Transmigrasi LOVE TO DEATH

Transmigrasi LOVE TO DEATH
Pemutusan hukuman


__ADS_3

"Yaris bagaimana? Apakah putri Ye menceritakan detailnya bagaimana sampai pangeran bisa masuk dalam jebakan seperti ini?" Jiyang bertanya dengan tak sabar pada Yaris yang baru datang dari menemui putri Ye Rin.


"Aku tak tau kalau mereka sungguh berbeda." gumam Yaris yang masih saja tak sadar dan tenggelam dalam pemikirannya tentang perbedaan antara Yourina dan Ye Rin.


"Kenapa dengan tuan Yaris, guru Ji?" tanya Gozil yang merasa aneh melihat Yaris terus saja bergumam sendiri.


"Entahlah, dia jadi gak waras setelah bertemu dengan wanita itu." kesal Jiyang yang melihat Yaris tak fokus.


Cepak (Yaris menangkis pukulan dari Jiyang)


"Hei kau bisa sadar dengan pukulan ku tapi tak mau menjawab pertanyaan ku!!" bentak Jiyang dan Yaris menatap Jiyang dengan dalam.


"Aku tak mendapatkan jawaban yang lebih pasti, dia hanya cerita kalau dalam acara itu banyak perwakilan dari berbagai kalangan dan juga dari negara selatan. Tapi pastinya bagaimana dia tak tau, karena saat dia merasa pusing dia ijin untu pulang lebih dulu dan tak tau bagaimana dengan kondisi pangeran. Selebihnya aku tak mau mendengarkannya." jelas Yaris pada Jiyang dengan nada kesal.


"Kenapa malah kau yang kesal. Harusnya kau dengarkan sampai selesai baru kita bisa membantu pangeran." Jiyang menyalahkan Yaris yang selalu tak sabaran.


"Jiyang, ada yang aneh dengan putri Ye. Dia sangat berbeda dengan tuan putri Youri, dia terlihat seperti seseorang yang berusaha untuk menarik kita kedalam permainannya yang tak akan bisa kita elak." jelas Yaris dengan bingung menatap Jiyang.


"Apa maksud tuan Yaris dia seperti seorang wanita yang berusaha untuk menggoda seorang pria?" tanya Gozil menyimpulkan.


"Hem, seperti itulah." jawab Yaris yang masih saja terlihat bingung.


...🍁🍁🍁...


"Tuan putri bagaimana, apa kita akan masuk kedalam?" tanya bawahan dari putri Sui dari kerajaan selatan yang datang dengan penyamarannya karena ingin menyelidiki apa yang selama ini dilakukan oleh kakaknya di kerajaan tetangga.


"Iya, kita akan masuk kedalam dan kita lihat ada apa didalam. Jika firasat ku benar maka kita bisa bertemu dengan paman Gu yang sudah lama pergi meninggalkan kerajaan selatan dan juga tau apa tujuan dari kakak ku selama ini." putri Sui berjalan memasuki hutan bulan dengan perlahan.


Dengan pasti akhirnya putri Sui menemukan kalau ada jejak dari pamannya yang telah lama pergi meninggalkan kerajaannya dan memilih untuk menyendiri dan akhirnya tak bisa dihubungi sama sekali hingga bertahun - tahun.

__ADS_1


"Benar saja, aku merasakan aura kekuatan dari paman Gu. Aku yakin ilusi ini dibuat oleh paman." putri Sui terlihat sangat senang dan dia memusatkan kekuatannya untuk membuka ilusi yang dipasang oleh Riri.


"Oh ada tamu yang datang tak diundang rupanya." sapa Riri begitu putri Sui berhasil menerobos dan menghilangkan ilusi yang dipasang oleh Riri.


Putri Sui dan bawahannya menatap Riri dan Yodon yang berdiri diambang pintu rumah bambu, Riri berjalan keluar dari rumah itu dan mendekati putri Sui yang berdiri didepannya.


"Siapa orang ini, sepertinya dia memiliki ilmu yang tinggi seperti Altha dan Yaris karena dia bisa dengan mudah menemukan dan mematahkan formasi ilusi ku" gumam Riri dalam hati yang berjalan mendekati putri Sui.


"Silakan masuk nona, tuan." ucap Riri mempersilakan putri Sui dan bawahannya untuk masuk.


"Maaf mengganggu, kalau boleh saya tau nona ini siapa? Dan saya datang kemari hanya untuk bertemu dengan keluarga saya yang mungkin saja ada di sini." ucap putri Sui pada Riri


Riri menatap bingung pada putri Sui, karena selama dia tinggal di sini tak pernah ada orang yang datang untuk mencari keluarganya. Dengan sopan Riri mempersilakan duduk pada putri Sui dan Yodon menyediakan teh untuk dua orang tamunya.


"Aku tak tau siapa orang yang nona cari, tapi di sini aku hanya tinggal dengan saudaraku saja." jawab Riri tersenyum. "Aku rasa nona bukanlah orang sembarangan karena nona bisa menemukan dan memecahkan formasi ilusi yang ku pasang, kalau boleh tau siapa nona sebenarnya." tanya Riri dengan ramah pada putri Sui.


"Maaf nona, saya tak bermaksud. Tapi kenapa nona bisa bilang kalau ilusi itu adalah nona yang pasang? Karena sudah sangat jelas kalau ilusi itu adalah ilusi yang sama yang digunakan oleh keluarga saya." jawab putri Sui pada Riri.


"Lancang, berani sekali kau tak menjawab pertanyaan tuan putri dan mengabaikannya." jawab bawahan putri Sui yang merasa kesal dan menyerang Riri.


"Tuan terlalu emosional, aku hanya bertanya dan seharusnya sebagai tamu kalian lah yang menjelaskan niat dan tujuan kalian bukan malah bertanya pada tuan rumah." jawab Riri yang dengan cepat bisa menghindar dari serangan bawahan putri Sui.


"Kurang ajar." bawahan putri Sui melakukan serangan lagi dan Riri dengan mudah menghadapinya dengan tenang.


"Berhenti, tunggu dulu. Nona sebenarnya kau siapa, kenapa kau bisa menguasai ilmu pedang itu? Itu adalah jurus seribu pedang, nona katakan apakah kau mengenal paman ku yang bermana Gu Shang?" tanya putri Sui pada Riri.


"Kau mengenal kakek Gu?" tanya balik Riri.


Akhirnya putri Sui dan Riri saling mengenalkan diri dengan baik dan menceritakan siapa kakek Gu dan bagaimana Riri bisa kenal dan mempelajari ilmu yang diajarkan oleh kakek Gu yang ternyata adalah paman dari putri Sui yang merupakan raja pertama kerajaan selatan yang memilih meninggalkan kerajaan dan memberikan tahta kerajaan kepada adiknya demi menyusul seorang wanita yang dia cintai.

__ADS_1


...🍁🍁🍁...


"Yang mulia sadar." ucap tabib senior saat melihat raja sadar.


pangeran kedua dan pangeran ketiga pun yang mendengar itu langsung lari menemui yang mulia raja. Terlihat yang mulia raja dalam keadaan lemah dan tak berdaya, dengan pandangan mata yang tak fokus dan terlihat takut pada seseorang yang dia lihat diantara orang - orang yang berdiri dihadapannya.


"Ayah, katakan apa yang terjadi dan siapa yang melakukan ini pada ayah?" tanya pangeran ketiga mendekati ayahnya.


"Al-altha, Altha." ucap raja dan hal itu membuat semua orang kaget.


Mereka semua berkasak kusuk karena mereka tak menyangka kalau pangeran Altha tega dan berani melakukan hal kejam ini pada ayahnya sendiri yang selama ini sangat menyayanginya dan mempercayainya sepenuh hati.


"Sial. Aku tak akan pernah memaafkannya." teriak pangeran kedua dan langsung pergi ke aula kerajaan dan mengumpulkan semua orang.


"Pangeran Altha hadir dalam aula persidangan." seorang penjaga menyuarakan nama Altha saat dia dibawah masuk ke aula persidangan.


Didalam aula itu mereka menatap pangeran Altha dengan sulit, semua yang hadir tak menyangka kalau pengeran Altha akan melakukan hal diluar perkiraan semua orang. Dan pangeran kedua memutuskan untuk memberikan keputusan dan akan menjatuhi hukuman yang sangat berat kepada pangeran Altha yang dianggap sebagai penghianat dan pemberontak karena telah berani melakukan kejahatan yang hampir merenggut nyawa yang mulia raja.


"Pangeran Altha, hari ini yang mulia raja sudah sadar dan mengatakan sendiri dengan mulutnya dan disaksikan oleh banyak orang bahwa yang telah mencelakainya adalah kamu." teriak pangeran kedua dengan lantang dan semua orang yang mendengar jawaban dari raja tadi juga membenarkan apa yang dikatakan oleh pangeran kedua.


Mendengar itu Altha tak memiliki jawaban untuk membela dirinya, dia hanya diam menatap semua orang yang ada di aula itu satu persatu. Altha tak bisa menyangkal karena saat ini dia tak bisa mengingat apa pun mengenai kejadian semalam yang menimpah ayahnya.


"Aku ingin penghianat dan pemberontak ini dijatuhi hukuman yang sangat berat sesuai dengan hukum kerajaan ini sebagi seorang penghianat, dan aku ingin besok siang prosesi hukumannya dilaksanakan." ucap pangeran kedua dan para Mentri menyetujuinya, sehingga besok siang pangeran Altha akan diberikan hukuman mati.


"Pangeran Altha sesuai dengan keputusan para Mentri dan juga kesaksian dari yang mulia sendiri saat ini pangeran dinyatakan sebagai penghianat dan pemberontak kerajaan dan besok siang akan diberikan hukuman sesuai dengan kejahatan yang dilakukannya." ucap seorang Mentri yang memimpin jalannya persidangan itu.


Pangeran kedua merasa sangat senang mendengarΒ  keputusan itu, karena dia berfikir dengan menyingkirkan pangeran Altha maka dirinya secara otomatis akan naik ke tahta menggantikan pangeran Altha.


"Bawah pangeran pertama kembali ketahanan sekarang karena keputusan hukuman telah ditetapkan untuk besok siang." ucap Mentri keadilan dan pangeran Altha dibawah lagi ke dalam tahanan bawah tanah.

__ADS_1


Para Mentri merasa bingung karena pangeran Altha tak membantah atau pun membela dirinya, pangeran Altha terlihat pasrah dan menerima semuanya. Bahkan pangeran Altha meminta pada anak buahnya untuk tak ikut campur dan tak menghalangi jalannya persidangan.


__ADS_2