
Nantikan novel Author yang baru berjudul: Di Nodai Pria Autis.
Kini Tiffany dan Mario sedang berbaring di ranjang yang sama.
"Mau pulang sekarang?" tanya Mario sembari menatap lamat wajah Tiffany.
"Gue lapar" jawab Tiffany.
"Gue akan menyuruh pegawai resto mall antar makanan kemari" jawabnya.
"Mario, kenapa loe suka banget nyulik gue? Gue itu istri orang loe tahu itu" ucap Tiffany tak habis pikir.
"Ya gue tahu dan gue sudah sayang sama.loe Tiffany Angela walau loe itu istri orang" jawab Mario dengan santainya
"Dasar sakit jiwa" gumam Tiffany.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sejak pertemuan terakhirnya, Aldo tidak pernah menghubungi Belinda kembali. Hal itu membuatnya galau berat.
"Aldo kamu kenapa sih tidak ada kabar?" tanyanya dalam hati.
"Apa kerumahnya saja ya" Belinda terus bermonolog dalam hatinya.
Belinda merasakan bukan hanya rindu pada Aldo, tetapi rindu permainan panasnya dengan pria yang kini mengisi hatinya.
Sentuhan-sentuhan Aldo membuat candu pada dirinya.
Belinda pun menghubungi Aldo namun handphone nya tidak aktif.
"Aldo kemana sih kamu" Ada gurat kecemasan di wajah Belinda.
Sementara saat ini Aldo sedang lemas diruang kerjanya akibat terlalu banyak bekerja sampai makan dan istirahat pun dia lupakan.
"Pak Aldo, anda sakit?" tanya Panji sang aspri.
"Saya hanya kurang istirahat" sesudah berkata begitu, tiba-tiba Aldo pingsan.
"Pak Aldo bangun Pak" Panji panik sekali lalu dia langsung menghubungi Djoko.
"Hallo, Panji!" sapa Djoko diseberang telepon.
"Pak, Pak Aldo pingsan" ucap Panji.
Hal itu membuat Djoko menjadi sangat panik.
"Apa pingsan? Dimana? Bawa sekarang dia ke rumah sakit, nanti saya langsung ke sana dengan istri saya" Djoko langsung mematikan sambungan telepon itu.
"Dek, istriku cepat kemari sayang, kita harus ke rumah sakit sekarang" ucap Djoko pada Mieke sang istri.
"Siapa yang sakit mas?" Mieke langsung duduk disamping sang istri.
"Aldo pingsan" ucap Djoko.
"Apa? Ayo cepat mas aku khawatir. Tunggu sebentar aku pakai kerudung dulu" Mieke langsung berlari ke kamarnya
Mereka pun akhirnya berangkat ke rumah sakit tempat Aldo dirawat.
Di rumah sakit, panji sang aspri dengan setia menemani Aldo, dan kebetulan Sarah sang adik yang memeriksanya.
"Bagaimana keadaan Pak Aldo, dokter?" tanya Panji.
"Keadaan kakak saya baik-baik saja hanya saja dia kurang istirahat" jawab Sarah.
"Maaf, anda mengenal Pak Aldo?" tanya Panji heran.
"Dia kakak saya" jawabnya.
"Hah, adik? Bukannya pak Aldo anak tunggal?" tanya Panji semakin heran.
__ADS_1
"Kami saudara tiri" ucap Sarah.
Panji hanya manggut-manggut saja.
Tak lama Mieke dan Djoko tiba di ruang rawat Aldo.
Mieke berhambur memeluk sang keponakan sembari menangis.
"Aldo kamu kenapa nak. Hikhikhik" ucap Mieke.
"Pak Aldi hanya kelelahan saja Bu Mieke" ucap Panji.
"Syukurlah. Saya mau Aldo dibawa pulang saja biar saya yang merawatnya dirumah" ucap Mieke.
"Tidak bisa Bu. Maaf Kak Aldo masih lemah" ucap Sarah merasa tidak setuju dengan permintaan Mieke.
"Saya tantenya. Jadi saya lebih berhak menentukan kebaikan keponakan saya" balas Mieke.
"Tapi saya adiknya, dan saya lebih tau tentang apa yang harus dilakukan" jawab Sarah tak kalah tegas.
"Apa? Jadi kamu anaknya wanita kejam itu?" Pekik Mieke.
"Benar Nyonya. Saya anaknya ibu Hilda. Saya tahu kisah buruk masa lalu ibu saya pada Kak Aldo seperti apa, tetapi ibu sudah meminta pengampunan dan Kak Aldo juga dengan lapang dada memaafkan ibu" ucap Sarah.
"Ckk,, sudah bau tanah saja baru meminta pengampunan. Dahulu kemana saja dasar perampok" Mieke dengan kesalnya terus saja bersungut-sungut ria.
"Setiap manusia juga mungkin pernah merasakan kekhilafan begitu juga dengan ibu saya nyonya. Tetapi percayalah tuhan telah membalasnya. Saya mohon dari lubuk hati yang paling dalam, agar nyonya dan tuan memaafkan segala kesalahan ibu saya" Kini sarah sudah benar-benar menjatuhkan harga dirinya didepan Djoko dan Mieke untuk mendapat kata maaf akan kesalahan sang ibu dahulu.
Kemudian Djoko menghampiri Sarah.
"Sudah jangan seperti ini. Bangunlah! Kamu tidak perlu begini. Yang penting sekarang adalah kebahagiaan Aldo" ucap Djoko pada Sarah.
"Sudah dek maafkanlah Hilda. Aldo saja sudah memaafkan masa kamu masih berkeras hati" Djoko memohon pada sang istri.
Mieke pun mengangguk setuju.
"Tapi Aldo harus saya bawa pulang. Biar dirawat di rumah saya. Tidak mungkin ibu kamu mau merawat anaknya" ucap Mieke masih dengan mode ketus.
"Tidak bisa. Aldo harus ikut saya" ucap Mieke.
"Tidak boleh" balas Sarah.
"Ini kenapa sih pada ribut?" ucap Aldo yang baru bangun siuman dengan nada lemas.
"Aldo, syukurlah kamu sudah siuman. Pulang ya sekarang dirawat saja di rumah tante sama dokter Kevin" Mieke terus saja membujuk Aldo.
"Begini saja biar adil, Aldo kita bawa ke rumah dan yang merawat dia adiknya" ucap Djoko.
"Ya saya setuju" ucap Sarah.
Kesepakatan itu pun akhirnya sukses, malam ini juga Aldo langsung pulang ke rumah Mieke.
Sementara Belinda yang semakin cemas, ingat bahwa dia menyimpan no ponsel Sarah.
"Aku harus menanyakan pada Sarah mungkin dia tahu keadaan Aldo" gumam Belinda.
Dia pun menghubungi Sarah yang langsung di terima olehnya.
"Hallo" ucap Sarah.
"Sarah ini Kak Bella. Apa kamu tahu keadaan Aldo sekarang?" tanya Belinda resah.
Sarah kemudian mendekati Aldo, dan membisikan sesuatu yang sayangnya masih bisa didengar Belinda.
"Kak, ini Kak Bella nanyain keadaanmu. Aku harus jawab apa?" tanya Sarah.
"Bilang saja aku baik-baik saja dan sedang bekerja ke Palembang" jawab Aldo.
"Maaf Kak Bella, tapi Kak Aldo sedang bekerja ke Palembang" jawab Sarah.
"Sarah jangan bohong, aku mendengar pembicaraan kamu dengan Aldo. Sarah katalan dimana Aldo sekarang" ucap Belinda penuh kekhawatiran.
__ADS_1
"Ketahuan deh! Maaf ya Kak Bella aku berbohong, Sebenarnya Kak Aldo sakit sekarang dirawat di rumah tante Mieke" Sarah Mengatakan yang sebenarnya.
"Apa, Sakit? Sakit apa?. Arghhhhhh,, aku akan segera kesana" Belinda segera mematikan sambungan teleponnya.
"Kak kenapa Kak Bella tidak boleh tahu kalau kamu sakit sih?" Sarah kesal karena dia terpaksa berbohong atas perintah Aldo.
"Kakak hanya tidak mau membuat Bella kepikiran" jawab Aldo.
Sementara Belinda segera menyambar kunci mobilnya untuk pergi ke rumah Mieke.
"Mau kemana kamu Bella, malam-malam begini?" tanya Dhanu heran.
"Aldo sakit pa. Aku harus ke rumah tante Mieke karena Aldo dirawat di sana" jawab Belinda sembari berlari menuju garasi.
"Yasudah hati-hati" teriak Dhanu.
Tak lama, sampailah di rumah Mieke. Belinda segera memarkirkan mobilnya didepan rumah itu.
"Tolong parkirkan mobil saya" Belinda menyerahkan kunci mobilnya pada keamanan rumah itu.
Dia segera berlari masuk kedalam rumah.
"Mau cari siapa nona?" tanya ART rumah itu.
"Saya mau bertemu Aldo. Ada kan disini?" jawab Belinda.
"Ada, nona. Tapi Tuan Aldo nya sedang sakit" jawab wanita paruh baya itu.
"Apa saya boleh masuk?" tanya Belinda yang sudah tidak sabar ingin segera menemui Aldo.
"Silahkan" ART itu mempersilahkan masuk.
Sampai dikamar Aldo, Belinda langsung berhambur kepelukan Aldo.
"Sayang, aku cemas. Kenapa kamu tidak memberiku kabar..Hikhikhik" Belinda menangis di pelukan Aldo.
Aldo terperanjat ketika sosok yang amat dicintainya itu datang memeluknya.
"Hei, kenapa kamu menangis? Aku tak apa hanya sedikit drop saja" Aldo mengelus surai lembut itu.
"Kenapa selama tiga hari kamu tak mengabari ku, hem? Aku cemas Aldo. Aku pikir kamu sengaja ingin menjaga jarak denganku!" ucap Bella tersedu-sedu.
"Maafkan aku ya cinta. Aku belakangan ini sangat sibuk sampai aku seperti ini dan maaf aku sampai lupa tak mengabari mu. Aku pun sama rindu sekali padamu" ucap Aldo yang duduk disamping Belinda.
Aldo meraih tengkuk Belinda lalu menciumnya dengan sangat lembut.
"Aku rindu menyentuh milik ku" ucap Aldo berbisik di telinga Belinda sembari menyentuh dua bukit kembar yang menantang.
Aldo semakin memperdalam ciuman itu hingga menuruni leher jenjang sang kekasih lalu meninggalkan jejak kepemilikan di sana
"Aldo, stop beib nanti ada yang lihat" Belinda mencoba menghentikan aksi dari seorang masterpiece dalam bidang sedot menyedot itu.
"Gak akan" balas Aldo.
Tak disangka dari tadi aksi mereka tertangkap basah oleh Sarah, Djoko dan Mieke.
"Sedot terus" teriak Djoko.
Aldo pun melepaskan pagutan itu dan mereka sangat malu karena tertangkap basah sedang berciuman.
"Kenapa aksi patuk mematuknya lepas? Nakal ya kamu Aldo" Mieke memukul Aldo dengan sapu lidi.
"Ampun tan ampun" Aldo merasa sakit di bagian punggungnya.
"Gitu tuh kalau belum pernah pacaran, sekali dapat kekasih di sosor terus kaya soang. Nikah saja ya kalian biar halal" ucap Mieke.
"Ya tan tenang saja. Aku bakal nikah kok besok, kalau gak lusa" ucap Aldo sekenanya.
"Bercanda terus ya kamu" ucap Mieke sembari memukul ****** Aldo dengan sapu lidi.
Semua orang hanya tertawa saja melihat Mieke mencak-mencak.
__ADS_1