Transmigrasi LOVE TO DEATH

Transmigrasi LOVE TO DEATH
Pemaksaan


__ADS_3

"Mentri dalam negeri aku dengar kalau Cun Ya menahan seorang gadis yang merupakan istri orang dan ingin menikahinya. Gadis dari kerajaan mana dia dan apa kemampuan dia sampai Cun Ya bersih keras ingin menikahinya?" Pangeran San Ya bertanya setelah 3 hari kembali tinggal di istana.


"Dia adalah putri Yourina istri pangeran Altha dari kerajaan timur yang dibawah oleh pangeran Choi Yong untuk ditahan dan mengacaukan persiapan dari pangeran Altha." Mentri dalam negeri menjelaskan dengan jelas pada pangeran San Ya


"Hem, apa istimewanya gadis itu sampai dia berani bersuara dengan lantang dihadapan ruang pertemuan waktu itu. Apakah dia adalah orang yang pantas dan layak untuk diperlakukan dan diperjuangkan sampai harus mempermalukan dirinya sendiri." Pangeran San Ya bertanya dengan penasaran karena dia telah diasingkan selama 10 tahun lamanya hanya karena melakukan kesalahan ringan.


"Dia adalah seorang tabib yang dijuluki sebagai tabib tangan ajaib, karena kemampuan dia dalam pengobatan serta cara menangani orang berbeda dengan para tabib lainnya, juga alat yang dia gunakan terlihat sedikit berbeda dan terlihat agak aneh." Mentri dalam negeri menjawab sesuai dengan apa yang dia dengar dari kata orang yang sudah pernah melihat Riri dalam mengobati orang sakit.


"Sangat langkah, apakah dia juga yang membuat ayahanda terbangun dan sembuh dari sakit yang tak pernah diketahui apa sebabnya itu?" Pangeran San Ya menebak dengan tepat


"Benar pangeran, tak menunggu lama yang mulia langsung tersadar dan memiliki kemampuan yang dulu lagi bahkan terlihat sangat segar." Mentri dalam negeri menjawab dengan kagum.


"Kau mengaguminya, aku ingin bertemu dengannya apa kau bisa membuat ku bertemu dengan putri itu?" Pangeran San Ya penasaran dan meminta Mentri dalam negeri untuk membantunya bertemu dengan Riri, karena Riri berada didalam istana kerajaan jadi tak sembarangan orang yang bisa bertemu dengan dia.


"Itu...yang mulia raja tak ingin ada orang yang menemuinya untuk saat ini." Mentri dalam negeri berkata dengan takut.


"Apa?! Jangan bilang kalau gadis itu dalam pengawasan dari ayahanda." Pangeran San Ya berkata dengan sangat terkejut


"Ah, itu pangeran sebenarnya..." Mentri dalam negeri tak bisa menjawab lagi.

__ADS_1


"Cukup aku sudah tau, dia baru saja terbangun tapi otaknya sudah gak bener." Pangeran San Ya merasa kesal dan marah pada ayahnya yang selalu saja mementingkan urusannya dengan seorang wanita.


Mentri dalam negeri menunduk diam karena dia tak berani lagi berkata dan menceritakan apa yang terjadi pada Riri yang berada didalam istana kerajaan dan dalam pengawasan dari yang mulia raja langsung.


"Tidak bisa, aku harus bertemu dengan gadis itu secepatnya." Pangeran San Ya berkata dengan tak sabar.


...🍁🍁🍁...


"Nona tabib yang mulia raja memanggil anda untuk menghadap." seorang pelayan datang menjemput Riri di kamarnya.


"Hm, baik saya akan segera menghadap pada yang mulia raja." Riri berkata dengan cepat.


"Riri, apa kau akan datang dan menghadap pada raja? Aku merasa ada yang aneh dengan yang mulia raja." Wu Ling berkata dengan khawatir.


Wu Ling terlihat ragu dan menunduk karena dia takut serta cemas kalau rencananya yang telah disusun bersama dengan Riri akan ketahuan dan gagal. Wu Ling menatap Riri dengan tatapan mata khawatir yang sangat berlebihan.


"Baiklah, ayo kita kesana jangan sampai nanti raja curiga dengan rencana kita yang sebenarnya." sambung Riri dan tersenyum sehingga Wu Ling terlihat sedikit merasa tenang walau sebenarnya didalam hatinya dia takut.


"Yang mulia tabib tangan ajaib sudah datang." pengawal raja Song memberitahu.

__ADS_1


"Suruh dia masuk." Raja Song terlihat sangat senang.


"Hormat kepada yang mulia raja." Riri memberikan hormatnya


"Masuklah ayo silakan duduk, coba kau lihat ini ada banyak perhiasan dan juga baju sutra yang disukai oleh kebanyak wanita, kau pasti suka ayo dilihat." Raja Song mempersilakan Riri untuk melihat banyak hadiah yang diberikan kepada Riri.


"Maaf yang mulia ini untuk apa sebenarnya? Kalau untuk berterima kasih saya rasa itu tak perlu, karena saya selalu senang setiap kali mengobati pasien. Jadi semua ini tidak diperlukan, tapi jika yang mulia memaksa untuk berterima kasih saya ingin meminta kepada yang mulia untuk memulangkan saya." Riri berkata dengan sopan dan hati - hati.


"Tidak boleh, siapa yang mengijinkan kamu untuk kembali ke kerajaanmu. Aku akan melakukan hal besar dalam sejarah dan aku akan mengangkat mu menjadi selir raja." ucap raja Song dengan percaya diri.


"Tapi yang mulia dia adalah istri dari pangeran Altha dari kerajaan timur dan dia juga sedang dalam keadaan hamil saat ini." ucap permaisuri Yu yang baru datang dan melihat ada begitu banyak barang yang ingin dipersembahkan oleh suaminya itu untuk wanita lain dihadapannya.


"Memangnya kenapa, kehamilannya baru berjalan 4 bulan sekarang dan itu pun masih belum genap kata tabib istana, aku bisa menghilangkan keturunan yang bukan berasal dari darah daging ku apa lagi yang masih berbentuk janin tak sempurna." jelas raja Song kesal pada permaisuri yang datang menerobos masuk tanpa pemberitahuan.


Riri dan Wu Ling terkejud mendengar hal itu karena Riri tak pernah menyangka kalau raja Song begitu keji dan juga tak berprikemanusiaan bahkan dia tega untuk menghabisi siapa saja yang akan menghalangi niatnya.


"Maaf yang mulia raja dan permaisuri, untuk bisa menjalin sebuah hubungan seharusnya dilakukan dengan orang yang memiliki perasaan yang sama dan juga sama - sama bebas. Saat ini anda ingin memaksakan kehendak anda kepada saya yang masih dalam status istri orang dan juga mengandung anak dari orang itu, bukankah itu adalah perbuatan dan tindakan yang ceroboh?" Riri berkata dengan tak sabar atas pernyataan yang diungkapkan oleh raja Song yang semena - mena terhadap dirinya yang telah menolong dan membantunya sembuh dari penyakit.


"Tak ada yang dikatakan pemaksaan karena statusmu di sini hanyalah seorang tawanan, dan seorang tawanan tak punyak hak untuk berpendapat." Raja Song berkata dengan menatap Riri marah.

__ADS_1


"Tapi yang mulia tetap saja itu tak bisa dibenarkan dan lagi anda tak bisa memaksa saya untuk melakukan perbuatan yang tak saya sukai." Riri masih tetap berusaha untuk lepas dari jerat raja Song


"Sudah cukup, aku melakukan hal yang baik untuk diri mu bagaimana bisa dibilang buruk, pengawal bawah tabib tangan ajaib ke kamarnya dan panggil tabib istana untuk membuatkan ramuan untuknya."braja Song berkata dengan lantang.


__ADS_2