
Semua staf sudah berkumpul di restoran prancis untuk rapat tahunan. Belinda dengan wajah yang datar pun mulai menyampaikan apa saja pokok materi dan gagasannya. Dia juga menampung semua aspirasi karyawannya agar bisa membangun hubungan yang lebih erat antara perusahaan dan para karyawannya. Semua keluh kesah dia tampung dan menjadi bahan acuan kedepannya. Permintaan karyawan beragam salah satunya ada yang ingin bisa membawa anak atau peliharaannya bekerja, jam istirahat di tambah lima belas menit, uang lembur di bayar dimuka, dan ada juga yang ingin di berikan skincare buatan pabriknya.
"Baiklah masukan kalian saya tampung. Mudah-mudahan bisa terealisasi" ucap Belinda.
Setelah lama berkutat dengan kegiatan dan di akhiri dengan makan bersama, akhirnya rapat itu selesai. Semua karyawan pulang tanpa terkecuali Tiffany.
"Kak aku pulang saja" ucap Tiffany.
"Pulang lah karena tidak ada yang harus di bicarakan lagi" ucap Belinda dengan dinginnya.
"Untuk Pak Hilmi dan Pak David ada masalah sedikit jadi kalian masih disini bersama saya" Belinda sudah menandai mereka berdua.
Jantung keduanya tiba-tiba berpacu dengan hebatnya. Wajah merekapun menjadi pucat pasi.
Hilmi dan David kini duduk di depan Belinda. Tatapan intimidasi darinya membuat takut kedua pria itu.
"Saya ingin bertanya pada kalian, apa hukumnya memfitnah seseorang?" tanya Belinda to the point.
Mereka berdua menjadi gemetar kala kilatan kemarahan Belinda mulai bangkit.
"Maafkan saya Bu Bella. Saya terpaksa melakukan itu karena Bu Fany yang menyuruh saya. Saya sempat menolak tetapi Bu Fany mengancam akan memecat saya" ucap Hilmi ketakutan.
"Benar Bu Bella maafkan saya juga. Saya di ancam di pecat. Mohon Bu Bella jangan pecat saya, saya sudah betah bekerja disini" David sembari menangkupkan tangannya.
Bibir Belinda tersungging miris mendengar kata-kata itu.
"Kalian bicara apa sih? Saya hanya menanyakan apa hukumnya memfitnah orang. Hanya itu yang akan saya tanyakan, tapi kalian malah berkata yang sebenarnya tanpa saya tanyakan. Kalian berdua sudah menghilangkan orang yang potensial di perusahann. Dan asal kalian tahu bahwa Victoria itu karyawan saya yang paling pintar dan cekatan. Kemampuannya sangat jauh bila di bandingkan Tiffany adik saya bahkan mungkin di banding kalian berdua juga jauh. Saya kecewa pada kalian berdua" Belinda berkata dengan suara dingin tapi menakutkan.
"Maafkan saya Bu"
"Maafkan saya Bu. Tolong jangan pecat saya Bu tolong. Saya butuh sekali perkerjaan di kantor anda" ucap Hilmi dengan air mata yang sudah basah.
"Saya sangat menyesal karena menuruti perintah Bu Fany. Tapi saya juga tidak ada pilihan lain. Tolong Bu jangan pecat saya, anak saya sedang berkuliah membutuhkan bangak sekali biaya" David memohon dengan wajah yang sudah menahan air mata.
"Saya tidak akan memecat kalian, tetapi ingat semua perbuatan akan ada konsekuensinya. Mulai besok kalian turun jabatan" Belinda kemudian meninggalkan kedua orang itu.
"Hilmi kirain kita bakal di pecat, ternyata Bu Bella masih mengampuni kita walau kita harus turun jabatan..Ini juga salah kita sih" David mencoba menerima dengan ikhlas keputusan ini.
"Ya bener untung kita masih di perbolehkan bekerja. Jaman sekarang mencari kerja sulit. Dan yang lebih sulitnya lagi bisa mendapat atasan yang baik macam Bu Bella" timpal Hilmi.
Mereka berdua pun akhirnya pulang.
__ADS_1
Skip.
Belinda sudah sampai di rumah tetapi Ben belum pulang. Rasa marah, kecewa dan juga muak pada suami dan adiknya hadir lagi manakala sirna ketika dia sedang bekerja. Belinda memandangi poto pernikahannya bersama Ben. Rasa jijik pada pria itu sudah membukit.
"Kalian sudah membohongiku. Jadi jatuhnya aku yang menjadi pelakor untuk hubungan kalian. Aku rasa kalian memang sudah berpacaram sebelumku menikah dengan Bem. Tapi kenapa dia tidak terus terang saja padaku bahwa mereka terlibat hubungan..Tetapi sekarang Ben sudah menjadi suamiku, akupun harus bermain cantik untuk bisa menaklukan hati Ben! Tiffany tahu jika sekarang Ben sudah menjadi milikku tetapi dia terus bermain dibelakangku dengan Ben. Awas kalian akan aku berikan pelajaran" Belinda bermolog dengan diri sendiri dengan rasa geram.
Tak lama Ben pun datang dengan menenteng jasnya. Tampak gurat lelah pada wajahnya. Belinda menghampirinya! Tangannya terulur menyalami sang suami dengam takzim.
"Lelah Mas?" tanya Belinda.
"Ya Bella! Aku sangat lelah" jawab Ben.
"Ayo duduk dulu aku akan memijatmu" Ben kemudian duduk di kursi.
Belinda dengan cekatan membuka kemeja yang Ben gunakan, lalu membuka celana yang Ben kenakan.
"Bella kau mau apa?" Ben heran dengan tingkah Belinda.
"Aku akan memijatmu Mas! Kamu terlihat sangat lelah, aku tak tega" Belinda pun mengambil minyak zaitun untuk memijat Ben.
Sebenarnya Belinda pun sangat lelah. Bukan hanya lelah fisik tapi hati pun sangatlah lelah. Tapi dia akan terus mengambil hati Ben agar pria itu bisa sadar jika padanya lah seharusnya dia mendatanginya untuk berkeluh kesah, ataupun bertukar peluh.
Jari-jari lentik Belinda menari-nari di atas punggung, kaki, dan sesekali mer*b* area se*sit*f Ben membuat pria itu meleng*h kenikm@t@n.
"Eumzzzzppppppphhhh... Bella aku tak tahan lagi. Jari-jarimu menyentuh bat*ng kekarku" Ben sudah kelojot*n.
"Enak mas?" Belinda memastikan dengan senyum kemenangan.
Ben hanya menganggukan kepalanya dengan wajah yang sudah memerah memendam gair*h.
"Sudah Bella sudah. Ayo sekarang giliran kamu yang aku pijat" Ben berbalik dan segera mel*c*ti pakaian sang istri.
Pemandangan yang sangat indah pun terbuka dan terpampang nyata disana. Ben sampai ternganga dan mata melotot seakan ingin keluar dari tempatnya.
"Oughhhh Bella kau sangat, sangat, sangat indah. Berbaringlah" Ben dengan cekatan menoleskan minyak zaitun ke tubuh Belinda.
Tangan Ben gemetar tak kala bersentuhan dengan kulit putih baik pualam milik sang istri.
"Jangan gemetar dong Mas. Relax saja! Bagaimana lebih indah tubuhku atau wanita yang selalu kau tiduri?" Belinda menyindir Ben pasalnya dia tahu jika tubuh Tiffany sedikit cokelat dan kurus.
"Bella ayolah jangan bahas itu lagi. Aku sudah meminta maaf padamu" Ben tak suka dengan pertanyaan Belinda.
__ADS_1
"Aku hanya bertanya Mas" ucap Belinda dengan suara mendayu.
"Bella, apa kau mau mandi bersama denganku?" Ben sudah sangat terlena dengan sosok di depannya.
"Berdosa bila menolak ajakan suami" ucap Belinda sembari mencuil dagu sang suami.
Ben pun langsung mengikuti langkah Belinda dari Belakang.
Mereka hanya mandi bersama, saling meny*buni satu sama lain tetapi mereka tak melakukan hal lebih.
Tiffany dengan kesal mengetuk pintu rumah Belinda tetapi tidak ada yang menyahutinya.
"Mereka kemana sih, aku tahu Ben dan Kak Bella sudah pulang bekerja. Arghhhhh apa aku masuk saja ya" Tiffany pun memberanikan diri masuk kedalam rumah.
Terdengar gemericik air dari arah kamar Belinda.
"Owh mungkin Kak Bella sedang mandi, lantas Ben kemana?" Tiffany terus saja bertanya dalam hatinya.
Di kamar mandi, Ben memakaikan Bathrobes pada sang istri lalu membantu menalikannya.
Belinda pun melakukan hal yang sama pada tubuh kekar yang saat ini sedang polos tak ada sehelai benang pun menyelimuti.
"Ayo kita keluar Mas" Belinda menarik tangam Ben menuju kamarnya.
"Bella tolong siapkan baju tidur untukku" Ben sudah tak segan lagi menyuruh istrinya.
"Hmmmzz, bagaimana kalau kita tidak usah pakai baju dulu mas, Pakai Bathrobes saja. Kita langsung makan saja, toh rambutku masih basah" Belinda terus saja merayu.
"Baiklah" Ben pun menuruti perkataan Belinda.
Mereka pun keluar dari kamar hanya menggunakan bathrobes tanpa di sangka sepasang mata murka dengan mereka.
"Kalian?" Ben menjadi gelagapan melihat sosok wanita yang dia cintai memadangnya dengan penuh angkara murka.
Bab ini sudah dua kali di tolak. Perasaan Author tidak ada kata-kata yang Vulg*r. Jika sedikit mengarah kesana itu kan Author sensor.. Ayo dong editor jangan kaya gini karena mikir itu cape! Ada banyak loh novel di NT yang kata-katanya jauh lebih Vulg*r tapi lolos-lolos saja. KeluhKesahSeorangAuthor
HAI SOBAT-SOBAT YANG BUDIMAN DAN DI CINTAI TUHAN, TERIMAKSIH SUDAH MEMBACA KARYA AUTHOR YANG ALAKADARNYA INI. SEMOGA SELALU TERHIBUR DENGAN KETIKAN JARI MANJA AUTHOR.😍😍😍😍😍😘😘😘
TINGGALKAN KOMEN DAN LIKE KALIAN KARENA ITU SANGAT MEMBANTU MENINGKATKAN KUALITAS KARYA DAN PENDAPATAN AUTHOR.
NGEMIS DENGAN KARYA BOLEHKAN YA ASALKAN JANGAN NGEMIS SAMBIL MANDI LUMPUR..😁
__ADS_1
Satu mawar satu guyur🤣🌹🌹🌹🌹
Minta singanya, mana singanya🦁🦁