Transmigrasi LOVE TO DEATH

Transmigrasi LOVE TO DEATH
Menyusun Strategi.


__ADS_3

"Pangeran." seorang prajurit kaget begitu melihat Altha sampai di barak dengan terburu - buru.


"Riri." Altha langsung lari mendekati tenda Riri "Dia tak papa?" Altha bertanya dan membuat semua orang yang berada didalam tenda kaget karena mereka belum bilang Altha sudah tau kondisi Riri saat ini.


"Kau sudah tau kalau ini semua hanyalah sebuah tipuan ya." tanya Riri tersenyum menatap Altha yang terlihat panik saat menerobos masuk.


Altha masuk kedalam tenda dan mendekati Riri yang sedang duduk di tepi ranjang karena mau istirahat. Seketika Altha menghubungkan telepati-nya dengan Yaris dan meminta Yaris membawah semua orang yang ada didalam tenda keluar karena Altha hanya ingin berdua saja dengan Riri.


"Eh." Yaris kaget karena Altha mengaktifkan penghubungnya dalam jarak yang sangat dekat. "Ayo kita keluar dan biarkan pangeran bersama dengan tuan putri" Yaris menarik Jiyang dan Yodon, dan yang lainnya jadi ikut keluar.


"Wah pangeran dan tuan putri benar - benar cinta sejatinya, hubungan mereka berdua sungguh sangat dekat dan saling terhubung, bahkan saat tuan putri sakit saja pangeran tau dan langsung tanya kondisi dari tuan putri" ucap Dean Si pada adiknya dan Yu Wan.


"Iya benar. Sepertinya pangeran dan tuan putri telah saling terhubung." Yu Wan menjawab dan tersenyum.


Sementara didalam tenda Riri dan Altha berbincang dan altha terlihat sangat perhatian dan juga panik. Dengan membantu Riri meminum obat yang tadi dibawah oleh Dae Si Altha menanyakan soal kedatangan Choi Yong "Apa tadi Choi Yong kemari?" Altha bertanya pada Riri yang terlihat kurang baik.


"Benar, dia datang dan ingin membuat perjanjian dengan ku dan kau sebagai taruhannya." Jawab Riri jujur tanpa ditutupi.


"Lalu apa yang dia lakukan pada mu? Apa dia membuat mu susah atau tertekan." Altha bertanya dengan tak sabar.


"Tidak, dia tak melakukan apa pun. Aku hanya merasa kurang enak badan saja saat mendengarkan dia bicara, dan semakin ku dengarkan aku jadi semakin pusing dan mual lalu aku menyuruhnya pergi, kamu gak usah khawatir." jawab Riri tersenyum


"Apa yang dia tawarkan memangnya? Apakah dia memintamu untuk memilih antara aku atau apa gitu." Tanya Altha dan memeluk Riri.


"Hm, kau seperti para normal ya" Riri tersenyum dan membalas pelukan Altha. "Dia meminta ku untuk ikut dengan dia, dan jika aku ikut maka dia menjamin kalau kamu akan selamat dan jika aku tak mau maka dia akan bebas berbuat apa saja dengan mu. Aku tak tau apa yang akan dia lakukan pada mu, tapi apa pun itu aku tak akan pergi dengannya." jawab Riri mengurai pelukannya dengan Altha.


"Memang apa jawaban mu?" Tanya Altha menatap Riri penasaran.


"Aku bilang kalau aku adalah istrimu dan aku tak akan pernah meninggalkan mu atau mengkhianatimu dalam kondisi apa pun itu." Riri menjawab dengan jujur pada Altha.


"Terima kasih, lalu kenapa kamu tiba - tiba tak enak badan. Apa ada yang salah dengan mu atau ada yang salah dengan makanan yang kamu makan tadi." tanya Alta lagi dengan khawatir.


"Tidak ada, aku hanya mual dan pusing saja, mungkin masuk angin." jawab Riri asal


"Kalau begitu aku panggil tabib dulu." Altha bangun dan mau keluar


"Hei, apa kamu lupa. Aku adalah seorang dokter,,, eh buka, aku seorang tabib dan aku paling tau kondisi tubuh aku, jadi tak perlu seorang tabib." Riri menahan Altha agar tak memanggil tabib.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu sekarang kamu istirahat, apa tadi itu obat yang kau buat sendiri?" Altha membantu Riri untuk tidur dan Altha juga ikut tidur bersama dengan Riri sambil memeluk Riri.


"Ya aku buat sendiri dan meminta pada Dean Si untuk merebusnya." jawab Riri dan masuk kedalam pelukan Altha.


Saat Altha melihat Riri menutup matanya Altha menatap dengan seksama, didalam hatinya ada kekhawatiran kalau Riri tak akan bangun lagi dan meninggalkan dirinya dan Altha pun menarik tubuh Riri dan memeluknya semakin erat.


"Altha kalau kamu memeluk ku seperti ini maka aku bisa mati karena sesak." ucap Riri dan Altha langsung melonggarkan pelukannya.


...🍁🍁🍁...


"Dengarkan aku baik - baik, kita tak akan bisa mengalahkan Altha jika kita tak berbuat kelicikan. Karena seberapa keras pun kita melawan kalau dia dalam kondisi bagus kita tak akan bisa menang." Jelas Choi Yong pada rekan - rekannya saat merencanakan penyerangan.


"Lalu apa rencananya agar kita bisa mengalahkan Altha dan meraih kemenangan." Tanya sekutu 2


"Kita manfaatkan kelemahannya, dengan menekan dia pada kelemahannya maka kita bisa mempermainkan emosinya dengan baik, dan untuk itu kita harus bisa membawah tabib tangan ajaib atau putri Yourina istrinya sebagai tawakan kita." ucap Choi Yong yang sudah memiliki rencana untuk menculik Riri.


"Apakah kita bisa melewati penjagaan orang - orang yang menjaganya." tanya sekutu 1


"Tentu saja kita tak akan bisa melewati mereka, dan untuk itu kita harus membuat rencana dengan memanfaatkan kekuatan dari kerajaan barat ini." ucap Choi Yong dengan percaya diri.


"Apa yang sedang kalian rencanakan aku ingin tau" pangeran Cuma Ya datang dan ikut bergabung.


"Menurut mu apa yang harus kita lakukan untuk mengalahkannya, karena dari sejak dulu aku sangat ingin sekali bisa mengalahkan dia." tanya pangeran Cun Ya yang saat ini mendukung pangeran Choi Yong dalam melawan Altha untuk mendapatkan tahta kerajaan timur.


"Kita harus melakukan degan menurunkan performa kekuatannya dan untuk itu aku sudah mengirim orang untuk melakukannya." ucap pangeran Choi Yong dengan senyum liciknya.


"Maksudmu apa, jangan membuat teka - teki aku tak suka, katakan dengan jelas." Pangeran Cun Ya bertanya dengan tak sabar.


"Aku sudah mengirim seseorang untuk menculik dan menjadikan putri Yourina sebagai sandera karena dengan begitu maka kita bisa mengendalikan Altha." jawab Choi Yong.


"Apa yang kau lakukan? Aku gak mau menang dengan cara curang seperti itu, karena itu hanyalah perbuatan seorang pengecut." Pangeran Cun Ya marah besar pada pangeran Choi Yong.


"Tenanglah, kita hanya menculiknya dan menahannya di sini karena dia adalah seorang tabib besar dan tak akan membunuh dia, dengan begitu kita bisa mengendalikan emosinya, dan jika pimpinannya lemah maka pasukannya juga akan lemah karena melihat pemimpin mereka telah tumbang dan secara otomatis mereka akan bingung karena pimpinan mereka kalah sehingga kita bisa mengalahkan mereka semuanya." jelas pangeran Choi Yong


"Jangan sampai melakukan hal yang memalukan." Pangeran Cun Ya mengatakan dengan tegas dan langsung meninggalkan pangeran Choi Yong.


"Hm, kau belum tau apa yang aku lakukan. Aku telah meminta seseorang untuk menaburkan bubuk pelemah otot pada baju jirah Altha dan para pasukannya." suara hati Choi Yong.

__ADS_1


"Pangeran bagaimana kalau menurut anda mengenai pangeran Choi Yong?" tanya pengawal pangeran Cun Ya saat mereka meninggalkan Choi Yong.


"Dia terlalu berambisi, aku hanya memanfaatkan dia saja untuk mengalahkan Altha aku tak tertarik dengan yang lainnya. Untuk mengalahkan dia itu hal yang sangat mudah bagiku." jawab pangeran Cun Ya


...🍁🍁🍁...


"Pangeran, tuan putri. Putri Sui dan komandan Sun telah tiba." Jiyang melaporkan pada Riri dan Altha.


"Susu." Riri keluar dari tenda dengan senyuman yang merekah.


"Riri, kau tak apa. Apa kau baik - baik saja?" Putri Sui bertanya dengan khawatir.


Riri tertawa karena dia merasa kalau sejak bertemu Sui terlihat sangat peduli dengan dirinya. "Kau seperti seorang adik yang mengkhawatirkan kakaknya." ucap Riri tersenyum.


"Apa yang kau katakan, yang benar adalah seorang kakak yang mengkhawatirkan adiknya." jawab putri Sui yang merasa lebih tua dari usia Riri.


"Ya ya." Riri tersenyum dan Altha pun juga tersenyum.


"Baiklah, sebaiknya putri Sui dan komandan Sun istirahat dulu." Altha mengantarkan kedua tuan putri dari kerajaan selatan itu untuk beristirahat di tenda yang sudah dipersiapkan.


"Mereka sudah istirahat." tanya Riri saat melihat Altha masuk kedalam tenda.


"Iya, kalian pergilah." jawab Altha dan meminta Dae Si dan yang lain keluar dari tenda.


Altha berjalan mendekati Riri, "Mereka belum tau siapa kamu sebenarnya. Dengan dirimu yang saat ini kamu memang sangat pantas untuk menjadi seorang adik." ucap Altha tersenyum.


"Jangan sembarangan, tadi Yorgun dari sini dan sedang menunggumu di tenda sebelah untuk membahas strategi." ucap Riri dan Altha tersenyum.


"Pangeran." ucap Yorgun dan yang lainnya saat Altha masuk dalam tenda.


"Bagaimana persiapannya? Apakah semuanya sudah selesai?" tanya Altha dan berjalan melihat peta wilayah.


"Sudah pangeran, semuanya sudah siap semuanya." jawab Yorgun.


"Bagaimana menurut komandan Sun, apakah masih ada hal yang harus diperbaiki lagi dari formasi yang sudah ada ini?" Altha menanyakan pendapat mengenai formasi tempur yang telah ditatanya.


"Semua bagus pangeran, cuma kita harus menambahkan 1 barisan lagi dibagian tengah yang sudah diatur, jadi formasinya tetap seperti sekarang namun ada 1 pasukan yang ikut bergabung di bagian samping yang sebenarnya mereka adalah pasukan yang berjaga dibagian tengah, jadi saat pasukan bagian samping maju maka pasukan bagian tengah akan tetap ditempatnya dan membentuk formasi baru. Jadi, jika saat pasukan samping mengalami kemunduran musuh masih tak bisa menebus pertahanan kita karena terhadang oleh pasukan tengah. Dan selama pasukan tengah mempertahankan wilayah pasukan samping yang tadi sebagai penyerang akan berubah jadi benteng yang mengepung pasukan musuh, dengan begitu kita bisa meminimalkan tenaga untuk serangan." usulan dari putri Sun yang merupakan komandan tempur dari kerajaan selatan.

__ADS_1


"Bagus, dengan begitu kita bisa mendapatkan kemenangan." ucap Altha yang juga menyetujui usulan dari komandan Sun.


Detik - detik peperangan pun sudah mulai kelihatan, karena para prajurit sudah mulai bersiap siaga dengan segala kemungkinan dan juga serangan kejutan yang bisa tiba - tiba datang kapan saja.


__ADS_2