
Ada pendapat yang mengatakan bahwa kenapa sih ceritanya Author sangat pasaran. Mulai dari kata-katanya sampai alur ceritanya itu terkesan bukan novelable banget begitu yang biasanya bahasanya berat-berat. Aku hanya menyesuaikan dengan para readers saja yang sepertinya menyukai alur cerita yang sederhana dan tidak berbelit-belit seperti sinetron tukang haji naik bubur.
Happy reading selalunya😍😍😍😍😍.
"Sayang, aku ingin kita bisa liburan secepatnya" Tiffany tiba-tiba bicara dalam panggilan telepon pada sang suami.
"Jangan sekarang, aku sibuk!" balas Ben dengan nada malas.
"Tidak bisa..Pokoknya aku mau liburan" ucapnya tegas.
"Selamat siang Pak Ben, Ini dokumen yang harus anda periksa dan tandatangani" ucap Elsa yang kebetulan terdengar oleh Tiffany.
"Ben itu siapa? Suara wanita mendayu itu siapa Ben? Kau jangan macam-macam. Awas kau, aku labrak" Tiffany tiba-tiba merasa cemburu.
"Apa sih kamu ini, dia itu aspriku tahu!" Ben berkata dengan sedikit marah.
"Bukannya Aldo asprimu" tanya Tiffany semakin penasaran.
"Dia sudah mengundurkan diri. Sekarang aspriku Elsa" jawab Ben.
Pikiran-pikiran jelek seketika menghantui Tiffany kala membayangkan aspri Ben seorang wanita sexy, cantik dan menonjol depan belakang. Terkadang banyak cerita kalau aspri banyak yang jadi aspri plus-plus untuk bisa one night stand dengan para bosnya.
"Jangan macam-macam kamu Ben. Awas saja! Katakan jika asprimu menggodamu maka aku akan membuat perhitungan dengan dia" geram Tiffany.
"Aspriku bukan wanita gatal. Sudah lah aku mau kerja kembali. Dengar ocehanmu membuatku sakit kepala" Ben segera mematikan sambungan telepon itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Belinda hari ini sudah janjian dengan kedua sahabatnya yaitu Andreas dan siapa ya Author lupa lagi. Ada di bab yang sudah lewat nama sahabat wanitanya Belinda. Author buat nama baru saja ya, namanya Diana.
Resto Tulip menjadi tempat mereka bertemu kangen.
"Bella and Di, bestie gue" Andreas memeluk kedua sahabatnya itu dengan sayang.
"Gimana kabar loe pade? Gue kangen pake banget" Andreas mulai mengoceh ria.
"Gue juga kangen banget sama loe. Gue baik" balas Belinda.
"Sama nikh gue juga kangen sama mami rempong yang satu ini" ucap Diana sembari mengacak-acak rambut Andreas.
"Pesen makan dulu deh, laper gue!" ucap Diana.
Akhirnya makanan pesanan sudah tersaji diatas meja.
__ADS_1
"Berdo'a sesuai keyakinan masing-masing" ucap Belinda.
"Gila loe, kan agama kita sama Bu CEO" balas Andreas sembari menggetok tangan Belinda menggunakan Sendok.
Belinda hanya nyengir kuda saja dengan perkataan Andreas.
Makan pun selesai. Mereka lalu mengobrolkan masalah pribadi apalagi Diana belum lama ini habis bercerai dengan suaminya.
"Di, gue harap sabar ya" ucap Andreas.
"Gue mencoba kuat Dre, tetapi anak gue selalu nanyain tuh begundal kemana, karena gak pernah pulang kerumah. Uang sama seluruh harta gue ludes digondol tuh si pria begundal. Untung orang tua gue masih punya bisnis toko roti, jadi ada lah pemasukan gak bikin gue jadi gembel-gembel amat" Diana bercerita sembari menahan kekesalan.
"Di, gue pesan kue seribu pcs untuk dikirim ke kantor gue. Ya itung-itung bantu loe kan. Kue bikinan ibu loe lan enak" ucap Belinda.
"Serius loe Bella?" tanya Diana.
"Kapan gue bohong? Kirim secepatnya ke kantor gue ya sayang" jawab Belinda.
"Makasih Bella sayang makasih. Tapi bayarnya sekarang ya" Diana dengan santainya menengadahkan tangannya.
"Idih minta diduluin ternyata" ucap Belinda.
"Terus bagaimana sekarang loe pasca bercerai dengan mantan laki loe, Bella? Gue gak nyangka sumpah, dia langsung kawin sama si Fany. Edan tenan rek" ucap Andreas sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Terus bener nikh loe jadi benci sama daster warna ungu semenjak loe tahu perbuatan mereka itu?' tanya Diana.
" Ya, gue jadi benci banget sama daster warna ungu..Untuk barang sih bisa di maafkan jika warna ungu, tapi gue benci sama baju ungu saja" balas Belinda.
"Terus loe udah dapat yang baru?' tanya Diana.
Kemudian Belinda memperlihatkan poto Aldo pada mereka.
" Taraaaaaa!!! Ini cowok gue yang baru" ucap Belinda.
"Beneran ini cowok loe? Astaga ganteng banget sumpah. Ini mah barang bagus apalagi badannya beuhhhhhhhh kenceng banget bikin cenat-cenut" Diana tertawa.
"Gila loe Bella, tahu aja spek impor. Gue prediksi kalau barangnya gede banget" ucap Andreas.
"Eummmmm,, gede bangetttt roaaarrrrrrrr!!! Endul sih kayanya" ucap Belinda sembari tertawa cekikikan.
"Hey Bu CEO, jangan-jangan loe tahu kan rupanya tuh ular piton cowok loe?" tanya Andreas sudah tidak tahan ingin tertawa jika tidak lihat tempat.
"Ngomong loe keras banget bege! Jangan kek orang kampungan apa" Diana gemas lalu mencubit pinggang Andreas.
__ADS_1
"Bukan tahu sih, cuma pernah merasakan dibalik celananya waktu dia nyium gue.. Ukh sedotannya kek vacum cleaner" lagi-lagi Belinda mengeluarkan sisi ceriwisnya.
"Uh loe beruntung banget sumpah" ucap Diana.
"Ya gue memang beruntung bisa dicintai oleh pria seperti dia" jawab Belinda.
"Terus ini om homo bagaimana sekarang, apa sudah kembali kejalan yang benar?" tanya Diana pada Andreas.
"Gue udah di ruqyah ya bestie. Gue udah sembuh dan sekarang lagi pendekatan sama Polwan. Tapi dia belum memberi keputusan! Gue cinta banget sama dia" ucap Andreas tertunduk sedih.
"Loe gak boleh nyerah. Apa jangan-jangan dia punya pikiran kalau burung loe gak bisa berdiri!" Diana berkata sembari tertawa.
"Gue perkasa tolil. Mau bukti loe Diana? Ayo maen sama gue dihotel" Andreas berkata dengan suara mengintimidasi.
"Coy, coy gak gitu konsepnya. Yaudah sih gue percaya" Diana bergidik ngeri.
"Gini ye, ibarat bayi baru lahir gue itu terlahir kembali dengan keadaan suci nan fitri dan tentunya semangat baru. Jika dipikir-pikir kenapa dulu gue jadi gay laknat. Gue menjijikan waktu itu dan gue ingin hidup lebih baik lagi. Gue ingin menikah dan mempunyai keturunan. Asal kalian tahu ya, Polwan itu cinta pertama gue sama perempun. Please suport gue" Andreas berkata dengan penuh harapan.
"Ughhhh sayang sini peluk!" ucap Belinda.
Mereka bertiga pun saling peluk.
"Mereka seperti telletubies" ucap seseorang disebrang meja mereka sembari menggeleng-gelengkan kepala kemudian keluar dari resto itu.
"Kita akan selalu suport loe Ndre" ucap Diana.
"Makasih loh kedua kesayangan bundah" ucap Andreas.
"Gimana kalau bulan depan kita healing. Jangan jauh-jauh deh, Villa gue yang dipuncak baru selesai dibangun. Kita liburan ajak anak loe Di, sama pacar loe Bella" ucap Andreas.
"Ide bagus. Gue mau" ucap Diana.
"Gue juga mau. Nanti gue cocokin dulu waktunya ya" balas Belinda.
"Gue tunggu sesiapnya. Yaudah kita pulang aja yuk. Bella bayarin ya, gue belum gajian" ucap Andreas.
"Loe kan Di yang bakal bayarin kita?" tanya Belinda sembari tertawa.
"Bella apa loe gak kasian sama orang kere ini. Ngutang aja dulu bisa gak sama ini resto? Atau kita ninggalin KTP aja" Diana berkata dengan tertawa.
"Akh kalian malu-maluin gue aja. Yaudah gue bayar semua" ucap Andreas yang kemudian memanggil pelayan untuk membayar.
Mereka pun menuju mobil masing-masing untuk pulang.
__ADS_1
Belinda yang dikenal pribadi yang tegas dan tak banyak bicara, akan menjadi orang yang cerewet hanya dengan kedua sahabatnya Diana dan Andreas. Dia bisa tersenyum lepas seperti tak ada beban dihatinya.