Transmigrasi LOVE TO DEATH

Transmigrasi LOVE TO DEATH
Penguasaan


__ADS_3

Kedua selir dari pangeran Cun Ya sangat marah besar, mereka berdua menghukum para wanita yang semalam datang menemani pesta pangeran Cun Ya dan beberapa orang lainnya, setelah dia mendapatkan pesan kalau ada pesta dikediaman pangeran Cun Ya dan mereka sedang berpesta pora dengan para wanita penghibur. Dan Choi Yong menatap dengan bingung atas semua yang telah terjadi.


"Ampun selir Murong, ampun selir Ranran tolong ampuni hamba."


"Iya, saya mohon ampuni kami selir Ranran dan selir Murong, kami tak akan mengulanginya lagi. Dan kami benar - benar tak melakukan apa pun, tolong ampuni kami."


"Kalian semua akan menerima akibatnya, bukankah aku sudah sering kali mengatakan kepada kalian agar kalian jangan membuat aku marah?! Kalian boleh melakukan apapun diluar bersamanya tapi jangan lakukan hal menjijikan itu di sini." Selir Murong berkata dengan sangat marah.


"Benar, kalian telah berani melakukan perbuatan kalian yang kami saksikan dengan mata kepala kami sendiri dan kalian harus menerima akibat dari perbuatan kalian semua." selir Ranran ikut bicara dengan ekspresi yang sangat murka.


"Murong, Ranran apa yang kalian lakukan sebenarnya dan kenapa kalian marah begitu besar hah?! Apa yang aku berikan pada kalian semuanya sudah cukup, cepat lepaskan mereka, dan yang kalian lihat itu bukan yang sebenarnya." Cun Ya berkata dengan suara yang sangat merasa.


"Ampun yang mulia"


"Tolong ampuni kami."


Beberapa wanita penghibur itu bersimpuh dan memohon ampunan pada selir Ranran dan selir Murong yang terlihat marah besar, mereka semua diikat tangannya kebelakang dan tak membiarkan mereka merapikan bajunya.


"Apa yang terjadi sebenarnya dan kenapa ada keributan sepeti ini, padahal selama ini tak pernah ada keributan sepeti ini walau pangeran Cun Ya membuat masalah." Choi Yong menatap bingung dengan apa yang sedang tersaji saat ini.


"Bagaimana ini?"


"Entahlah, apa yang harus kita lakukan saat ini aku juga tak tau"


"Eh tunggu, kenapa wanita tawanan itu tak ada dan tak terlihat dari dari."


"Kau benar kemana dia?"


Para Mentri yang ikut dalam pesta malam itu saling pandang dan berkasak kusuk serta mereka mencari keberadaan Riri yang tak ada diantara para wanita yang saat ini sedang diberikan hukuman oleh kedua selir dari pangeran Cun Ya.

__ADS_1


Melihat semua orang mondar mandir dan terlihat sibuk Riri sudah tau pasti kalau kedua selir pangeran Cun Ya sudah tau dan saat ini sedang berada di balai pertemuan istana pangeran Cun Ya. Riri pun berjalan dan melihat keributan itu dengan berdiri disebelah Choi Yong yang menatap bingung.


"Ingin mengangkat ku menjadi selir? Kau harus menghadapi kedua selir mu dulu. Dengan begitu akan ketahuan siapa yang lebih berkuasa di istana ini." Riri bergumam dan tersenyum.


"Apa? Apa barusan yang kau katakan, Cun Ya ingin mengangkat mu menjadi selirnya?" Choi Yong bertanya dan menatap Riri.


"Kenapa? Kau baru tau ya, dia kemaren datang menemui aku dan berkata omong kosong dengan ku. Lalu dia mengundangku ke istananya untuk menjadi pelayan khususnya serta mengumumkan kalau dia ingin menjadikan aku selirnya." Riri menjawab dan menatap Choi Yong.


"Dengarkan aku Choi Yong, tak ada tempat untuk mu di sini. Mereka semua hanya memanfaatkan usaha dan mereka hanya ingin menguasai kerajaan timur dengan bantuan mu, kau telah dimanfaatkan oleh mereka. Percayalah padaku, dia buka siapa - siapa dibawah penguasaan yang sebenarnya." Riri berkata dan berusaha untuk menyadarkan Choi Yong


"Apa maksudmu, penguasaan yang sebenarnya? Apa kamu tau sebentar lagi pangeran Cun Ya akan diangkat menjadi raja menggantikan raja yang saat ini sedang sakit dan tak akan bisa memimpin lagi. Dan pada saat itu aku akan mengalahkan Altha serta naik tahta menjadi raja juga." Choi Yong berkata dengan percaya diri.


Riri menghela nafas dalam, "Kau memang masih anak kecil ya Choi Yong, kau akan tau siapa yang paling berkuasa saat ini di istana yang besar ini." Riri bergumam dan hal itu membuat Choi Yong menatap kesal pada Riri.


"Aku mau pergi istirahat." Riri berkata dan pergi kembali ke kamarnya lagi.


...🍁🍁🍁...


Dan saat di istana pangeran Cun Ya sedang ramai di istana raja juga tak kalah ramainya karena yang mulia raja telah sadarkan diri dan terlihat sangat segar. Permaisuri sangat senang dan juga bahagia, semua orang jadi sibuk menatap dan membersihkan istana kerajaan dengan baik karena ingin menyambut kesembuhan dari raja yang telah lama sakit dan hanya terbaring lemas.


"Panggil putri Yourina kemari sekarang juga." Permaisuri Yu memerintahkan beberapa pelayan untuk memanggil Riri hadir di istana raja.


"Baik yang mulia permaisuri." para pelayan dan pengawal di istana raja menjawab dengan lantang dan mereka pun langsung bergegas menuju ke istana pangeran Cun Ya tempat Riri tinggal saat ini.


...🍁🍁🍁...


Beberapa pengawal dan pelayan dari istana raja memasuki istana pangeran Cun Ya, dan saat mereka melihat keributan dijalan depan balai pertemuan istana pangeran Cun Ya, namun mereka mengabaikannya karena tujuan mereka adalah Riri.


"Ada apa ini, kenapa pelayan istana kerajaan datang kemari, apa kah mereka mendengar kalau pangeran Cun Ya membuat ulah lagi?"

__ADS_1


"Entahlah, pasti permaisuri yang menyuruh. Karena selir kedua adalah keponakan dari permaisuri.


Semua pelayan di istana pangeran Cun Ya sedang menduga - duga dengan kedatangan beberapa pelayan dari kerajaan. Begitu juga dengan Choi Yong yang terlihat bingung dengan suasana yang terjadi saat ini.


Pangeran Cun Ya dan para Mentri yang ada bersamanya bahkan kedua selirnya terlihat kaku saat para pelayan dan pengawal istana raja melewatinya. Namun mereka menatap bingung karena mereka hanya melewati begitu saja tanpa ada sepatah kata pun.


"Riri, Riri." Wu Ling lari mencari Riri dan mau memberitahu kalau ada pelayan dari kerajaan datang.


"Hey, kenapa kau lari - lari. Dan dari mana saja, aku mencari mu dari tadi." Riri memapah Wu Ling yang hampir jatuh.


"Mereka, mereka datang." Wu Ling berkata dengan nafas tersengal.


"Siapa yang datang dan apa maksudnya semua ini?" Choi Yong bertanya karena dia mengikuti Wu Ling saat melihat Wu Ling lari tergesa - gesa.


"Kau akan tau setelah ini, dan aku akan keluar dari sini." Riri berkata dengan tegas.


"Kau tak akan pergi tanpa seijin ku." Choi Yong berkata dengan tatapan tajam.


"Benarkah? Tapi maaf Choi Yong aku bukanlah orang yang bisa kau kendalikan. Aku akan mencari jalanku sendiri untuk aku kembali pulang, karena kau bukanlah apa - apa bagi ku." Riri berkata dan berjalan mendekati Choi Yong.


"Kau." Choi Yong melihat beberapa pelayan dan pengawal kerajaan datang.


"Dan ingat lah, kau tak tau siapa aku sebenarnya. Karena aku adalah orang yang tak mau untuk diatur atau pun dikekang. Aku tak peduli siapapun orangnya kalau dia berani menahan ku maka aku pasti akan melawannya." Riri berkata dengan menatap Choi Yong tajam.


"Putri Yourina." panggil salah seorang dari pengawal istana raja saat mereka sampai dan bertemu dengan Riri.


"Kalian mencari ku, ayo kita pergi sekarang." Riri berkata langsung saat dia melihat para pelayan istana raja datang mendekat. "Kau ikut bersama ku Wu Ling" sambung Riri dan berjalan melewati Choi Yong yang berdiri diam.


"Baik aku ikut." jawab Wu Ling langsung, "Yang dikatakan oleh Riri benar Choi Yong, kamu tak bisa menahannya terlalu lama. Semua keributan yang terjadi saat ini semuanya adalah ulah dia. Dia bisa menemukan jalannya sendiri untuk kembali dan dia juga bisa menemukan pendukung dengan penguasaan terkuat." Wu Ling berkata dan memberitahu apa yang bisa dilakukan oleh Riri.

__ADS_1


__ADS_2