
Selaku dedikasi dari para tim penyelamat yang telah melakukan penyelamatan dan penanganan yang terjadi di lokasi bencana yang ada di Beijing membuat pemerintah kota itu mengadakan penghargaan bagi mereka para penyelamat yang terjun langsung ke medan yang sulit untuk menyelamatkan para korban. Dan perayaan itu dilakukan di sebuah hotel megah berbintang kelas atas di kota itu.
"Wah aku gak tau kalau mereka akan mengadakan pesta dan memberikan penghargaan pada kita semua." Riri berkata dengan terkejut karena pasalnya dimanapun yang namanya tim penyelamatan adalah tugas relawan yang memang dilakukan oleh orang - orang yang dengan ikhlas melakukan pekerjaan itu demi membantu para korban bencana. Namun di sini mereka malah diberikan pesta yang katanya untuk menghormati jasa mereka dan juga dibuatkan piagam untuk mengenang jasa mereka yang ikut terjun langsung ke medan bencana.
"Ya aku juga gak tau kalau di sini kita sangat dihormati seperti ini benar - benar sangat luar biasa" Jawab Desi atas perkataan Riri.
"Iya, dan sepertinya itu juga campur tangan dari komandan pasukan deh karena aku dengar kalau dia juga kenal dengan orang dalam di sini." jelas dokter Farid.
"Ayo kita berangkat karena mobil mereka sudah datang" ucap dokter Herlina pada semuanya.
"Dari pihak kita cuma kita berlima dan dari pihak mereka sungguh sangat banyak ya yang masuk dalam tim penyelamat, sepertinya mereka memiliki jiwa penolong yang sangat besar." Alif berkata saat dia melihat daftar orang yang akan hadir dari para tim penyelamat.
"Hem, kamu benar mereka sepertinya sungguh sangat banyak yang berhati dan berjiwa pahlawan." Riri berkata dan tersenyum pada semuanya.
Mereka berlima pun berangkat ke hotel tempat pesta dengan naik mobil para tentara dan bergabung dengan beberapa tentara yang ikut datang ke acara itu. Dan malam itu mereka semua berpakaian formal dan terlihat sungguh sangat menawan semuanya.
Malam itu dalam pesta untuk menghormati dan pemberian penghargaan juga dihadiri oleh mereka dari kalangan pebisnis yang ikut memberikan sumbangannya untuk menghormati para tim penyelamat yang sudah dengan rela hati melakukan tugas penyelamatan untuk semua korban bencana.
...💮💮💮...
"Wah, ini sungguh sangat luar biasa tempatnya, ini sungguh sangat megah." Alif dan yang lainnya sungguh sangat terpukau dengan pemandangan yang disuguhkan oleh hotel berbintang itu didepan mata mereka
"Kalian jangan terlihat norak dan memalukan begitu. Lihatlah mereka terlihat sungguh sangat tenang dan sangat berkelas" Desi berkata dan mencubit Alif yang sedang banyak bertingkah.
"Ya ampun sakit Des, panas banget cubitanmu." Alif mengeluh dan menggosok pinggangnya karena cubitan Desi.
"Riri bagaimana apa kamu suka dengan pestanya?" Komandan Sutris menegur Riri dan yang lainnya
"Wah iya komandan ini sungguh sangat luar biasa." Riri berkata dengan sangat senang
__ADS_1
"Syukurlah, kalau kamu suka. Bagaimana dengan yang lainnya? Ayo masuk dan duduk di meja ujung sana." Komandan Sutris berkata dan menunjukkan mereka meja yang ada dibarisan nomer 2
"Terima kasih komandan, ini sungguh sangat luar biasa. Tapi saya dengar katanya komandan ada kenal dengan orang dalam yang mengadakan acara ini" Alif berkata mewakili semua suara hati yang lainnya
"Iya aku kenal dengan mereka dan juga ada sepupu ku yang bekerja dibawah pimpinan perusahaan yang terkenal jadi mereka mengadakan acara ini selain untuk menghormati kalian para pahlawan juga ingin memanjakan kalian yang sudah bekerja keras selama 7 bulan ini" komandan Sutris berkata dengan jujur pada semuanya.
Acara malam itu pun dimulai setelah semua undangan datang dan penghargaan serta penghormatan untuk para pahlawan penyelamat pun dimulai, satu persatu dari mereka yang memiliki jasa besar dipanggil ke panggung untuk menerima penghormatan dan penghargaan atas jasa mereka. Tepuk tangan dan ucapan terima kasih dari banyak orang menghiasi aula hotel itu.
...💮💮💮...
"Yan Sa, aku dengar kalau acara penghormatan untuk para pahlawan penyelamat sedang berlangsung di hotel kita, apa kamu sudah mengatur semuanya dengan baik untuk mereka." tanya atasan Yan Sa.
"Sudah tuan muda, semuanya sudah diatur sesuai dengan saran anda." jawab Yan Sa dengan tegas.
"Baguslah, dan aku dengar katanya tim dari Indonesia juga ada diantara mereka, aku rasa adik mu pasti ada diantara mereka. Kau boleh pulang dan temui adik mu disana." ucap atasan Yan Sa.
"Terima kasih tuan muda, saya memang berencana untuk menemuinya karena tadi dia bilang kalau dia ikut dalam acara itu." Yan Sa berkata dengan sangat senang.
"Terima kasih tuan muda, saya akan pergi sekarang juga karena semua pekerjaan saya sudah selesai" Yan Sa terlihat sangat senang dan tak sabar.
"Hem, pergilah dan bersenang - senanglah." atasan Yan Sa berkata dengan nada lembut.
...💮💮💮...
Didalam pesta itu semua orang tampil dengan sangat cantik, dan hanya Riri yang tampil apa adanya degan rambut di kuncir kuda dan riasan tipis dengan gaun sederhana berwarna peach selutut dan sedang duduk di kursi dengan sangat tenang melihat acara dengan sesekali tersenyum dan berbincang dengan temannya. Namun aura Riri justru menunjukkan kalau dia sangat cantik dan juga terlihat sangat kuat.
"Hei katanya dia adalah anggota dari tim B yang datang dari Indonesia yang selalu terjun langsung dengan para tentara dan juga kadang menunjukkan pemikirannya." bisik seseorang yang ikut dalam pesta itu
"Iya aku dengar dia adalah orang yang sangat berani dan mampu menghadapi bahaya dengan sangat santai" sambung dari temannya.
__ADS_1
"Dia tak terlihat seperti seorang para medis, dia terlihat lebih mirip seorang prajurit." salah satu orang lagi berpendapat.
"Benar dia sungguh seorang wanita yang berani dan juga luar biasa, akan sangat menyenangkan kalau bisa berbincang dan akrab dengannya." ucap dari tuannya yang lain dan ke empat orang itu mengangguk setuju.
Semua orang dari pihak tim penyelamat lainnya juga menatap Riri, karena keberanian dan semangat Riri telah menyebar dan banyak didengar oleh orang lain, dan tanpa disadari oleh Riri kalau dia telah menjadi idola dari beberapa orang yang berasal dari tim penyelamat dan juga para tentara, baik yang wanita dan juga pria.
"Mari kita sambut pahlawan kita yang sangat berdedikasi didalam timnya, dia tak hanya menyelamatkan para korban bencana namun dia juga masuk dalam tim pencetus ide dan memiliki jasa terbaik disetiap situasi, mari kita berikan tepuk tangan yang meriah untuk dia. Nona Kurnia Isabela dari regu tim penyelamat yang datang dan dikirim langsung dari Indonesia." nama Riri disebutkan dan semua orang bertepuk tangan dengan sangat meriah untuk Riri.
Riri bangun dan berjalan ke atas panggung "Terima kasih, terima kasih banyak untuk semuanya. Saya tak akan bisa berdiri di sini tanpa bantuan dari seluruh tim, jadi saya mengucapkan terima kasih banyak untuk bantuan dan dukungan semuanya, ini untuk kalian semua, terima kasih semuanya, terima kasih." Riri berkata dengan sangat senang dan mengangkat penghargaan yang telah diberikan untuknya.
"Wah dia sungguh sangat hebat." Kapten Suwono berkata dengan bangga pada Riri.
"Iya dia memiliki jiwa seorang prajurit dan kesatria." Komandan Sutris menimpali perkataan dari kapten Suwono.
"Dia adalah berlian, dan kita harus menjaganya dengan baik. Karena jarang ada orang sepertinya." Kapten Suwono berkata dengan penuh penekanan.
"Aku tau kalau kamu menyukainya, apa kamu masih belum mengatakan padanya soal perasaanmu itu? Jangan sampai didahului orang lain." Komandan Sutris berkata dan menatap kapten Suwono.
"Saya belum berani untuk mengungkapkannya, karena saya masih merasa malu untuk mengatakan padanya mengenai perasaan saya yang sebenarnya." Kapten Suwono berkata dengan malu - malu.
"Yan Sa." Riri terlihat sangat senang melihat Yan Sa datang ke acara itu dan berjalan mendekati panggung.
"Selamat untuk mu, kenapa dengan wajahmu?" Yan Sa menyambut Riri dan membantu Riri turun dari panggung.
"Tidak apa ini hanya luka gores saja dan aku sudah mengobatinya, aku senang banget kamu bisa datang." Riri langsung memeluk Yan Sa begitu sampai di bawah.
"Kau sangat merindukan ku ya." Yan Sa berkata dengan senyuman setelah mengurai pelukannya dengan Riri.
"Lihatlah orang dari sini sudah meraih dia, dia kelihatan seperti orang yang berpengaruh di kota ini. Dan sepertinya Riri sangat dekat dengannya." kandang Sutris berkata dan menatap kapten Suwono yang terlihat terkejud.
__ADS_1
"Hem, ayo aku kenalkan dengan teman - teman ku yang baru." Riri menarik Yan Sa ke meja teman - temannya dan memperkenalkan Yan Sa dengan semua temannya dari tim penyelamat.