Transmigrasi LOVE TO DEATH

Transmigrasi LOVE TO DEATH
Terkejud


__ADS_3

"Ada apa ini, tadi Tika bilang kalau ada orang yang mencari ku dan mengaku sebagai kakakku. Tapi sampai sekarang tak ada yang datang." gumam Riri yang berdiam diri didalam rumah menunggu seseorang yang mungkin akan datang.


"Hem, sepertinya tak ada yang akan datang, atau mungkin saja mereka hanya salah orang. Karena tak mungkin aku punya seorang kakak, sebab ibu tak pernah cerita kalau aku ada seorang kakak. Sebaiknya aku keluar untuk mencari angin dan beli es krim, karena aku ingin makan es krim." Riri pun memutuskan untuk pergi keluar.


Perlahan Riri berjalan dan dia sengaja menuruni tangga dari lantai 5 karena Riri ingin melatih kekuatan kakinya, dan dia juga ingin segerah pulih seperti sedia kala agar bisa segerah bekerja lagi seperti dulu. Karena selama di rumah pikirannya jadi makin rumit karena terus memikirkan soal Altha orang yang dianggap Riri tak akan pernah ada di dunia nyata ini.


"Hah... Hah... Hah." Riri bernafas tersengal - sengal karena dia merasa lelah berjalan turun tangga.


"Loh non Riri kenapa bisa bermandikan keringat seperti itu? Emangnya non Riri turun dengan melewati tangga darurat lagi ya?" tanya satpam yang melihat Riri bernafas terengah - engah degan keringat bercucuran.


"Iya pak, tadi saya memang turun lewat tangga lagi." Riri menjawab dengan tersenyum dan duduk di pos satpam.


"Memang mau kemana? Terus kenapa selalu turun lewat tangga darurat kan ada lif." satpam itu bertanya heran pada Riri.


"Tidak ada pak, cuma mau melatih kaki saja. Baiklah saya pergi dulu pak, terima kasih." Riri menjawab dengan riang dan dia pun pergi meninggalkan pos satpam setelah beristirahat sebentar


Riri berjalan menyusuri jalanan setapak dan dia sesekali melihat dan berbincang dengan tetangga apartemen yang dia kenal. Setelah mendapatkan es krim yang dimau Riri duduk di taman dekat apartemennya sambil menikmati pemandangan malam dan keramaian orang - orang yang sedang bermain bersama orang - orang terdekat mereka.


...💮💮💮...


Disisi lain disebuah hotel ada seseorang yang dengan tak sabar ingin segerah menyelesaikan pertemuannya karena dia memiliki sesuatu yang ingin dikerjakan, ya orang itu adalah Yan Sa dia sedang melakukan panggilan video dengan atasannya yang selalu mempercayakan semua pekerjaannya pada Yan Sa.


"Baik, iya aku mengerti. Bisa gak kau matikan panggilanmu ini karena aku ada sesuatu yang harus ku urus." Yan Sa berkata dengan dingin pada orang yang sedang menghubunginya


"Kau sudah mulai berani ya sekarang, bahkan kau dengan terus terang menolak dan melawan ku." ucap seseorang yang sedang melakukan panggilan video dengan Yan Sa.


"Terserah kau saja, karena sekarang aku beneran sibuk dan ada urusan penting. Karena aku ingin memastikan kalau peninggalan terakhir dari ayah ku sedang berada di sini dan baik - baik saja. Setelah kembali akan ku selesaikan semua tugas ku, jadi untuk sementara waktu ini tolong jangan ganggu aku ok. Bye." Yan Sa berkata panjang lebar dan langsung mematikan sambungan video secara sepihak dengan orang itu tanpa menunggu dulu jawabannya.


"Dia selalu membuat ku kewalahan" gerutu Yan Sa yang mulai berganti baju dan siap untuk keluar dari kamar hotelnya.

__ADS_1


Yan Sa berjalan dengan terburu - buru sambil menelepon seseorang yang sejak dari tadi dikirim untuk pergi duluan dan memastikan keadaan orang yang akan ditemuinya. Setelah berbicara dengan orang suruhannya Yan Sa bergegas melajukan mobilnya ke tempat tujuan.


...💮💮💮...


"Ya sudah balik non Riri." sapa satpam lagi yang melihat Riri sudah datang lagi setelah pergi selama 2 jam.


"Iya pak, apa bapak mau kopi? Ini tadi saya beli kopi instan yang sudah di sedu, rasanya sangat enak pak." Riri mengeluarkan segelas kopi untuk satpam yang berjaga di apartemen itu


"Wah terima kasih loh non, bapak jadi sering dapat minuman dan makanan gratis tiap kali non Riri keluar." Satpam itu menjawab dengan tersenyum senang.


"Iya sama - sama pak, saya juga hanya bisa memberi segitu saja, saya naik dulu ya pak mau istirahat lebih awal." Riri berkata dengan senyum ramah.


"Iya, iya hati - hati." Satpam itu pun menatap Riri sampai dia tak terlihat dan menghilang dibalik lif.


Riri berjalan keluar lif dan dia merasa takut karena melihat seseorang yang sedang berdiri didepan pintu rumahnya, dan orang itu tak pernah Riri kenal atau lihat sebelumnya. Riri melangkahkan kakinya dengan ragu - ragu, terlebih lagi suasana lorong apartemen yang menuju ke rumahnya itu terbilang cukup sepi karena penghuninya cuma sedikit dibandingkan yang lantai 1 sampai 4.


"Siapa dia, dan kenapa dia berdiri tegak tak bergerak seperti itu didepan pintu rumah ku?" gumam Riri dengan ragu - ragu melangkah maju sambil membawah tas plastik yang berisi makanan ringan dan kopi.


"Halo nona saya sedang mencari penghuni rumah ini, apakah anda tau dimana orangnya? Karena saya diperintahkan oleh atasan saya untuk melihat keadaannya, dan sebentar lagi atasan saya akan datang kemari, tapi dari tadi saya tunggu tak ada orang yang keluar." jelas orang itu pada Riri dengan nada lembut dan sopan.


"Atasan? Memangnya siapa yang sedang anda cari?" Riri bertanya dengan ragu kalau orang itu adalah orang yang tadi sore dibicarakan oleh Tika.


"Oh maaf, apakah anda penghuni rumah ini?" orang itu menebak dengan tepat.


"Iya, tapi kenapa kalian mencari aku?" Riri bertanya dengan ragu dan takut


"Jangan takut nona kami bukan orang jahat dan saya juga tak akan melakukan apa pun pada nona." jelas orang itu pada Riri.


"Iya baiklah, kalau begitu silakan masuk dulu." Riri berjalan mendekat dan membuka pintu rumahnya. "Silakan masuk." Riri memberi jalan pada orang itu untuk masuk kedalam rumahnya.

__ADS_1


"Apa anda tinggal di rumah ini seorang diri?" orang itu bertanya dan melihat sekeliling rumah Riri.


"Iya saya sendirian, makanya saya merasa terkejud saat ada yang mencari saya dan kenal dengan saya, apa lagi saya tak pernah mengenal anda dan atasan anda." jawab Riri berjalan menuju dapur.


Riri membuka belanjaannya tadi dan dia menyiapkan kopi instan yang tadi dibeli untuk tamunya "Maaf tak ada apa pun di rumah hanya kopi instan yang tadi saya beli, silakan diminum." Riri meletakkan kopi di atas meja ruang tamu.


"Oh, tak perlu repot - repot non. Tapi terima kasih." jawab tamu Riri


"Iya tak apa, karena saya hanya punya itu saja." Riri kembali ke dapur dan dia menyiapkan buah untuk dijadikan suguhan.


"Sebenarnya kalau boleh saya tau siapa anda dan ada hubungan apa anda dengan saya?" Riri bertanya sambil memotong beberapa buah dan meletakkannya di piring saji.


"Saya hanyalah bawahan dan saya tak ada hubungan apa pun dengan anda, tapi atasan saya memerintahkan saya untuk mencari alamat anda dan memastikan keadaan anda sebelum dia datang kemari, karena saat ini dia sedang ada rapat dengan bos tinggi." jawab tamu Riri.


Brrrt


"Oh, maaf saya angkat telepon dulu." Tamu Riri


"Iya silakan" Riri berkata dan meletakkan buah di atas meja ruang tamu, lalu Riri kembali lagi ke dapur untuk mengambil makanan ringan yang tadi dibelinya. Dan Riri sengaja mondar mandir untuk menghilangkan rasa khawatir pada orang yang tak dikenalnya.


"Iya pak benar, tidak saya sekarang sedang bersama dengan nona. Iya nona dalam keadaan baik dan sehat, tidak ada malah seperti yang anda khawatirkan. Dan sepetinya tadi nona tak ada karena sedang keluar dan berbelanja, nona baik - baik saja dia sehat dan juga senyumnya sangat menawan. Baik saya mengerti." tamu Riri menjawab panggilan telepon dari seseorang yang terlihat atasannya karena dia bicara dengan nada sopan dan lembut.


"Saya keluar dulu karena atasan saya yang punya urusan dengan anda akan segerah tiba." jelas tamu Riri setelah dia mematikan sambungan telepon.


"Iya baiklah" jawab Riri dan tersenyum.


Ting tong.


"Biar saya yang buka sekalian keluar." jawab tamu Riri dan dia pun berjalan menuju arah pintu.

__ADS_1


"Silakan masuk pak, iya nona ada didalam." suara tamu Riri mempersilakan seseorang untuk masuk kedalam rumah Riri.


"Siapa yang datang?" Riri dari arah dapur bertanya dan berjalan kearah ruang tamu "Tuan siapa yang..." kata - kata Riri tercekal dan snack yang dia bawah jatuh berantakan saat dia melihat orang yang berdiri didepannya.


__ADS_2