Tragedi Daster Ungu

Tragedi Daster Ungu
Tentang Aldo


__ADS_3

Aldo berjalan menyusuri sebuah pemakaman umum. Dia selalu mendatangi makam sang ayah satu bulan sekali. Kebetulan dia akan pergi ke America dan ingin pamitan terhadap sang ayah yang sudah terbaring di dalam tanah.


Sampailaih dia di sebuah makam yang bertulislan Ajisaka Rahardjo yang meninggal sepuluh tahun silam.


"Ayah, aku datang kembali kehadapanmu. Ayah semoga kau selalu bersuka-cita di alam sana. Ayah, aku sudah menunaikan janjiku pada ayah untuk mengabdi dan menjaga anak sahabat ayah yaitu Ben yang tak lain atasanku. Dia sudah menikah sekarang jadi tugasku selesai! Aku pelan-pelan akan menjaga jarak dengannya dan jika sudah saatnya aku akan mengundurkan diri dari perusahaannya dan mengurusi perusahaan yang ayah miliki" Ben kemudian melantunkan doa untuk sang ayah tercinta.


Flashback 10 tahun silam.


Di dalam kondisi yang sangat lemah, Ajisaka Rahardjo menggenggam tangan sang putra yaitu Aldo.


"Aldo, berjanjilah pada ayah untuk mengabdi pada anak sahabat ayah sampai dia menikah!" ucapnya lemah.


"Siapa orang itu ayah?" tanya Aldo.


"Dia anak dari Listyo sahabatku yang bernama Ben Lazuardy Mahardika. Orang tuanya sudah banyak berjasa pada perusahaan kita dan ayah mau kau membalas budi pada mereka.


Aldo pun tanpa pikir panjang langsung menyanggupi permintaan sang ayah dan menyerahkan perusahaannya kepada pamannya untuk di urusi.


Sepuluh tahun sudah Aldo mengabdikan diri menjadi asisten pribadi dari Ben! Walau kadang Aldo kesal dengan tingkah Ben yang kadang menyebalkan tapi janji pada sang ayahlah yang buat dia bertahan disisi pria menyebalkan itu.


Lalu ingatannya pada seorang wanita ketika dia dan dirinya sama-sama kuliah di Tokyo Japan. Pada saat itu Aldo yang masih satu hari tinggal di negara itu bingung mencari jalan menuju ke apartemennya, sampai ada seorang gadis dengan rambut panjang berponi menunjukan jalan pulangnya.


"Kau sepertinya sedang kebingungan?" tanya gadis itu dalam bahasa ingris.


"Ya! Aku sepertinya lupa jalan pulang" jawabnya.


"Memangnya dimana kau tinggal? Kau mahasiswa atau bekerja?" tanya gadis itu.


"Aku mahasiwa baru satu hari tinggal di Tokyo. Maaf bolehkan aku tahu asalmu darimana?" tanya Aldo.


"Aku mahasiswa juga dari Indonesia" ucapnya.


"Benarkah? Aku juga orang Indonesia. Aku tinggal di apartemen Nakamura" ucap Aldo.


"Baiklah mari kuantar" ucap gadis itu.

__ADS_1


Aldo dan gadis itu pun sampai diapartemennya Aldo. Gadis itu langsung menghilang ketika Aldo ingin mengucapkan terimakasih dan menanyakan siapa namanya. Setiap hari Aldo mencari wanita itu di kampusnya ataupun dimana saja, tetapi jejaknya tidak pernah di temukan lagi. Dari mulai saat itulah Aldo langsung jatuh cinta oada gadis itu dan menganggapnya dialah cinta pertamanya. ( Akan kucari dimanapun kau berada gadisku. My litlle pony).


Aldo pun akhirnya pamit pulang pada ayahnya.


"Ayah aku pulang dulu. Satu bulan lagi aku akan kemari lagi" Ucapnya sembari mencium batu nisan sang ayah.


Hidup Aldo sangatlah kesepian. Sejak kecil dia hanya hidup berdua dengan sang ayah karena ibunya pergi bersama selingkuhannya. Hal itu yang membuat Aldo sangatlah benci pada sosok wanita yang bernama Hilda Ayu sang ibu. Beberapa kali sewaktu perusahaan ayahnya bangkrut dan terpuruk, dia sempat mendatangi sang ibu kerumahnya untuk sekedar ingin dibelikan sepatu baru. Tapi naas yang di terima, ketika dirinya menginjakan kaki dirumah besar itu, tanpak ibunya tidak suka.


"Mau apa kau kemari Aldo? Kau sudah bukan lagi anaku. Aku sudah nyaman dengan kehiduapanku sekarang! Kau dan ayahmu hanya beban. Pergi sana dasar gelandangan" Ucap sang ibu dengan angkuhnya.


"Ibu, aku mohon belikanlah aku sepatu baru. Ayah sedang tidak punya uang. Ibu aku janji akan mencicil jika kusudah bekerja. Ibu aku lapar bolehkan aku meminta nasi sedikit saja?" Aldo saat itu datang dengan wajah dekil, Saat itu Ajisaka sang ayah mengalami depresi karena perusahaannya ditipu oleh pria yang tak lain adalah selingkuhan ibunya yang kini sudah menjadi suaminya.


"Aku sudah bilang pergi sana! Anak sampah. Aku tak sudi pernah mengandungmu dalam rahimku. Kau dengan ayahmu sama saja karena takdir kemiskinan dan kemelaratan melekat pada dirimu dan ayahmu. Puihhhhhh" Hilda marah dan langsung meludahi wajah sang anak.


Mendengar keributan diluar, Sang suami barunya yang tak lain adalah dalang di balik runtuhnya bisnis Ajisaka menghampiri keduanya.


"Ada apa ini ribut-ribut?" tanya Sugeng Suryawisesa dengan dada membusung menatap remeh remaja kecil yang ada di hadapannya.


"Ini pap pengemis maksa minta uang dan makan" jawab Hilda.


"Oh jadi kau pengemis! Kau seharusnya bekerja bukan menengadahkan tanganmu untuk meminta-minta" ucap pria itu sembari melempar uang kertas seratus rupiah berwarna merah.



Aldo memungut uang itu dengan air mata yang bercucuran. Dia bangkit dan menatap marah pada kedua manusia durjana itu.


"Kau wanita yang bernama Hilda Ayu, aku bersumpah atas nama ayahku dan rasa penghinaanmu terhadapku yang luar biasa ini, aku mendoakan hidupmu takan bahagia. Selamanya kau akan di hantui rasa penyeslan tiada akhir. Dan kau pria pencuri, kau sudah menipu ayahku sampai dia hancur dan depresi, lalu kau bawa lari istrinya. Wanita yang kau puja itu adalah ibuku. Dia menelantarkan ku dan membuang ayahku. Durjana kalian berdua. Sampai kapanpun aku tidak akan sudi memaafkanmu. Puihhhhhhh" Aldo remaja berucap berapi-api dan meludahi wajah Sugeng.


"Jangan percaya anak gembel itu pap! Aku saja tidak kenal dengan dia" ucap Hilda merasa ketakutan.


"Brengsek kau ya gembel! Berani kau meludahi wajahku yang terhormat ini. Pergi dari hadapanku" ucap Sugeng sembari melemparkan batu sampai mengenai pelipis Aldo hingga berdarah.


Naluri seorang ibu pun hadir di hati Hilda manakala darah mengucur deras di pelipis sang putra, tetapi rasa takut akan Sugeng membuat dia mengurungkan niatnya mengobati luka sang putra.


Aldo pulang dengan kondisi yang memprihatinkan. Darah masih mengalir dari pelipisnya di tambah hujan yang deras membuat seluruh tubuhnya basah kuyup. Saat dirinya ingin menyebrang jalan dia tidak melihat kanan kiri. Sebuah mobil sedang camry melintas daan menabraknya.

__ADS_1


Brughhhhhhhhhh!!!!


"Aduh maaf Tuan sepertinya saya menabrak sesuatu" ucapnya.


"Bagaimana sih kamu Asep! Saya lagi buru-buru ini. Cepat kamu periksa" Perintah Listyo.


Sang supir itu lalu mengecek ke depan dan alangkah terkejutnya seorang remaja tanggung dengan pelipis berdarah tergeletak tak sadarkan diri.


Skip..


"Om tak menyangka kamu adalah anak dari sahabat om yang bernama Ajisaka. Dan kenapa ayahmu bisa depresi seperti ini?" tanya Listyo.


"Ya om dan ayah begini gara-gara ditipu sahabatnya" ucap Aldo.


Skip..


Listyo pun membantu membangun perusahaan milik Ajisaka sampai perusahaan itu maju dan Ajisaka berhasil mengembalikan modal yang Listyo berikan. Untuk membalas jasa Listyo, Ajisaka memerintahkan sang putra, Aldo untuk mengabdi pada anak sahabatnya itu sampai dia menikah.....


Aldo pun pulang dari tempat pemakaman itu. Dia harus bersiap-siap untuk untuk keberangkatan ke America.


¥


The roell Resto, Belinda bersama kedua teman semasa kuliah di Tokyo sedang mengobrol dengan gelak tawa yang cetar membahana.


"Andreas, loe apa kabar? Kangen banget sama dokter yang sangat cuek ini" tanya Maghda.


"Sudah deh bu, loe jangan basa-basi! Cepat traktir gue" ucap Andreas.


"Yey enak aja loe. Gue juga ingin di traktir! Ini nih ibu CEO kita aja yang traktir" ucap Maghda melirik Belinda.


"Boleh, sekalian saja sama restorannya gue beli" ucap Belinda dengan tawanya.


"Weyyy jumawa sekali anda ini" Ucap Andreas dengan tawa membahana.


Belinda dalam circle pertemanannya hanya dunya dua orang sahabat yaitu Andreas dan Maghda. Mereka teman baiknya sewaktu sama-sama berkuliah di Tokyo.

__ADS_1


__ADS_2