
Belinda keluar dari kamar hotelnya walau waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam. Besok dia akan pulang ke Indonesia karena pekerjaannya sudah selesai. Hatinya kalut entah bagaimana hatinya setelah ini. Di khianati oleh dua orang terdekatnya yaitu suaminya dan asprinya. Dia menaiki taksi dan berhenti di sebuah Bar terbesar di kota California.
"Berikan aku sebotol The Dalmor 62" ucap Belinda pada seorang Bartender sembari berjalan terseok menuju kursi.
Belinda bukan pemabuk, ini pertama kalinya dia masuk kedalam Bar. Ingin sejenak melupakan kepedihan hatinya. Seorang whiteres mengantarkan minuman mahal itu ke meja yang belinda tempati.
Belinda memberikan uang tips pada pemuda itu dan di balas senyuman olehnya.
Belinda menuangkan satu minuman itu ke gelas minu di hadapannya. Ketika ingin menenggak minuman itu, tiba-tiba seseorang mengambil dari tangannya.
"Selera yang bagus" ucap pria itu.
Belinda pun terkejut pasalnya Aldo lah yang merebut gelas itu.
"Mau apa anda disini? Berikan itu minuman saya" Belinda tampak tidak suka dengan kehadiran Aldo.
"Saya kira anda bukan seorang pemabuk. Baiklah karena saya sudah datang kemari, ayo minum bersama" ucap Aldo sembari menenggak minuman yang tadi di rebut dari Belinda.
Belinda lalu merebut gelas yang di pegang oleh Aldo, dengan segera menuangkan minuman yang baru lalu dia langsung menenggaknya. Lagi, lagi dan lagi hingga isi dalam botol itu tinggal tetesan terakhir. Badannya sudah tak kuat, mulutnya mulai meracau.
"Hahahaha!! Huekkkkk, Huekkkkk" Belinda muntah ke sofa.
Aldo hanya diam melihat itu karena dia tahu Belinda sedang tidak baik-baik saja.
"Aldo, aku ini bodoh.....Hahaha"
"Aku mencoba setia tapi suamiku bermain gila dengan j@l*ng. Ku kura dia tak sudi menyentuhku karena kami belum mengenal satu sama lain, ternyata ada jal*ng yang dia tunggu"
"Kau tahu Aldo, aku ini masih perawan! Ayo a
Aldo jamahlah tubuhku" Belinda terus saya meracau.
"Bu Bella anda sudah mabuk berat, ayo kita pulang ke hotel!" ucap Aldo.
"Hey siapa yang ingin pulang? Aku masih ingin minum" jawabnya dengan nada parau.
"Aku bodoh! Bodoh sekali. Kenapa harus menerima perjodohan itu jika semuanya harus seperti ini. Ben tidur dengan wanita lain aku pun mau melakukan hal yang sama. Denganmu ya Aldo. Aku cantik dan aku seksi tapi aku di sakiti...Hikikihik" Belinda kali ini menangis.
Aldo hanya menatap wanita di sebelahnya dengan tatapan nanar.
__ADS_1
"Aku tidak tega melihatmu seperti ini" Aldo melihat sosok wanita di depannya tampak sangat menyedihkan.
Karena Belinda semakin meracau, akhirnya Aldo membawanya ke hotel tempat mereka menginap.
Belinda sudah tak kuat untuk berdiri, Aldo lah yang membawa tubuhnya ke dalam kamar itu lalu membaringkannya. Di tatapnya wajah Belinda yang sangat kacau. Jika saja dia berani, dia akan membawa Belinda pada pelukannya agar bisa sedikit mengurangi beban di hidupnya.
"Masih seperti yang dulu" Gumamnya dalam hati.
Tiba-tiba, Ben meneleponnya.
"Aldo, apa kau bertemu dengan Bella? Aku menghubunginya tetapi ponselnya tidak aktif" Ben terdengar khawatir dari seberang telepon.
"Bella ada bersamaku di kamar!" ucap Aldo spontan.
"Apa? Apa yang kalian lakukan, hah? Aldo jangan sentuh dia. Dia miliku" Ben membentak sang aspri.
"Tenang saja, aku bukan pria bejat! Istri anda mabuk berat sepertinya terlalu banyak kesedihan di hidupnya" ucap Aldo dengan kata sarkasme.
"Oh my god, Bella apa yang kau lakukan!" Ben terdengar menghela nafas berat di ujung panggilan telepon.
"Dia meracau, dan memaki anda" kata Aldo jujurly mengatakannya.
"Apa memakiku? Kenapa dia?" Ben malah bertanya lagi.
Ben pun mematikan ponselnya.
Tangan Belinda bergerak membuka satu persatu kancing bajunya hingga dia tak berbusana sehelai benang pun. Aldo sebagai pria normal tidak kuasa menahan hasrat itu tapi dia tidak ingin gegabah dalam membuat hal apapun.
"Tahan Aldo tahan" Hatinya mencoba menyadarkan.
Tangan Belinda menarik tangan Aldo hingga pria kekar nan tampan itu ambruk di atas tubuh wanita itu. Belinda langsung mencium bibir Aldo dengan sangat r*kus, Aldo pun tidak menolak hal itu dan membalas lum*t*n itu. Saling mengimbangi.
Aldo tersadar dan segera menyelimuti tubuh Belinda walau dia meronta-ronta dan berkata ingin sekali di sentuh oleh Aldo.
Aldo tidak sampai hati melakukannya walau yang di bawah sana sudah memberontak. Aldo pun berjalan kekamar mandi untuk bersolo karir.
Belinda pun akhirnya tidur dengan damai.
Pagi pun tiba, Belinda mengerjap-ngerjapkan matanya dan amatlah tersentak karena dia sudah tidak berbusana hanya bergelung selimut saja. Aldo terlihat tertidur di atas sofa.
"Argghhhhhhhh" Belinda menjerit. Dia menduga sudah di perkaos oleh Aldo.
Aldo pun bangun karena suara jeritan Belinda.
__ADS_1
"Aldo, kepar*t kau apakan aku..Hikhikhik" Belinda menangis.
Aldo berjalan menghampiri Belinda.
"Saya tidak apa-apakan anda Bu! Anda sendiri yang melucuti pakaian anda" ucap Aldo santai.
"Dan kamu melihatnya?" tanya Belinda semakin panik.
"Ya saya melihatnya semua! Anda juga sempat mengajak saya bercinta" jawab Aldo.
Mendengar ucapan Aldo dia merasa menjadi wanita murahan. Orang yang pertama kali melihat tubuhnya bukan suaminya melainkan orang lain.
"Hikhikhik" Belinda terisak merasa hilang harga dirinya.
"Saya tidak sampai hati untuk menghilangkan keperawanan istri orang Bu Bella, apalagi istri atasan saya. Dan jujur waktu anda pergi ke Bar saya memang mengikuti anda. Anda minum satu botol full, mabuk berat, muntah, meracau sampai anda ingin di sentuh. Saya maklum karena anda sedang banyak masalah" tutur Aldo menjelaskan.
"Ya memang saya sedang banyak masalah Pak Aldo. Saya bingung, saya harus memikul beban seorang diri" Belinda tertunduk lemas dengan badan masih bergelung selimut.
"Anda harus semangat! Jika anda jatuh bagaimana nasib orang-orang yang bergantung di tangan anda, sementara saya tahu adik anda tidak bisa di andalkan" Aldo memberanikan diri berkata seperti itu.
"Pak Aldo benar, Ribuan karyawan perusahaan papa saya nasibnya tergantung pada saya. Saya harus semangat menjalani hidup" Jawab Belinda sedikit tegas.
"Baiklah jika begitu saya pamit keluar dulu" Ucap Aldo sembari melangkahkan kakinya tapi tiba-tiba Belinda mengaduh sembari memegangi kepalanya.
"Aduhhhh sakit!!" Pekiknya.
Aldo menghampirinya dan langsung menggendongnya menuju kamar mandi.
Belinda langsung bergelayut di bahu kekar Aldo.
"Apa semalam kita berciuman?" tanya Belinda yang samar-samar mengingat aksi gila mereka.
"Ya! Bahkan anda ******* bibir saya terlebih dahulu" Jawab Aldo tenang.
"Dan kamu membalasnya?" Belinda semakin panik.
"Ya mau bagaimana lagi" Jawab Aldo.
"Pak Aldo anda mencuri ciuman pertama saya" Belinda malu sembari membenamkan wajahnya di dada bidang Aldo.
Aldo hanya tersenyum saja dan merasa menang dalam hatinya.
"Ini sebuah champion! Ternyata pengorbananku ke America berbuah manis" ucap Aldo dalam hatinya.
__ADS_1
Aldo mendudukan Belinda di atas closet, dia langsung keluar dari sana. Aldo lalu membantu menyiapkan baju untuk Belinda kenakan karena mereka akan pulang ke Indonesia hari ini.