Tragedi Daster Ungu

Tragedi Daster Ungu
Hadirnya Bayi


__ADS_3

Pagi itu terjadi kehebohan karena Haruni mendadak terkena stroke. Badannya lumpuh dari pundak kebawah. Semua orang yang ada disana panik kecuali seseorang yang mengintip dibalik tirai dengan senyuman iblisnya.


"Mas Dhanu aku datang akan menghiasi hatimu dan menemani diatas ranjangmu. Terimakasih Ki Bajra" ucap Ratna bahagia.


Dia pun keluar dan ikut berbaur dengan yang lainnya dengan memasang wajah berpura-pura sedihnya.


"Mas Dhanu yang sabar ya" ucap Ratna sembari mengelus pundak Dhanu dengan sensual.


Deggggg!!! Seketika jantung Dhanu berpacu kala merasakan usapan itu. Hatinya tiba-tiba menghangat dan merasa amatlah senang ketika melihat wajah Ratna yang menurutnya amatlah bercahaya.


"Terimakasih Ratna!" ucap Dhanu sembari memegang tangan Ratna.


"Mas ayo duduk, aku akan buatkan minum untukmu" ucapnya sembari memapah tubuh kekar Dhanu.


"Wanginya tubuh Ratna seketika membangkitkan hasratku" gumam Dhanu dalam hatinya yang seketika lupa akan kondisi sang istri.


Didapur, Ratna membuka celananya dan menggunting sejumput bulu jembrewnya untuk dicelupkan kedalam minuman yang dikhususkan akan diberikan pada Dhanu.


Sebuah mantra kuno pemberian dari Ki Bajra, dia amalkan sembari mencelup-celupkan benda keriting itu kedalam air minum.


"Nu jauh nu dekeut sing layeut! Parewangan ngaraksa jiwa anak ingsun arane Dhanu. Sina cinta ka kula.. Byurrrrrrrrrrrr. Jurig dedemit sing kumpul kabeh ngagoda jiwa nu lara" lantunan mantra kuno akhirnya terlontar dari mulut Ratna.


Ratna berjalan kearah tempat duduk Dhanu.


"Diminum mas airnya" ucapnya sembari memberikan gelas itu.


Dhanu tanpa berpikir panjang meminumnya hingga tandas.


"Segar sekali" ucap Dhanu merasakan kesegaran sari-sari jembrewnya Ratna.


"Mas Dhanu pasti lelah?" tanya Ratna sembari memijat-mijat pundak nan kokoh itu.


Dhanu muda wajahnya seperti artis Rio Dewanto.


"Sangat Ratna!" Keluhnya.


"Mari aku pijat dikamarku, cepat sebelum orang-orang tahu" ucapnya.


Didalam kamar, ratna cekatan membuka baju kemeja yang Dhanu kenakan. Matanya membulat karena melihat perut dan dada Dhanu sangatlah kekar dan keras.


"Seketika dibawah rasanya cenat-cenut" ucap Ratna dalam hati.


"Buka celananya sekalian ya mas agar lebih leluasa aku menjamahnya eh maksudku memijatnya" ungkap Ratna.


Dhanu langsung membaringkan tubuhnya diatas ranjang dengan hanya memakai underwear saja.


"Bagian mana yang pegal mas?" tanya Ratna sembari mengoleskan minyak urut pada punggung Dhanu.


"Semuanya" jawab Dhanu.


"Mas Dhanu apa aku cantik?" tanya Ratna.


"Sangat cantik dan mas baru menyadarinya sekarang" jawab Dhanu.


"Mas, Kak Runi sudah sakit, aku ikut sedih" Ratna berbicara seakan merasa simpati pada sang kakak.


"Entah sampai kapan dia akan terbaring seperti itu, aku pria normal yang membutuhkan pelepasan, aku tidak tega menyentuhnya disaat keadaannya seperti itu" ucap Dhanu sedih.


"Jika Mas Dhanu mau, aku bisa menggantikan peran Kak Runi diatas ranjangmu dan aku juga bersedia mengurus Bella.


Dhanu bangkit dari tidurnya seakan mendapatkan jackpot yang sangat menggiurkan. Dhanu menyentuh wajah Ratna lalu mencium bibirnya.


" Eumpphhhhh,,, Mas Dhanu sangat agresif sekali" Ratna melenguh..


"Bibirmu sangat manis, ayo ikut aku" Dhanu memakai lagi pakaiannya lalu membawa Ratna.


"Runi, aku pamit membeli obat dulu" ucap Dhanu pada sosok sang istri yang terbaring lemah.


"Tak usah mas, kan obatnya masih banyak" cegah Haruni.


"Biar ada persediaan" jawabnya lalu melenggang pergi.

__ADS_1


Tak ada yang tahu, jika mereka berdua pergi kehotel dan melakukan hal terlarang untuk yang pertama kalinya.


Berbulan-bulan Ratna dan Dhanu selalu memadu kasih dan tak memperhatikan kondisi Haruni.


"Mas Dhanu kemana lagi bu?" tanyanya pada Mega sang ibu tiri.


"Ibu tidak tahu nduk! Memangnya Dhanu tidak bilang padamu?" tanya Mega sembari menyeka tubuh Haruni.


"Dia tidak bicara apapun padaku bu. Bu kenapa sekarang suamiku jadi cuek padaku setelah aku jatuh sakit begini. Kenapa tubuhku jadi begini bu, rasanya aku seperti mayat hidup saja. Kasihan Bella tidak terurus" keluhnya dengan nada sedih.


"Semoga saja kamu cepat sehat kembali ya nduk, soal Bella kamu tidak boleh cemas kan ada Ratna yang merawatnya" ucap Mega.


"Semoga saja Ratna tulus merawat Bella" desahnya seakan sedih.


Di hotel, Dhanu dan Ratna sudah selesai bercinta. Keringat saling bercucuran.


"Mas aku semakin mencintaimu" ucap Ratna sembari memeluk tubuh Dhanu.


"Aku pun sama sayang! Aku akan secepatnya menceraikan si lumpuh itu, aku sudah tidak berselera lagi dengannya. Kamu mau kan nikah dengan ku?" tanya Dhanu.


"Aku sangat mau Mas Dhanu. Jiwa ragaku hanya milik mu Mas Dhanu dan barangmu sungguh membuatku bergetar takan bisa kulupakan" Ratna begitu bahagia.


Dia seakan lupa jika apapun yang didapatkan dengam jalur instan apalagi tidak benar maka tidak akan bertahan lama.


Dhanu seakan lupa ingatan pada sang istri, dia hanya fokus pada percintaannya dengan Ratna. Seakan dimabuk cinta siang malam hanya ingin meniduri ratna saja.


Brughhhhhh!!! Pintu kamar Haruni ditendang kasar oleh Dhanu dari luar.


"Astagfirullah mas!" jerit Haruni tersentak.


"Sampai kapan kamu akan begini Runi?" Dhanu bertanya dengan nada kasar.


"Mas kenapa kamu bertanya demikian ? Aku sedang sakit mas dan aku pun tak tahu kapan aku akan kembali sehat" Haruni berkata dengan nada bergetar.


"Halahhh, aku bosan dengan keadaanmu yang begini. Aku butuh belaian butuh semuanya, dan kamu tidak bisa berikan dengan keadaan si*l*n seperti ini" bentak Dhanu.


"Apa maksud kamu Mas Dhanu? Aku juga tidak ingin begini mas. Aku harap kamu sabar dengan semua ini" ucap Haruni dengan berderai air mata.


"Persetan dengan kesabaran. Istri lumpuh tidak berguna. Izinkan aku menikah lagi" Ucapnya dengan nada yang menggelegar.


"Aku wanitanya" ucap seorang yang berdiri diambang pintu.


"Ratna?" Haruni melongo seakan tidak percaya.


"Aku hamil anak Mas Dhanu. Kami saling mencintai" ucap Ratna sembari berjalan kearah Haruni.


"Ratna, aku tidak menyangka ternyata aku sudah menyayangi serigala berbulu domba, musuh dalam selimut. Brengs*k dasar wanita Ja*ang. Tega kau melakukan itu terhadapku" Haruni benar-benar merasa hancur.


"Aku tidak peduli Kak. Aku sudah mencintai Mas Dhanu sedari dulu, Sebaiknya kau seperti ini saja agar aku lebih leluasa menguasai diri Mas Dhanu" Tawa membahana dari mulut Haruni.


Dhanu hanya berdiri tanpa ekspresi layaknya seorang yang tak memiliki sukma.


"Tidak Ratna! Aku takan membiarkan kau merusak rumahtanggaku" ucap Haruni.


"Mas lihat istrimu dia tidak ingin melihat kita bahagia mas. Lakukan sesuatu" ucap Ratna yang langsung dituruti oleh Dhanu.


Dhanu dengan beringasnya menampar dan menjambak rambut sang istri. Mega yang melihat itu langsung mendorong tubuh Dhanu.


"Jangan sakiti anaku" Mega menangis sembari memeluk Haruni yang sudah pingsan.


"Kalian kejam! Ratna, ibu tidak menyangka kau bisa melakukan hal yang sangat murahan. Kakakmu yang selama ini selalu menyayangimu walau kalian bukan keluarga asli. Runi yang menyelolahkanmu dan memberi kita tumpangan selepas kematian ayahnya. Walaupun dia anak tiriku tapi aku menyayanginya" Mega sangat marah pada mereka berdua.


"Aku tidak peduli bu. Dan satu hal yang harus ibu tahu, aku sudah hamil oleh Mas Dhanu. Mau tidak mau Mas Dhanu harus menikahiku" ucap Ratna sembari mengelus perutnya.


Mega yang terkejut akhirnya pingsan.


Tak lama dari kejadian itu, akad nikah pun dilaksanakan. Haruni menangis diatas ranjang tak ingin tahu apa yang sedang berlangsung.


Hingga hari itu waktunya Ratna melahirkan, dia tidak kuat dan akhirnya harus meregang nyawanya. Sebelum meninggal dia sempat berbicara pada Dhanu dan meminta maaf.


"Mas aku tidak kuat lagi. Maafkan segala kesalahanku mas. sampaikan pula maafku pada Kak Runi. Aku titip bayi ini pada Kak Runi. Aku mohon besarkan dia seperti Kak Runi membesarkan Belinda dengan kasih sayang. Dan aku mohon jangan katakan kalau bayi ini bukan anak Kak Runi karena aku tidak mau bayi ini kelak merasa kesepian" pesan terakhir ratna sebelum meninggal.

__ADS_1


Dirumah, seketika tubuh Haruni mulai bisa digerakan, dan ajaibnya Haruni langsung bisa berdiri.


"Ada apa dengan tubuhku" ucap Haruni heran.


Dhanu datang dengan langkah gontai sembari menggendong bayi, menemui Haruni yang tengah berdiri halaman belakang.


"Runi!" ucap Dhanu lirih.


"Mau apalagi kau kemari bedebah? Puas kau menghancurkan aku dan Bella? Pergi kau pergi" Haruni membentak sembari mendorong tubuh Dhanu.


"Ratna meninggal" ucap Dhanu lesu.


"Ini anak kami Runi, dia tidak punya siapa-siapa. Ibu tidak mungkin merawatnya karena sudah tua" ucapnya kembali.


Haruni diam tak bergeming.


"Pergi Dhanu pergi bawa anak harammu dengan wanita murahan itu. Aku tidak sudi melihat pemakamannya. Luka yang dia torehkan padaku tak mudah kuampuni. Pergi breng*ek" Haruni sudah tak ingin melihat Dhanu dihadapannya.


"Runi mungkin aku sudah sangat menyakitimu. Maafkan aku Runi maafkan aku, aku seakan tidak sadar dengan apa yang terjadi. Runi kau boleh memukulku, menyiksaku, apapun itu karena aku pantas menerimanya. Runi aku mohon rawatlah bayi ini karena dia tidak salah apapun kami orang tuanya yang salah. Bahkan dia belum diberi nama" Dhanu ingin memberikan bayi itu tetapi ditepis oleh Haruni.


"Bahkan wajahnya sangat mirip dengan si jal*ng itu" Haruni semakin benci kala melihat wajah bayi yang masih merah itu.


"Oekkkkkkk!!! Oekkkkkkkkk" bayi itu menangis.


Jiwa keibuan Haruni meronta . Disisi lain hatinya membenci, disini lain dia tidak tega melihat bayi yang masih merah itu menangis karena kehausan.


"Runi aku harus apa?" tanya Dhanu polos.


Dia bingung dengan tangisan bayi itu, sementara jasad Ratna masih dirumasakit, harus segera dikebumikan.


"Berikan dia padaku!" ucap Haruni.


Dhanu dengan wajah yang berbinar memberikan bayi itu.


"Runi aku harus pergi mengurus pemakaman Ratna. Aku titip bayi itu. Sekali lagi maafkan aku" Dhanu lalu pergi.


Haruni dengan seksama memandangi wajah bayi perempuan itu. Wajahnya seperti ratna membuat hatinya semakin teriris.


"Mama itu bayi siapa?" ucap gadis cantik yang menghampiri Haruni.


"Bella, sayang ini adikmu. Bella punya adik sekarang" ucap Haruni dengan nafas tersenggal.


"Dede bayi namanya siapa ma?" tanya Belinda kecil.


"Mama akan memberikan nama bayi ini Tiffany Angela. Nama yang cantik" ucap Haruni dengan air mata yang membuncah.


"Yes, yes aku punya adik bayi yes! Adik ayo main sama kakak" Belinda kecil sangat senang kontras dengan sang mama yang menahan kesedihan.......


Sebuah pelukan dari Dhanu untuk sang istri kala mengingat hal yang menyakitkan berapa puluh tahun yang lalu. Kesalahan terbesar Dhanu yang membuat Tiffany lahir kedunia.


"Terimakasih mama sudah menyayangi Tiffany ma" Dhanu menangis.


"Aku harap sifat Tiffany tak akan mengingatkanku pada kejadian buruk itu" ucap Haruni.


Tiba-tiba ART rumah itu menghampiri dan membawa satu bucket bunga mawar merah dan satu kota comelat.


"Apa ini Bik?" tanya Dhanu.


"Ini titipan dari seseorang untuk Nona Fany, Tuan" ucap ART itu.


Dhanu membaca sebuah memo yang tertempel pada bucket itu bertuliskan


"Dari Mr M yang selalu mencintaimu" tulisnya.


Dhanu meremas tulisan itu.


"Siapa pria itu? Apa hubungannya dengan Tiffany" gumamnya.


"Papa harus tanya pada Fany" ucap Haruni cemas.


Dhanu pun setuju.

__ADS_1


"Simpan bunga ini dikamar Tiffany, Bik" perintah Dhanu pada ARTnya.


"Baik Tuan" jawabnya.


__ADS_2