Tragedi Daster Ungu

Tragedi Daster Ungu
Fakta Baru Yang Haruni Ketahui


__ADS_3

Hai readers, bagaimana puasa kalian masih aman? Atau ada yang batal, kalau kata orang sunda mah Ngagodin..🤣🤣...


Ngabuburit sembari membaca novel karya Author yang bagaikan remahan rengginang ini memang sangat cocok. Happy reading all😘


Saat ini Belinda mengalami koma. Tubuhnya berbalut perban semakin terlihat sangat memilukan. Hati seorang ibu mana yang tak hancur melihat keadaan sang putri antara hidup dan mati.


"Bella, hati mama sangat hancur nak melihat kondisimu seperti ini.. Hikhikhik" Haruni meraung di sisi brangkar sang anak.


"Kenapa bisa seperti ini sayang? Apa yang membuatmu kacau hingga semua ini terjadi" ucapnya kembali.


"Mama yang sabar. Semoga saja Kak Bella cepat sadar dari komanya" Ucap Tiffany menenagkan sang mama.


Aldo yang tahu penyebab kecelakaannnya Belinda seketika menggeram dalam hati dengan rahang mengeras menahan amarah pada sosok pria di sebelahnya yaitu Ben.


"Simpan air mata buayamu bajingan! Kau lah penyebab Bella mengalami ini semua. Jika sampai Bella tidak tertolong aku takan memaafkanmu" geram Aldo dalam hatinya.


Ben pun memandang lekat sosok yang kini terkulai koma. Belinda seperti tidur dengan sangat damai saat ini dengan selang yang terpasang di beberapa bagian tubuhnya.


Sudah satu bulan Belinda koma, akhirnya dia sadar dan dapat menggerakan gubuhnya tetapi sangat sakit.


Aldo yang selalu setia menungguinya selepas pulang bekerja karena Ben entah kemana sibuk pergi bersama Tiffany.


Tangan Belinda bergerak, hal itu membuat Aldo terkejut, dia segera memanggil dokter.


Dokter langsung memeriksa Belinda.


Di luar, Haruni menghampiri Aldo. Dia ingin menanyakan sejauh mana Ben dan Tiffany mempunyai sebuah hubungan.


"Aldo, boleh tanteu berbincang denganmu?" Tanya Haruni sembari mendudukan bokongnya di sisi Aldo.


"Oh ya silahkan tanteu!" ucap Aldo ramah.


"Tanteu harap Nak Aldo akan jujur mengatakan apapun yang kamu ketahui pada Tanteu! Jujur harus pada siapa lagi tanteu meminta pembenaran" Haruni tiba-tiba menangis.


"Tanteu tenang, sekarang coba pelan-pelan tanteu bicara!" ucap Aldo menenangkan Haruni.


"Apa Nak Aldo tahu hubungan antara Ben dengan Tiffany?" tanya Haruni dengan lirih.


Aldo bingung harus menjawab apa pada wanita paruh baya itu. Ia ragu untuk mengatakan yang sebenarnya tetapi ia juga tak kuasa untuk mengatakan sebuah kebohongan pada wanita yang ada di hadapannya.


"Nak Aldo jujur pada tanteu!" Haruni berkata dengan penuh iba.

__ADS_1


Aldo hanya mengangguk lirih.


Haruni langsung ternganga dengan sebuah fakta yang dia barusan ketahui.


"Apa mereka masih berhubungan sesudah Ben dan Bella menikah?" tanya Haruni kembali.


Lagi-lagi Aldo hanya mengangguk lesu.


Haruni seketika luruh di lantai, seluruh badannya lemas bak tak bertulang.


"Tanteu semoga anda kuat dengan kenyataannya" ucap Aldo yang membantu Haruni duduk di kursi tunggu.


"Apakah mereka pernah berhubungan im*im?" Haruni ingin memastikan kembali.


"Maaf tanteu, saya seperti pria murahan yang sedang membongkar aib atasan saya" Aldo berkata dengan perasaan gelisah.


"Big no, nak Aldo! Kamu bukan pria murahan, tetapi kamu pahlawan yang mengatakan sebuah kejujuran. Jawablah tanteu nak, apa mereka sudah melakukan itu?" Haruni bertanya dengan perasaan yang cempur aduk.


Aldo pun diam. Hal ini memantik rasa penasaran yang begitu dalam di diri Haruni.


"Nak Aldo jawab! Kamu tak perlu takut, tanteu yang akan tanggung jawab apapun yang akan terjadi kedepannya. Jika kamu di pecat, perusahaan om Dhanu akan dengan senang hati menerimamu nak!" Haruni terus saja memaksa.


"Ya mereka sering sekali melakukan itu hampir di setiap pertemuan, bahkan di ruang kerja Tiffany pun mereka kerap melakukannya" tutur Aldo.


Mendengar itu, Haruni seperti di sambar petir di siang bolong. Dia tidak menyangka bahwa putrinya akan melakukan hal serendah itu dengan seorang pria, bahkan pria itu adalah suami sang kakak.


"Ini tidak bisa di biarkan. Aku harus segera menghentikan mereka" Haruni geram.


"Jangan dulu Tanteu!" cegah Aldo.


"Kenapa?" Haruni bingung.


"Karena Bella takan mengizinkan siapapun membongkar kebejatan mereka kecuali dirinya sendiri. Hal yang menjadi pertimbangan Bella karena dia memikirkan nasib om Dhanu jika tahu fakta yang sesungguhnya" tutur Aldo.


"Apa? Bella mengetahuinya?" Haruni semakin tersentak.


"Ya tanteu! Bella mengetahui semuanya. Rasa sakit dan kepedihan dia telan sendiri demi kebaikan om Dhanu! Sudah saya peringatkan agar secepatnya membongkar hubungan mereka, tetapi dia menunggu waktu yang tepat" Aldo tampak bernafas kasar.


"Apa kecelakaan Bella ada hubungannya dengan ini semua?" tanya Haruni.


"Bisa jadi Tanteu! Karena sebelum kejadian, Bella sempat menelepon saya dan menanyakan keberadaan Ben, saya di suruh untuk menelepon Ben karena Ben belum pulang malam itu. Saya hubungi dia, dan benar dugaan saya dia habis bercinta dengan anak tanteu Tiffany. Posisi saat itu mereka masih bergelung selimut dan penuh dengan peluh. Lalu saya mengambil gambar mereka untuk di tunjukan pada Belinda. Sesudah itu terjadilah musibah ini. Maafkan saya tante, jika gambar itu membawa kehancuran di hati Belinda, saya sungguh menyesal telah memberitahukannya" Aldo tampak memohon sembari mengakupkan kedua tangannya.

__ADS_1


"Nak Aldo tidak salah. Mereka berdualah yang salah. Jika sampai terjadi hal yang tidak di inginkan oleh Belinda, saya tidak akan memaafkan mereka berdua" Geram Haruni dengan tangan terkepal.


Di tengah obrolan mereka, dokter menghampiri.


"Dengan keluarga Nyonya Belinda?" tanyanya.


"Benar dok, saya ibunya" ucap Haruni.


"Syukurlah Nyonya Belinda sudah melewati masa kritisnya. Beliau sudah terbangun dari komanya, hanya saja~~" ucapan dokter itu terjeda.


"Hanya apa dokter? Hanya apa?" Haruni menjadi panik.


"Hanya saja Beliau akan mengalami kebutaan" ucapnya lirih.


"Apa Buta?" Haruni seketika tak sadarkan diri.


Aldo membantu Haruni untuk di rawat.


"Bella semoga kamu bisa menerima keadaan ini" gumam Aldo sesak dalam dadanya. Jika saja sakitnya Belinda dapat di tukar oleh tubuhnya, maka Aldo akan siap menerimanya.


Aldo segera menghubungi Ben yang sedang asik bercinta dengan Tiffany.


panggilan tak kunjung di angkat membuat Ben emosi.


"**** dasar pria tidak berguna" umpat Aldo kesal.


Aldo pun masuk keruang rawat yang baru saja di tempati Belinda selepas di pindah ruang rawat.


Dia meraih tangan Belinda dan meletakan di dadanya. Di pandangilah wajah itu, tiba-tiba air matanya menetes.


"Bella, selama ini aku mencarimu kemanapun tanpa mengetahui identitasmu, sampai waktu pernikahanmu dengan Ben, aku melihatmu lagi. Saat itu duniaku serasa hancur. Pencarian dan penantianku sia-sia sayang! Tapi dengan kondisimu saat ini aku akan berjuang mengambil kembali impianku selama ini. Bella aku mencintaimu sejak dahulu" Aldo kemudian mengecup kening Belinda dengan sayang.


"Aku akan selalu ada untukmu Bella. I Love You so much" Aldo berkata sembari terus menciumi kening Belinda.


Haruni yang sedari tadi berdiri di belakang Aldo menitikan air matanya tanpa Aldo ketahui keberadananya.


"Bella jika dunia tak adil denganmu, aku lah yang akan membahagiakanmu sayang! Sembuhlah karena orang-orang di perusahaanmu sangat butuh sosok sepertimu sayang" Aldo menangis tergugu di hadapan Belinda.


"Nak Aldo, tanteu sudah dengar semuanya. Kenyataan memang kadang pahit tapi bagaimanapun harus di hadapi" ucap Haruni sembari menyentuh pundak pria yang setia menunggui sang putri di banding suaminya sendiri yang entah pergi kemana.


"Tanteu?" Aldo terkejut.

__ADS_1


"Tanteu sudah dengar semuanya!" Haruni berkata sembari tersenyum lalu keluar dari ruang rawat Belinda.


__ADS_2