
Didalam renungan yang cukup lama Altha berusaha menetralkan hatinya yang merasa kaget dengan kenyataan bahwa wanita yang dinikahinya dan dianggapnya sebagai putri Yourina dari keluarga Chan itu adalah wanita lain yang telah merasuki tubuh putri Yourina.
"Bagaimana ini bisa terjadi, novel atau cerita apa yang dia katakan semua membuat ku merasa bingung, dan tak masuk akal." gumam Altha dalam hati dan berusaha mengingat lagi apa yang dikatakan oleh Riri pada dirinya saat meraka berada hutan bukit bintang.
Ingatan Altha
"Apa yang kau katakan barusan?" Altha.
"Iya, inilah kenyataannya. Aku tak tau dimana jiwa Yourina yang sebenarnya, entah dia sudah meninggal atau dia juga sama dengan ku sedang berpindah tempat. Tapi yang aku katakan padamu ini adalah kenyataannya, bahwa aku bukanlah Yourina yang kau kenal atau orang lain kenal, aku adalah orang lain yang tiba - tiba terbangun dan sadar didalam tubuh ini dan dunia ini." Riri berusaha mengatakan kebenaran akan dirinya.
"Altha, sebenarnya aku juga tidak tau apa yang telah terjadi selama ini, tapi aku berkata jujur pada mu kalau aku bukanlah putri keluarga Chan dan aku berasal dari masa depan setelah aku membaca sinopsis novel yang ku baca dan merasa kesal dengan cerita tentang mu aku tersadar di sini. Seperti yang kau lihat, semua alat dan tempat ini adalah berasal dari dunia ku dimasa depan, namun aku tak tau bagaimana semua ini bisa berada di sini. Tapi yang aku katakan ini benar, aku bukalah Yourina yang sebenarnya. Namaku adalah Kurnia Isabela dan aku berusia 30 tahun di dunia ku sana, aku memang dipanggil Riri di dunia ku sana dan itu sangat kebetulan dengan panggilan nenek Yourina. Percayalah pada ku Altha aku tak mengerti kenapa aku bisa merasuki tubuh Yourina, tapi aku tak bisa tinggal di sini terlalu lama karena aku harus kembali lagi ke kehidupanku yang sebenarnya. Aku tak ingin terjebak didalam dunia novel yang aku baca ceritanya, bahkan aku belum menyelesaikan cerita dari novel yang aku baca itu. Tolong maafkan aku Altha dan aku minta tolong percayalah padaku." panjang lebar Riri menjelaskan namun Altha mendorong Riri dan hal itu membuat Riri terkejud.
"Apa kau ingin menipuku, apa kau ingin membuatku gila? Apa yang ingin kau katakan, cerita apa dan novel apa. Sebenarnya kenapa kau seperti ini hah?!" Altha marah besar pada Riri karena dianggap mengarang cerita hanya untuk bisa pergi dari sisinya.
"Tapi Altha ini adalah kenyataannya, aku gak mau membohongimu dan aku juga gak mau hidup dengan rasa khawatir yang selalu menghantui ku setiap saat." Riri berusaha menjelaskan dan meraih tangan Altha.
"Diam?! Jangan ganggu aku, dan jangan bicara omong kosong lagi." Altha berbalik dan ingin pergi meninggalkan Riri.
"Tolong panggil Yaris, karena aku sudah dengar dari Jiyang bahwa kamu bisa memanggil Yaris dan mengirimkan sinyal padanya mengenai posisi kita, aku ingin menunjukkan semua ini padanya yang selama ini telah menemaniku dalam membantu para prajurit." ucap Riri pada Altha dan berdiri menjauh dari Altha.
Kembali.
"Hah,,, bagaimana bisa aku dibuat bingung dan juga takut dalam sekaligus. Apa yang sebenarnya dia inginkan? Kenapa dia selalu ingin pergi dari sisiku sampai mengarang cerita yang tak masuk akal seperti itu." gumam Altha merebahkan tubuhnya dan meletakkan tangan kirinya diatas keningnya sambil menutup mata.
"Riri, Kurnia Isabela jadi itu adalah namanya dan dipanggil Riri." gumam Altha lagi dan dia kembali mengingat lagi saat berada di barak pasukannya di perbatasan.
__ADS_1
Altha mengingat kalau Riri selalu melakukan hal - hal yang diluar dugaannya dan dia selalu bertindak sesuai isi hatinya sendiri, serta cara bicara dan sikapnya juga sangat jauh berbeda dengan sikap Yourina yang selama ini dikenalnya.
"Apa dia memang orang lain? Apa dia benar - benar berkata jujur dan tak bohong padaku? Mungkin memang benar dia adalah jiwa yang merasuki tubuh Yourina, lalu dimana Yourina yang asli dan kenapa dia merasukinya?" Altha sedang berperang dengan akal sehat dan juga pikirannya sendiri mengenai masalah Riri
"Tidak, mungkin dia adalah orang lain, tapi aku menyukainya dan orang yang ku sukai adalah dia bukan Yourina, itu artinya aku memang menyukai jiwa yang ada didalam tubuh Yourina. Iya, aku menyukai dia yang saat ini dan menyukai semua sifat serta prilakunya." Altha bangun dari tidurnya dan duduk sambil sesekali menghela nafas.
"Riri, dia adalah istriku dan juga wanita yang aku cintai, aku mencintainya karena kepribadiannya tak ada yang lain." Altha tersenyum dan mulai menerima kenyataan serta rahasia tentang diri Riri yang sebenarnya.
"Dia pasti merasa susah tinggal di sini, karena dia tak mengerti dan mengenal dunia ini, dia juga tak punya siapa pun yang dia kenal atau keluarga di sini. Aku akan kembali dan menjelaskan padanya aku tak ingin dia salah paham dengan menganggap aku menolaknya, aku marah bukan karena benci padanya. Tapi karena kesal dia mau pergi meninggalkan ku dan juga kaget karena ceritanya terlalu tak masuk akal, selebihnya aku menyukai semua yang ada pada dirinya." Altha pun telah mulai menerima semua kenyataan itu dan berniat kembali ke istananya.
...πππ...
"Tuan Mentri ada surat yang datang dari kediaman pangeran Altha." lapor pengawal Mentri Ye.
Dengan wajah senang dan senyum yang mengembang Mentri Ye menerima surat yang dikirimkan oleh Riri kepadanya, "Cepat bawah kemari." Mentri Ye semakin senang setelah membuka dan membaca isi dari surat tersebut.
"Apa maksud ayah? Tapi aku tak ingin menjadi selir pangeran Altha aku tak menyukainya." tolak Ye Rin yang sebenarnya menaruh hati pada pangeran kedua.
"Tidak ada waktu untuk memikirkan apa yang kau inginkan dan kau harapkan, sekarang kau harus pergi ke istana pangeran Altha. Dengan menjadi selirnya kau akan mendapatkan kejayaan dan aku akan mendapatkan posisi yang bagus sebagai besan dari putra mahkota serta posisiku juga akan lebih tinggi dari Mentri - Mentri yang lainnya, sudah sekarang kau bersiap dan pergi kesana jangan menunda lagi." Mentri Ye memaksa putrinya untuk pergi dan tetap menjadi calon selir pangeran Altha tanpa peduli dengan perasaan putrinya.
"Bagaimana bisa ayah melakukan ini pada ku? Aku sangat menyukai pangeran kedua dan aku hanya ingin bisa menjadi selir pangeran kedua saja." gumam Ye Rin sedih dan menangis.
...πππ...
"Aku sudah mengirim pesan pada Mentri Ye dan tak lama lagi putri Ye Rin akan tiba di sini, aku harus menyiapkan segalanya untuk bisa pergi secepatnya setelah dia datang dan aku mengajari serta memberi tau segalanya pada putri Ye Rin." Riri mulai menyiapkan diri untuk pergi keluar dari istana pangeran.
__ADS_1
Dalam beberapa hari Riri membatasi diri dari semuanya dan hanya tekun mempelajari serta membaca buku - buku pengobatan yang diberikan oleh tabib senior. Para dayang Riri mereka selalu berjaga diluar kamar dan akan kembali setelah dilihat Riri sudah istirahat.
Dae Si selalu bertugas untuk menyiapkan dan mengingatkan Riri untuk makan, dan Dean Si sama Yu Wan bertugas untuk membantu Riri merias diri juga melihat kondisi kesehatan Riri, sementara Jiu Li dia bertugas menemani Riri jika pergi keluar dan memperhatikan asupan makanan Riri. Mereka berempat selalu ada untuk Riri dan selalu melaporkan semua yang dilakukan oleh Riri pada Jiyang atau Yaris setiap saat.
"Tuan putri, putri Ye Rin sudah tiba." ucap Jiu Li menyampaikan pesan pada Riri yang sedang belajar
"Baiklah, suruh dia masuk dan siapkan minuman serta camilan untuknya" ucap Riri menerima Ye Rin.
Riri tersenyum ramah saat ye Rin masuk kedalam ruangannya, "Salam pada tuan putri Youri" ucap Ye Rin menyapa dengan sopan.
"Hem, dia cantik dan juga sangat lembut." suara hati Riri mengawasi Ye Rin secara seksama.
"Iya silakan putri Ye duduk dan pasti anda sudah tau kenapa saya mengundang anda datang kemari. Bertepatan dengan usulan dan permintaan dari raja dan juga ayah putri Ye aku berniat untuk menerima tawaran itu jika putriΒ Ye tak keberatan." ucap Riri to the poin tanpa basa basi lagi.
"Maaf tuan putri, saya sangat terkejud serta kaget dengan surat yang langsung tuan putri kirimkan ke kediaman saya tanpa bertanya pendapat saya." ucap putri Ye Rin dengan tersenyum.
"Tuan putri minumnya." Jiu Li meletakkan minuman dan camilan diatas meja.
"Silakan diminum putri Ye." ucap Riri mempersilakan dan mereka memulai pembicaraan mendalam mengenai rencana yang diajukan oleh ayah dari putri Ye kepada raja mengenai dirinya yang akan dijadikan calon selir dari pangeran Altha.
"Apakah tuan putri tidak keberatan dengan hal itu? Apakah tuan putri benar akan menyetujui kalau saya masuk ke istana ini sebagai selir dari pangeran Altha?" tanya putri Ye Rin pada Riri karena dari tadi Riri berkata tanpa perubahan ekspresi.
"Tentu saja, jika itu adalah usulan langsung dari yang mulia raja tentu aku harus memperhatikan hal itu dengan baik bukan, aku tak mau menjadi orang tamak dan tak masuk akal hanya dengan sebuah nama putri mahkota, karena di dunia ini semuanya tak ada yang kekal abadi." jawab Riri dengan tenang dan tatapan mata yang juga sama tenangnya.
"Aneh, kenapa ada orang begitu tenang saat ada wanita lain yang mau masuk kedalam keluarganya dan menjadi salah satu dari wanita suaminya nantinya. Apakah dia benar tak apa, atau dia hanya pura - pura." suara hati Putri Ye yang melihat Riri begitu tenang dengan kedatangannya dan juga telah berbicara dengan sangat santai dengan dirinya.
__ADS_1
"Baiklah, aku rasa putri Ye sudah tau dan mengerti semuanya. Jadi silakan tinggal di sini dan mendekatkan diri dengan pangeran, nanti aku akan datang untuk mengajari dan memberi tau apa saja yang harus putri Ye lakukan selama aku tak ada." ucap Riri setelah mereka berbicara panjang lebar.
"Silakan putri Ye mengikuti Jiu Li untuk beristirahat dulu." Riri mempersilakan pada putri Ye untuk kembali ke kamarnya yang telah disiapkan dan beristirahat disana.