Transmigrasi LOVE TO DEATH

Transmigrasi LOVE TO DEATH
Rencana


__ADS_3

"Maaf yang mulia raja, sebelum hamba mengungkapkan apa yang akan hamba minta dalam permintaan kedua hamba mohon untuk yang mulia mengijinkan hamba memperkenalkan putri Sui terlebih dahulu." Riri menatap raja Gusang


"Katakan, aku juga sudah lama menunggu kamu akan memperkenalkan dia padaku. Karena kamu membawah dia ke kerajaan ini tidak mungkin jika tak ada tujuannya." ucap raja Gusang menatap Riri penasaran


"Dia adalah putri Sui Li Shang, putri kedua dari raja Ho Shang Li, raja kerajaan selatan." ucap Riri dan seketika itu membuat semua orang terkejud karena mereka tak percaya kalau putri Yourina begitu berani membawah tuan putri dari kerajaan selatan kemari yang merupakan musuh dari kerajaan timur ini.


"Hamba dapat menyelesaikan semua pekerjaan dan penyelidikan dari kasus ini semua berkat bantuan dari putri Sui, dan hamba memohon pada yang mulia raja untuk memberikan kesempatan pada putri Sui untuk menunjukkan rasa persahabatan dengan kerajaan ini." ucap Riri lagi dan itu membuat semua orang jadi semakin bingung.


Semua yang ada di dalam ruangan itu berkasak kusuk dengan maksud dari putri Yourina, raja juga menatap tak mengerti karena apa yang dikatakan oleh Riri benar - benar membingungkan.


"Apa maksud tuan putri? Memberinya kesempatan untuk menunjukkan persahabatan, manamungkin orang selatan mau bersahabat dengan kita. Bukankah mereka sudah sejak dulu selalu ingin menguasai kerajaan ini karena rempah - rempah yang kita miliki ini." tanya Mentri Chu Liu pada Riri dan semua orang juga setuju dengan apa yang dikatakan oleh Mentri Chu Liu.


"Jangan buru - buru, karena selama ini kita tak tau dengan pasti keadaan kerajaan selatan dan juga tidak tau pasti apa benar memang raja selatan ingin menguasai kerajaan kita ini, atau hanya karena hasutan seseorang saja." ucap Riri dan menatap semua orang yang terlihat memang tak tau dengan benar kenyataan yang terjadi selama ini. "Untuk itu hamba akan mengungkapkan apa permintaan kedua hamba, dan permintaan ini berhubungan dengan dua kerajaan." sambung Riri lagi.


Mendengar itu Altha merasa cemas, dia menatap Riri dengan tatapan sulit, dari sorot mata Altha menunjukkan kalau dia memohon pada Riri agar jangan memintanya untuk melakukan perbuatan yang akan membuat dirinya sulit untuk mengabulkan dan juga menolak secara bersamaan.


Riri yang melihat Altha menatapnya dengan dalam tersenyum, namun tak ada senyum dari bibir Altha untuk membalas senyumnya. Karena dia telah mendengarkan apa rencana Riri yang semalam menanyakan perihal permintaannya pada Altha.


"Katakan apa yang ingin kau minta padaku." ucap raja Gusang pada Riri.


"Baik yang mulia." Riri menatap putri Sui dan terlihat putri Sui menganggukkan kepalanya. "Dalam permintaan kedua hamba kali ini adalah,,," suara Riri menggema di seluruh ruangan itu, dan Altha menundukkan kepalanya, menutup mata serta menggenggam erat tangannya.


"Hamba minta kepada yang mulia untuk membuka jalur dari perbatasan kedua kerajaan dan saling bertukar dengan kerajaan selatan. Karena kerajaan selatan adalah kerajaan yang memiliki banyak para ahli dalam bidang ilmu pengobatan tradisional, sedangkan dari kerajaan kita memiliki banyak bahan obat dari rempah - rempah. Dengan membuka jalur perbatasan dan membiarkan kedua kerajaan saling berhubungan maka kita akan bisa mempelajari ilmu pengobatan dari mereka dan kita juga bisa membantu mereka dalam menyediakan bahan obat yang selama ini ingin mereka miliki." ucap Riri dan semua orang saling menatap.

__ADS_1


Didalam aula pertemuan itu Riri mengungkapkan permintaannya yang kedua pada yang mulia raja. Dan mendengar hal itu semua orang merasa kaget juga tak percaya karena apa yang diungkapkan oleh Riri itu adalah hal besar dan itu memang bisa menyatukan antara kedua kerajaan antara kerajaan timur dan selatan, namun untuk menjalin semua itu diperlukan kedua belah pihak untuk saling mau bekerja sama.


Riri tersenyum dan sengaja tak melihat Altha, karena dia tau saat ini Altha pasti merasa kesal dan juga marah pada dirinya karena menganggap dirinya telah mempermainkannya. Riri menatap raja Gusang dengan tatapan berharap akan mendapatkan jawab yang bagus.


"Tapi untuk membuka jalur itu kita tak hanya membutuhkan kerajaan kita, melainkan juga kerajaan selatan. Bagaimana caranya kita bisa melakukan itu dengan mudah?" tanya raja Gusang menatap Riri.


"Untuk itu kenapa putri Sui ada di sini yang mulia, dan dia akan membantu kita melakukan perundingan dengan raja selatan." jawab Riri dengan percaya diri.


Dan dengan tatapan meyakinkan Riri menyarankan untuk yang mulia raja mengangkat pangeran kedua sebagai putra mahkota menggantikan pangeran Altha, dan akan mengirim pangeran Altha pergi ke kerajaan selatan sebagai perwakilan dari kerajaan timur untuk mengabarkan kalau putri Sui telah menjadi tawanan dari kerajaan timur ini. Dengan begitu maka kedua belah pihak akan berunding dan akan menemukan sepakat dengan bantuan surat dari putri Sui yang dibawakan oleh Altha kehadapan raja selatan.


"Tunggu yang mulia, hamba tak memiliki kemampuan untuk memimpin. Hamba tau selama ini selalu iri dengan kakak pertama. Tapi setelah hamba berfikir selama ini, hamba tak akan bisa melakukan lebih dari kakak pertama, jadi mohon kepada yang mulia agar jangan mendengarkan atau mengabulkan apa yang diminta dan disarankan oleh putri Yourina kali ini." ucap pangeran Jang Yong yang juga menghadap pada raja Gusang dan menatap Riri tajam dengan kesal.


"Kalau begitu apakah pangeran kedua ingin pergi untuk mewakili kerajaan untuk menghadap pada raja selatan dan menyatakan perundingan serta menyampaikan surat dari putri Sui yang menjadi tahanan di kerajaan ini?" Riri memiringkan kepalanya bertanya pada pangeran Jang Yong.


"Apa?" pangeran Jang Yong kaget.


"Kau?!" pangeran Jang Yong merasa kesal pada Riri.


"Hahaha." terdengar suara raja Gusang tertawa terbahak melihat Riri mempermainkan emosi dari pangeran Jang Yong.


"Sudah - sudah jangan mempermainkan dia lagi." ucap raja Gusang dan pangeran Jang Yong menatap ayahnya dan juga Riri dengan bingung.


Sehari sebelumnya.

__ADS_1


"Tuan putri." sapa Yodon saat dia melihat Riri datang melihat raja.


"Yaurina, kau datang." raja Gusang tersenyum melihat Riri datang menemuinya.


"Bagaimana keadaan yang mulia?" Riri bertanya sambil melihat kondisi raja Gusang.


"Ya aku cepat pulih berkat murid mu yang bawel ini, dia selalu menyuruhku untuk istirahat tepat waktu dan selalu membangunkan ku pagi - pagi untuk minum obat." raja Gusang menggerutu karena ulah Yodon yang mengawasinya atas perintah Riri. "Katakan ada apa kau kemari?" sambung raja bertanya.


"Ya saya kemari memang ada yang ingin saya katakan pada yang mulia. Saya ingin saat upacara peresmian pangeran Jang Yong dan putri Ye Rin nanti umumkan juga kalau pangeran Jang Yong adalah putra mahkota kerajaan ini." ucap Riri


"Tuan putri." Baron terkejud


"Hem, bukan aku tak mau tapi Jang Yong dia tak akan mampu." jawab raja yang mengetahui batas kemampuan para putranya.


"Tidak sebenarnya, ini hanya rencana untuk memancing musuh keluar. Jika mereka tau kalau pangeran kedua telah mengantikan pangeran Altha sebagai putra mahkota maka mereka akan berfikir kalau pangeran Altha telah dijatuhi hukuman dan kewaspadaan mereka pasti akan menurun. Dengan begitu bisa mempermudah untuk pangeran Altha pergi dan melakukan perundingan dengan kerajaan selatan." jelas Riri pada raja Gusang.


"Hem, maksudmu kamu ingin melakukan pekerjaan sekaligus. Memancing musuh keluar dan juga mencari bantuan untuk menangkapnya." raja Gusang tersenyum menatap Riri.


Saat ini


"Jadi Jang Yong, aku mempercayakan kerajaan ini untuk kau jaga sampai kakakmu Altha kembali dan berhasil dalam rencananya. Dan aku percaya kamu bisa melakukan yang terbaik untuk kerajaan karena selama ini kamu telah banyak merencanakan sesuatu untuk menggulingkan kakakmu." ucap raja Gusang pada pangeran Jang Yong.


"Jadi, maksudnya aku hanya akan menggantikan kedudukan kakak untuk mempertahankan kerajaan sambil menunggu kakak sampai datang dengan bantuan dari kerajaan selatan setelah melalui perundingan begitu?" ucap pangeran Jang Yong menatap Riri dan raja bergantian.

__ADS_1


"Aku tak tau kalau aku memiliki saudara ipar yang begitu suka menderama disetiap suasana" bisik Riri pada pangeran Jang Yong yang berdiri disebelahnya.


"K-kau." pangeran Jang Yong kesal pada Riri yang telah membuatnya ditertawakan oleh ayahnya didepan semua orang.


__ADS_2