Transmigrasi LOVE TO DEATH

Transmigrasi LOVE TO DEATH
Melarikan Diri


__ADS_3

Setelah menyaksikan perdebatan antara ayah dan juga saudaranya pangeran San Ya bangun dan mengutarakan pendapatnya keluarlah dari tempatmu wanita cantik, jika kau memilihku maka raih tanganku dan ayo ikut dengan ku."


Semua orang tercengang melihat itu, terutama raja Song dia merasa sangat marah karena keinginannya untuk menikahi wanita yang dia gunakan tak hanya ditentang oleh 1 anaknya namun oleh 2 anaknya yang sama - sama ingin merebut Riri darinya.


Pangeran San Ya tertawa terbahak saat Riri menyambut uluran tangannya, dan dia merangkul Riri dengan sangat posesif didepan semua orang, seolah mengatakan kalau Riri adalah miliknya "Dia adalah wanitaku karena dia telah memilihku dan bersedia untuk bersama denganku, karena dari semua perdebatan ini pendapatnya adalah yang paling penting."


"Bagaimana bisa seperti itu, kau baru datang kanapa langsung membuat keputusan sendiri. Kau pasti telah memanipulasi dia dan membohongi dia." Pangeran Cun Ya berkata dengan sangat marah.


"Tak ada urusannya datang lebih dulu atau belakangan, yang jelas siapa yang terpilih dialah pemenangnya." Pangeran San Ya berkata dengan senyuman jail nya.


"Pangeran San Ya apa kau juga akan berebut wanita dengan ayahmu sendiri?" Raja Song berkata dengan keras


"Ada apa ini?"


"Entahlah, apa yang terjadi sebenarnya. Kenapa antara ayah dan anak saling berebut."


"Aku sudah tak bisa membedakan mana yang benar dan salah"


"Kerajaan ini benar - benar sangat penuh dengan masalah dan konflik."


Para Mentri dan pejabat yang ada didalam ruang pertemuan itu saling berkasak kusuk tentang masalah yang terjadi hari ini antara raja dan kedua pangeran yang semuanya sedang merebutkan seorang wanita yang dianggap bisa menguntungkan kerajaan.


"Maaf ayahanda, aku rasa semua sudah jelas kalau tabib tangan ajaib memilih aku, lagi pula aku adalah pangeran pertama yang masih belum memiliki pasangan." Pangeran San Ya berjalan pelan sambil membawah Riri


"Jangan harap kau bisa keluar dari ruangan ini." Raja Song berteriak dan pangeran Cun Ya juga terlihat marah.


"Penjaga halangi pangeran San Ya, jangan biarkan dia lolos membawah tabib tangan ajaib." Raja Song memerintahkan para pengawal yang berjaga di luar ruangan.


Melihat banyaknya pengawal yang bergegas akan mengepung ruang pertemuan dengan cepat pangeran San Ya menarik Riri "Sekarang." Pangeran San Ya mendorong Riri keluar aula pertemuan dan dengan cepat Riri membuat pelindung dan tameng dengan ilusinya. Hal itu membuat semua orang yang menembus batas ilusinya akan sampai dibagian istana lain.


"Pangeran San Ya cepat lari." Riri teriak dan lari lebih dulu bersama dengan Wu Ling.

__ADS_1


"Kejar mereka dan jangan biarkan mereka lolos." perintah raja Song


"Riri awas." Wu Ling mengingatkan Riri.


Dengan cepat Riri melawan beberapa pengawal yang berusaha untuk mengepung dirinya. Namun karena Riri tak ingin ada masalah dengan kehamilannya membuat Riri tak leluasa dalam bergerak karena harus melindungi daerah perutnya agar tak terluka.


Choi Yong yang melihat hal itu dia juga ikut membantu Riri dan pangeran San Ya walau Choi Yong tak tau apa tujuan dari pangeran San Ya yang sebenarnya. "Lari lah lewat pintu samping, Wu Ling akan menunjukkan jalannya biar aku atasi di sini bersama dengan pangeran San." Choi Yong mendorong Riri untuk lari dan meninggalkan istana secepatnya.


"Baik, hati - hatilah dan cepat menyusul kami. Q tunggu di perbatasan." ucap Riri dan lari bersama Wu Ling.


"Riri lewat sini." Wu Ling memimpin jalannya.


Pangeran San Ya dan Choi Yong membuat Keributan didalam istana semakin ribut dan hal itu digunakan Riri untuk melarikan diri, Riri berhasil keluar dari istana barat dan lari menuju hutan di perbatasan kerajaan. Namun karena ada Maslaah dengan perutnya yang tiba - tiba sakit membuat Riri tak bisa lari lebih jauh lagi, dan memilih mencari tempat untuk istirahat dan memeriksa kehamilannya.


...🍁🍁🍁...


"Pangeran persiapannya sudah selesai, besok kota sudah bisa berangkat." Yorgun melaporkan persiapan untuk penyerangan ke kerajaan barat.


"Bagus, besok kita aka langsung berangkat saja. Bagaimana dengan putri Sui dan komandan Sun apakah mereka sudah siap untuk besok?" Altha bertanya pada Yorgun karena sudah 1 bulan mereka kembali ke kerajaan selatan untuk menyelesaikan masalah dengan pangeran Cu Shang yang mulai diberikan tindakan secara hukum dari kerajaan selatan yang dianggap menyalagunakan kekuasaan dan pengkhianatan.


"Pangeran Yaris sudah datang." Yodon melaporkan kedatangan Yaris


"Pangeran." Yaris menghadap pada Altha.


"Bagaimana? Apa kau sudah tau dia ditahan dibagian mana?" Altha bertanya dengan tak sabar.


"Maaf, saat sampai disana keadaan istana sangat kacau dan sepertinya mereka sedang berselisih satu sama lain, dan pangeran Choi Yong bekerja sama dengan pangeran San Ya, mereka terlihat saling membantu saat menghadapi pasukan kerajaan. Mereka juga..." Kalimat Yaris dipotong Altha


"Maksudmu Choi Yong bergabung dengan pangeran pertama kerajaan barat bulan pangeran kedua? Bagaimana bisa seperti itu?" Alan merasa bingung dengan informasi sebelumnya yang mengatakan kalau Choi Yong bersekutu dengan pangeran kedua pangeran Cun Ya


"Maaf, aku juga belum tau pasti. Karena kemaren terlihat kalau mereka berdua bergabung untuk melawan pasukan kerajaan dan melarikan diri. Kabar yang aku dengar dari beberapa pelayan kalau mereka berselisih karena tun putri, raja Song, pangeran Cun Ya dan pangeran San Ya mereka merebutkan tuan putri untuk menjadi istri dari mereka, nun dimana tuan putri aku juga tak melihatnya, karena di seluruh bagian istana tak terlihat keberadaan tuan putri." jelas Yaris.

__ADS_1


"Apa mungkin tuan putri sudah melarikan diri dari istana itu? Mungkinkah tuan putri berhasil lolos." Jiyang menebak dengan tebakan yang benar.


"Bisa jadi, karena tuan Yaris tak dapat menemukan tuan putri di istana itu mungkin saja tuan putri memang sudah melarikan diri." Yodon berkata dengan sangat antusias.


"Baiklah, kalau begitu Yorgun besok kau pimpin pasukan kita menuju perbatasan aku dan Jiyang akan pergi mencari Riri di daerah sekitar, Yaris kau dan Yodon mencari di beberapa daerah lainnya." Altha membuat perintah baru untuk bisa menikam Riri dan menahan pasukan kerajaan barat yang mungkin akan datang menyerang.


"Baik pangeran." Yaris


"Baik." Yodon


"Hm, aku siap." Jiyang


"Baik pangeran." Yorgun


"Jangan lupa kirimkan pesan pada putri Sui dan komandan Sun, jika bertemu mereka ditengah jalan menuju perbatasan." Altha


"Baik, aku akan mengirim orang untuk menyampaikan pesan." Yorgun menjawab dengan cepat.


...🍁🍁🍁...


Disebuah perbatasan desa Riri dan Wu Ling sedang tinggal disebuah rumah warga yang telah menolong Riri saat dia mengalami kesusahan, dan saat ini Riri sedang dalam kondisi tak baik karena dia telah keracunan yang mengakibatkan dia mengalami keadaan yang tak sadarkan diri.


"Bagaimana keadaannya sekarang? Apa dia sudah sadar?" tanya seorang wanita paruh baya yang telah menolong Riri pada Wu Ling yang sedang menjaga Riri.


"Belum bi, apakah teman saya tak apa? Ini sudah 2 hari dia masih juga belum sadarkan diri." Wu Ling menjawab dengan panik.


Wanita paruh baya itu mendekati Riri dan memeriksa kondisi Riri yang masih juga belum sadarkan diri. "Ini sungguh sangat aneh, harusnya dia sudah sadar, kenapa sampai sekarang dia masih juga belum sadar." gumam wanita itu.


"Sebenarnya kalian ini darimana, kenapa bisa dia terkena racun pelemah otot dan racun gurita?" tanya wanita itu pada Wu Ling.


"Kami..." Wu Ling merasa ragu ingin cerita karena takut kalau wanita itu akan membawah dia dan Riri kembali lagi ke istana.

__ADS_1


"Jangan takut aku tak akan melakukan apa pun, karena aku sudah memutuskan untuk menolongnya." Wanita itu berkata karena dia melihat Wu Ling ragu - ragu.


"Iya, sebenarnya kami dari istana kerajaan." Wu Ling pun menceritakan semuanya pada wanita itu tanpa ada yang dia tutupi.


__ADS_2