
"Dengar aku tak mau tau bagaimana caranya aku ingin segerah menggulingkan kepemimpinan dari pangeran pertama." pangeran Jang Yong sedang berdiskusi dengan para sekutunya.
"Ya aku rasa pangeran akan bisa lebih baik kepemimpinannya, dan untuk naik tahta juga aku rasa akan bisa lebih cepat karena pangeran kedua sebentar lagi akan memiliki keturunan dan lagi jika itu adalah anak laki - laki akan sangat bagus, bagaimana kalau kita membuat keributan di perbatasan aku yakin dengan begitu maka pangeran pertama tak akan sempat mencari putri Youri. Dan kita bisa menjadikan hal itu sebagai patokan kalau pangeran pertama tak bisa melakukan tugasnya dengan baik." saran dari sekutu pangeran kedua.
"Benar, kita bisa membuat kesepakatan dengan pangeran Cu Shang yang dari dulu berselisih dengan pangeran pertama, kita buat permusuhan mereka jadi semakin besar." sambung yang lainnya.
"Bagus, lakukan dengan benar. Aku ingin bertemu dengan pangeran Cu Shang kirim kan pesan secara rahasia kepadanya." perintah pangeran kedua dan salah satu anak buah pangeran kedua pun dikirim untuk mengirimkan pesan khusus kepada pangeran Cu Shang untuk mengajukan kerja sama.
Setelah perundingan rahasia itu semua orang yang bersekutu dengan pangeran kedua pun pergi meninggalkan tempat pertemuan itu dengan menyebar agar tak dicurigai.
Pangeran kedua merasa puas dengan apa yang telah dia rencanakan untuk menggulingkan kakaknya yang selalu menjadi saingannya itu. Pangeran kedua juga diam - diam menyuruh orang untuk mencari keberadaan dari putri Yourina karena dia ingin jika menemukannya akan menyembunyikannya agar kakaknya tak dapat menemukan putri Yourina sampai rencana berhasil.
"Pangeran putri Yurna ingin bertemu." ucap pelayan pangeran kedua menyampaikan pesan dari Yurna yang saat ini tengah hamil besar.
"Kenapa kau ingin bertemu dengan ku." pangeran kedua bertanya dengan dingin.
"Pangeran saya mau meminta tolong pada pangeran untuk membebaskan ayah dari kurungan karena sebenarnya ayah telah dijebak." ucap Yurna langsung karena dia sudah menunggu untuk menyampaikan ini sejak dari tadi.
"Heh, semakin kesini kau semakin menyusahkan ya dan juga banyak maunya. Awalnya aku berfikir kalau kau itu menguntungkan tak taunya kau sama tak berguna-nya dengan ayah mu yang tamak itu." pangeran kedua mendekat dan mencekram dagu Yurna dengan kuat, "Untungnya anak diperut ini masih berguna untuk ku, pergilah karena aku tak ingin melihatmu." pangeran kedua menghentak kasar pada Yurna, hingga Yurna hampir jatuh.
"Tapi pangeran bukankah ayahku melakukan itu semua juga karena perintah dari pangeran." Yurna masih bersih keras.
"Aku bilang pergi!!" bentak pangeran kedua dan Yurna langsung pergi dengan ketakutan.
__ADS_1
...🍁🍁🍁...
"Pangeran ada laporan dari perbatasan." Yorgun membawah pesan yang dikirimkan oleh pasukannya di perbatasan.
"Kenapa, apa mereka berbuat ulah lagi." pangeran Altha menanggapi dengan santai karena dia sudah memprediksikan apa yang akan terjadi jika dia pergi.
"Yaris, kau tetap di mencari Riri sampai ketemu dan kau Jiyang jangan lupa temukan dia dengan jalan mu sendiri. Aku ingin kabar terbaik dari kalian." Altha memerintahkan Yaris dan Jiyang tetap mencari keberadaan Riri. "Aku tak akan membiarkan mereka berhasil dalam rencana mereka." Altha mengepalkan tangannya karena selama dia pergi mencari Riri ada saja urusan yang harus membuatnya sibuk.
"Sepertinya semua ini ada pemicunya, tak mungkin semua masalah datang secara beruntun seperti ini." Jiyang bergumam dan merasa sangat kesal, sebab urusannya dalam menemukan tuan putri yang merupakan majikannya jadi semakin banyak tertunda.
"Kau tak perlu khawatir akan hal itu, aku akan membereskan semuanya dan aku minta tolong untuk kalian tetap waspada apa pun yang terjadi nantinya." Altha mengingatkan kepada anak buahnya karena Altha tau kalau semua ini adalah campur tangan orang dalam.
Pagi itu Altha dan Yorgun pergi ke perbatasan setelah dia mengirimkan pesan kepada ayahnya kalau dia langsung berangkat kesana dan akan membereskan semua kekacauan di perbatasan yang disebabkan oleh pangeran Cu Shang yang lagi - lagi membuat masalah dengan dirinya.
...🍁🍁🍁...
"Semuanya maju sekaligus kita hancurkan mereka karena pimpinan mereka tak ada." teriak komandan pasukan pangeran Cu Shang dan semua pasukannya menyerang bersamaan.
"Bagaimana ini, jika pangeran belum juga sampai di sini kita harus berbuat apa?" pasukan Altha yang menjaga perbatasan merasa ragu ingin menyerang balik, karena selama ini meraka hanya mempertahankan kawasan mereka saja.
"Jangan mundur, serang balik mereka!!" teriak Altha memimpin dengan melajukan kudanya dengan cepat.
"Pangeran, serang!!" teriak semua prajurit Altha dengan semangat karena mereka merasa percaya diri sebab pimpinan mereka telah datang
__ADS_1
Tempat itu telah menjadi tempat permainan yang terlihat sangat ramai, suara dentingan pedang dan teriakan semua orang terdengar silih berganti. Tak terkira mereka yang terluka dan bertahan untuk tetap berjuang bersama dengan Altha membuat Altha bekerja keras melawan semua musuh serta mencari solusi lain agar tak semakin banyak korban.
"Saling melindungi dan pasukan belakang jangan sampai lengah, lindungi mereka yang maju didepan!!" suara Altha menggema membuat semua pasukannya bersemangat.
Dalam keadaan genting hal itu membuat dirinya terus berfikir dan mengingat akan keberadaan Riri dalam dirinya dan berharap keajaiban akan ada sehingga akan membuat Riri muncul dalam segala kesulitannya ini.
"Dimana kau berada istriku?" gumam Altha melihat beberapa prajurit yang terluka.
"Aku harus membuat pasukan mereka mundur dengan sendirinya, aku gak mau ada lebih banyak lagi korban." Altha berfikir kalau dia harus melakukan sesuatu.
Keesokan paginya Altha berfikir keras untuk bisa mendekati komandan pasukan pangeran Cu Shang agar bisa secara langsung menghadapi dan mengalahkan komandan pasukan itu.
"Yorgun, pimpin mereka maju ke barisan depan aku akan mundur untuk memancing mereka, karena aku mengincar komandan mereka, aku ingin mendekati komandan mereka dan mengalahkannya. Jika komandan Meraka tak ada maka mereka akan mundur dengan sendirinya." bisik Altha pada Yorgun, dan Yorgun yang mengerti strategi dari Altha pun memimpin pasukan maju sementara Altha mundur untuk masuk kedalam pasukan musuh dan mendapatkan pimpinan mereka.
Perang dihari ketiga itu Altha telah berhasil masuk dan menembus pasukan musuh sehingga Altha berhasil menangkap serta menghabisi komandan pasukan musuh dan secara langsung hal itu membuat para prajurit itu pun tak memiliki arah dan tujuan mereka.
"Komandan sudah tak ada, semua pasukan mundur!" teriak para prajurit dan dengan cepat kemenangan itu dipegang oleh pasukan pangeran Altha.
Disaat kemenangan mulai terlihat Altha menatap banyak dari prajuritnya yang terluka. Dalam hati Altha berharap ada keajaiban dan Riri bisa datang membantunya dalam perjuangannya untuk menyelamatkan semua prajurit yang sedang terluka.
Altha mendekati prajuritnya dan menatap mereka dengan rasa bersalah, perasaan itu dulu tak pernah ada di hati Altha namun sejak dia mengenal Riri dan sering bersama dengan Riri untuk membantu orang - orang yang terluka dikediaman tabib senior membuat Altha merasa sedih saat dia bisa melihat banyaknya orang yang terluka saat ini namun dia tak bisa berbuat apa - apa.
"Dimana kau Ri, kenapa kau harus pergi meninggalkan ku. Andai aku tau ini akan terjadi aku tak akan meninggalkan mu waktu itu, maafkan aku putri, tolong kembalilah." suara hati Altha sambil menutup matanya menahan rasa lelah.
__ADS_1