
"Akhirnya aku menemukan mu setelah keluar masuk hutan 2 hari dan juga tersesat. Aku tau kamu pasti baik - baik saja, tapi aku tak tau kenapa kamu pergi meninggalkan rumah setelah membawah wanita lain masuk sembarangan. Aku akan menghukum mu setelah bertemu dengan mu nanti." Altha terus mengawasi rumah bambu itu namu tak ada tanda - tanda Riri ada di rumah itu.
Altha tak berani mendekati rumah itu karena dia belum tau pasti apa benar di rumah itu hanya ada Yodon dan Riri, karena jika ada Petapa bersama dengan mereka maka akan sulit untuk mendekati rumah itu, karena Altha tak mau mengganggu ketenangan dari seorang Petapa agung.
4 hari sudah Altha menunggu namun dia masih juga tak menemukan Riri, dan selama 4 hari juga Altha yang berkeliling di hutan itu tak nampak juga batang hidung Riri hanya Yodon yang keluar masuk rumah itu, selain berlatih Yodon juga merebus tanaman obat.
"Tunggu, kenapa tak ada Riri bersamanya. Lalu dia bersama dengan siapa? Apa ada tepat lain selain ilusi yang dibuka oleh Yodon?" Altha bergumam karena sudah 4 hari dia keliling hutan namun tak menemukan keberadaan Riri. "Jangan - jangan ada ilusi lain yang memisahkan mereka, karena lonceng yang dipakai oleh master obat adalah gelang kaki dengan bentuk yang berbeda dengan milik Yodon. Apa mungkin Riri ada disisi lain dari hutan ini?" Altha bergumam dan bertanya - tanya soal keberadaan Riri.
...🍁🍁🍁...
Disisi lain Jang Yong dan Cu Shang sedang berunding ditempat rahasia mereka setiap kali melakukan pertemuan. Mereka merencanakan rencana baru lagi untuk menjebak dan menyusahkan Altha.
"Apa pangeran Jang tau bagaimana caranya menerobos masuk kedalam istana pangeran Altha?" tanya pangeran Cu Shang karena dia ingin menempatkan mata - matanya didalam istana itu.
"Pangeran Cu Shang tak perlu khawatir masalah itu, karena aku sudah menempatkan orang ku disana dan dia adalah wanita bodoh yang akan melakukan apa saja perintahku selama aku berpura - pura untuk menyukainya." jelas pangeran Jang Yong.
"Oh, jadi pangeran Jang sudah bertindak ya? Tapi apa kah pangeran Jang yakin kalau dia akan terus berpihak kepada kita?" pangeran Cu Shang bertanya dengan senyumannya.
"Bagaimana jika dia pindah haluan dan tak mau lagi membantu kita? Apakah pangeran punya rencana baru lagi untuk mencegah hal itu?" sambung pangeran Cu Shang.
"Hem, aku juga pernah berfikir begitu. Tapi aku yakin dia tak akan bisa lepas dari ku, karena aku tau kelemahannya dan aku paling tau tentang dirinya dari pada keluarganya." pangeran Jang tersenyum karena dia telah memegang kuat kendali pada diri Ye Rin.
"Baiklah aku percaya pada pangeran Jang, kalau begitu rencana kita akan tetap dan kita tunggu yang lainnya. Aku ijin pamit dulu pangeran Jang." pangeran Cu Shang pergi meninggalkan pangeran Jang Yong.
"Pangeran, apa kah pangeran benar mempercayai pangeran Cu Shang? Sepertinya dia mempunyai rencana lain selain mengikuti rencana pangeran." tanya anak buah pangeran Jang yang merasa curiga dengan pangeran Cu Shang.
"Hem, untuk sementara aku membutuhkan kekuatannya untuk menggulingkan kepemimpinan kak Altha. Jika aku sudah mendapatkannya maka aku tak akan membiarkan dia baik - baik saja, jadi untuk sementara biarkan saja." jawab pangeran Jang Yong dengan menyeringai.
...🍁🍁🍁...
"Yang mulia, maaf aku merasa kalau pangeran kedua sepertinya sedang merencanakan sesuatu. Tapi aku tak tau apa yang dia rencanakan." ucap Baron pada raja Gusang.
"Baron, aku tau apa yang akan dia lakukan. Dia dari dulu merasa iri pada Altha yang selalu unggul dari pada dirinya, mulai dari segi pendidikan dan ilmu bela diri. Aku sengaja membuatnya selalu berada di istana dan membiarkan dia melakukan sesukanya selama aku bisa memantaunya itu tak masalah, karena jika aku memberikan kedudukan dan kepemimpinan yang tinggi maka dia pasti akan melakukannya dengan semenah - menah." jelas raja Gusang pada Baron.
"Yang mulai telah memikirkan semuanya dengan baik selama ini." Baron tak menyangka kalau raja telah memikirkan semuanya selama ini demi para pangeran dan kerajaan ini.
"Ya, karena aku tak bisa membiarkan anak - anak ku melakukan kesalahan dan perbuatan yang nantinya akan menyesatkan mereka dan menimbulkan penyesalan. Tapi aku tak khawatir untuk Altha dan Choi, yang aku khawatirkan adalah Jang Yong karena dia memiliki sifat sama dengan ibunya yang selalu serakah dan ambisius." raja Gusang terlihat sangat cemas saat membicarakan tentang pangeran kedua Jang Yong.
Mendengar perkataan raja yang selalu memikirkan anak - anaknya dan selalu mengkhawatirkan pangeran Jang Yong membuat Baron merasa cemas, karena Baron sangat tau bagaimana sifat rajanya yang telah dia ikuti selama bertahun tahun lamanya.
__ADS_1
...🍁🍁🍁...
Altha yang dari semalam berdiam diri di atas pohon tak jauh dari rumah mambu itu mengawasi Yodon yang berganti baju dan berjalan keluar rumah dengan menggunakan cadar lalu memasang sebuah pita berwarna kuning dengan lonceng di ujung - ujung pita panjang itu. Yodon berjalan dengan membawah sebuah bungkusan dan berjalan ke arah keluar hutan.
"Mau kemana dia?" Altha yang selama 4 hari ini mengawasi gerak gerik Yodon bertanya - tanya karena Yodon bersiap mau pergi keluar hutan.
"Apa dia mau pergi mengantarkan obat pada prajurit lagi? Kalau iya ini adalah kesempatanku untuk memeriksa kedalam rumah itu." gumam Altha mengawasi dan setelah Yodon pergi keluar serta terlihat cukup jauh lalu hilang Altha turun dari pohon dan berjalan perlahan memasuki halaman rumah bambu itu.
Didalam halaman rumah bambu itu banyak sekali bahan - bahan obat yang terkumpul dan dijemur, dan banyak juga yang sudah kering yang siap untuk disimpan. Dengan hati - hati Altha memasuki rumah itu dan melihat sekeliling yang ternyata tak ada Petapa disana dan juga tak ada seorang pun.
"Yodon kau sudah pergi ya." teriak seseorang dari luar rumah dan altha sangat mengenali suara orang itu.
"Hem, rupanya dia sudah pergi." Riri tersenyum melihat pita kuning yang diikat dengan lonceng disetiap ujungnya. "Dia sangat antusias kalau soal para prajurit itu, tapi tetap saja tak mau pergi meninggalkan ku. Dia memang keras kepala." Riri bergumam sambil menjemur bahan obat yang baru saja dia dapatkan.
Riri yang merasa ada orang didalam rumah sedang mengawasinya dia pun merasa waspada dan bersiap menyerang jika orang itu berbuat macam - macam, karena Riri tau Yodon tak mungkin tak menemuinya jika dia datang, sebab pita kuning sudah diikat di pagar rumah yang artinya Yodon keluar. Riri mengambil senjatanya dibalik alat penjemur jamu itu dan dia membiarkan orang itu mendekat lalu mengejutkannya dan menghajarnya, namun saat Riri berbalik dan mau menghajarnya justru dialah yang terkejut karena orang itu adalah orang yang selalu dia hindari selama ini.
"K-kau." Riri mengambil langkah seribu untuk menghindari Altha dengan menggunakan ilusi.
Namun Riri kalah cepat dari gerakan Altha yang telah berhasil merebut lonceng yang dibawah Riri, "Jangan lari" Altha dengan cepat menangkap Riri yang mau kabur dengan membawah sebuah lonceng.
Riri berusaha melawan Altha dengan pedang yang dari tadi dibawahnya, Riri pun mulai berkelahi dengan Altha. Namun Altha melawannya dengan senang hati seolah dia sedang melatih Riri seperti biasanya. "Tak ku sangka kemajuan mu sungguh pesat. Kau bahkan bisa menggunakan pedang mu dengan sangat baik dan menyerang dengan sangat tepat sekarang." puji Altha pada Riri sambil tersenyum.
"Aku adalah suamimu dan kau malah mengkhawatirkan pria lain didepan ku?!" tanya Altha dengan kesal pada Riri.
"Aku tau kau pasti melakukan sesuatu pada Yodon. Katakan dimana dia dan apa yang telah kau lakukan padanya?!" Riri masih saja bertanya soal Yodon dan itu membuat kesabaran Altha hilang.
Altha maju dan menyerang Riri lagi yang sebelumnya sudah menarik pita kuning yang diikat oleh Yodon, namun bedanya kali ini Altha serius mengalahkan Riri dengan dua kali serang.
"Aaah. Altha apa yang mau kau lakukan." teriak Riri yang bisa dengan mudah dikalahkan oleh Altha dan diikat kedua tangannya oleh Altha dengan pita kuning milik Yodon.
"Apa yang mau aku lakukan kau akan tau nanti." jawab Altha dengan kesal membuang pedangnya dan mengangkat tubuh Riri lalu membawahnya masuk kedalam rumah bambu.
"Altha kau mau apa, lepaskan aku, jangan macam - macam." Riri berusaha berontak.
"Tidak akan! Apa yang akan ku lakukan sekarang adalah hukuman untuk mu dan juga ikatan yang tak akan pernah bisa kau lepas setelah ini, aku akan membuatmu menjadi milikku untuk selamanya." ucap Altha dengan cepat melepaskan ikat pinggang Riri.
"Jangan Al,,, emm" suara Riri tenggelam karena Altha telah membungkamnya dengan ciumannya.
"Aku bukan Yourina sadarlah, bukankah kau membenciku." ucap Riri berusaha untuk menyadarkan Altha yang saat ini sedang kalap seperti orang yang kerasukan.
__ADS_1
"Kau tak mengerti dan tak tau apa yang ku pikirkan pada saat itu." ucap Altha dan langsung bergerak sesuai nalurinya.
"Au, sakit!!" teriak Riri meremas tangannya yang diikat oleh Altha, "Kau gila Altha, lepaskan aku" Riri terus saja meracau hingga Altha merasa gemas dan melahap bibir Riri.
"Gila, apa orang jaman dulu begitu kuat? Dia sangat kuat dan staminanya seolah tak ada habisnya. Aku lelah, tak sanggup lagi." suara hati Riri yang akhirnya pasrah dengan nasibnya dan tubuhnya yang sudah terkoyak dan dilahap habis oleh Altha.
Pria yang selama ini dikenalnya selalu menjaga jaraknya dan tak pernah macam - macam dengan dirinya ini, dan selalu dingin serta suka sekali bertengkar ini telah berubah menjadi seorang pria yang ganas dan tak membiarkan dirinya beristirahat sebentar pun untuk sekedar mengambil posisi karena lelah.
"Apa kau sadar siapa aku? Aku bukanlah Yourina yang merupakan istri mu dan wanita yang kau kenali, dan aku juga tak akan bisa bertahan di sini selamanya. Aku akan kembali kepada tubuhku yang asli dan akan mengembalikan semuanya pada posisi aslinya." ucap Riri liri yang sudah merasa lelah karena ulah Altha.
"Aku tau dengan jelas siapa kamu, dan aku juga tau siapa yang kusukai." jawab Altha yang lagi - lagi bangun dan mempermainkan tubuh Riri.
"Apa kau tak ada lelahnya? Sadarlah orang yang kau sukai itu siapa, dia adalah Yourina dan yang saat ini bicara denganmu adalah Kurnia. Kau harus bisa membedakannya." Riri menatap Altha yang ada diatas tubuhnya.
"Aku tau ini tubuh Yourina, tapi kemampuan yang saat ini kurasakan dan ku nikmati dari tadi adalah milik mu, wanita usia 30 tahun yang datang dari masa depan. Dan orang yang aku sukai adalah jiwa orang yang saat ini merasuki tubuh Yourina. Apa pun bentuk mu dan seperti apa wajah mu asalkan itu adalah dirimu aku akan tetap menyukainya karena aku mencintaimu Kurnia Isabela." ucap Altha dengan tersenyum dan menikmati permainannya lagi.
"Kau gila Altha, aku sudah lelah." jawab Riri memalingkan wajahnya dari tatapan Altha.
"Aku memang sudah gila, karena aku sangat merindukanmu dan mencintaimu. Kalau dari awal aku tau semua akan seenak dan senikmat ini aku tak akan menahan diri untuk melakukannya, dan mulai dari sekarang kau harus menyiapkan dirimu karena aku tak akan menahannya lagi." jawab Altha memegang wajah Riri agar menatapnya dan Altha mencium bibir Riri.
Entah apa yang terjadi Altha jadi menggila dan terus saja ingin bermain, kalau bukan karena Riri pingsan karena kelelahan mungkin Altha tak akan menghentikan permainannya. Altha menatap Riri dan menyelimuti tubuh Riri saat dia merasa ada yang datang.
Altha bergegas keluar dan melihat kalau orang itu adalah Yodon yang sudah kembali dari luar hutan untuk memberikan obat pada para prajurit. Melihat itu Yodon merasa terkejut karena Altha telah berdiri tegak diambang pintu masuk rumah itu.
"Pangeran, maafkan hamba yang lancang." Yodon langsung memberikan hormat pada Altha.
"Tak apa, terima kasih kau telah menjaga dan menemani istri ku selama ini." ucap Altha dengan tersenyum menatap Yodon.
Yodon menatap Altha dan terlihat baju Altha yang tak rapi serta sedikit berantakan karena Altha mengenakannya asal - asalan. Yodon menunduk lagi karena dia tak berani berfikir terlalu jauh pada pimpinannya itu. Sedangkan Altha sadar apa yang sedang Yodon lihat dan pikirkan.
"Aku sudah lama tak bertemu dengan dia, jadi sedikit lepas kendali sehingga membuat dia pingsan. Bisakah kau membuatkan obat untuknya?" ucap Altha tanpa ada yang dia tutupi dari Yodon.
"Eh, baik pangeran." Yodon langsung mengerti dengan maksud dan perkataan Altha dan langsung merebus obat untuk mengembalikan stamina buat Riri.
Altha menatap Riri yang terlelap dengan senang, Altha merasa puas telah menyalurkan semua rasa yang selama ini dia pendam dan kendalikan dengan susah payah. "Kau milikku mulai sekarang, dan kau adalah calon ibu dari anak - anakku nanti. Aku tak akan pernah melepas mu sampai kapan pun. Kau boleh pergi jika kau sudah melahirkan anak - anak untuk ku dan aku merasa puas dengan mu, tapi selama aku masih menginginkan dirimu maka selamanya kau tak akan pergi dari sisi ku." Altha bergumam sambil menggenggam erat tangan Riri dan tersenyum.
"Pangeran obatnya." Yodon masuk dan menyerahkan obat yang tadi dia rebus.
"Hem, terima kasih. Letakkan di meja." ucap Altha menatap dan senyum pada Yodon.
__ADS_1