Transmigrasi LOVE TO DEATH

Transmigrasi LOVE TO DEATH
Memilih lari dari pada kembali.


__ADS_3

"Cari ketempat lain." ucap komandan pasukan pangeran Cu Shang dan mereka pun berpindah meninggalkan air terjun dan hilir sungai itu.


Melihat mereka semua sudah pergi Altha membawah Riri naik kepermukaan air dan Riri langsung memukul Altha dengan keras. Altha yang menerima pukulan itu hanya tersenyum saja melihat Riri yang kesal.


"Ingat aku adalah penyelamat mu." ucap Altha santai.


"Lepaskan, mau sampai kapan kau memeluk ku dasar berondong kejam dan mesum." ucap Riri marah.


"Jangan teriak jika kau tak ingin tertangkap lagi." ucap Altha dan Riri langsung diam.


"Ayo, kita pergi dari sini." ucap Altha dan keluar dari air.


"Kenapa kau bisa ada di sini? Apa kau datang sengaja ingin menyelamatkan ku?" Riri bertanya sambil berusaha naik dari batu besar.


"Menurut mu bagaimana? Haruskah aku membiarkan tunangan ku bermesraan dengan seorang pangeran dan dia adalah musuh ku?" jawab Altha dengan nada bertanya yang menurut Riri sangat menjengkelkan.


"Tak bisakah kau membantuku naik?! Kau pria tak bertanggung jawab." kesal Riri lagi karena dia kesusahan untuk naik karena licin.


"Bicaramu kadang sangat aneh untuk ku dengar." Altha menatap Riri dan menarik tangan Riri agar bisa naik dari batu besar.


"Kita harus keluar dari kawasan hutan ini dulu untuk menghindari para prajurit yang mengejar mu." ucap Altha tanpa melihat Riri.


"Apa kau mau menyuruhku pergi dengan baju basa kuyup begini?" kesal Riri sambil menghentakkan kaki ketanah.


"Apa kau memilih untuk ditangkap lagi hah?! Kau tau apa yang akan mereka lakukan padamu karena kau telah berusaha untuk melarikan diri." ucap Altha lalu pergi meninggalkan Riri.


"Berondong tunggu,,, kenapa kau tinggalkan aku." Riri lari mengejar Altha.


Bruk "Aduh, kenapa berhem" Atha menahan Riri dan membawanya sembunyi lagi.


"Diam lah sepertinya ada seseorang yang berjalan kearah sini." bisik Altha dan Riri mengangguk.


"Siapa mereka?" tanya Riri sambil berbisik juga dan menjulurkan kepalanya untuk ikut mengintip sama Altha.


"Sepertinya mereka warga setempat, ayo ikuti mereka dan keluar dari kawasan ini." Altha menarik Riri mengikuti rombongan warga yang entah habis dari mana.


"Loh kalian kenapa basah kuyup begini?" tanya salah seorang ibu yang terlihat sudah tua.


"Kami habis menyebrangi sungai." jawab Altha ramah dan Riri hanya tersenyum.

__ADS_1


"Mereka mau kemana sebenarnya?" tanya Riri lagi pada Altha.


"Sepertinya mereka mau keluar dari sini, entah mereka mau kemana." jawab Altha yang terus saja mengikuti para rombongan itu.


Dan setelah Altha berhasil menyelamatkan Riri serta keluar dari lingkup istana pangeran Cu Shang mereka berdua mengikuti rombongan dengan penyamaran agar bisa keluar dari negara itu. Lama berjalan hingga baju basah mereka pun mulai mengering karena diterpa panas, selama berjalan dalam kerumunan Riri tak menunjukkan jati dirinya begitu pun dengan Altha, mereka berbaur layaknya rakyat biasa.


"Apakah kalian pasangan pengantin baru? Karena kalian terlihat seperti sepasang kekasih." ucap salah seorang lagi dari rombongan itu.


"Bukan." jawab Riri


"Iya" jawab Altha.


"Eh, kenapa kalian berbeda jawaban?" tanya orang itu lagi.


"Karena dia lagi marah padaku saudaraku, karena keluar tanpa membawah apa - apa dan baju pun juga tak punya. Karena kami habis dirampok." jawab Altha dengan cepat dan Riri hanya diam menatap Altha dengan kesal.


"Hahaha, begitu ya. Terlihat sekali kalau istrimu sedang marah besar saudaraku." ucap orang itu lagi, dan Altha tersenyum.


...🍁🍁🍁...


Disisi lain Jiyang merasa tak sabar dia terus saja tanya pada Yaris apakah sudah ada pesan dari pangeran, dan Yaris selalu dengan bergeleng kepala menjawabnya.


"Jiyang sabarlah, jika kamu terus menggerutu seperti itu maka pangeran kedua akan tau kalau pangeran Altha tak ada ditempat." Yorgun memarahi Jiyang yang selalu gusar.


"Aku sudah tak bisa sabar lagi." Jiyang terlihat sangat kesal dan dia menghentakkan kakinya ke tanah berkali - kali.


"Jiyang yang dikatakan kapten Yorgun benar, tenanglah dulu. Coba kalau lihat Yaris aja begitu tenang, itu artinya pangeran dan putri pasti tak ada masalah." ucap rekan Jiyang yang dulu tinggal di barak pengasingan.


...🍁🍁🍁...


"Ayah, Jang Yong menghadap." ucap pangeran kedua pada raja.


"Hem, kau juga ikut menghadap. Coba katakan apa yang ingin kau sampaikan aku akan mendengarnya." ucap raja melihat pangeran kedua.


Pangeran kedua melirik kearah pangeran ketiga yang ternyata sudah ada dihadapan raja sejak tadi, "Ayah, aku dengar putri Yourina telah diculik saat perjalanan ke rumah tabib senior, dan ini sudah hampir 7 hari masih belum ada kabar haruskah kita hanya diam saja tak menolongnya? Dan pangeran pertama juga sepertinya tak peduli bahkan sekarang pergi ke perbatasan untuk melatih para prajurit." ucap pangeran kedua panjang lebar.


"Apa yang ingin kakak sampaikan pada ayah, kenapa harus memberikan penjelasan panjang lebar seperti itu." ucap pangeran ketiga yang merasa ada gelagat aneh dari pangeran kedua.


"Benar, apa yang dikatakan oleh Choi Yong. Katakan lebih jelas apa maksud dari ucapanmu itu." ucap raja menimpali kata - kata pangeran ketiga.

__ADS_1


"Maafkan kelancaran ku ayah. Apa tak sebaiknya pengajuan pembatalan pertunangan dari putri Yourina disetujui. Kalau ayah khawatir soal kehilangan putri aku bisa membujuk putri untuk mau berhubungan dengan ku, yang artinya aku akan menggantikan posisi kakak pertama saat ini." jelas pangeran Jang Yong.


Raja terdiam mendengar penuturan pangeran kedua barusan, dan pangeran ketiga tertawa terbahak sehingga membuat pangeran kedua geram dan ingin memarahinya, namun tak bisa karena mereka sedang berada dihadapan raja.


"Apakah pangeran kedua sedang berhayal? Bagaimana mungkin bisa melakukan hal seperti itu, jika putri ingin lepas dari kakak Altha maka tidak akan mungkin dia mau kembali masuk kedalam istana. Dari mana pangeran kedua yakin kalau bisa membujuk putri untuk menggantikan posisi kakak pertama." ledek pangeran ketiga pada pangeran kedua.


"Kau." pangeran kedua merasa sangat kesal.


"Sudah - sudah, aku tau niatmu baik. Tapi untuk mengambil keputusan mengenai pembatalan pertunangan kakakmu harus diputuskan dengan adanya kedua orang yang bersangkutan tidak dilakukan sembarangan. Kalau mengenai kamu ingin membantu mencari putri aku persilakan karena adikmu juga mengajukan diri untuk ikut berpartisipasi mencari putri. Karena semakin banyak yang membantu mencari pasti akan bisa dengan mudah ditemukannya." jelas raja yang mengatakan kalau dia tak ingin membatalkan pertunangan pangeran Altha dan Yourina begitu saja.


"Ayah aku undur diri dan akan berangkat hari ini juga." ucap pangeran ketiga dan dia pun pergi dari hadapan raja dan kakak keduanya.


...🍁🍁🍁...


Dalam perjalannya Riri memutuskan untuk tak kembali lagi ke istana Altha karena dia lebih memilih lari dari pada kembali lagi bersama dengan Altha, dan Riri pun mencobak mengecoh Altha agar bisa kabur. Secara diam - diam Riri keluar kamar saat berada di penginapan.


"Kau mau kemana?" tanya Altha saat Riri mengendap - endap.


"Ah." Riri yang terkejud hanya tersenyum lalu masuk lagi kedalam kamarnya.


"Duh, bagaimana aku bisa kabur dari dia kalau dia begitu waspada." gumam Riri dan mulai membuat rencana lagi.


"Ah Song anda ada di sini rupanya, ayo ikut dengan kami sekarang." ucap seorang pemuda yang menarik Altha dan mengajaknya minum - minum.


Riri pun mempunyai ide untuk memanfaatkan hal itu dalam mengecoh Altha "Bagus dia akan minum sampai mabuk dan untuk itu aku harus ikut serta memastikan kalau dia benar - benar mabuk." gumam Riri dan dia keluar kamar lalu ikut bergabung.


Melihat Yourina ikut bergabung dengan semuanya membuat Altha lebih tenang dan mereka pun berpesta dengan gembira karena telah berhasil melewati perbatasan dengan aman.


"Ayo minum lagi." teriak Riri dan dia memberikan minuman lagi kepada Altha lalu memaksa Altha untuk meminumnya.


"Aku akan pergi ke kerajaan Dong Li." teriak orang yang bersama dengan rombongan mereka.


"Ya, kami semua akan pergi ke kerajaan Dong Li dan akan menetap disana selamanya." yang lainnya juga ikut menimpali dengan gembira.


"Ugh." Altha sudah mulai mabuk


"Ya, ayo pergi kesana dan bersama - sama menuju kejayaan Dong Li." ucap Altha yang sudah mabuk berat.


"Hem, berhasil. Aku rasa sekarang saatnya bagiku untuk kabur, tapi harus kabur kemana dulu ya? Riri berfikir sejenak, "Ah, tidak peduli kemana yang jelas jauh dari Altha dan pangeran Cu Shang." Riri pun mulai keluar dari kerumunan orang - orang itu dan mulai menyamar sebagai cowok dengan berpakaian cowok untuk meninggalkan Altha dan para rombongan.

__ADS_1


__ADS_2