Transmigrasi LOVE TO DEATH

Transmigrasi LOVE TO DEATH
Menyusun Rencana


__ADS_3

Sesuai dengan rencana pagi itu Altha, Yorgun, Yaris, Jiyang dan pangeran ketiga kembali ke ibu kota dengan 50 pasukan kerajaan yang dibawah oleh pangeran ketiga beserta pasukan yang datang dari perbatasan. Rombongan mereka disambut meriah oleh para warga dan nama tabib senior juga ikut dieluh - eluhkan karena telah berjasa dengan membantu pangeran Altha dalam berperang kali ini karena dia telah membantu pasukan yang sedang terluka.


Mendengar kembalinya pangeran Altha beserta rombongannya dengan sebuah kemenangan hal itu membuat pangeran kedua Jang Yong merasa kesal dan tak suka. Walau ikut menyambut kedatangan para pasukan dan pangeran Altha pangeran Jang Yong memasang wajah kesalnya yang sangat terlihat dengan jelas.


"Selamat datang pangeran dan selamat atas kemenangannya." ucap Baron menyambut pangeran Altha.


"Terima kasih." pangeran Altha menerima sambutan dari Baron dengan senang hati.


"Selamat datang kak dan selamat atas kemenangannya kali ini." ucap pangeran Jang Yong pada pangeran Altha.


"Yang berikutnya aku juga pasti akan menang, jadi kau tak perlu melebihkan kemenangan ku kali ini." jawab pangeran Altha dengan menepuk bahu pangeran Jang Yong.


"Cih, sombong sekali dia." suara hati pangeran Jang Yong dengan mengepalkan kedua tangannya dengan sangat erat.


Dalam aula pertemuan itu nama pangeran Altha selalu disebut dan dipuja banyak orang atas kemenangannya di dua tempat sekaligus. Raja juga mengatakan kalau pelantikan untuk mengangkat pangeran Altha sebagai putra mahkota secara resmi akan digelar karena sudah seharusnya orang yang mampu menjaga keamanan dan kestabilan rakyatlah yang akan jadi pemimpin hebat dimasa depan nantinya.


"Ya, sebaiknya kita lakukan pengangkatan dan upacara secara resmi untuk menjadikan pangeran Altha sebagai putra mahkota karena dia adalah pimpinan yang telah dipilih oleh rakyat, pasti akan banyak rakyat yang menyebut dengan sangat senang nanti." Ucap para Mentri yang menyetujui semuanya.


"Baiklah kalau begitu 3 hari lagi kita akan mengadakan upacara pengangkatan pangeran Altha menjadi putra mahkota secara resmi yang akan menggantikan kedudukan ku sebagai raja pada nantinya." ucap raja dengan lantang dan semuanya mengiyakan.


"Kenapa bisa jadi seperti ini sih, kenapa semuanya jadi berantakan." gumam pangeran Jang Yong dalam hati dengan menatap kesal pada Altha dan orang - orang yang mendukung pangeran Altha.


...🍁🍁🍁...


Setelah dari istana raja pangeran Altha kembali ke kediamannya karena dia ingin istirahat dan juga melihat kondisi dikediamannya selama dia tinggal pergi. Pangeran Altha disambut oleh Gozil kakak Riri dengan beberapa pelayan yang dulu melayani disamping Riri.


"Pangeran selamat datang, maaf kami tak bisa menyambut pangeran di istana raja karena pangeran Jang Yong melarang kami masuk." ucap Gozil menyampaikan apa yang telah dilakukan oleh pangeran Jang Yong pada mereka.


"Tak masalah, orang - orang ku cukup menyambut kedatanganku di rumah ku." jawab Altha dengan tenang dan sedikit senyum dibibirnya.


Altha melangkah masuk dan berjalan dengan pasti menuju kedalam istana utama miliknya, di halaman depan aula terlihat putri Ye Rin dan pars pelayannya berdiri membawah nampan teh mau menyambut kedatangan pangeran Altha. Altha yang melihat cuek saja tak terpengaruh oleh hal itu, namun langkahnya terhenti karena dia ingat akan ucapan Riri yang menyuruhnya untuk berperan dan berpura - pura menerima kehadiran Ye Rin dikediaman istananya, karena dengan begitu maka akan ketahuan siapa dalang dan orang dibalik persekongkolan antara pangeran kedua dan putri Ye Rin.


"Dengar Altha, aku masih belum tau pastinya apa rencana mereka. Tapi untuk bisa mengetahui apa yang mereka rencanakan maka kamu harus berbuat baik pada mereka dan jangan menaruh curiga yang bisa diketahui oleh mereka, karena untuk melawan musuh adalah hal terbaik yang kamu harus lakukan yaitu masuk kedalam lingkaran rencana musuh, karena dengan begitu kamu baru bisa dengan leluasa untuk mencari tau apa yang ingin direncanakan oleh musuh mu, kau mengerti?"

__ADS_1


Kata - kata Riri terngiang - ngiang dalam otak Altha dan mengingat kata - kata Riri itu membuat Altha tersenyum dan jadi merindukan Riri. Namun rasa itu langsung ditepis oleh Altha karena dia gak mau orang lain tau kalau dia sedang sangat merindukan istrinya yang telah membuatnya tak sabar selalu ingin menyentuhnya itu.


Altha berjalan mendekati putri Ye Rin, "Putri Ye." sapa Altha dan berhenti tepat didepan putri Ye Rin.


Melihat hal itu Yorgun merasa terkejud karena tak biasanya majikannya itu menyapa putri Ye Rin dan lagi masih menyapa dengan sangat ramah. Namun Yorgun tak berani bertanya atau menduga - duga karena dia takut salah.


Sementara putri Ye Rin yang didekati oleh Altha dan disapa dengan sangat ramah oleh Altha merasa salah tingkah. "Pa- pangeran ma-maaf Ye Rin tak me-nyambut pangeran di istana kerajaan karena pangeran kedua..." putri Ye Rin yang merasa gugup bicara dengan terbata - bata dihadapan Altha.


"Aku tau, putri Ye Rin tak perlu merasa tak enak hati." jawab Altha tanpa mendengar Ye Rin menyelesaikan kalimatnya.


Altha menatap putri Ye Rin diam lalu bibir Altha melengkung membentuk sebuah senyuman, Altha mengambil cangkir teh dan meminumnya, "Sebaiknya putri Ye masuk dan beristirahat, karena pasti putri Ye lelah berdiri di sini dari tadi untuk menunggu dan menyambut ku datang." ucap Altha dengan nada perhatian dan pengertian.


Debaran didada putri Ye Rin pun mulai muncul karena selama ini Altha tak sehari pun menyapa dia atau membiarkan dirinya mendekatinya meski hanya sekedar menemani minum teh. "Ti-tidak pangeran, Ye Rin tidak lelah sedikit pun." jawab Ye Rin dengan tertunduk malu.


Altha mendekat dan menunduk "Pergilah istirahat karena aku gak mau kalau nanti kamu akan sakit di sini karena aku tak perhatian dengan mu." bisik Altha tepat ditelinga putri Ye Rin lalu Altha berdiri tegak menatap reaksi dari putri Ye Rin.


Sedangkan putri Ye Rin yang mendengar kalimat Altha yang dibisikkan di telinganya seketika wajahnya bersemu merah dan salah tingkah. "Ba-baik pangeran, Ye Rin akan pergi istirahat sesuai perintah pangeran." ucap Ye Rin lalu berbalik dan pergi dengan cepat.


"Ya ampun putri Ye, apa putri Ye tau dan melihat tadi? Pangeran sangat tampan dan juga sangat perhatian dengan putri Ye, pasti sebentar lagi pangeran akan menerima kehadiran putri Ye." ucap dayang dari Ye Rin dengan sangat antusias menceritakan reaksi Altha yang memberikan perhatian pada majikannya.


"Benar - benar aku juga melihatnya tadi, ya ampun pangeran sungguh sangat gagah. Pasti pangeran akan jatuh cinta pada tuan putri kita ini yang sangat cantik dan juga sangat menawan." dayang Ye Rin yang lain juga berpendapat sama dengan para rekannya.


"Kalian jangan bicara sembarangan." elak putri Ye Rin dan dia tersenyum lagi. "Mulai sekarang aku akan berusaha untuk mendekatkan diri sama pangeran dan aku akan berusaha untuk mengambil hati pangeran." ucap putri Ye Rin dengan percaya diri.


"Tentu, tentu. Pangeran pasti akan jatuh cinta dengan tuan putri nanti." ucap dayang putri Ye Rin bersamaan.


Disisi lain di dalam kamar Altha dia mengumpulkan Yorgun, Yaris, Jiyang dan Gozil. Altha menatap pada mereka berempat secara bergantian dan yang ditatap juga saling tatap dengan rekan mereka. Mereka berempat merasa aneh dan juga merasa tak mengerti dengan perubahan sikap Altha belakangan ini.


"Yaris, apa kau tau tempat dimana tersimpan seluruh benda - benda dari negara Riri yang waktu itu kan?" tanya Altha menatap Yaris, dan Yaris pun menjawab dengan anggukan. Namun yang lain menatap bingung dengan apa yang dibicarakan oleh 2 orang itu.


"Pimpin beberapa orang, oh tidak. Pimpin puluhan orang saja biar cepat untuk membangun lorong bawah tanah dari tempat itu sampai terhubung dengan kamar ini." ucap Altha pada Yaris, walau merasa bingung namun Yaris tetap mengangguk.


"Jiyang, kau yang akan memimpin pembangunan lorong itu nantinya dan Yaris akan menunjukkannya padamu lokasinya, lakukan dengan cepat karena aku ingin segerah selesai." ucap Altha menatap Jiyang

__ADS_1


"Baik pangeran." jawab Jiyang lalu menatap Yaris yang cuek tak menjelaskan.


"Dan kau Gozil, karena mulai sekarang kau adalah anak buah Jiyang maka kau akan bekerja dibawah perintah Jiyang, apa kau mengerti?" Altha menatap Gozil.


"Iya mengerti pangeran, hamba mengerti." Gozil menjawab dengan sangat senang. "Guru Ji, mohon bimbingannya nanti." ucap Gozil pada Jiyang yang berdiri disebelahnya


"Ya ampun, kenapa kau memberiku orang yang tak berguna kepadaku sih." gerutu Jiyang mengeluh pada Altha.


"Guru Ji jangan bicara begitu, aku akan patuh padamu nanti." Gozil menjawab dengan sangat cepat.


"Yaris, bawah mereka dan tunjukkan tempatnya karena aku ingin jalan itu bisa terbangun dengan segeran dan secepat mungkin" ucap Altha menatap Yaris dan Jiyang.


"Yaris, ayo." ucap Jiyang dan yaris mengangguk.


"Kami undur diri pangeran." mereka bertiga memberi hormat pada Atha lalu pergi degan cepat.


"Yorgun panggilkan dayang tuan putri untuk kesini sekarang." perintah Altha dan Yorgun langsung pergi memanggil keempat dayang yang melayani Riri.


"Pangeran. Yu Wan, Jiu Li, Dae Si, Dean Si datang menghadap." ucap keempat pelayan Riri itu menghadap Altha.


"Yu Wan dan Jiu Li kalian ku perintahkan untuk mengajarkan ilmu yang kalian miliki kepada Dae Si dan Dean Si. Dan kalian berempat juga ku perintahkan untuk mengawasi gerak gerik dari putri Ye Rin, siapa saja yang datang menemuinya dan apa saja yang dia lakukan, semua kalian laporkan padaku atau Yorgun. Kalian mengerti?" perintah Altha pada keempat wanita itu.


"Baik pangeran kami mengerti dan kami akan melaksanakan perintah pangeran dengan baik." jawab keempatnya bersamaan.


"Baiklah, sekarang kalian boleh pergi." ucap Altha lalu keempat wanita itu memberi hormat dan pergi.


"Yorgun, awasi dan jaga kediaman ini aku mau pergi dulu." Altha berdiri dan berjalan keluar.


"Pangeran mau kemana? Bukankah kita baru saja sampai, apa pangeran tak istirahat dulu? Hari juga sudah mulai malam." tanya Yorgun yang merasa aneh karena Altha banyak memerintah dan menyiapkan sesuatu yang dia tak tau untuk apa.


"Aku akan istirahat dan pasti istirahat. Kamu tak perlu ikut aku pergi sendiri, dan jika ada yang mencari ku kalau bukan urusan penting abaikan saja tapi jika penting suruh Yaris menghubungiku." ucap Altha dan dia langsung melesat hilang begitu saja.


"sebenarnya apa yang mau dilakukan oleh pangeran kenapa dia menyusun rencana sedemikian rupa. Dan lagi apa maksudnya membangun lorong bawah tanah yang akan terhubung dengan kamarnya ini? aku benar - benar tak tau dan tak mengerti apa pun dengan rencana yang dipikirkan oleh pangeran Altha kali ini karena semua dilakukan sesuai dengan keinginannya dan tak memberitahu kami dengan jelas " gumam Yorgun berfikir dan berjalan ke arah latihan.

__ADS_1


Keesokannya Altha sudah berada dikediamannya dan melakukan beberapa pekerjaan juga latihan bersama dengan Yorgun, namun dimalam hari altha akan menghilang entah kemana perginya dan hal itu dilakukan oleh Altha hampir setiap hari. Kebiasaan baru Altha yang satu ini benar - benar membuat Yorgun selalu bertanya - tanya, bahkan Yaris juga tak bisa merasakan keberadaan Altha jika Altha sudah pergi.


__ADS_2