
Tak terasa 1 tahun telah berlalu dan selama itu pula Yan Sa selalu bolak balik antara Shanghai dan Indonesia setiap sebulan sekali hanya untuk bertemu dengan Riri. Dan Yan Sa selalu membawakan Riri oleh - oleh yang sangat bagus setiap kali dia dinas luar dalam pekerjaannya.
Riri yang dulu hidup seorang diri jadi merasa sangat senang dengan adanya Yan Sa walau dia bukan saudara kandungnya, dan perhatian Yan Sa pada Riri membuat Riri merasa terbiasa pada diri Yan Sa. Kehadiran Yan Sa bagaikan air yang menyejukkan hati Riri yang terasa panas karena perasaan yang disimpan oleh Riri untuk sosok Altha yang tak ada di dunia nyata.
Setiap pertemuannya dengan Yan Sa Riri selalu membawah Yan Sa pergi jalan - jalan dan menghabiskan waktu bersama, perhatian Yan Sa padanya membuat Riri merasa aman dan nyaman. Hingga suatu hari saat Riri sedang libur dan berkumpul bersama dengan teman - temannya di rumah dia membuka lagi album foto kota terlarang dari laptopnya, Riri melihat dan menikmati semua gambar yang dia ambil waktu itu serta menjelaskan pada teman - temannya seperti seorang profesional dan ahli sarjanawan.
"Oho, karena pernah tinggal di Shanghai 3 bulan sudah membuat teman kita ini mampu menjelaskan tentang sejarah dari kota itu sungguh luar biasa, akankah dia akan menikah dan menetap disana." ledek Maria dan semua orang jadi tertawa.
"Mengenal sejarah? Aku mungkin mengetahui cerita tentang sejarah itu, tapi aku tak ada didalam bagian dari sejarah itu. Aku berada di cerita yang lain dari sejarah itu." Riri bergumam dalam hati dan tersenyum.
"Sudah - sudah apa kalian hanya akan meledek aku saja hah? Sekarang giliran kalian untuk cerita apa yang sebenarnya terjadi saat aku terbaring koma, karena saat itu aku merasa kalau bagian dari diriku ini sedang hidup dan berada ditempat lain." Riri duduk menceritakan tentang apa yang dia alami dengan sedikit cerita karangannya sendiri dan bersiap untuk mendengarkan cerita dari teman - temannya juga soal kejadian kebakaran terjadi.
Dan mendengar itu membuat semua teman Riri merasa geli karena menurut mereka orang yang mengalami koma tidak akan bisa merespon pada lingkungan sekitarnya sebab koma adalah tingkatan paling dalam saat seseorang mengalami kehilangan kesadaran. Namun berbeda dengan Riri yang justru malah melakukan perjalanan selama dia koma.
Kejadian saat kebakaran
Malam itu semua orang sedang berlarian karena gedung apartemen yang berdiri megah tiba - tiba saja menyala merah dan bara api menjalar dan kejadian itu terjadi dengan sangat cepat, semua mobil pemadam telah dikerahkan dan semua yang ada sekitar 12 unit. Dari semua korban yang terjebak didalam kobaran api hampir semua keluar dengan luka bakar dibagian tubuh mereka namun hanya Riri yang bersih tanpa luka cuma mengalami hilang kesadaran karena terlalu lama menghirup asap.
"Saat pihak rumah sakit mendapatkan kabar akan hal itu kami langsung bergegas ke lokasi, kami sangat bersyukur saat mendapatkan kabar kalau kamu baik - baik saja dan hanya tak sadarkan diri. Namun setelah 3 hari tiba - tiba saja kamu menunjukkan gejala yang aneh dan saat diperiksa kamu terlalu dalam dan mengalami koma." Jelas Maria pada Riri dan temannya yang lain mengangguk
Paska Kebakaran
__ADS_1
"Dokter, dokter tolong ada apa dengan Riri kenapa dia tiba - tiba mengalami kejang." Mirna lari mencari dokter saat dia melihat Riri kejang tanpa sebab.
"Cepat lakukan lab menyeluruh untuk mengetahui diagnosanya." seorang dokter menyarankan setelah dia menangani Riri dan memberikan suntikan anti kejang pada Riri.
Disebuah ruangan yang terisolasi dan bersih serta semuanya serba putih Riri terbaring dengan wajah pucat, tak ada keluarga yang datang menjenguk pasalnya Riri hanya tinggal seorang diri. Dan setelah pemeriksaan keluar ditemukan tak ada masalah atau gejala penyakit yang gawat pada Riri namun dia justru telah mengalami penurunan kesadaran secara drastis hingga masuk ke koma.
Saat ini
"Jadi maksud kalian sebelumnya aku tak koma? Dan aku mengalami koma setelah 3 hari dirawat di rumah sakit?" Riri bertanya dan merasa bingung, bagaimana dia bisa koma jika tak ditemukan gejala penyakit apa pun, dan jika terkena infeksi akibat terlalu lama menghirup asap pastinya dia hanya mengalami radang dan gangguan pernafasan saja tidak sampai ketahap koma.
"Ya begitulah, makanya kasus mu terbilang sangat langkah." Maria menepuk bahu Riri yang terlihat bengong.
Riri menjalani kehidupannya dengan sangat menyenangkan dan dia selalu membuat sibuk dirinya sendiri agar tak ada waktu untuk memikirkan hal - hal yang tak penting lagi, sebab perjalanan Riri dalam sebuah cerita yang tak dia tau telah mempengaruhi seluruh hidupnya. Dan wajah Yan Sa yang datang padanya hanya dianggap sebagai anugrah karena masih ada orang yang setidaknya dia kenal dalam dunia ceritanya, walau Yan Sa tak tau apa pun.
...💮💮💮...
"Riri kau dimana, kenapa ribut sekali?" suara Yan Sa terdengar sangat lembut dan perhatian saat menghubungi Riri lewat telepon.
"Aku sedang dalam perjalanan ke pusat bencana, karena semua tim diterjunkan untuk membantu para aparat untuk menangani para korban banjir dan tanah longsor, nanti kalau sudah selesai aku akan menghubungi kakak balik, sudah dulu ya, bye." Riri menjawab dengan tergesa - gesa dan langsung mematikan sambungan teleponnya.
"Yan, ada apa. Kau terlihat sangat tak baik setelah menghubungi seseorang dan menghela nafas dalam dengan berat, apa kau bertengkar dengan pacarmu?" tanya seseorang yang merupakan atasan Yan Sa yang sebenarnya. Dan orang itu berdiri membelakangi Yan Sa serta melihat jauh keluar jendela.
__ADS_1
"Tidak tuan muda, dia adalah adik saya. Dan dia selalu saja pergi ke pusat bencana yang selalu membuat saya merasa khawatir akan dirinya." jawab Yan Sa dengan nada yang terdengar tak baik.
"Dia adalah seorang para medis, sudah pasti jiwa membantunya akan selalu terpanggil untuk membantu semua orang yang membutuhkan pertolongannya." bos Yan Sa berkata dengan ringan dan berjalan duduk dengan santai.
"Tapi dia tak pernah mendengarkan ku, dan aku selalu merasa kalau dia sengaja melakukan semua pekerjaan sukarelawan itu karena dia ingin menghindari sesuatu." Yan Sa berkata dan terlihat seolah sedang berfikir dalam.
"Kau terlalu mengkhawatirkan dia. Aku yakin dia punya jalannya sendiri, atau mungkin dia sedang dalam pencarian, sama seperti yang sedang ku lakukan. Saat aku tersadar aku merasakan ada sesuatu yang hilang dari diriku yang aku tak tau itu apa." bos Yan Sa tersenyum. Namun dia tak rela menunjukkan wajahnya dengan jelas karena dia selalu menutupinya dan hanya menunjukkan senyumannya yang ramah. Dan hampir semua karyawannya tak pernah tau dengan dirinya, setiap melakukan rapat dia selalu melakukannya dengan video dan itu pun semuanya hanya bisa melihat bagian belakangnya saja.
...💮💮💮...
"Riri tolong kamu pergi ke barak bersama dengan kapten karena tadi ada beberapa korban yang dikirimkan kesana." perintah salah seorang dokter pemimpin dari para medis yang dikirim ke lokasi bencana.
"Baik dok, saya akan langsung pergi kesana dan akan menangani mereka dan mengirim semuanya ke rumah sakit terdekat." Riri menjawab dan langsung bersiap untuk ke lokasi.
"Aku gak nyangka kalau Riri akan selalu dengan berani menerima segala tugas, padahal aku dengar dia baru saja tersadar dari koma 2 tahun lalu. Namun dia seolah terlahir kembali dengan kemampuan yang melebihi seorang dokter dan tentara. Sikap siap dan sigapnya sungguh persis dengan seorang prajurit." teman sekelompok Riri berkata dan memperhatikan Riri serta mengagumi Riri
"Kau benar, dia sangat cekatan dan juga sangat tau bagaimana cara menangani lokasi sesulit apa pun medannya. Dia benar - benar mirip seorang prajurit yang sudah sering terjun ke medan perang." dokter pimpinan juga ikut memuji Riri.
"Kalian benar, entah bagaimana cara rumah sakit Riri bekerja. Karena mereka bisa memiliki seseorang yang benar - benar sangat berbakat dalam segala hal. Pengobatan, pengamatan, strategi dan pemecahan masalah. Dia lebih cocok jadi seorang prajurit dari pada seorang para medis, tenaga dan kekuatannya juga sungguh sangat luar biasa." sambung seorang tentara yang mendengar tim medis membicarakan Riri.
Karena selama ada Riri semua orang merasa aman dan tenang, Riri tak hanya mengobati namun dia juga banyak membantu para aparat dalam mengevakuasi para korban, dan tenaga Riri serta cara - cara yang diajukan oleh Riri selalu berhasil dalam mengatasi segala situasi sehingga banyak orang yang sangat menyukai Riri. Dan perubahan Riri tak hanya dari pola berfikirnya namun cara berpenampilan juga telah berubah dari seorang gadis lemah lembut dan feminim telah jadi gadis tomboy.
__ADS_1