Transmigrasi LOVE TO DEATH

Transmigrasi LOVE TO DEATH
Orang mesum


__ADS_3

"Apa kau gila hah?! Kau telah menipu ku dan telah memanfaatkan ketidaktahuanku pada semuanya. Sekarang aku tak peduli lagi mau dipenggal atau apa pun." teriak Riri dan mengacungkan pedang pada Altha.


Altha yang melihat keberanian Yourina mengangkat pedang didepannya dan mendengar teriakan Yourina itu tersenyum karena Altha tak pernah berfikir kalau Yourina akan mempunyai keberanian mengangkat pedang dengan berani tepat didepannya.


"Batalkan semuanya aku tak pernah mau menikah dengan mu." teriak Riri lagi dan mulai mengayunkan pedangnya.


Pimpinan perang seperti Altha tentu saja bukanlah tandingan Riri yang seorang amatir dan baru bisa belajar bermain pedang, tapi Altha terus saja tersenyum melihat tingkah Riri dan usaha Riri untuk melampiaskan segala rasa kesalnya pada dirinya.


"Dengarkan aku dulu, tenanglah." ucap Altha yang menahan setiap serangan Riri hanya dengan sebuah sumpit saja.


"Diam.! Aku tak terima kau perlakukan aku seperti ini, dari awal kau tau aku tak ingin menikah dan berhubungan dengan mu." Riri teriak sambil ngos - ngosan karena berkelahi dengan Altha.


"Makanya dengarkan dulu, apa kau benar - benar ingin membunuhku dimalam pengantin kita ini?" Altha tak melawan dan hanya menghindari serta menahan setiap serangan dari Riri.


Altha tertawa melihat Riri yang terus saja berusaha ingin melukainya dengan pedang karena rasa kesalnya. Altha sadar kalau amarah Riri kini telah memuncak dan dia ingin melampiaskan semuanya pada Altha, namun rencana Riri gagal karena Altha telah mengurungnya dalam pelukan yang dalam serta memulai kurungannya.


"Ah." Riri terjatuh dalam posisi Altha memeluknya.


"Kau benar - benar serius rupanya, apakah kau ingin menjadi janda bahkan sebelum sehari pernikahan?" Altha yang sudah mencekram kedua tangan Riri diatas kepala Riri sambil bertanya dan memiringkan kepalanya menatap Riri yang terlihat berfikir.


"Bangunlah dulu, kau berat tau." Riri menatap tajam pada Altha yang berada tepat diatas tubuhnya.


"Benar juga, setidaknya aku gak mau menjadi janda dikehidupan ku dalam cerita ini. Selama ini juga aku telah berusaha keras untuk merubah alur ceritanya jadi aku tak akan menyia - nyiakan kesempatan untuk bisa kembali ke dunia asal ku." gumam Riri dalam hati dan duduk ditepi tempat tidur sambil mengatur nafasnya.


"Sudah mulai tenang, sekarang dengarkan aku bicara." Altha duduk dikursi depan Riri.


Riri yang menyadari dirinya tak akan bisa lepas dari Altha pun mulai menerima pasrah apa yang akan dilakukan oleh Altha pada dirinya, Riri berfikir selama itu tak merugikan dirinya dia akan mau menerima semua penjelasan dari Altha kenapa dia melakukan penipuan ini pada dirinya.


"Aku tau kau pasti marah dan juga kesal padaku, tapi hanya dengan cara ini aku bisa melindungi serta menjagamu dengan penuh. Sebab banyak orang yang mengincar mu, baik dari kalangan bangsawan atau pengusaha, serta dari negara lain yang menginginkan dirimu. Aku tak bisa membiarkan mereka meremehkan mu karena tak memiliki status apa pun. Jadi, dengan statusmu sebagai istri putra mahkota setidaknya tak akan ada yang berani mendekatimu dan aku juga bisa menjagamu dengan penuh apa kau mengerti?" Altha menjelaskan panjang lebar pada Riri yang terlihat termenung mendengarkan penjelasan dari Altha.


"Maksud mu kita harus melakukan kerja sama begitu? Karena dengan statusku yang menjadi istrimu setidaknya aku bisa menghindari niatan orang - orang yang ingin berbuat jahat padaku." ucap Riri bertanya pada Altha.


"Ya, dengan statusmu sebagai putri mahkota setidaknya mereka akan berfikir 2 kali sebelum melakukan sesuatu terhadapmu." Altha tersenyum karena dia tak menyangka kalau istrinya itu cepat tanggap dengan maksud dan tujuan dari dirinya.


"Baiklah, aku maafkan dan mulai sekarang aku akan dengar perintah mu, tapi jangan cobak - cobak untuk menipu ku lagi kau mengerti." mendengar Riri berkata seperti itu Altha tersenyum sambil menganggukkan kepala.

__ADS_1


Riri yang mengerti akan tujuan sebenarnya dari Altha pun menerima semua tindakan Altha dan memaafkan Altha yang telah menipu dan memanfaatkan dirinya, dan mereka telah menjadi satu. Saling memiliki satu sama lain.


"Baiklah istriku, sekarang biarkan aku istirahat karena aku sudah lelah seharian." Altha bangun dan mau istirahat namun Riri menahannya.


"Hey, siapa yang mengijinkan kamu untuk tidur di sini? kembalilah ke kamarmu sendiri." Riri bangun dan menahan Altha dengan kedua tangannya.


Altha yang merasakan ada yang mengintainya tersenyum menggenggam tangan Riri yang berada di dadanya "Apa kau ingin orang - orang diluar sana berfikir dan mengetahui kalau kita bahkan tidur dikamar yang terpisah dimalam pengantin kita?" bisik Altha tepat ditelinga Riri.


"Ayo, aku akan memelukmu dan menunjukkan pada mereka kalau kita pasangan sesungguhnya." dengan cepat Altha mengangkat tubuh Riri dan mendekapnya dalam - dalam ditempat tidur.


"Hey, kau." Riri berusaha berontak


"Suth,,, mereka akan curiga jika kau lebih banyak bertingkah lagi." bisik Altha dengan tersenyum menutup matanya.


"Awas ya kalau kau sampai melakukan hal aneh dan,,, eh." kalimat Riri terhenti oleh bisikan Altha yang membuatnya diam seketika.


"Bicara lagi maka kau akan menanggung akibat yang lebih fatal, apa kau tak merasakan ada yang bergerak disana." Altha menatap Riri dengan tatapan yang sulit diartikan oleh Riri, dan menggerakkan matanya kearah bawah.


Melihat reaksi Yourina yang langsung patuh membuat Altha tersenyum dan kembali menutup matanya dengan posisi tidur yang masih memeluk tubuh Riri dengan dalam.


...🍁🍁🍁...


"Bagaimana bisa, 3 bulan yang lalu dia mengajukan permohonan untuk pembatalan pertunangannya dengan pangeran Altha, lalu bagaimana sekarang mereka bisa melangsungkan pernikahan yang sederhana bahkan tak ada satu pun dari anggota keluarganya yang datang. Ini tak masuk akal." pangeran Jang Yong bergumam dan berfikir keras memikirkan acara pernikahan Altha dan Riri yang terkesan buru - buru hari ini.


"Pangeran apa yang sekarang harus kita lakukan? Karena dengan begini posisi pangeran pertama akan lebih kuat dihadapan yang mulia raja, sebab yang mulia raja sangat menghormati putri Yourina dan juga sangat memperhatikannya." ucap pengawal pangeran Jang Yong yang merasa khawatir dengan majikannya itu.


"Untuk sementara kita biarkan saja seperti ini, kita susun rencana yang lebih matang lagi. Karena sampai kapan pun aku tak akan pernah mengalah darinya." pangeran Jang Yong menyeringai karena dia akan memikirkan rencana yang lebih besar lagi untuk menjatuhkan pangeran Altha dan merebut segalanya.


"Kirimkan pesan kepada keluarga Chan, kabari kalau putri tertua mereka telah melangsungkan pernikahannya dengan pangeran Altha hari ini." ucap pangeran Jang Yong.


"Baik, pangeran." pengawal itu pun langsung pergi begitu saja


"Mari kita lihat apa yang akan terjadi jika keluarga mempelai wanita datang dan menanyakan semua hal ini, bisakah kau menghindari mereka dengan baik." pangeran Jang Yong tersenyum karena dia ingin mengacaukan pernikahan Altha dan Riri.


...🍁🍁🍁...

__ADS_1


"Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan sekarang? nyonya besar sepertinya tak bisa bertahan lagi." ucap pelayan yang berada disisi nyonya Yuwan nenek Yourina yang disembunyikan oleh ibu tiri Yourina.


"Dae Si, pergilah ke istana pangeran carilah tuan putri Yourina dan katakan kalau nyonya besar sedang dalam kondisi bahaya sekarang." ucap Dean yang terlihat sangat sedih melihat kondisi majikannya.


"Baiklah, aku akan pergi diam - diam, semoga saja aku bisa bertemu dengan putri tertua, tolong jaga nyonya besar." ucap Dae Si dan menyelinap keluar dari kediaman Chan dengan segala tekat dan keberanian yang sedikit membara dalam hatinya.


Sementara di paviliun nyonya besar atau nenek Yourina sedang sakit keras, di aula depan rumah keluarga Chan ibu tiri Yourina nyonya Sin Ya sedang kesal dan marah besar karena tak dikabari dan diundang oleh Riri dalam pesta pernikahannya dan dia merasa terhina akan hal itu.


"Bagaimana bisa, anak sialan itu melakukan seenaknya sendiri seperti ini. Apakah tuan hanya akan diam saja dan tak melakukan tindakan untuk menghukum Yourina yang sudah mulai kurang ajar itu?!" kesal ibu tiri Yourina pada suaminya atau ayah kandung Yourina tuan Cu Chan.


"Diam lah, apa kau tak melihat situasinya. Jika aku memanggil dan menghukumnya sementara dia sekarang benar - benar dalam perlindungan pangeran Altha apa kau pikir aku akan selamat hah?!" teriak ayah Yourina pada istrinya itu dengan emosi.


Tuan muda Gozil yang mendengar keributan di aula keluarganya berjalan dengan cepat memasuki aula "Sebenarnya kenapa kalian marah sampai seperti itu hanya karena tak diundang dan dikabari atas pernikahan yang dilakukan secara sederhana bahkan tak ada perayaan sama sekali." ucap Gozil Chan yang merupakan kakak dari Yourina dari ibu yang sama.


"Kau tak mengerti apa pun sebaiknya diam saja." ucap Sin Ya selaku ibu tirinya.


"Tak mengerti? Harusnya kau yang diam." ucap Gozil Chan pada ibu tirinya dengan kesal.


"Gozil Chan diam lah, apa kau tau sedang bicara dengan ibu mu hah?!" teriak tuan Choi Cu Chan pada putranya.


"Hah.! Harusnya dari awal aku melakukannya dan harusnya semua ini ku lakukan sejak pertama kali Yourina datang ke rumah ini setelah kalian mengirimnya sebagai tunangan pangeran Altha. Apa kalian pikir aku tak tau kalau kalian memanfaatkannya dan menjadikannya mata - mata untuk menjual informasi dari pangeran Altha pada negara lain, agar kalian mendapatkan uang lebih banyak lagi?!" kesal tuan muda Gozil yang selama ini hanya diam melihat karena tak berani melawan ayahnya selama ini.


"Aku sudah muak dengan keluarga ini, aku bersyukur sekarang Yourina tak lagi menjadi anjing kalian, bahkan dia menemukan jati dirinya sendiri dan menjadi seorang tabib yang sangat disegani dengan julukan tabib tangan ajaib. Apakah karena hal itu kalian jadi marah - marah sebab kalian tak lagi bisa memanfaatkannya." ucap tuan muda Gozil lalu meninggalkan aula utama kediaman Chan.


"Anak itu." nyonya Sin Ya mengepalkan tangannya dan menatap kepergian tuan muda Gozil dengan kesal.


...🍁🍁🍁...


"Altha, apa yang kau lakukan?!" Riri berteriak kesal karena selama latihan pedang Altha hanya menggodanya saja.


"Tak ada, aku hanya merasa senang saja. Aku juga mau tanya apakah kau benar - benar mau latihan dengan berdandan cantik sepeti ini?" Altha memainkan rambut Riri dengan tersenyum.


Deg, jantung Riri berdebar mendapatkan perlakuan itu dari Altha. Karena Altha yang mulai sering suka menggoda Riri hingga membuat Riri selalu tenggelam dan terbuai membuat Riri merasa kesal pada ulah Altha yang dianggap tak tau malu, dan Riri pun memberi julukan baru pada Altha sebagai orang mesum.


"Kau benar - benar berondong mesum. Lakukan dengan benar latihannya Altha." teriak Riri karena dari tadi Altha hanya main - main dengan dirinya.

__ADS_1


Riri yang mengingat akan perlakuan Altha selama ini membuat Riri selalu merasa salah tingkah walau dalam hatinya dia selalu berusaha mengingatkan kalau dirinya adalah orang asing. Namun sikap Altha yang tiba - tiba suka meminum teh dengan cangkir yang sama, memeluknya saat sedang membaca, bahkan suka dengan sesuka hati mengangkatnya dihadapan orang lain, tak dipungkiri dalam hati kecil Riri ada sedikit rasa suka karena dia mau bagaimana pun tetap seorang wanita yang suka diperlakukan dengan lembut.


__ADS_2