Tragedi Daster Ungu

Tragedi Daster Ungu
Perangkap Belinda


__ADS_3

Ben mendatangi Magnolia Hotel, Dia segera menuju kamar yang Tiffany tempati.


Ben memasuki kamar itu, dia mendekat ke arah Tiffany yang terbaring di atas ranjang.


"Sayang, kau kenapa?" Ben khawatir pada wanitanya.


"Sayang aku sakit" Jawab Tiffany dengan suara paraunya.


"Apa yang kamu rasakan? Mana yang sakit?" Ben membolak-balikan tubuh sang wanita itu.


Tiffany menunjuk selah pahanya.


"Segitiga bermudaku yang sakit Ben, butuh sentuhan" ucapnya tanpa merasa berdosa.


Ben langsung beranjak berdiri.


"Fany kenapa kau membuat lelucon seperti ini? Aku sudah sangat panik mendengarmu mengaduh kesakitan" Ben emosi lalu menyugar rambutnya dengan kasar


"Kamu kenapa seperti menolaku Ben? Ini pertama kalinya kau tak senang denganku?" Tiffany beranjak mendekati sang kekasih.


"Aku bukannya tidak senang padamu, Tetapi aku sedang menenangkan Bella karena dia tahu aku waktu itu bercinta denganmu. Bella pikir kamu seorang j@l*ng yang aku panggil. Dan jujur aku pun sedang lelah karena seharian bekerja" Ben dalam hatinya kesal pada sang kekasih.


"Jadi Kak Bella tahu kau tidur denganku?" Tiffany cemas.


"Ya dia tahu. Waktu dia melakukan video call denganku ternyata ponselku masih tersambung dengan Bella. Tapi untungnya dia tidak melihat jelas wajahmu" Ben menjelaskannya tanpa satu pun yang terlewati.


"Biarkan saja ketahuan, Aku ingin secepatnya memilikumu sayang" Tiffany berkata dengan nada berapi-api.


"Jangan gila kamu Fany. Pikirkan perasaan orang tua kita bagaimana? Sabar dulu nanti juga ada saatnya aku akan menceraikan Bella dan hidup bersamamu tapi tidak sekarang" Ben memcoba membujuk Tiffany.


"Aku hanya takut kau mencintai Kak Bella dan melupakanku setelah semua hal yang kumiliki di serahkan padamu sayang" Tiffany menangis.


"Tak akan sayang! Aku hanya mencintaimu dan tak akan melanggar janjiku" Ben memeluk wanitanya lalu sedetik kemudian melepaskannya.


"Maaf aku harus pergi. Bella pasti akan curiga padaku" Ben pun langsung meninggalkan Tiffany sendiri di dalam kamar hotel itu walau sang kekasih teriak-teriak ingin dia kembali, tetapi Ben tak menghiraukannya.


Skip


Ben tiba di rumahnya kembali setelah menemui Tiffany. Sang istri sudah menunggunya duduk di atas makan dengan hidangan yang tersaji


Belinda ingin mengajak Ben Diner ala-ala.



Ben pun terperanjat, karena Belinda menyiapkan dinner itu tanpa bilang terlebih dahulu padanya. Apalagi saat ini Belinda memakai gaun yang sangat seksi membuat Ben merasa panas dingin.


"Ben kemarilah suamiku" ucap Belinda dengan suara lembut nan mendayu.


"Bella kamu yang menyiapkan ini semua?" Tanya Ben sembari melangkah mendekati sang istri.


"Aku menyiapkan malam yang spesial ini hanya untukmu husband" Belinda kemudian menyandarkan tubuhnya di dada bidang Ben.


Jantung Ben kian berpacu bagaikan sedang di udag bagong.


Wangi khas parfum Bvlgari Rose Essentialle menguar dari tubuh indah milik sang istri



Ben seakan terhipnotis, tangannya merengkuh pinggang sang istri.


"Kau sangat wangi Bella" ucap Ben seraya menghisap lembut pundak sang istri sembari meninggalkan jejak kepemilikan disana.


"Kau menyukainya?" tanya Bella menggoda.


"Tentu saja. Aroma yang sangat sensual" Ben tak hentinya menciumi pundak, leher, dan kuping sang istri.


"Eummmpphhhhh" Belinda melenguh manja dengan aksi Ben.


"Kau seperti tidak sabar. Ayo kita makan pasti kau sangat lapar bukan? Aku memasak semua makanan kesukaanmu, Aku yang akan menyuapimu, suamiku" Belinda mengambil hidangan, lalu tangannya dengan sigap menyuapkan makanan ke mulut Ben dengan sangat lembut.


"Enak?" Belinda ingin memastikan masakan itu, Sebenarnya dia tidak memasak, itu hanya pesanan online saja kala Ben pergi.


Ben hanya mengangguk sembari meresapi kunyahan demi kunyahan.


Acara makanpun selesai. Belinda mengajak Ben untuk minum romantis.

__ADS_1



Red wine, Minuman itu yang di pilih.


Belinda menuangkan nya pada gelas Ben.


"Bersulang" ucap Ben senang.


Mereka pun minum tetapi hanya sedikit.



Malam pun semakin larut, Ben terbawa euporia yang Belinda sengaja ciptakan.


POV.


Setelah kepergian Ben, aku berpikir kalau aku harus membuat Ben terkesan.


Red Lily, kau sudah bermain-main dan masuk dalam pernikahanku dengan Ben! Aku harus bisa membuat pria itu terkesan olehku. Jika pun nantinya pernikahanku tidak akan lama tetapi tidak ada salahnya aku menyenangkan Ben terlebih dahulu.


Lalu ide konyol datang menghampiriku. Aku memesan makanan via online karena aku menanyakan pada ART di rumah papi mertua apa makanan kesukaannya Ben. Sudah tahu semua, aku segera mendesain ala-ala meja makan supaya menyerupai meja dinner romantis. Ku lalu pesan bunga pada florist yang kebetulan pemiliknya temanku. Dia langsung mengantarkan bunga itu dan membantu menatanya di atas meja. Indah bukan rencanaku?.


Ben semakin lekat menandang Belinda. Belinda pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dia mengajak Ben untuk berdansa.



Dengan di iringi lagu milik Diana Rose yang berjudul: Endless Love


My love, there's only you in my life


The only thing that's right


My first love


You're every breath that I take


You're every step I make


And I, I want to share


No one else will do


And your eyes, your eyes, your eyes


They tell me how much you care


Ooh, yes


You will always be


My endless love


Two hearts


Two hearts that beat as one


Our lives have just begun


Forever (oh)


I'll hold you close in my arms


I can't resist your charms


And love, oh love


I'll be a fool for you I'm sure


You know I don't mind (oh)


You know I don't mind


'Cause you


You mean the world to me (oh)

__ADS_1


I know, I know


I've found, I've found in you


My endless love


Ohh


Boom, boom


Boom, boom, boom boom, boom, boom


Boom, boom, boom boom, boom


Oh, and love oh, love


I'll be that fool for you I'm sure


You know I don't mind


Oh, you know I don't mind


And, yes


You'll be the only one


'Cause no one can deny


This love I have inside


And I'll give it all to you


My love, my love, my love


My endless love.


Ben semakin terhanyut dengan alunan lagu itu, Tangannya mencengkram lembut pinggang sang istri. Ben dengan sadarnya memcium bibir ranum itu, berkali-kali.


"Manis!" ucapnya sembari mengusap bibir Belinda.


Seakan dia lupa akan janjinya pada sang kekasih untuk tidak menyentuh Belinda.


"Ini terlalu sayang untuk di lewatkan. Biarlah aku akan menyentuh Bella, toh dia istriku. Selama Tiffany tak mengetahuinya aku bebas pada istriku" Ben bermonolog dalam hatinya.


"Ben!" suara Belinda menggoda.


"Iya sayang" Ben dengan sadarnya menyebut sayang pada Belinda.


"Sudah berani menyebut sayang rupanya" Gumam Belinda dalam hatinya.


"Badanmu pasti lelah bukan?" Tanya Belinda.


"Ho'oh" jawab Ben dengan singkat.


"Ayo mandi! Aku akan memanjakanmu suamiku" Belinda menuntun sang suami menuju kamar mandi.



"Surprise untukmu" ucap Belinda ketika tangannya membuka handle pintu kamar mandi yang sudah di dekor dengan sangat romantis.


Lilin aroma terapi menyala syahdu di sisi bathub, dan aroma esensial oil rose and lavender menguar disana.


Ben menurut saja seperti sapi ompong kala Belinda menyuruhnya masuk.


Belinda dengan telaten membuka satu persatu kancing baju Ben dan menurunkan celananya sampai menyisakan celana boxser di tubuhnya. Belinda menuntun Ben agar memasuki Bathub yang sudah di isi taburan mawar itu.


"Berendamlah dan relaxan tubuhmu" Belinda akan keluar dari kamar mandi tetapi di cegah oleh Ben.


"Aku membutuhkan sedikit pijatan" ucap Ben.


"Baiklah Tuanku" Belinda pun masuk kedalam Bathub, lalu tangannya memijat pundak Ben dengan lembut.


Enak bener jadi si Ben! Author juga mau kalau begitumah.🤣🤣


Maaf ya readers, si akunya hanya update maksimal dua kali sehari, soalnya ngetiknya pake hp jadi lama. Sampe jari keriting tapi ide-ide brilian alur novel selalu muncul dan sayang juga kalau tidak di torehkan. Laptop othor rusak kebanting..😭😭 Tinggalkan komen dan like ya biar pendapatan othor meningkat dan segera masuk kontrak.

__ADS_1


__ADS_2