
"Sebenarnya apa yang kau lakukan? Kau sudah tak ada urusan di sini, cepatlah kembali dan pulanglah." putri Sui memarahi putri ketiga
"Pulang? Kenapa, apa kah kakak takut sesuatu? Dengarkan aku urusan ku di sini belum selesai dan aku peringatkan untuk jangan ikut campur dalam urusanku, katakan pada bawahan mu itu untuk jangan mengusik ku. Karena kemaren dia berani membuatku pingsang saat aku ingin menangkap mangsa ku." putri ketiga sangat marah besar karena kemaren malam Yoyo telah memukulnya hingga jatuh pingsan dan pelayan dari putri ketiga mengetahui hal itu.
"Aku peringatkan untuk kau jangan macam - macam. Karena pangeran Altha bukan milik mu" putri Sui mengingatkan pada putri ketiga sebagai adiknya.
"Aku akan melakukan apa yang aku inginkan." putri ketiga masih bersih keras.
"Putri Sui, putri You Li." sapa Altha dari luar tenda. "Kenapa putri You Li bisa sampai di sini? Apakah ada urusan yang ingin putri sampaikan pada ku? Bukankah aku sudah perintahkan Yorgun untuk selalu mengawal putri." Altha bertanya dengan lembut dan tak menunjukkan kemarahannya atas perbuatan dari putri ketiga kemaren malam pada dirinya.
"Pangeran kenapa pangeran pergi meninggalkan ku? Apa pangeran tidak apa - apa? Kemaren aku lihat pangeran kurang enak badan. Dan aku juga tak mau tinggal di istana yang tak ada pangeran." putri ketiga mendekati Altha dan bersikap manja.
"You Li." bentak putri Sui kepada sang adik yang terlihat sedang berlaku genit pada Altha.
"Maaf tuan putri, aku rasa aku tak bisa selalu ada dan menemani tuan putri dan lagi tugas untuk menjaga tuan putri sudah aku serahkan pada Baron dan Yorgun. Jika tuan putri masih bersikap seperti ini jangan salahkan aku kalau tak akan sungkan lagi." ucap Altha tegas pada putri You Li.
"Pangeran, ingatlah soal perjanjian dengan kerajaan ku." ancam putri You Li pada Altha.
"Perjanjian dua kerajaan aku yang mengajukan dan itu tak ada hubungannya dengan mu, kalau pun terjadi masalah itu tak akan menyangkut pautkan diri mu." jawab putri Sui
Altha tersenyum menatap putri Sui dan putri You Li yang terlihat merasa kesal dengan semua itu. Dan Altha tak mau menjadi pengganggu antara dua saudara yang sedang berbincang sehingga Altha memilih untuk diam mengawasi.
"Aku adalah jaminan untuk kelangsungan perjanjian itu." jawab kesal putri ketiga.
"Tolong tuan putri jangan kelewatan, dan jika harus batal aku tak masalah untuk berperang lagi." jawab Altha acuh.
__ADS_1
Putri You Li merasa kesal dengan jawaban yang diberikan oleh Altha dan juga putri Sui dan dengan kesal putri You Li meninggalkan tenda itu dengan amarahnya.
"Tolong maafkan adik saya pangeran." ucap putri Sui pada Altha.
"Tak masalah putri Sui, perjanjian antar dua kerajaan ini adalah ide dari putri dan juga Riri. Aku percaya kalau Riri punya solusi dan juga punya pertimbangan sendiri dengan menyarankan itu semua." ucap Altha.
"Terima kasih pangeran, saya juga sangat menghormati setiap ucapan dari putri Yourina karena saya percaya kalau dia punya pemikiran yang sangat bagus." jawab putri Sui lalu ijin pamit pada Altha.
...🍁🍁🍁...
"Katakan dimana ayah." tanya pangeran ketiga dengan kasar pada salah satu prajurit yang sedang berjaga.
"Pangeran tolong jangan lakukan itu, pangeran adalah buronan dan atas tindakan pangeran ini bisa dia gagap sebagai gangguan atas kerajaan, karena pangeran telah melakukan tindakan yang kasar didalam istana kerajaan, kami tidak menangkap pangeran karena.perintah yang mulia raja jadi tolong pangeran jangan bertindak sembarangan." ucap prajurit itu pada pangeran ketiga.
"Kau menganggap ku sebagai pengganggu saat aku masuk dan pulang ke rumah mu sendiri?" tanya pangeran ketiga tak suka
"Menyingkir lah kalian semua." bentak pangeran ketiga
"Pangeran tolong berhenti, jangan sampai kami melakukan tindakan yang keras." ucap prajurit itu mencegah pangeran ketiga masuk lebih dalam lagi kedalam istana.
Pangeran ketiga tersenyum melihat hal itu dan dengan cepat beberapa rekan dari pangeran ketiga datang sehingga terjadi perkelahian antara para prajurit itu dengan rekan pangeran ketiga.
"Aku akan melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan ku." pangeran ketiga bergumam lalu masuk kedalam istana dan mencari sesuatu yang ingin dia bawah.
"Pangeran berhenti." Baron mencegah pangeran ketiga.
__ADS_1
"Menyingkir lah Baron aku hanya ingin mengambil apa yang seharusnya menjadi milik ku." pangeran ketiga berkata dengan kasar.
"Maaf pangeran, saya harus melindungi yang mulia raja dan juga yang mulia Pangeran mahkota, jadi pangeran tak bisa membawah apa pun dari sini karena semua yang ada di sini adalah hak milik kerajaan." jawab Baron yang tak mau pergi dari jalannya.
"Pangeran mahkota?" pangeran ketiga berkata dan tertawa terbahak.
"Jangan menghina ku, setidaknya aku tak berkhianat seperti mu." ucap pangeran kedua tak terima saat mendengar dirinya dihina oleh pangeran ketiga begitu tiba di istana kerajaan setelah dikasi tau kalau pangeran ketiga membuat gangguan di istana kerajaan.
"Tak berkhianat? Apa yang kakak lakukan selama ini dengan bekerja sama dengan pangeran dari kerajaan selatan, membuat pemberontakan bahkan penyerangan daerah perbatasan." ucap pangeran ketiga menatap tajam pada pangeran kedua.
"Aku memang melakukan semuanya, tapi aku melakukannya Karana altha dan bukan Karana kerajaan. Dan aku baru sadar kalau selama ini ternyata aku hanya dimanfaatkan oleh kalian semua." ucap pangeran kedua dengan kesal dan marah.
Pangeran ketiga tertawa terbahak lagi, lalu dia berjalan mendekati kakaknya pangeran kedua, "Apakah kakak sudah berpihak pada Altha karena kakak telah diberikan kedudukan sebagai putra mahkota. Apakah kakak berfikir kalau kakak pantas dan mampu melakukan semuanya? Dan apakah kakak rela juga tak ada niat lagi untuk memiliki putri Yourina sebagai selir? Bukankah kakak selama ini sangat menginginkan putri Yourina?" tanya pangeran ketiga pada pangeran kedua yang pada awalnya memang menginginkan Riri untuk menjadi selirnya.
"Kau jangan berkata sembarangan." pangeran kedua mengelak apa yang ditanyakan oleh pangeran ketiga.
"Apa yang sebenarnya kau inginkan pangeran Choi Yong." ucap raja Gusang pada pangeran ketiga saat dia tiba di tempat keributan di ruang baca raja.
"Yang mulia anda bertanya apa yang aku inginkan apakah anda bisa memberikan apa yang aku inginkan jika aku katakan apa itu." ucap pangeran ketiga balik bertanya.
"Yang mulia jangan mendekat." Baron melindungi yang mulia raja.
"Tak apa Baron" raja melewati Baron "Dengarkan aku pangeran Choi Yong selama ini aku tak pernah memikirkan kalau kamu bisa bertindak sejauh ini karena selama ini aku begitu sangat mempercayai mu dan juga memanjakan mu." ucap raja menatap pangeran Choi Yong.
"Apakah ayah pernah tau atau mendengarkan apa pendapatku dan keinginan ku? Selama ini ayah hanya akan mendengarkan apa yang dikatakan oleh kakak pertama, bahkan ibu ku juga sama. Kalian semua tak ada yang mau mendengarkan aku. Kalian hanya akan membanggakan dan memuji segala kehebatan dari pangeran pertama." ucap pangeran ketiga dengan sangat marah "Mulai sekarang aku akan merebut semuanya dan akan ku hancurkan semuanya." sambung pangeran ketiga dengan meniup peluit yang dengan seketika ada orang - orang yang datang untuk membantunya kabur dari hadapan raja dan Baron serta kakak keduanya.
__ADS_1
"Hati - hari yang mulia." Baron melindungi raja Gusang dari penyerang yang muncul dengan tiba - tiba.