
Hai gaezzzzzz!!!! Ini catatan semua sinopsis novel yang aku sudah tulis semua. Setebal itu?? Ya setebal itu tak tahu lah berapa ratus judul cerita. Do'akan ya semoga secepatnya punya laptop biar aku semakin rajin membuat karya di Noveltoon nya....
"Pa, percayalah ini terakhir kali saya membuat kesalahan. Tolong pa maafkan saya!" pinta Ben sungguh-sungguh.
"Baiklah papa akan memaafkan mu Ben. Tapi janji kau jangan mengecewakan kami lagi" pinta Dhanu.
"Saya janji pa" ucapnya. Lalu Dhanu dan Ben berpelukan.
Kini giliran Ben berlutut di hadapan Belinda dan Aldo.
"Aldo, aku tahu kesalahanku padamu terlalu besar dan selama ini aku terkadang semena-mena padamu. Aldo, aku telah melakukan hal yang paling bodoh dan memalukan padamu. Dari hatiku paling dalam aku benar-benar meminta maaf padamu, Aldo" ucap Ben bersungguh-sungguh.
"Apa permintaan maafmu bisa di pertanggung jawabkan? Apa kau jamin selamanya kau tidak akan mengganggu rumah tangga dan istriku, Ben?" cecar Aldo masih dengan emosi membuncah.
"Penggal kepalaku jika aku mengganggu Bella" ucapnya.
Kemudian keduanya berpelukan.
Lalu giliran Ben meminta maaf pada Belinda.
"Bella, maafkan aku. Perbuatanku membuatmu sakit dan hampir bercerai dengan Ben. Maafkan aku" ucap Ben.
"Aku memaafkan mu Ben, asalkan kau janji tak akan menggangguku lagi. Lupakan aku Ben. Aku sudah jadi kakak iparmu. Kau harus kasihan pada Tiffany, apalagi sekarang sedang hamil anakmu. Jangan sampai menyakitinya lagi" pinta Belinda.
"Baiklah kakak ipar, aku tidak akan mengganggumu, dan akan menyayangi Tiffany selamanya" jani Ben.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sekarang Aldo dan Belinda sudah berada di dalam rumahnya. Besok pagi Aldo harus berangkat ke Korea untuk kunjungan kerja ke pabrik cabangnya di Busan.
"Aku inginnya mengajakmu ke Korea, hitung- hitung ingin bulan madu lagi" pinta Aldo.
"Seminggu ini aku harus melihat semua data di tiap divisi. Maaf ya sayang, aku tidak bisa ikut" ucap Belinda tak enak hati.
"Tak apa sayang. Aku mengerti, kita berdua sama-sama sibuk" balas Aldo sembari mengusap kepala sang istri.
"Sayang!" ucap Belinda menggantung.
"Hmmmm" hanya deheman yang Aldo ucapkan.
"Kamu kan akan pergi selama seminggu, kita pun akan LDR an. Aku, hmmmmmzz aku, aku mau" ucap Belinda terbata karena malu.
Aldo pun menyadari maksud Belinda namun ia menggodanya dengan pura-pura tidak tahu maksudnya.
"Mau apa, istriku? Katakan saja!" ucap Aldo sembari menahan tawa.
Belinda tidak mengatakan apapun, ia hanya menunjuk sesuatu yang menyembul di balik celana Aldo.
"Ini" ucapnya malu-malu.
"Coba sebutkan namanya!" goda Aldo.
__ADS_1
"Ishhhhh, nakal ya kamu!" Belinda menjewer telinga sang suami.
"Yuk!" ajak Aldo sembari mengedipkan sebelah matanya.
"Heeh" balas Belinda.
"Coba buka bajunya" pinta Aldo....
.....
Sesudah percintaan maha dahsyat itu, Aldo dan Belinda saling berpelukan dalam satu selimut.
"Sayang, terimakasih untuk yang tadi. Rasanya sangat nikmat. Oh ya aku lupa, kemarin kan kamu ingin cincin berlian, kita ke Mall sesudah mandi ya" ajak Aldo.
"Oke my husband" jawab Belinda.
"Sesudah ke mall, kita ke rumah om Tyo dulu, sudah lama aku tak tahu kabarnya. Lama los kontak tahu-tahu ia sudah menikah lagi. Dengan daun muda mantan asprinya Ben" ucap Aldo tergelak.
"Ya, aku juga ingin tahu keadaan papi. Yah namanya juga pria, sudah duda ya nikah lagi" celetuk Belinda.
"Ya lah, apalagi" ucap Aldo spontan.
Tiba-tiba Belinda bangkit dari pelukan Aldo.
"Oh begitu ya? Maunya kaya gitu, hah? Jahat banget" Belinda kesal.
Akh wanita itu memang sukanya mancing saja. Jika termakan umpan akan marah dan kesal sendiri. Intinya wanita selalu benar. Begitulah kata Aldo.
"Pokoknya awas saja kalau begitu!" Belinda menjewer telinga Aldo.
"Iya, iya sayangku, galak nya aku, manisnya aku, dan seksinya aku" Aldo memeluk Belinda dengan gemas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Roses Resto, Belinda dan Aldo duduk di depan Elsa dan Listyo.
"Bagaimana kabar om?" tanya Aldo.
"Puji syukur, om sehat-sehat" jawab Listyo senang.
"Semangat baru ya om.. Hmmmmz seger nih sekarang auranya" goda Aldo yang membuat Elsa tersenyum malu-malu.
"Semakin sehat, olahraga terus setiap malam" celetuk Listyo yang langsung di cubit oleh Elsa.
"Hahahahaha! Om sudah lama vacum sekarang on lagi ya. Syukurlah semoga pernikahan om selalu langgeng" ucap Aldo sembari tertawa.
"Aldo, om atas nama Ben memohon maaf padamu" ucap Listyo tertunduk.
"Sudah lah om, kami sudah saling memaafkan dan Ben juga berjanji tidak akan mengganggu Bella, lagi" balas Aldo.
"Pi, selamat ya sebentar lagi akan jadi opa" ucap Belinda.
"Maksudnya bagaimana? Kamu hamil?" tanya Listyo heran.
__ADS_1
"Memangnya papi tak tahu kalau Tiffany hamil? Kandungannya sudah enam bulan dan kata dokter janinnya berjenis kelamin laki-laki" jawab Belinda.
"Astaga, kenapa si bodoh itu tidak mengatakan apapun kalau istrinya sedang mengandung cucuku. Arghhhh benar-benar keterlaluan. Apalagi sekarang ini dia jarang sekali ke rumah utama" ucapnya merasa kesal pada Ben.
"Memangnya selain pulang ke rumah papa Dhanu, Ben pulang kemana Pi?" tanya Belinda.
"Dia jadi marbot di masjid Al-Qodariah di samping komplek rumah papi. Semenjak ulahnya pada kalian, dia banyak itikaf di masjid, merenungi kesalahannya selepas pulang dari kantor. Sekarang hubungan dengan papi menjadi buruk semenjak papi menikah. Ini juga salah papi, karena papi menikah diam-diam tanpa melibatkan Ben" ucapnya sedih.
"Jika soal itu sebaiknya om meminta maaf pada Ben. Mau bagaimanapun juga Ben kan anak tertua om. Kondisi Ben yang dari dulu di sayangi penuh oleh om, sekarang terbagi pada Elsa, wajar jika Ben kecewa, apalagi om menikah diam-diam" saran Aldo.
"Kamu benar, Aldo. Om akan bicara baik-baik pada Ben. Jam segini dia ada di masjid, kemarin om sempat memergoki dia sedang membersihkan halaman masjid dan tak lama dia sholat. Om terharu ternyata Ben bisa taubat juga" ucapnya sembari tertawa.
"Yasudah kita susul aja dia kesana" ajak Aldo.
"Yasudah ayo" Listyo pun menggandeng tangan Elsa.
Masjid Al-Qodariah, Ben tengah duduk sembari mendengarkan tausyiah ustadz Aladin.
"Hal yang sangat di murkai Allah adalah perzin@an. Jauhi zin@ maka hidup kita akan selalu di berkahi. Dan hadirin, dosa berzin@ itu hukuman di dunianya yaitu di lempari batu sampai mati atau di cambuk selama seratus kali. Itu baru hukuman dunia, bagaimana di akhirat nanti" ucap ustadz Aladin menjelaskan.
"Bagaimana mas Ben, apakah ada yang di tanyakan?" tanya ustadz Aladin kembali.
"Jika sudah terlanjur berzin@ bagaimana ustadz?" tanya Ben seperti mengingatkan dirinya selalu bercinta sebelum menikah dengan Tiffany.
"Ya taubat dong, mas apalagi! Menyesali apa yang sudah di perbuat, tetapi saya yakin mas Ben itu soleh kan, tak pernah berbuat yang macam-macam, bukan begitu mas Ben?" tanya ustadz Aladin.
"Gak pernah macam-macam sih ustadz, hanya satu macam kok" batin Ben.
Tausyiah pun selesai. Kini tinggal ustadz Aladin dan Ben berdua didalam masjid.
"Ustadz terimakasih atas tausyiahnya" ucap Ben.
"Sama-sama mas Ben. Semoga jadi amal kebaikan apa yang saya sampaikan" balas Ustadz Aladin.
Pria itu kemudian memandang sekeliling, dan bertanya pada Ben yang membuat ia tercengang.
"LC mana yang bisa langsung open BO, mas?" tanyanya.
"Yey si ustadz tadi bahas dosanya berzin@, ekh sekarang malah tanya pasal open BO, ngarang nih orang" batin Ben.
"Untuk siapa, pak ustadz?" tanya Ben.
"Saya hanya tanya!" ucapnya sembari tertawa.
Mereka berdua tertawa-tawa.
"Mas Ben, jas mahalnya jangan di simpan di pojok, simpan saja di bawah mimbar, itu kan tempatnya bersih" pinta ustadz Aladin.
"Tak apa lah, saya masih banyak di rumah" balas Ben.
Tak lama, Listyo, Elsa, Aldo dan Belinda masuk kedalam masjid itu.
"Asalamuallaikum" Listyo mengucapkan salam dan seketika Ben menoleh kearah sumber suara itu.
__ADS_1