Transmigrasi LOVE TO DEATH

Transmigrasi LOVE TO DEATH
Godaan


__ADS_3

"Tuan putri, apa tuan putri tau? Aku dengar katanya perwakilan dari kerajaan timur datang dan dia adalah dewa perang pangeran pertama, pangeran Altha." ucap pelayan dari putri ketiga kerajaan selatan


"Maksudmu dia adalah pria besi yang tak kenal dan tak pernah membedakan lawannya baik itu wanita atau pun pria?" putri ketiga kerajaan selatan.


"Benar tuan putri, dan sekarang pangeran sedang istirahat di paviliun peristirahatan belakang." pelayan putri ketiga


Mendengar itu putri ketiga dari kerajaan selatan itu jadi berfikiran untuk mendapatkan hati pangeran Altha karena dia berfikir jika sampai dia bisa mendapatkan pangeran Altha maka dia akan bisa naik menjadi ratu, apa lagi pangeran Altha selama ini terkenal dingin dan kejam serta tak tersentuh oleh seorang wanita pun.


"Bagus sekali, selama dia ada di sini aku akan melayaninya dengan baik dan akan mengambil hatinya." gumam putri ketiga sambil tersenyum.


"Tentu saja tuan putri, tak akan ada yang bisa menolak kecantikan tuan putri. Apa lagi pangeran Altha itu tak pernah kenal dengan seorang wanita selalu ada di medan perang, dia pasti tak punya pengalaman soal wanita sama sekali." pelayan putri ketiga.


"Iya, jika aku bisa mendapatkan dia maka aku bisa naik menjadi seorang ratu dan akan berkuasa." putri ketiga berkhayal sambil tertawa


"Benar tuan putri, dan tuan putri pasti bisa mengalahkan putri Sui yang hanya mengurusi soal negara, dia akan berada dibawah tuan putri." pelayan putri ketiga.


"Baiklah, ayo kita menyapa pangeran Altha sekarang. Buatkan camilan dan juga teh untuk dibawakan." perintah putri ketiga pada pelayannya.


"Baik tuan putri." pelayan putri ketiga pun pergi untuk bikin camilan dan teh untuk pangeran Altha.


Di paviliun peristirahatan Altha sedang duduk sambil membaca buku di kursi yang berada di bawah pohon depan kamarnya, dan Yorgun berdiri disebelahnya dengan tenang. Sesekali Yorgun melihat pangeran Altha tersenyum ringan entah apa yang sedang dia pikirkan tapi Yorgun tak peduli dengan itu, karena dalam pikiran Yorgun pasti majikannya itu sedang memikirkan istrinya yang menurut Yorgun memang lucu, karena Riri kadang terlihat seperti anak kecil kalau lagi bertengkar baik itu sama Altha atau yang lainnya karena dia gak pernah mau ngalah walau tau dia salah, namun disaat dia serius maka sifatnya akan berubah jadi seperti seekor induk singa yang melindungi anak - anaknya dari bahaya.


"Kenapa kau tersenyum sendiri apa ada yang lucu yang kau lihat?" tanya Altha pada Yorgun.


"Ah, tidak pangeran, aku melihat pangeran tersenyum jadi ikutan tersenyum." jawab Yorgun asal.


"Hem, kerajaan selatan ini sangat luas dan orang - orangnya banyak yang memiliki ahli dalam bidang pengobatan, tapi entah kenapa sepertinya mereka tak tau bagaimana cara menggunakan kemampuan mereka ini. Apa jadinya jika Riri yang memimpin mereka, akankah kerajaan ini menjadi kerajaan besar yang memiliki banyak ahli obat?" ucap Altha lalu tersenyum.

__ADS_1


"Yang pangeran katakan benar, jika tuan putri di sini mungkin akan banyak terlahir ahli pengobatan yang sangat hebat." Yorgun sependapat dengan Altha.


"Kau tau dia kan, kalau sudah berurusan dengan dunia pengobatan matanya selalu berbinar seolah - olah itu adalah makan enak yang bisa dia lahap dengan habis." ucap Altha mengingat wajah Riri yang menggemaskan dan cantik saat dia sedang tekun mengobati orang.


"Selamat malam pangeran, aku adalah putri You Li Shang putri ketiga kerajaan ini memberi hormat kepada pangeran pertama, pangeran Altha." salam putri You Li pada Altha.


"Oh selamat malam tuan putri, sebuah kehormatan bisa bertemu dengan putri You Li." ucap Altha menyambut salam dari putri You Li.


"Aku membawakan camilan dan juga teh yang aku buat dan aku siapkan sendiri khusus untuk pangeran, apakah pangeran berkenan untuk menemani ku menghabiskan waktu?" ucap putri You Li pada Altha.


Altha diam tak menjawab dan Yorgun yang tau maksud dari tuan putri ketiga itu hanya diam membisu karena dia gak mau ikut campur urusan dari majikannya selama sang majikan tak memintanya untuk bertindak.


"Putri You Li terlalu sungkan, tapi maaf tuan putri bukan maksud menolak tapi apa yang dikirimkan oleh raja tadi sudah cukup banyak untuk saya, jadi mohon maaf saya tak bisa menerima lagi yang terlalu berlebihan. Mohon tuan putri bawah kembali saja." tolak Altha dan menunjukkan isi meja didalam kamarnya yang penuh dengan makanan dan juga aneka ragam kue.


Putri ketiga melihat kedalam kearah kamar Altha yang ternyata diatas mejanya ada begitu banyak makanan, "Ah, begitu ya. Kalau begitu maukah pangeran meminum secangkir saja teh dari ku?" putri ketiga masih berusaha.


"Oh, apa yang pangeran sukai kalau boleh ku tau?" tanya putri ketiga yang terlihat mulai sedikit memaksa.


"Saya suka Ri,,, ah lupakan. Sudah malam sebaiknya tuan putri kembali untuk istirahat." Altha berkata dengan lembut.


"Pangeran,,," putri ketiga.


"Yorgun antar tuan putri kembali" perintah Altha memotong kata - kata putri ketiga.


"Baik, mari tuan putri." ucap Yorgun sopan.


"Tidak usah aku kembali sendiri saja, selamat malam pangeran." ucap putri ketiga lalu pergi meninggalkan Altha dengan kesal karena tak berhasil membuat Altha tertarik padanya padahal dia sudah berdandan cantik hanya untuk bertemu dengan Altha.

__ADS_1


Yorgun tersenyum kecil saat dia melihat putri ketiga kembali dengan raut wajah kesalnya. "Sepertinya dia ingin berusaha untuk menarik perhatian pangeran." ucap Yorgun dan lagi - lagi tersenyum.


"Tak ada yang menarik darinya selain dandanannya yang terlihat berlebihan." ucap Altha Kemabli duduk dan membuka bukunya lagi.


"Tapi pangeran bukankah putri ketiga itu cukup cantik?" tanya Yorgun memancing Altha.


"Cantik, tapi aku lebih suka wanita yang tak dandan dan sedikit urakan." jawab Altha langsung tanpa pikir panjang.


Yorgun tersenyum "Sepeti tuan putri."


"Jangan coba - coba memikirkannya dia adalah istriku." ucap Altha dingin


"Hem, tapi dia adalah ibu dari yang lainnya." gumam Yorgun melihat kearah lain.


Mendengar itu Altha langsung berdiri dari duduknya dan berdiri didepan Yorgun, "Kau menganggap dia adalah ibu mu juga?" Altha menatap Yorgun dan yang ditatap tak berani jawab. "Kalau begitu kau harus mencium kakiku, karena jika dia ibumu aku adalah ayahmu." Altha memukulkan buku ke kepala Yorgun lalu berjalan masuk kamar. Yorgun tersenyum dan mengikuti Altha masuk kamar.


"Aku tak tau kalau di otak kecilnya itu dia bisa memiliki ide dan pemikiran yang cemerlang, sepertinya kalau dalam keadaan terpaksa atau kepepet otaknya itu akan berkembang 10 juta kali lipat dari ukurannya." Altha memuji dan juga meledek Riri.


"Pangeran jangan selalu mengolok tuan putri, karena dia juga telah banyak membantu pangeran selama ini. Walau tanpa disadari dan tanpa disengaja tuan putri tetap saja selalu membantu kesulitan pangeran." Yorgun merasa tak terima jika Riri diolok.


"Kau benar, dia selalu ada disisi ku walau tak diinginkan." Altha mengingat kembali kejadian di hutan bulan saat para prajuritnya terluka.


Sementara itu didalam kamar putri ketiga dia marah - marah karena tak berhasil menarik perhatian Altha dan dia melampiaskan semau amarahnya kepada pelayannya serta semua barang yang ada didalam kamarnya.


"Tuan putri, tuan putri tolong berhentilah, tuan putri masih ada waktu untuk besok, mari kita besok bicara pada raja dan meminta pada raja untuk membawah tuan putri serta sebagai syarat janji damai dengan begitu maka tuan putri masih punya banyak kesempatan untuk membaut pangeran Altha tertarik pada taun putri. Bukankah ini baru pertemuan pertama tuan putri dengan pangeran Altha? Untuk bisa saling tertarik setidaknya harus lebih sering bersama." saran dari pelayan putri ketiga agar majikannya tak marah dan ngamuk lagi.


"Kau benar, aku harus bilang pada ayah besok pagi. Sekarang bersihkan dan rapikan tempat ini." perintah putri ketiga dan dia pergi tidur

__ADS_1


Pelayan itu bernafas lega setelah itu karena dia gak jadi kena pukul oleh putri ketiga yang suka sekali memukul orang jika sedang marah, kesal dan merasa tak puas.


__ADS_2