
Riri telah pergi bersama dengan para pelayan yang datang menjemput dari istana kerajaan secara khusus dan Wu Ling mengikuti Riri dari belakang, karena dari sejak Riri mengatasi masalahnya dan menggantikan hukuman atas penghianatan yang dilakukan kepada keluarga kerajaan menjadi hukuman untuk menjadi rakyat biasa dan mata - mata membuat Wu Ling percaya kalau Riri akan punya jalan keluar bagi mereka didalam istana yang penuh dengan kecurangan ini.
Sesampainya di istana raja Riri langsung bertemu dengan permaisuri Yu dan raja Song. Wu Ling yang mengikuti Riri dari belakang merasa kaget karena melihat raja duduk dengan kondisi sehat padahal selama ini raja hanya bisa berbaring saja di tempat tidur dengan tak berdaya.
"Yourina menghadap pada permaisuri Yu dan raja Song." Riri memberikan penghormatan kepada permaisuri dan raja, dan Wu Ling mengikuti Riri dibelakang Riri.
"Sudalah bangunlah, jadi kamu yang bernama Yourina yang disebut sebagai tabib tangan ajaib yang selalu ini dibicarakan oleh banyak orang, aku sungguh mendapatkan penghormatan karena telah bertemu langsung dengan mu bahkan telah disembuhkan oleh mu." Raja song berkata dengan sangat senang
"Ya dan sesuai dengan apa yang sudah aku janjikan pada mu, aku sudah membawah seorang tabib untuk mu yang waktu itu menangani mu." Permaisuri Yu berkata dengan lantang.
"Terima kasih permaisuri dan terima kasih yang mulia raja anda terlalu banyak memuji, saya hanya seorang tabib biasa saja, yang kebetulan mengetahui soal pengobatan." Riri menjawab dengan rendah hati.
"Eh, dia." Tabib yang dibawah masuk oleh pengawal raja kaget melihat raja song dalam kondisi sehat serta ada Riri bersama dengan raja dan permaisuri.
"Masuklah tabib istana, kamu pasti kaget ya melihat aku yang sudah dalam kondisi sehat seperti saat ini. Semuanya berkat tabib tangan ajaib yang telah memberikan keajaiban, penyakit yang tak bisa disembuhkan bahkan bisa disembuhkan olehnya." Raja song berkata dengan senang hati.
"Ah, iya hormat hamba pada yang mulia raja dan permaisuri." tabib istana memberikan penghormatannya.
"Tabib istana, aku memanggil mu kemari karena aku ingin memenuhi permintaan dari tabib tangan ajaib untuk bertemu dengan mu." Permaisuri berkata dan tabib istana terlihat kaget
"Ba-baik permaisuri." tabib istana menjawab dengan rasa takut.
Riri yang bisa membaca kalau tabib istana itu ketakutan Riri jadi berfikiran negatif bahwa tabib itu menyimpan sesuatu rahasia yang tak ingin diungkap atau takut ketahuan oleh raja dan permaisuri.
__ADS_1
"Baiklah, tabib tangan ajaib silakan jika ada yang ingin kamu tanyakan kepada tabib istana." Permaisuri Yu berkata dan mempersilakan Riri untuk bertanya apa yang ingin ditanyakan pada tabib istana.
"Baiklah, sebelum masuk dalam pokok pertanyaan bolehkan kalau saya menanyakan sesuatu yang lain pada tabib istana yang mulia?" Riri berkata dengan hati - hati.
"Tentu, silakan kamu tanyakan, dan tabib istana pasti akan menjawab dengan pengetahuannya." Raja song berkata dengan sangat percaya diri dan membanggakan tabib istananya.
"Terima kasih yang mulia." Riri berdiri dari duduknya dan mendekati tabib istana.
"Tuan tabib tolong katakan dengan jujur apakah sebelum ini pernah bertemu dengan saya?" Riri bertanya dengan menatap tabib istana.
"Benar." jawab tabib istana dengan cepat.
"Kalau begitu pasti tabib istana tau dengan kondisi saya sebelumnya bukan? Karena saya hanya ingin memastikan sesuatu saja karena ini sangat penting bagi saya. Tolong katakan bagaimana keadaan dan kondisi saya saat tabib istana melihat dan memeriksa saya dan apa yang tabib istana ketahui selebihnya dari itu." Riri bertanya langsung pada intinya.
"Aku tau tabib istana pasti mengerti apa yang ingin aku ketahui sebenarnya, karena aku juga seorang tabib, namun hanya butuh kepastian soal diriku." Riri menekan semua perkataannya.
"Maaf aku tak mengerti maksud anda." tabib istana berlagak bodoh.
Riri mendekat dan berdiri tepat di samping tabib istana. "Jika tabib istana tak ingin mengatakan tak masalah aku bisa mengatakan pada yang mulia raja kalau anda menyembunyikan kondisi sebenarnya dari ku, silakan tentukan jawaban anda, karena saat ini aku adalah orang pertama yang telah menyembuhkan raja." bisik Riri pada tabib istana.
"Maaf yang mulia." tabib istana berkata dengan keras sambil bersimpuh.
"Tabib istana tak ingin mengatakan soal kesehatan saya yang telah dilakukan olehnya yang mulia." Riri memotong kata - kata tabib istana.
__ADS_1
"Maaf yang mulia hamba tak berani, kondisinya memang benar - benar baik dan kehamilannya juga dalam kondisi sehat yang mulia." tabib istana langsung berkata dengan lantang.
"Riri benar - benar bisa menekan semua orang tanpa rasa takut, sebenarnya siapa dia dan seakan - akan dia bukan dari sini." gumam Wu Ling dalam hati yang menatap Riri memberikan tekanan berat pada tabib istana.
"Oh, sedang hamil ya. Selamat kalau begitu sudah berapa bulan usia kehamilannya?" Raja Song bertanya dengan senang.
"Maaf yang mulia sudah memasuki usia kurang lebih 2 bulan." tabib istana berkata dengan jujur sesuai dengan pemeriksaannya.
"Terima kasih tabib istana, terima kasih yang mulia raja dan permaisuri. Sekarang saya akan bertanya sesuai dengan poinnya." Riri berkata dengan senyum kemenangan.
"Yang mulia permaisuri, tolong hamba yang mulia permaisuri." Teriak seorang dayang yang datang dengan tergesa - gesa untuk menemui permaisuri Yu dan ingin melaporkan keadaan di istana pangeran Cun Ya.
"Ah, yang mulia raja. Hormat hamba kepada yang mulia raja." dayang itu langsung bersujud saat telah memasuki ruangan permaisuri dan melihat raja Song berada disana.
"Ada apa, kenapa kau lari - lagi dan berteriak - teriak seperti itu. Apa kau tak tau kalau itu bisa mengganggu kesehatan yang mulia raja yang baru saja pulih hah?! Apa kau mau dihukum?" Permaisuri berkata dengan sangat marah.
"Maafkan hamba yang mulia, hamba bersalah. Tapi hamba benar - benar khawatir, sebab di istana pangeran Cun Ya sedang ada keributan. Selir Ranran dan selir Murong Ya sedang menghukum para wanita dari balai hiburan yang dibawah oleh pangeran." lapor dari dayang itu dan hal itu membuat permaisuri sangat marah karena pangeran Cun Ya selalu saja membuat keributan dan Maslaah di istana.
"Aku akan kesana." Permaisuri mau beranjak.
"Maaf yang mulia permaisuri, kalau menurut saya sebaiknya kita menegakkan keadilan untuk masalah ini, karena pangeran pasti ada alasan melakukan itu semua, bagaimana kalau kita melakukan pertemuan di sidang istana untuk membahasnya. Sekalian menunjukkan pada semuanya kalau yang mulia raja sekarang sedang dalam keadaan baik." Riri memberikan saran pada maslah yang dihadapi oleh para selir dari pangeran Cun Ya.
Raja Song yang mendengar saran dari Riri berfikir dan membenarkannya, karena selama ini raja hanya membiarkan saja tindakan dari pangeran Cun Ya sehingga sifatnya jadi sembarangan dan tak tau aturan. Bahkan tak sekali dua kali nya membuat keributan di istana.
__ADS_1
"Dia benar - benar wanita yang sulit untuk dihadapi dan yang mulia pangeran pasti akan ditekan olehnya, dia bukanlah wanita biasa. Tak heran kalau dia adalah wanita pasangan dari pangeran Altha yang merupakan senjata dan pedang di medan perang." tabib istana menatap Riri dan bergumam dalam hati.