Transmigrasi LOVE TO DEATH

Transmigrasi LOVE TO DEATH
Kaki Tangan Pelaku


__ADS_3

"Hebat, jadi ini yang dia rencanakan dari awal. Benar - benar licik tapi caranya sangat menawan. Sungguh pantas diangkat sebagai putri mahkota." gumam putri Sui melihat aksi dari putri Yourina.


"Cara berfikir ya sungguh luar biasa, dia tak hanya menolong orang melainkan membantu dirinya menyingkirkan orang juga. Dari awal dia sudah tau kalau bakalan jadi seperti ini, dan caranya mendapatkan informasi juga sangat baik." putri Sui masih saja memuji Riri yang belakangan ini bekerja sama dengannya dan dia tak tau apa tujuan dari Riri.


"Tuan putri sangat mengaguminya?" Yoyo bertanya dengan heran karena dia tak pernah melihat majikannya itu memuji orang sampai segitunya.


"Dia sangat mirip dengan paman Gu, kalau dari cerita ayahanda paman Gu juga suka menyelesaikan masalah dengan cara seperti ini." putri Sui tersenyum menatap Riri kagum.


Mendengar putri sui dan pengawalnya berbincang liri Altha merasa penasaran dan bertanya dalam hati, kalau yang mereka katakan ada benarnya. Kadang cara berfikir Riri memang mirip dengan mantan raja selatan raja Gu Shang Li yang tiba - tiba turun tahta dan memberikan kepada adiknya lalu dia menghilang entah kemana.


"Tapi tuan putri, bagaimana anda bisa tau dan mendapatkan semua benda yang ada ini?" tanya Mentri Chu Liu pada Riri, dan pertanyaan itu membuat lamunan Altha buyar lalu menatap Riri


"Aku tau kalau kalian semua yang ada di sini pasti bertanya - tanya dari mana aku mendapatkan barang - barang ini. Karena itu, aku sudah menyiapkan jawaban dari pertanyaan kalian semua. Dan aku akan persilakan untuk semuanya masuk kedalam sekarang. Yaris." Riri menatap Yaris.


Terlihat Yaris keluar dan tak lama masuk lagi bersama dengan Jiyang dan beberapa orang lainnya yang mengikuti, dan orang - orang itu adalah mereka yang ditangkap oleh Yaris, Yodon dan tuan Yoyo atas perintah Riri selama ini secara diam - diam dan dikurung di hutan bulan.


"Apa yang mau dilakukan oleh putri Youri sebenarnya, kenapa dia membawah mereka masuk kedalam sini"


"Tidak tau, mereka bukannya pelayan di istana ini dan juga juru masak istana. Tapi kenap murid dari tabib senior dan pelayan Mentri Chu Liu juga ada bersama dengan mereka ya?"


Beberapa orang yang ada didalam ruangan itu saling bertanya - tanya ada apa dan kenapa orang - orang itu dibawah masuk kedalam ruang persidangan ini. Semua orang menatap bingung dan saling pandang, apa yang sebenarnya dilakukan mereka semua bersama dengan putri Yourina.


"Mentri Chu Liu, ini adalah jawab dari pertanyaan yang tadi anda tanyakan kepada saya, mereka adalah orang - orang yang berperan langsung dibawah tangan pelakunya, dan dari mereka lah saya bisa mendapatkan semua barang bukti yang mereka buang dan mereka sembunyikan setelah mereka pergunakan. Mungkin pelaku utama berfikir selama dia bisa menggunakan tangan orang lain dia akan bebas dengan mencuci tangannya sendiri, namun dia tak akan tau kalau perbuatan mereka juga memiliki kelemahan, karena mereka pasti menyimpan rasa takut atas kejadian yang telah mereka lakukan." jelas Riri melihat semua orang,


"Dan saya memanfaatkan rasa takut itu untuk membongkar semua kejahatan yang dilakukan pelaku utamanya, di sinilah peran putri Sui dari kerajaan selatan berperan beras, dia melakukan manipulasi kepada mereka yang telah berbuat salah dengan menanamkan pikiran - pikiran buruk sehingga mereka secara tak sengaja akan mengungkap dan mengatakan yang sebenarnya sampai saya bisa menemukan semua barang bukti yang mereka sudah buang dan sembunyikan dengan rapi. Karena jika mereka tak bersalah maka mereka tak akan memiliki reaksi apa pun walau sudah dimanipulasi ingatannya." sambung dari penjelasan Riri.


"Lalu bagaimana dengan pangeran Altha, bukankah dia ditemukan dengan pedang di tangannya dan juga banyak noda darah disana. Lalu dara siapa itu dan kenapa bisa ada pada pangeran Altha. Bisakah tuan putri menjelaskan untuk hal itu." Mentri Kong Ha bertanya dengan nada tak suka melihat penjelasan dari Riri. "Selama orang itu tak ada maka dia tak akan bisa mejelaskan." suara hati Mentri Kong Ha.


Mendengar itu semua orang jadi bertanya juga dan Altha menatap Riri dengan tatapan sulit karena dia tak tau Riri akan menjelaskan dengan cara apa karena Altha juga tak tau menahu soal pedangnya yang banyak noda darahnya.

__ADS_1


Riri tersenyum dan dia tak langsung menjawab pertanyaan dari Mentri Kong Ha, Riri berjalan mendekati Mentri Kong Ha lalu menatap lurus pada Mentri Kong Ha tanpa bereaksi. Hal itu membuat Mentri Kong Ha kesal dan emosinya karena merasa diremehkan oleh Riri dan langsung marah besar pada Riri.


"Apa maksud tuan putri, apakah tuan putri berfikir kalau aku melakukan sesuatu pada pangeran Altha?!" Mentri Kong Ha berkata dengan nada keras pada Riri, namun Riri tetap diam tak menjawab. "Jangan sembarangan ya, baru pertama kali masuk istana saja sudah berlaku sombong. Aku ini Mentri yang menemani dan melayani yang mulia raja selama bertahun - tahun tak akan mungkin kalau aku akan melakukan hal yang bisa mencelakai yang mulia raja, sebagai putri dari orang biasa yang kebetulan diangkat menjadi selir pa heran pertama dan berjasa mengobati yang mulia raja jangan jadi orang tamak." Mentri Kong Ha tetap marah dan bicara panjang lebar tak karuan.


Riri tertawa dan mundur dari hadapan Mentri Kong Ha, lalu dia mendekati semua seorang yang berdiri berbaris dengan rapi didepan ruangan itu dengan diam. Riri melihat satu persatu dari mereka dan setiap orang akan dilihat setidaknya 5 detik oleh Riri.


"Aku tanya pada kalian siapa orang yang menyuruh kalian melakukan perbuatan yang membahayakan untuk yang mulia raja." suara Riri setelahnya dan mereka tak menjawab. semuanya menunduk.


"Heh, dia pikir dia bisa melakukan seenaknya sendiri, dia adalah orang yang baru kemarin sudah sok dihadapan ku." suara hati Mentri Kong Ha menatap Riri dengan pandangan meremehkan.


"Tidak ada yang mau menjawab? Baiklah, kalau begitu aku ganti pertanyaannya. katakan padaku diantara kalian siapa yang telah mencelakai teman sendiri atas perintah seseorang dan merasa bersalah atas perbuatannya serta menyesal pada temannya." ucap Riri lalu salah seorang wanita dan seorang pria yang bekerja dibagian dapur istana menjawab kalau mereka telah mencelakai rekan mereka atas perintah dari Mentri Kong Ha dan mereka akan diberikan hukuman berat jika sampai tak mau melakukan perbuatan itu.


"Bagaimana Mentri Kong Ha, apakah harus ku perjelas lagi bagaimana bisa noda darah itu bisa ada pada Altha?" tanya Riri menatap Mentri Kong Ha.


"Dan lagi dari awal sudah saya jelaskan kalau noda darah yang ada di pedang Altha sama dengan noda darah yang ada di balok kayu, kenapa Mentri Kong Ha tak menyimak penjelasan saya tadi." jawab Riri lagi, "Dan lagi saya tak pernah mengatakan kalau Mentri Kong Ha lah yang menaruh noda itu pada diri Altha dan pedangnya, tapi kenapa tadi anda mengatakan hal itu, atau jangan - jangan andalah orang yang memang melakukan perbuatan itu" sambung Riri menatap Mentri Kong Ha


Riri mendekati Mentri Kong Ha "Bagaimana Mentri Kong Ha? Saya sudah menunggu dari tadi jawaban anda, karena reaksi anda sudah ku awasi dari tadi.


"Bukankah dari tadi anda yang selalu berusaha untuk menekan saya agar bisa melimpahkan segala kesalahan pada saya, sepertinya anda memang sudah biasa melakukan hal semacam itu ya? Haruskah ku katakan kalau anda adalah kaki tangan dari pelaku yang sebenarnya, dan anda melakukan banyak hal serta menyebar orang - orang yang akan anda manfaatkan setelah itu akan anda habisi mereka karena sudah tak berguna lagi." Riri yang sudah tak sabar pun langsung mengatakan apa yang dia pikirkan dan ingin melihat reaksi dari Mentri Kong Ha.


"Apa yang kau katakan.! Memberikan hukuman pada bawahan yang bersalah dan telah merugikan adalah hak dari pemiliknya, karena mereka hanya sebuah alat dan budak saja." bela Mentri Kong Ha yang tanpa sadar masuk kedalam jebakan kata - kata Riri.


"Dasar orang bodoh, dia tak sadar kalau kata - katanya telah memberikan jawaban pada pertanyaan putri Yourina." gumam putri Sui dan Altha yang mendengar menatap bingung.


"Dia telah masuk kedalam jebakan rupanya." ucap Yoyo juga ikut tersenyum menatap Riri.


"Sudah ku bilang kalau dia adalah orang yang licik kan." jawab putri Sui.


"Tapi caranya halus" Yoyo

__ADS_1


"Kau mulai mengerti sekarang rupanya." putri Sui


"Dia lawan yang sulit." Yoyo


"Hem, dia bagai ular. Kita lihat bagaimana orang itu akan terbit dan terkena racunnya." putri Sui


"Itulah bedanya anda dan saya. Jika anda menganggap bawahan anda adalah budak dan alat bekas pakai. Maka aku akan memungut anak itu, menjaga dan merawatnya serta menganggap mereka adalah anak - anak ku, dengan begitu mereka tak hanya kan berguna bagi ku sebagai alat namun juga sebagai tameng. Bawah masuk orangnya." teriak Riri setelah berkata panjang lebar.


Gozil kakak Yourina dan anak buah Altha yang lain membawah tandu dan membawah masuk dua orang yang terlihat terluka parah dan orang - orang itu adalah pelayan yang bekerja dibawah perintah Mentri Kong Ha secara langsung. Namun orang itu sedang terbaring lemah saat ini.


Mentri Kong Ha terkejud saat melihat kedua bawahannya itu, terlebih lagi mereka dalam keadaan yang masih hidup walau sedang berbaring lemah. Mentri Kong Ha menelan salifanya dan terlihat bergetar karena takut.


"Mereka adalah kedua anak ku yang hampir mati karena keracunan dan mengalami luka dari hasil penganiayaan yang lumayan cukup dalam. Ju Ja." ucap Riri berjalan mendekati kedua orang yang terbaring itu.


"Mereka adalah kunci utama dari masalah malam itu. Katakan didepan mereka semua." ucap Riri didekat mereka.


"Ma-maafkan hamba yang mulia, hamba terpaksa melakukan perbuatan itu karena perintah dari Mentri Kong Ha." ucap Ju Liyong sekretaris Mentri Kong Ha.


"Hamba juga meminta maaf yang mulia, hamba dan pangeran Altha, karena hamba lah yang membawah yang mulia ke halaman malam itu dan memancing pangeran Altha untuk menghabisi seekor babi hutan yang sudah hamba sediakan untuk mencelakai yang mulia raja." ucap Ja Suli dengan suara terputus - putus.


"Lalu katakan siapa yang telah melukai yang mulia raja?" tanya Riri


"Mentri Kong Ha." jawab kedua orang itu.


"Lancang, kalian pantas mati." Mentri Kong Ha menyerang kedua orang itu namun dengan cepat Riri melindungi mereka berdua.


"Jangan coba - coba berani melukai anak - anak ku." tatapan Riri lebih tajam dari biasanya dan dia langsung membekuk Mentri Kong Ha.


Semua yang ada didalam ruangan itu menatap terkejud terutama Gozil kakak Yourina, karena yang mereka tau putri Yourina adalah gadis yang lemah dan tak bisa apa - apa. Namun hari ini mereka melihat kalau Yourina dengan lincah menggunakan kekuatannya melawan Mentri Kong Ha yang memiliki teknik tempur dan bisa dibekuk dengan sangat mudah bahkan hanya dengan tangan kosong oleh Yourina.

__ADS_1


"Kau adalah kaki tangan orang itu, dan untuk menaklukkannya aku hanya perlu mematahkan kaki tangannya saja." ucap Riri lalu menyuntikkan obat bius sehingga membuat Mentri Kong Ha jatuh pingsan.


__ADS_2