
Setelah 1 bulan lamanya akhirnya Riri tersadar dan dia menatap bingung dengan tempat baru yang dia lihat, Riri bangun dari tidurnya dan dia mengawasi sekelilingnya yang terlihat asing. Dengan perlahan Riri bangun dari tempat tidurnya dan turun untuk melihat lebih jauh lagi.
"Riri kau sudah sadar?" Wu Ling langsung mendekati Riri dan terlihat sangat senang saat dia melihat Riri telah tersadar dari tidur panjangnya.
"Wu Ling, kau adalah Wu Ling?" Riri bertanya dengan bingung
"Iya ini aku, duduklah dulu." Wu Ling membantu Riri untuk duduk kerena Riri terlihat bingung dan linglung.
"Ini dimana? Dan apa yang terjadi? Bagaimana dengan pangeran San Ya dan juga Choi Yong, apa mereka telah mengejar kita?" Riri bertanya banyak pertanyaan sebelum dia jatuh pingsan.
"Riri tenanglah, kita aman dan mengenai pangeran San Ya juga Choi Yong aku tak tau. Karena aku tak bisa keluar dari tempat ini, seolah ada sesuatu yang menghalangi dan setiap kali aku mau keluar selalu berputar - putar saja ditempat yang sama." jelas Wu Ling pada Riri.
"Ah, itu. Tunggu, sejak kapan kita di sini dan apa yang telah terjadi? Kenapa aku merasa sepertinya ada sesuatu yang terlupakan oleh ku" Riri kembali bertanya dan menatap Wu Ling dengan bingung.
"Oh, dia sudah terbangun ya. Sebaiknya buatkan dia sup ginseng untuk mengembalikan tenaganya karena dia telah tertidur selama 1 bulan lamanya." ucap seorang wanita baruh baya yang datang dengan membawah beberapa bahan obat.
"Apa 1 bulan? Wu Ling katakan apa yang telah terjadi?" Riri bertanya dengan bingung dan penasaran.
"Riri kamu jatuh pingsan saat setelah kita keluar dari istana dan nenek itu yang membantu dan menolong kita, setelah itu kamu tertidur selama sebulan dan juga..." Wu Ling menceritakan semuanya pada Riri secara lengkap hingga mereka bertiga terjebak didalam lingkaran yang tak diketahuinya karena mereka tak bisa keluar dari hutan itu.
"Jadi aku terkena racun pelemah otot dan juga racun peluntur yang membuat aku kehilangan janin ku? Itu artinya kehamilan ku?" Riri memegang perutnya yang rata.
"Maaf Riri aku tak bisa melakukan apapun dan nenek sudah berusaha namun kehamilanmu tak bisa diselamatkan." Wu Ling mengatakan dengan nada lema dan menyesal.
__ADS_1
"Apa? Jadi semuanya sudah tak ada yang tersisa?" Riri menangis karena dia tak bisa melindungi anaknya dan belum sempat memberitahu Altha soal kehamilannya.
"Maaf Riri, kami sudah berusaha" Wu Ling berkata dengan penyesalan yang dalam
"Semua bukan salah kalian, dan terima kasih sudah menolong dan menyelamatkan aku." Riri berkata dengan tenang dan berusaha menerima atas kehilangan janinnya.
"Baiklah, kalau begitu kamu istirahatlah aku akan memasakkan sup ginseng untuk mu." Wu Ling pergi meninggalkan Riri
"Apa yang terjadi sebenarnya dengan ku? Sebelnya aku tertidur selama 3 tahun tanpa tau apa pun, dan aku kembali lagi tertidur selama 1 minggu dan sekaramg 1 bulan lamanya, sebenarnya ada apa? Apa aku ingin kembali ke tubuh asliku?" Riri berfikir dan bergumam sendiri.
"Ada yang aneh dengan srmua ini. Jika 3 tahun aku bisa dianggap sudah mati namun aku kembali lagi terbangun hingga sekarang, kalau begitu apa tujuanku merasuki tubuh nona muda ini? Untuk menyelamatkan nyawanya atau untuk misi lain yang aku tak tau apa itu?" Riri terus saja berfikir dan bergumam sendiri
...🍁🍁🍁...
"Jadi pangeran San Ya masi juga tak jerah dengan perbuatannya yang melawan hukum kerajaan, padahal dia sudah mendapat hukuman dan pengasingan selam 10 tahun namun masih juga berbuat sembarangan." Permaisuri berkata dengan nada tak suka dan juga marah
"Lakukan saja sesuai dengan perintah, serang mereka tanpa ampun, dan bawah kembali tabib tangan ajaib kesini, karena aku yakin pasti mereka ada bersama dengan dia dan aku yakin pasti kehamilannya itu sudah gugur" raja Song berkata dengan tegas dan percaya diri.
Hari itu terjadi perang antara kerajaan timur Daan kerajaan barat yang saling membawah tujuan dan alasan mereka masing - masing.Teihat beberapa dari pasukan kerajaan barat yang telah dipukul mundur oleh pasukan kerajaan timur, karena dari segi kesiapan militer dan strategi kerajaan barat pasti kalah jauh dengan kerajaan timur yang memiliki pimpinan perang dan komandan perang yang kompak dan juga jago dalam ilmu pedang.
...🍁🍁🍁...
"Pangeran sepertinya pasukan mereka berhasil dipukul mundur." lapor Yorgun yang memimpin barisan depan.
__ADS_1
"Baik, kuasai benteng timur mereka karena menurut pangeran San Ya itu adalah telat persenjataan mereka, dan jangan biarkan satu pun dari mereka lolos. Pimpin pangeran San Ya masuk istana timur untuk menguasai keadaan disana." Altha memerintahkan agar Yorgun memblok istana timur dari kerajaan barat yang merupakan tempat penyimpanan sebagian besar senjata dan harta kerajaan.
"Pangeran aku yakin kalau ayahku pasti akan menyerang kalian dengan membabi buta dan aku cuma mengingatkan agar kamu berhati - hati dengan racun pelemah otot." Pangeran San Ya mengingatkan Altha.
"Ya aku mengerti." Altha menjawab dengan cepat.
...🍁🍁🍁...
Setelah 3 hari sadar Riri terlihat kembali segar dan bersemangat lagi. Riri menjelaskan pada Wu Ling dan juga nenek yang telah menolong dirinya kalau mereka terjebak dalam tempat yang sama itu semua karena ulah Riri yang memasang benteng ilusi sebelum dia jatuh pingsang untuk melindungi dirinya dari bahaya.
"Sekarang apa yang akan kamu lakukan Ri?" Wu Ling bertanya karena dia melihat Riri seolah telah bersiap untuk melakukan sesuatu.
"Aku akan membalas mereka yang telah membuat aku kehilangan anak ku, dan akan ku balas mereka semuanya." Riri berkata dengan telat yang bulat.
"Raja Song adalah raja yang licik dan yang akan melakukan segala cara untuk mendapatkan sesuatu dan mencapai sesuatu juga. Karena sebenarnya kerajaan ini adalah kerajaan dari permaisuri San yang merupakan ahli waris utama, namun karena dia seorang putri jadi suaminya lah yang naik tahta menjadi seorang raja." jelas nenek yang menolong Riri.
"Kalau begitu ahli waris sah dari kerajaan ini adalah pangeran San Ya yang merupakan keturunan dari permaisuri San." Riri berkata dan nenek itu mengangguk.
"Kalau begitu untuk merebut paksa tahta kerajaan kita harus menggulingkan kepemimpinan dari raja Song terlebih dahulu baru kita bisa mengangkat pangeran San Ya menjadi seorang raja." Riri berkata dengan serius.
"Tapi tak akan bisa semudah itu, karena permaisuri yang sekarang adalah putri dari perdana mentri dari persenjataan yang memiliki kekuasaan penuh atas segala aset kerajaan." jelas nenek itu pada Riri.
"Kalau begitu kita harus memicu peperangan, selama ada perang baru kita bisa menggoyang kepemimpinan dari raja Song." Riri berkata dengan penuh tekad.
__ADS_1