
"Jadi bagaimana hubunganmu dengan Aldo sekarang?" tanya Haruni sembari menyesap teh almond.
"Aku baik-baik saja" jawab Belinda sembari memasukan roti ke mulutnya.
"Maksud mama, kapan kalian akan melanjutkan hubungan ini ke jenjang yang lenih serius? Mama rasa Aldo pria yang baik tunggu apa lagi" ucap Haruni.
"Entahlah ma, rasanya aku masih trauma dengan hang namanya pernikahan. Aku takut jika rasa sakit dan kepedihan dalam menjalin mahligai akan terulang kembali. Aku masih butuh waktu berpikir" tutur Belinda.
"Jangan bedakan Aldo dengan Ben. Aldo pria yang baik dan tidak banyak neko-neko. Mama rasa Aldo akan sepenuhnya mengasihi mu. Buang rasa was-was pada dirimu sayang. Kamu berhak bahagia. Lagipula apa yang kamu ragukan dari sosok seperti Aldo? Ingat Bella, mama minta jangan pernah sakiti perasaan pria sebaik Aldo jika tidak mau kamu menyesal" ucap Haruni.
"Iya ma. Nanti aku bicara dengan Aldo" balas Belinda.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Healing telah tiba..
Healing telah tiba..
Hore....Horeeeeee
Kini Belinda dan Aldo sudah berdiri didepan villa milik Andreas dikawasan puncak.
"Welcome beibeh " ucap Andreas sembari memeluk Belinda.
"Hai broooo" ucap Andreas pada Aldo.
Aldo hanya tersenyum.
"Mana Diana?" tanya Belinda.
"Lagi ngelon Aurel didalam" jawab Andreas.
"Pacar loe mana?" tanya Belinda yang tidak melihat Andreas bersama pacarnya.
"Yayang gue lagi ke belakang" jawabnya.
Mereka pun masuk kedalam vila.
Sementara Rieta, kekasih Andreas yang seorang polwan sedang menyusuri belakang vila guna mengetahui apakan ada bahaya disekelilingnya. Pasalnya ketika tadi dirinya baru sampai, ada seseorang yang terlihat mencurigakan memandang kearah Aurel anak dari Diana. Dia pun kemudian kembali berjalan menuju depan vila.
"Maaf mas, aku lama keluarnya" ucap Rieta pada Andreas.
"Tak apa sayang" balas Andreas sembari bergelayut manja pada sang kekasih.
"Oh ya perkenalkan mereka berdua teman-temanku" ucap Andreas sembari menunjuk ke arah Aldo dan Belinda.
"Hai, saya Rieta pacar Andreas" Rieta dengan ramah mengulurkan tangannya pada Aldo dan Andreas.
"Hai. Aku Bella dan ini Aldo pacar saya. Senang berkenalan denganmu" balas Belinda ramah.
Kemudian Diana datang menghampiri.
"Maaf gue baru ngelonin Aurel. Bella, gue kira loe tersesat" kekeh Reyna.
"Sia*an loe, gue gak buta maps ya" cebik Belinda.
"Yaudah sih kan semua sudah berkumpul, sebaiknya kita yang perempuan masak-masak aja, noh yang lakik beberes barang-barang" ajak Diana.
"Ayo masak" ucap Andreas.
"Mau ngapain loe?" tanya Belinda heran.
"Ya mau masak lah!" jawab Andreas polos.
__ADS_1
"Loe kan lakik Bambang. Kebiasaan deh" ucap Belinda.
"Hehe, maaf gue lupa" jawabnya.
"Malu noh sama pacar loe. Maaf ya Rieta emang Andreas begitu" ucap Belinda malu-malu.
"Oke no problem, saya tahu kok" jawab Rieta sembari tersenyum.
Mereka semua pun membagi tugasnya masing-masing.
Sementara dibelakang vila, dua orang tampak pura-pura menjadi pemetik teh sembari memantau keadaan sekeliling.
"Ada berapa anak kecil didalam vila itu Juned?" tanya temannya.
"Sepertinya hanya satu aja" jawab Juned.
"Yasudah pantau terus, nanti malam kita operasi. Uncle Muthu sudah nanyain terus kapan pelengkap sudah siap" ucap temannya yang bernama Lora.
Sesudah para perempuan selesai masak, mereka semua langsung makan dengan asiknya.
Seakan melupakan kehidupan hiruk pikuk perkotaan, disinilah pikiran mereka menjadi tercerahkan kembali.
"Rieta, bener kamu seorang polwan?" tanya Diana.
"Hmm, benar. Masih pangkat bawah" jawabnya.
"Ceritakan dimana kamu dan Andreas bertemu!" tanya Belinda.
"Di jalan. Waktu itu dia ngebut dan saya tilang, tetapi alasan dia mau operasi pasiennya membuat saya langsung melepaskan dia. Sejak saat itu ada saja kelakuan dia yang membuat saya harus menilangnya mulai dari membuang sampah depan saya, tidak pakai masker waktu covid, dan yang lebih parahnya dia pernah pura-pura pingsan, ugh dasar meresahkan" tutur Rieta sembari tertawa.
"Dasar modus ya loe" Belinda langsung mentoyor kepala Andreas.
"Kalau gue gak modus, mana bisa gue kenalan sama yayang gue" balas Andreas.
Kemudian para wanita menghampiri ibu-ibu para pemetik teh.
"Selamat siang bu. Sudah banyak hasilnya?" tanya Belinda ramah.
"Alhamdulillah sudah neng. Kami selepas subuh langsung kemari memetik jadi hasilnya banyak" jawab ibu dengan topi caping di kepalanya.
Kemudian ibu-ibu itu menghampiri Diana yang sedang menggendong Aurel bocah gemil itu.
"Neng, hati-hati jaga anaknya. Disini sedang musim penculikan anak" ucap ibu pemetik teh tersebut.
Mendengar ada kabar kriminal, Rieta langsung menghampiri.
"Penculikan bu? Dimana?" tanya Rieta.
"Sudah lima anak diculik neng, sampai sekarang belum diketahui keberadaannya. Kabarnya anak-anak yang diculik akan dijual organ tubuhnya atau dibawa ke luar negeri" jawab si ibu itu.
"Kasus besar ini, aku harus bisa mengungkapkannya. Healing ini harus bisa jadi ajang mengungkap kejahatan yang luar biasa" ucap Rieta dalam hati.
"Oh iya bu, apakah semua yang bekerja memetik teh disini semuanya perempuan?" tanya Rieta.
"Iya neng, kaum ibu semua. Karena suami kami pergi berladang" jawab si ibu.
Ada yang janggal disini, kenapa ada dua orang pria yang sedang memetik teh diujung sana, tetapi matanya fokus melihat Aurel si bocah gemil.
"Yasudah bu terimakasih infonya" ucap Rieta.
Ibu pemetik teh itu hanya tersenyum sembari melanjutkan pekerjaannya.
Melihat ada kecemasan di wajah Rieta, Belinda segera menghampirinya.
__ADS_1
"Kenapa Rie, sepertinya kamu gelisah?" tanya Belinda.
"Di Wilayah ini sedang maraknya penculikan anak, dan aku mencurigai kedua orang di ujung sana. Cepat ajak Diana dan anaknya masuk kedalam Vila jangan berkeliaran sembarangan. Sepertinya Healing kita akan penuh warna" ucap Rieta cemas.
Belinda pun segera mengajak Diana dan Aurel segera masuk kedalam Vila.
Kini tinggallah Rieta seorang diri, kemudian manik matanya melihat ada semacam sesajen dibawah pohon pinus, dia segera mengambil dupa yang tertancap.
"Mbah saya pinjam dupanya. Mudah-mudahan saja akan terpakai" gumam Rieta lalu pergi menuju Vila.
Malam pun tiba, mereka mengadakan bakar-bakar, semuanya terlarut akan suka cita kecuali Rieta. Wajahnya yang cantik kini menunjukan sikap waspada yang luar biasa.
"Sayang, kenapa dengan pacar Andreas? Kenapa dari tadi seperti tidak bahagia?" tanya Aldo pada Belinda.
"Entahlah. Apa mungkin dia seorang polwan jadi sikapnya terus waspada.
Tak disangka dari samping vila, segerombolan penculik anak mengepung mereka.
Brakkkkkk!!!!!
Pagar vila itu tiba-tiba ditendang oleh pria tinggi besar dan langsung menghampiri penghuni vila itu.
" Siapa kalian?" teriak Aldo panik karena pria bermasker hitam membawa golok menghardiknya.
"Jangan banyak bicara kalian. Serahkan anak itu atau kalian mati malam ini" ucap salah satu pria itu.
"Jangan mimpi" ucap Aldo.
"Bella bawa masuk Diana dan Aurel. Kunci pintu kami akan menghadapi mereka" teriak Rieta.
Belinda pun segera membawa Diana dan Aurel sang bocah masuk rumah lalu menguncinya.
Malam menjadi mencekam. Tiga orang lawan sembilan orang.
"Banyak cingcong" ucap pria itu lalu menyerang ketiganya.
Dengan gagah berani, Aldo dan Rieta melawan pria-pria itu kecuali Andreas yang malah ngompol di celana.
"Eh ayam, ayam" Andreas pun latah sembari memukul kan sapu ke arah penjahat.
Satu persatu gerombolan penculik itu tumbang, tetapi naas untuk Aldo, saat akan memukul satu lagi penculik, temannya pop langsung mengarahkan golok kearah Aldo.
Srettttttt!!!!!!!!!!!!!!
Tangan Aldo pun terkena sabetan golok tajam itu hingga sobek yang cukup dalam.
"Argghhhhhhhhhhh" Aldo memekik kesakitan.
Tak tinggal diam, Rieta pun mengeluarkan senjata apinya lalu mengarahkan ke kaki penjahat itu sampai terjungkal dengan darah yang muncrat.
Mereka semua melarikan diri kearah hutan membawa satu temannya yang tertembak.
Rieta pun langsung menghampiri Aldo yang saat ini meringis sembari memegangi tangannya karena darahnya tak henti mengucur.
"Andreas kemana sih, argghhhhhb darahnya banyak sekali" teriak Rieta.
"Tahan ya mas" Rieta membantu Aldo berdiri.
Andreas yang dari tadi bersembunyi didekat tempat sampah, akhirnya muncul karena mendengar jeritan Rieta.
"Sayang ada apa?" tanya Andreas was-was.
"Cepat obati dia. Lukanya menganga kena sabetan senjata tajam" jawab Rieta.
__ADS_1
Andreas pun segera membantu Aldo masuk kedalam Vila untuk segera di obat.