas saat malam kejadian" jawab Bulan, datar.
Seketika ucapan Bulan membuat Alex, Jhuna, Anthony dan Kiano menegang.
"apa maksudmu sayang?" tanya Kiano butuh penjelasan.
"benar, dari informasi yang ku dapat. Tak ada satupun mafioso Dragon Black yang tewas malam itu" Stella ikut bicara.
"Stella, apa kau yakin?" Jhuna menatap tajam Stella.
Stella mengangguk.
ANTHONY: "PEMBANTAIAN SEORANG PENGUASA TERTINGGI 5 BENUA DI KANDANGNYA SENDIRI DAN TANPA JEJAK!"
"SATU HAL YANG BISA KU PASTIKAN...
ORANG INI ADALAH...
"MONSTER..."
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
HAPPY READING 🌷