Transmigrasi LOVE TO DEATH

Transmigrasi LOVE TO DEATH
Tak rela


__ADS_3

"Pangeran Altha sesuai dengan keputusan para Mentri dan juga kesaksian dari yang mulia raja sendiri saat ini pangeran dinyatakan dan ditetapkan sebagai penghianat dan pemberontak kerajaan dan besok siang akan diberikan hukuman sesuai dengan kejahatan yang dilakukannya." ucap seorang Mentri yang memimpin jalannya persidangan itu.


Saat dibawah masuk Kemabli ke penjarah bawah tanah pangeran Altha menatap Baron dengan tatapan yang sulit diartikan oleh Baron sebagai pengawal raja yang sudah mengikuti raja puluhan tahun. Pangeran Altha berjalan dengan pelan mengikuti para prajurit yang membawahnya masuk kembali kedalam kurungan.


"Pangeran, apa yang terjadi dan bagaimana keputusannya?" tanya Yorgun yang merasa penasaran.


"Besok siang aku akan diadili di atas altar pengadilan." jawab Altha dengan pasti tanpa ada keraguan atau pun rasa takut dihatinya.


"Apa yang pangeran katakan. Itu pasti tidak benar, aku percaya pangeran tak melakukan kejahatan itu." Yorgun bersih keras kalau itu bukan kesalahan Altha.


Saat Altha dan Yorgun saling bicara diluar terdengar suara orang sedang beradu mulut dengan penjaga. Sampai akhirnya ada orang yang masuk dan ternyata orang itu adalah Yaris, Jiyang dan Baron. Mereka bertiga menemui Altha dan mengkonfirmasi kejadian yang sebenarnya terjadi.


"Kalian, datang untuk menanyakan hal yang tak bisa aku jawab dan aku jelaskan, karena aku sendiri juga merasa bingung." Altha pun menceritakan apa yang dia rasakan dan dia alami setiap kali dia berusaha untuk mengingat kejadian malam itu.


"Maksud pangeran, pangeran selalu merasakan sakit di kepala dan rasa sesak di dada hingga tak sadarkan diri?" Yaris mengulangi apa yang dikatakan oleh Altha.


"Ya, aku juga tak tau apa yang terjadi. Tapi aku minta pada kalian untuk mencari tau kebenarannya sampai besok siang, karena waktu ku tak banyak dan lagi aku tak bisa menggunakan kekuatan ku saat ini, tubuhku terasa sangat lemah bahkan untuk mengangkat pedang saja." jelas Altha yang merasa bingung dengan kondisi dirinya sendiri saat ini.


Mendengar penuturan dari Altha Baron merasa ada yang aneh dengan semua kejadian ini, karena yang mulia raja juga tak sadarkan diri lagi setelah sempat sadar sebentar dan menyebutkan nama pangeran Altha.


"Yaris, aku ingin bicara berdua dengan mu." panggil Altha saat semua mau pergi.


Setelahnya Baron berusaha menyelidiki diam - diam apa yang terjadi setiap saat tak diperhatikan oleh orang - orang Baron pergi ketempat kejadian dan berusaha mencari tau jejak kejadian, sementara Jiyang memerintahkan pada Gozil untuk mengawasi putri Ye, sedangkan dirinya sendiri pergi kekediaman pangeran kedua untuk mencari tau apa yang terjadi karena di aula persidangan pangeran kedua terlihat sangat ingin sekali memberikan hukuman pada pangeran Altha.


Semua orang sedang sibuk karena mereka tak rela kalau pangeran Altha akan diadili dengan tidak jelas dan tanpa penyelidikan penuh. Sehingga semuanya berusaha dengan keras untuk menyelamatkan pangeran Altha, begitu juga para mentri yang merasa ada yang janggal dengan kasus ini.

__ADS_1


"Pangeran, apa yang akan pangeran lakukan?" tanya Yorgun yang melihat Altha berdiam diri tak ada suara.


"Aku ingin diam dan tak memikirkan apa pun, karena jika aku memikirkan sesuatu maka aku akan merasakan rasa sakit." jawab Altha yang sedang duduk dan bermeditasi.


...🍁🍁🍁...


"Siapa?!" pengawal putri Sui memasang pertahanannya.


"Tunggu, dia orang ku." Riri lari dan melerai perkelahian antara pengawal putri Sui dan Yaris.


"Yaris ada apa, kenapa kamu datang dan terlihat seperti ada tekanan?" tanya Riri pada Yaris yang datang dari arah danau.


Setengah hari sebelumnya.


"Dengar, jika aku tak selamat maka bakar lah istanaku dan buat seolah sebuah kecelakaan setelah kau memulangkan dan mengeluarkan semua pelayan di sana dan tutup dengan rapi lorong yang Jiyang bangun karena aku gak mau ada seorang pun yang tau mengenai lorong itu." pinta Altha pada Yaris, "Lalu, pergilah ke sungai diluar hutan bulan disebelah timur, masuklah dan cari lonceng dengan pita kuning, dibalik batu itu ada jalan menuju ke danau di lembah bunga, katakan pada Riri untuk menjaga dirinya dan lindungi dia sebisa mungkin, jangan biarkan siapa pun tau tentang tempat persembunyiannya, dan jangan biarkan dia mengekspos dirinya." perintah Altha karena dia merasa khawatir dengan keberadaan Riri.


"Pangeran tenang saja, aku akan mencari cara untuk membuat pangeran keluar dari tempat ini dan melindungi tuan putri sendiri. Dan aku pasti akan melakukan semua yang pangeran perintahkan." jawab Yaris karena didalam hatinya Yaris juga tak terima kalau pangeran Altha dijatuhi hukuman yang belum jelas kasusnya.


"Aku tau kalau kamu bisa, dan aku percaya kamu mampu melindunginya. Kamu jangan khawatir, aku akan melakukan segala cara untuk menyelamatkan diri, namun jika langkahku tak bisa menghindar maka ku serahkan Riri pada mu." jawab Altha tersenyum.


Setengah hari kemudian.


"Yaris, katakan apa yang terjadi?" tanya Riri menggoyang tubuh Yaris yang diam bengong.


"Ada masalah di istana dan saat ini pangeran sedang berada dalam kurungan, dan besok siang akan diadili dengan hukuman sebagai penghianat dan pemberontak karena telah melukai yang mulia raja." jelas Yaris pada Riri.

__ADS_1


"Apa yang kau katakan Yaris, lalu kenapa kau tak mengatakan pada ku dari awal. Sekarang bagaimana kondisi Altha dan yang mulia raja?" Riri bertanya dengan sangat khawatir. Dan Yodon yang mendengar merasa terkejud dengan berita itu.


"Yang mulia raja mengalami luka di tubuhnya dan sedang diobati oleh tabib senior dan pangeran yang menjadi tersangka karena saat pagi hari didalam kamar pangeran ditemukan dengan sebilah pedang ditangan pangeran dengan banyak noda darah." jelas Yaris dengan tatapan sedih.


"Yaris, bawah aku kesana aku akan melihat kondisi yang mulia raja. Yang mulia pasti punya jawabannya untuk menyelamatkan Altha." Riri meminta Yaris membawahnya ke kerajaan karena merasa khawatir dengan Altha.


"Siapa Altha dan apa yang sedang terjadi di kerajaan timur ini?" tanya putri Sui yang dari tadi diam mendengarkan percakapan antara Yaris dan Riri.


"Dia adalah pangeran pertama kerajaan ini dan suami putri Youri." jawab Yodon menjelaskan dan Riri menatap putri Sui.


"Apakah pangeran Altha tak bisa mengingat kejadiannya?" putri Sui bertanya seolah dia menemukan sebuah jawaban.


"Benar, pangeran tak bisa mengingat apa pun karena mabuk dan juga setiap kali berusaha untuk mengingat akan merasakan rasa sakit yang amat sangat di kepala dan dadanya." jawab Yaris sesuai dengan yang dikatakan oleh Altha tadi.


"Hem, pasti ada sesuatu yang terjadi dan mungkin saja pangeran Altha sedang dalam pengaruh obat." jawab putri Sui saling menatap dengan pengawalnya.


"Terpengaruh obat? Maksud putri Sui apa? Apa Altha sedang terkena racun." Riri berusaha untuk menjabarkan ucapan putri Sui.


"Kalau tak melihat maka aku tak bisa memastikannya, aku akan membantu putri Youri untuk menyelamatkan suami putri." putri Sui menawarkan diri pada Riri untuk membatu dia menyelamatkan Altha.


"Benarkah. Apa putri Sui benar akan membantu? Kalau begitu terima kasih." Riri terlihat sangat senang.


"Iya, dengan kemampuan yang kamu warisi dari paman Gu aku yakin akan bisa menyelamatkan dia. Apa lagi dengan kemampuan medis mu." jelas putri Sui tersenyum.


Dan putri Sui sama Riri merencanakan sesuatu untuk menyelamatkan Altha dari hukuman besok, dengan bantuan dari Yaris dan juga pengawal putri Sui yang memiliki kemampuan dalam bertarung pasti bisa menyelamatkan Altha.

__ADS_1


__ADS_2