
"Jangan dikejar Baron." cegah raja saat pangeran ketiga berhasil kabur.
Dengan lemah dan gontai raja berjalan dan dia tak habis pikir kenapa pangeran ketiga bisa memiliki pemikiran yang begitu dangkal dan membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa iri yang tak berdasar. Dan raja juga tak pernah menyangka kalau semua tindakan dari pangeran ketiga saat ini adalah karena dia cemburu kepada kakaknya pangeran Altha yang selama ini sangat menyayangi dirinya.
"Ayah, apakah ayah tak apa?" pangeran kedua dengan cepat membantu raja untuk duduk dikursi. "Apakah ayah baik - baik saja? Aku tak menyangka kalau ternyata selama ini aku hanyalah alat dan kaki tangan secara tak sengaja saja, aku telah diperalat dan dimanfaatkan oleh mereka berdua." kesal pangeran kedua dengan berkata sambil meninju kedua tangannya sendiri.
"Kau tak tau apa pun, selama ini aku telah mengawasi mu dan semua tindakan mu memang merugikan namun semuanya hanya berpacu pada Altha dan ku lihat semua malah justru membuat Altha semakin kuat dan waspada, serta melatih ketajaman atas kemampuannya berperang. Itu sebabnya aku tak pernah ikut campur dalam urusan mu selama ini." jelas raja pada pangeran kedua
"Jadi, selama ini ayah sudah tau semuanya?" pangeran kedua merasa kaget dan bertanya pada ayahnya
"Ya, aku tau semua tindakanmu tapi aku tak pernah tau apa yang dilakukan oleh pangeran ketiga hingga membuat semuanya jadi kacau dan hampir terpecah bela" jawab raja menyesalinya karena selama ini dia tak begitu memperhatikan tindakan dari pangeran ketiga.
"Maafkan aku ayah karena dulu aku mudah terbujuk dan juga iri pada Altha sehingga membuatku merasa tak adil dan selalu berusaha untuk memojokkan dan membuat Altha dalam bahaya, karena aku berfikir selama Altha gagal dalam menjalankan tugasnya maka dia akan dianggap tak akan bisa apa - apa dan akan dibenci semua orang." jelas pangeran kedua kepada ayahnya.
"Haa,,," raja Gusang bernafas dalam "Aku juga tak tau kenapa Altha bisa sehebat itu sejak dia masih kecil, dia seakan mewarisi sifat dari ibunya." raja Gusang berkata dan mengenang lagi kehidupannya dengan ibu Altha yang sudah meninggal dunia.
"Ayah." pangeran kedua menggenggam tangan ayahnya.
"Aku tak tau kenapa Choi Yong jadi seperti sekarang ini, padahal dulu aku dan ibunya begitu sangat memanjakan dia dan tak ingin dia terluka sedikit pun." raja Gusang berfikir jauh tentang pangeran ketiga yang ternyata berubah dan menyembunyikan semua sifat aslinya dalam kebaikan yang hampir tak pernah dia perlihatkan selama ini.
"Yang mulia ternyata kedatangan pangeran ketiga adalah untuk mengambil stempel kerajaan dan sepertinya dia berencana mau melakukan pemberontakan dan sedang bekerja sama dengan kerajaan barat, karena ada beberapa prajurit yang terluka oleh racun yang dibawah oleh orang - orang dari kerajaan barat." lapor Baron pada raja Gusang setelah melakukan inspeksi pada beberapa prajurit yang terluka.
"Sepertinya dia sudah tak bisa dibawah kembali lagi kejalan yang benar. Nanti kalau bertemu dan berselisih dengan dia langsung habisi ditempat saja tak perlu menunggu perintah dari ku." ucap raja Gusang yang sepertinya sudah mengambil keputusan untuk melepaskan pangeran ketiga.
"Ayah." pangeran kedua kaget mendengar keputusan dari ayahnya.
__ADS_1
"Aku tak bisa lagi mengorbankan kerajaan dan para rakyat karena memandang dia adalah pangeran ketiga kerajaan ini." raja Gusang berkata lagi seolah dia lebih memilih rakyat dan kerajaannya dari pada putranya yang bisa membuat bencana bagi kerajaannya.
"Baik yang mulia" jawab Baron dengan hormat.
"Bilang pada Altha untuk waspada." ucap raja Gusang lagi "Sekarang kalian pergilah aku ingin istirahat." usir raja Gusang yang ingin sendirian istirahat didalam kamarnya.
"Baik ayah aku undur diri." pangeran kedua.
"Baik yang mulia selamat istirahat." ucap Baron dan keluarga.
...🍁🍁🍁...
Disaat kerajaan sedang ricuh karena kedatangan pangeran ketiga yang datang menyerang di istana kerajaan, dikediaman pangeran kedua juga sedang ricuh antara para selirnya yang tak mau ngalah dan saling serang satu sama lain.
"Apa - apa an ini?!" kesal Yurna yang melihat kediamannya dikotori oleh sampah daun - daun kering yang tumbuh di halaman kediaman selir Yui Lan selir pertama dari pangeran kedua.
"Yui keluarlah" teriak Yurna dengan suara lantang dihalaman kediaman selir Yui Lan.
"Keributan apa itu?" tanya selir Yui Lan pada pelayannya yang sedang asik berbincang dengan selir kedua selir Ye Rin.
"Maaf selir Yui didepan ada selir Yurna datang dengan marah - marah." jawab dari pelayan selir Yui Lan.
"Mau apa dia sebenarnya, orang rendahan seperti dia bisanya hanya membuat keributan saja." selir Yui Lan merasa kesal.
"Sebenarnya ada apa kak, kenapa dia sepertinya selalu ingin buat ribut dengan kakak yang harusnya jadi panutan." tanya selir Ye Rin yang ikut bangun dan berjalan keluar untuk melihat selir Yurna.
__ADS_1
"Aku tak tau, dia jadi semakin sombong sejak raja memberinya kehormatan karena dia melahirkan seorang putra untuk pertama kalinya di kediaman pangeran ini." jawab selir Yui Lan dengan nada kesal.
"Apa yang kau lakukan?!" bentak marah selir Yui Lan.
"Harusnya aku yang tanya apa yang kau lakukan, dengan mengotori halaman rumah ku dengan daun - daun kering yang hanya tumbuh dihalaman ini saja." selir Yurna berkata sambil menunjukan pada selir Yui Lan.
"Selir Yurna apa yang sedang kau lakukan? Apa pantas bagimu mengarahkan tunjuk mu seperti itu kepada kakak yang seharusnya menjadi panutan kita di kediaman ini." ucap selir Ye Rin pada selir Yurna
"Diam. Kau hanyalah seorang pengganti, setatus mu seharusnya ada dibawah ku. Hanya karena saudara bodohku itu sehingga bisa membuatmu berada di statusmu saat ini." selir Yurna marah pada selir Ye Rin yang masuk dengan bantuan dan berada diatasnya. "Kau jangan sombong karena statusmu yang lebih tinggi dariku."
"Diam.! Kau setiap hari selalu membuat keributan dengan hal - hal yang tak berguna hanya karena yang mulia raja memberikan perhatian khusus, ingatlah yang mulia raja hanya memberikan perhatian pada anak yang telah kau lahirkan itu. Dan harusnya kau yang sadar akan statusmu sendiri, karena kau tak akan bisa berada di sini jika kau tak menjebak pangeran kedua yang bodoh itu." ucap selir Yui Lan.
"Kau?!" selir Yurna marah.
"Aku tau semuanya, bagaimana kau menjebak dan menyalahkan semua perbuatan yang kau lakukan pada putri Yourina saat dia menjadi tunangan pangeran Altha, dan kau ingin menguasai hati pangeran dengan segala trik rendahan mu itu, namun saat kau sadar dan tau kalau putri Yourina lebih pintar dan banyak akal darimu sehingga dia lolos dari human mati dan juga kurungan kau beralih menggoda pangeran kedua bahkan kau menjebaknya untuk bisa tidur dengan dia dan hamil sampai kau bisa masuk kedalam istana pangeran ini. Ingatlah bahwa statusmu lebih renda dariku dan kau bukanlah apa - apa bagiku. Walau aku tak mendapatkan penghormatan sebagai seorang selir tapi aku masih tetap terhormat karena aku adalah keluarga dari kerajaan." ucap selir Yui Lan dengan sombong dan menunjukkan Identitas aslinya kalau dia adalah putri dari saudara sepupu raja.
"Kakak sudalah jangan hiraukan dia, sebaiknya kakak jaga kesehatan kakak." selir Ye Rin memeluk selir Yui Lan dan berusaha meredam kemarahannya.
"Kau." selir Yurna merasa kesal.
"Antarkan selir Yurna kembali ke kediamannya dan jangan biarkan dia menginjakkan kakinya di sini lagi, karena aku tak akan pernah mau menerimanya." perintah selir Yui Lan pada para pengawalnya.
"Syukurlah aku tak salah memili sekutu dengan mendekatinya dan berbuat baik padanya, ternyata identitasnya begitu sangat tinggi, apa itu sebabnya Jang Yong selalu menghormatinya selama ini dan selalu memperlakukan dia dengan sangat baik dan juga perhatian. Karena dia adalah orang yang sangat berpengaruh." gumam dalam hati selir Ye Rin. "Ayo kak kita masuk." selir Ye Rin membawah selir Yui Lan masuk kedalam dan membawahnya untuk istirahat.
"Istirahatlah kak, aku akan kembali dan akan datang lagi besok." ucap selir Ye Rin dan selir Yui Lan mengangguk.
__ADS_1
"Dia sangat mirip dengan putri Yourina, dia memiliki sifat yang tenang dan baik. Dia hanya akan berbuat salah pada orang yang memperlakukan dirinya dengan kasar dan dia akan menghukum mereka sesuai dengan perbuatan mereka sendiri, sebaliknya dia akan baik jika orang itu baik padanya. Jika sampai dia dan putri Yourina bertemu dan bersama mereka pasti akan bisa membuat semua orang hanya akan melihat dan memandang mereka saja." selir Ye Rin masih bergumam dan berfikir sambil duduk di kursi dihalaman kediamannya.